Anda di halaman 1dari 33

KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

Disusun oleh :
Hardy Wibowo S.

Pembimbing:
dr. Yusuf Yuniarto, Sp. OG

RUMAH SAKIT PELABUHAN


CIREBON
2018
DATA ADMINISTRASI PASIEN
▪ Nama : Ny. U
▪ Usia : 44 tahun
▪ No RM : 201828xxxx
▪ TTL : Cirebon, 01/05/1977
▪ Alamat : DS Penembahan RT 04/02 Kec. Plered, Kab
Cirebon
▪ Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
▪ DPJP : dr. Sp.OG
▪ Tanggal Masuk RS : 02 Agustus 2018
▪ Tanggal Pemeriksaan : 02 Agustus 2018
ANAMNESIS
▪ Keluhan utama : Nyeri perut
▪ Riwayat penyakit sekarang :

Pasien datang dengan keluhan nyeri perut


bagian ulu hati sejak 1 minggu yang lalu. Pasien
juga mengatakan merasa mual tetapi tidak muntah,
demam (+) 1 hari lalu, BAB (+) cair (tidak ada lendir
ataupun darah ), BAK (+) normal. Pasien
menyangkal adanya batuk, pilek, sesak.
▪ Riwayat Penyakit Dahulu : hipertensi (-), DM (-), riwayat
penyakit jantung (-)
▪ Riwayat Kebiasaan :-
▪ Riwayat Pengobatan : tidak ada
▪ Riwayat Keluarga : tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran Compos mentis (E= 4, Kepala CA -/-, SI-/-


V= 5, M= 6) Pupil isokor
Tekanan darah 100/56 mmHg Reflek cahaya +/+
Nadi 80x/menit reguler Leher KGB tidak teraba membesar
Trakea letak sentral
Respirasi 20x/ menit
Suhu 37,6oC Thorax Cor
SpO2 99% Inspeksi : ictus cordis terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba
Perkusi : batas jantung normal
Auskultasi : BJ S1,S2 (N), regular, murmur -
Thorax Pulmo
Inspeksi : bentuk dan pergerakan simetris
Palpasi : taktil fremitus kanan=kiri
Perkusi : sonor
Auskultasi : VBS kanan=kiri, ronchi -/- wheezing
-/-
Abdomen Inspeksi : datar
Auskultasi : bising usus normal
Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
Palpasi : nyeri tekan hampir seluruh abdomen

Ekstremitas Edema -/-


Akral hangat, nadi kuat, CRT < 2 detik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi Rutin
▪ Hb : 8,8 g/dL
▪ Ht : 27,0 %
▪ Leukosit : 14.700 / μL
▪ Trombosit : 306.000 / μL
▪ GDS : 102 mg/ dl
Faal Ginjal
▪ Ureum : 17 mg / dl
▪ Kreatinin : 0,5 mg / dl
Faal Hati
▪ SGOT : 12 U/L
▪ SGPT: 9 U/L
DIAGNOSIS

Diagnosis awal : Colic abdomen + GEA + Obs. febris


Penatalaksanaan Awal IGD :
▪ IVFD RL >> 20 tpm
▪ Injeksi Farmadol ® 3 x 1 amp
▪ Injeksi Esomax® 1 x 1 amp
▪ Injeksi Torasic® drip
Oral
▪ Magtral® Forte 3x C1
▪ Diagit® 3x1
▪ L-Bio® 2x1
Konsul dr. Sp.PD
FOLLOW UP
Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

02 Agustus 2018 • Keluhan nyeri ulu hati (+), muntah sudah berkurang - Infus RL 20 tpm
Pk. 22.00 Pemeriksaan fisik: - Bioxon® 2 x 1 gram IV
• TTV : - Omeprazole 1 x 40mg IV
‒ T: 110/70 mmHg - Ketorolac 3 x 1 amp IV
‒ N : 84x/menit - PCT 3x500 mg PO
‒ R: 20x/menit - Esomax® IV STOP
‒ S: 37C - Farmadol® IV STOP
• Kepala: Konjungtiva anemis -/-, PCH (-) - Torasic ® drip STOP
• Thorax: VBS Ka = Ki, Rh -/-, Wh -/-, BJ murni reguler, murmur -, - Terapi lain lanjutkan
• Abdomen: datar, BU (+) normal, soepel, nyeri tekan epigastrium
(+), Rencana USG Abdomen
• Ektsremitas: Akral hangat, oedem -/- , CRT < 2 detik Periksa lab urin rutin