Anda di halaman 1dari 25

PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN,

PEMANFAATAN, DAN PENGENDALIAN


PEMANFAATAN RUANG

Disampaikan pada acara :


Sosialisasi Penguatan Pengawasan Pemanfaatan Ruang dari Aspek Lingkungan
Pusat Pengembangan Ekoregion Jawa
Semarang, 6 Oktober 2011
oleh :
Ir. H. GUNAWAN, MA.
Kasubdit Penataan Ruang Wilayah
DIREKTORAT FASILITASI PENATAAN RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP
DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
PENDAHULUAN
 UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang  memberi
warna bagi penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia yang
lebih baik. Terkait dengan peran masyarakat dalam Penataan Ruang
 adanya ruang yang lebih luas untuk peran masyarakat pada
proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan
ruang.
 Peran masyarakat dalam penataan ruang  berperan sebagai
“Mitra Pemerintah” dalam pembangunan guna mewujudkan tertib
tata ruang.
Lahirnya PP Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata
Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang oleh Ditjen Bina
Pembangunan Daerah bersama dengan BKPRN sebagaimana
amanat UU No. 26/2007  diharapkan dapat menjadi
acuan/pedoman bagi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan
Masyarakat dalam keterlibatannya pada penataan ruang.
KENAPA PERAN MASYARAKAT
DIPERLUKAN DALAM PENATAAN
RUANG ?

BAHWA PENATAAN RUANG ADALAH


UNTUK SELURUH KEPENTINGAN
MASYARAKAT SERTA TERCIPTANYA
TATANAN KEHIDUPAN YANG :
HAK, KEWAJIBAN, DAN PERAN MASYARAKAT
Pasal 61 UU No. 26 tahun 2007
a. Dalam penataan ruang, setiap orang berhak untuk:
b. mengetahui rencana tata ruang
c. menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan
ruang
d. Memperoleh penggantian yang layak atas kerugian pembangunan
yang sesuai dengan rencana tata ruang
e. Mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap
pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di
wilayahnya
f. Mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian
pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang
kepada pejabat berwenang; dan
g. Mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau
pemegang izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai
dengan rencana tata ruang menimbulkan kerugian
4
HAK, KEWAJIBAN, DAN PERAN MASYARAKAT
Lanjutan …
Pasal 62 UU No. 26 tahun 2007
a. Dalam pemanfaatan ruang, setiap orang wajib:
b. Menaati rencana tata ruang;
c. Memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari
pejabat yang berwenang;
d. Mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin
pemanfaatan ruang; dan
e. Memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan
peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.

5
SISTEMATIKA
PERATURAN PEMERINTAH
NOMOR 68 TAHUN 2010
I. KETENTUAN UMUM : Pengertian,
Ruang Lingkup, dan Tujuan
II. BENTUK PERAN MASYARAKAT
III. TATA CARA PERAN MASYARAKAT
IV. KEWAJIBAN, TUGAS & TANGGUNG
JAWAB PEMERINTAH & PEMERINTAH
DAERAH
V. PENDANAAN
VI. KETENTUAN PERALIHAN
VII. KETENTUAN PENUTUP
I. KETENTUAN UMUM
(Pasal 1)
1. …
2. …
3. …
4. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang,
pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang;
5. …
6. …
7. …
8. Masyarakat adalah orang perseorangan, kelompok orang termasuk
masyarakat hukum adat, korporasi, dan/atau pemangku kepentingan
nonpemerintah lain dalam penataan ruang;
9. Peran Masyarakat adalah partisipasi aktif masyarakat dalam
perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang;
10. Bentuk Peran Masyarakat adalah kegiatan/aktivitas yang dilakukan
masyarakat dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan
pengendalian pemanfaatan ruang;
11. Tata Cara Pelaksanaan Peran Masyarakat adalah sistem, mekanisme,
dan/atau prosedur pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat dalam
perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang.
12. …
13. …
Lanjutan…..

Lingkup Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang


(Berdasarkan UU No 26/2007, Pasal 65 ayat (3))

Pasal 2 PERENCANAAN
TATA RUANG

PENGENDALIAN
PEMANFAATAN
PEMANFAATAN
RUANG
RUANG

Nasional, Provinsi dan Pasal 3 Mengatur Bentuk dan Tata Cara Peran
Kabupaten/Kota Masyarakat Dalam Penataan Ruang

Peraturan Pemerintah Nomor 68 tentang Bentuk


dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang
Lanjutan…..
Tujuan Pengaturan Bentuk Dan Tata Cara Peran
Masyarakat
(Pasal 4)
 menjamin terlaksananya hak dan kewajiban
masyarakat di bidang penataan ruang sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
 mendorong peran masyarakat dalam penataan ruang;
 menciptakan masyarakat yang ikut
bertanggung jawab dalam penataan
ruang;
 mewujudkan pelaksanaan penataan
ruang yang transparan, efektif,
akuntabel, dan berkualitas; dan
 meningkatkan kualitas pelayanan
dan pengambilan kebijakan penataan
ruang.
II. BENTUK PERAN MASYARAKAT DALAM
PENATAAN RUANG
TAHAP

PERENCANAAN
TATA RUANG Pasal 6
a. Masukan mengenai : b. kerjasama dengan
Berupa : 1. persiapan penyusunan RTR; Pemerintah,
2. penentuan arah pengem- Pemerintah Daerah
bangan wilayah/ kawasan; dan/atau sesama
TAHAP
3. pengidentifikasian potensi unsur masyarakat
dan masalah pembangunan dalam
PEMANFAATAN wilayah/kawasan; perencanaan tata
RUANG 4. perumusan konsepsi RTR; ruang.
5. penetapan RTR.

Berupa : *)
Difasilitasi

PEMERINTAH & PEMERINTAH DAERAH


Berupa : *)
Pasal 7 ayat (1) & (2)
TAHAP Berperan aktif melibatkan :
- Masyarakat yang terkena dampak
PENGENDALIAN - Masyarakat memiliki keahlian di bidang penataan ruang.
PEMANFAATAN - Masyarakat yang kegiatan pokoknya di bidang penataan
RUANG ruang.
Ket : *) penjelasan pada slide berikutnya.
6 (Pasal 8) 1 …Lanjutan
Investasi dalam Masukan
pemanfaatn ruang sesuai mengenai kebijakan
ketentuan peraturan pemanfaatan ruang
perundang-undangan
2
5
Bentuk Peran Kerjasama dengan
Menjaga Masyarakat Pemerintah,
kepentingan dalam Pemerintah Daerah
pertahanan dan Pemanfaatan dan/atau sesama
keamanan serta unsur masyarakat
Ruang
memelihara dan
meningkatkan
kelestarian
3
fungsi LH dan 4
SDA Memanfaatkan ruang
Peningkatan yang sesuai dengan
efisiensi, efektivitas kearifan lokal dan
& keserasian dlm rencana tata ruang
pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan
darat, laut, udara
dan di dalam bumi
…Lanjutan
 PENGENDALIAN PEMANFAATAN (Pasal 9)
RUANG, BERUPA :
a. masukan terkait arahan dan/
atau peraturan zonasi,
perizinan, pemberian insentif
dan disinsentif serta pengenaan
sanksi;
b. keikutsertaan dalam memantau
dan mengawasi pelaksanaan
rencana tata ruang yang telah
ditetapkan; d. pengajuan keberatan terhadap
c. pelaporan kepada instansi keputusan pejabat yang
dan/atau pejabat yang berwenang terhadap
berwenang dalam hal pembangunan yang dianggap
menemukan dugaan penyim- tidak sesuai dengan rencana
pangan atau pelanggaran tata ruang.
kegiatan pemanfaatan ruang
yang melanggar rencana tata
ruang yang telah ditetapkan;
dan
III. TATA CARA PERAN MASYARAKAT

• Menteri / Pimpinan Lembaga


Pemerintah non-kementerian
PERAN (Pasal 10) terkait penataan ruang;
MASYARAKAT • Gubernur;
• Bupati/Walikota.

LANGSUNG
Disampaikan Kepada

Dilakukan
TERTULIS

Bertanggung jawab sesuai


dengan ketentuan peraturan
(Pasal 11) perundang-undangan dengan
menghormati norma, agama,
kesusilaan dan kesopanan.
Lanjutan…..

TATA CARA PERAN MASYARAKAT


(Pasal 12)
A. PERENCANAAN TATA RUANG, dengan cara :
a. menyampaikan masukan mengenai arah
pengembangan, potensi dan masalah, rumusan
konsepsi/rancangan rencana tata ruang melalui media
komunikasi dan/atau forum pertemuan; dan
b. kerjasama dalam perencanaan tata ruang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
TINDAK
LANJUT

PENYUSUNAN PERMENDAGRI TENTANG TATA CARA


PERAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN TATA
RUANG PROVINSI DAN KAB/KOTA
Lanjutan…..
(Pasal 13)
B. PEMANFAATAN RUANG, dengan cara :
a. menyampaikan masukan mengenai kebijakan
pemanfaatan ruang melalui media komunikasi
dan/atau forum pertemuan;
b. kerjasama dalam pemanfaatan ruang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
c. pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana
tata ruang yang telah ditetapkan; dan
d. penaatan terhadap izin pemanfaatan ruang.
Lanjutan…..
(Pasal 14)

C. PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG,


dengan cara :
a. menyampaikan masukan terkait arahan dan/atau peraturan zonasi,
perizinan, pemberian insentif dan disinsentif serta pengenaan
sanksi kepada pejabat yang berwenang;
b. memantau dan mengawasi pelaksanaan rencana tata ruang;
c. melaporkan kepada instansi dan/atau pejabat yang berwenang
dalam hal menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran
kegiatan pemanfaatan ruang yang melanggar rencana tata ruang
yang telah ditetapkan; dan
d. mengajukan keberatan terhadap keputusan pejabat yang
berwenang terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan
rencana tata ruang.
IV. KEWAJIBAN, TUGAS & TANGGUNG JAWAB
PEMERINTAH & PEMERINTAH DAERAH
melaksanakan
standar pelayanan
minimal PERENCANAAN
TATA RUANG

KEWAJIBAN PEMANFAATAN
RUANG

PEMERINTAH PENGENDALIAN
& PEMANFAATAN
dilaksanakan RUANG
PEMERINTAH sesuai standar
DAERAH pelayanan minimal

TUGAS &
PEMBINAAN DAN
TANGGUNG PENGAWASAN
JAWAB
KEWAJIBAN …Lanjutan
(Pasal 16)
(Pasal 18)
PERENCANAAN TATA PEMANFAATAN PENGENDALIAN
RUANG RUANG PEMANFAATAN RUANG

a. Memberikan informasi dan a. Memberikan informasi dan a. Memberikan informasi dan menyediakan
menyediakan akses informasi menyediakan akses informasi akses informasi kepada masyarakat
kepada masyarakat tentang kepada masyarakat tentang tentang pengendalian pemanfaatan ruang
proses penyusunan dan pemanfaatan ruang melalui melalui media komunikasi;
penetapan RTR melalui media komunikasi;
b. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat
media komunikasi yang b. Melakukan sosialisasi RTR mengenai pengendalian pemanfaatan
memiliki jangkauan sesuai yang telah ditetapkan; ruang;
tingkat rencana;
c. Pemanfaatan ruang sesuai c. memberikan tanggapan kepada
b. Melakukan sosialisasi peruntukannya yang telah masyarakat atas masukan mengenai
mengenai perencanaan tata ditetapkan dalam RTR; arahan dan/atau peraturan zonasi,
ruang; perizinan, pemberian insentif dan
d. Memberikan tanggapan
c. Menyelenggarakan kegiatan kepada masyarakat atas disinsentif, serta pengenaan sanksi sesuai
menerima masukan dari masukan mengenai dengan ketentuan peraturan perundang-
masyarakat terhadap pemanfaatan ruang sesuai undangan;
perencanaan tata ruang; ketentuan peraturan d. menyediakan sarana yang memudahkan
d. Memberikan tanggapan perundang-undangan. masyarakat dalam menyampaikan
kepada masyarakat atas pengaduan atau laporan terhadap dugaan
masukan mengenai (Pasal 17) penyimpangan atau pelanggaran kegiatan
perencanaan tata ruang. pemanfaatan ruang yang melanggar
rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
(Pasal 19)

Penyampaian informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan


…Lanjutan

 sosialisasi peraturan perundang-


undangan dan pedoman bidang
penataan ruang;
 pemberian bimbingan, supervisi,
dan konsultasi pelaksanaan
penataan ruang;
PEMBINAAN
 pengembangan sistem informasi
dan komunikasi penataan ruang;
 penyebarluasan informasi
(Pasal 21)
penataan ruang kepada
TUGAS & masyarakat; dan
TANGGUNG  pengembangan kesadaran dan
JAWAB tanggung jawab masyarakat.

(Pasal 20) Dilakukan terhadap kinerja


pelaksanaan standar pelayanan
minimal dan pelibatan peran
PENGAWASAN
masyarakat dalam perencanaan
tata ruang, pemanfaatan ruang,
dan pengendalian pemanfaatan
(Pasal 22)
ruang.
…Lanjutan
SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PENATAAN RUANG
Dalam rangka meningkatkan peran masyarakat, Pemerintah dan
pemerintah daerah “MEMBANGUN” sistem informasi dan komunikasi
penyelenggaraan penataan ruang yang dapat diakses dengan mudah
oleh masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. (Pasal 23)
memuat paling sedikit
(Pasal 24)
a. informasi tentang kebijakan, rencana, dan program penataan ruang
yang sedang dan/atau akan dilakukan, dan/atau sudah ditetapkan;
b. informasi rencana tata ruang yang sudah ditetapkan;
c. informasi arahan pemanfaatan ruang yang berisi indikasi program
utama jangka menengah lima tahunan; dan
d. informasi arahan pengendalian pemanfaatan ruang yang berisi
arahan/ketentuan peraturan zonasi, arahan/ketentuan perizinan,
arahan/ketentuan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi.
Lanjutan…..
PEMBANGUNAN
SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PENATAAN RUANG (Pasal 25)

Tanggung Jawab
NASIONAL MENTERI/PIMPINAN LPNK
ayat (1) dapat memberikan
yang bidang tugasnya terkait dengan
penataan ruang sesuai kewenangan fasilitasi pembangunan sistem
masing-masing. informasi dan komunikasi di daerah.
ayat (4)

Tanggung Jawab
PROVINSI GUBERNUR
ayat (2) Disesuaikan
dengan kondisi
obyektif daerah
Tanggung Jawab BUPATI/ masing-masing.
KABUPATEN/ WALIKOTA. ayat (5)
KOTA
ayat (3)
V. PENDANAAN
(Pasal 26)

Segala biaya yang diperlukan dalam rangka


pelaksanaan kewajiban Pemerintah dan
Pemerintah Daerah berdasarkan Peraturan
Pemerintah ini, dibebankan pada Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, dan sumber lain
yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
VI. KETENTUAN PERALIHAN
(Pasal 27)
Pada saat Peraturan Pemerintah ini
mulai berlaku, semua peraturan
pelaksanaan yang mengatur bentuk
dan tata cara peran masyarakat dalam
penataan ruang yang telah ada tetap
berlaku sepanjang tidak bertentangan
atau belum diganti berdasarkan
Peraturan Pemerintah ini.
VII KETENTUAN PENUTUP
(Pasal 28)
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan
Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak
dan Kewajiban, Serta Bentuk Dan Tata Cara Peran Serta
Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3660) dicabut
dan dinyatakan tidak berlaku.

(Pasal 29)
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
DIREKTORAT FASILITASI PENATAAN RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP
DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH
KEMENTERIAN DALAM NEGERI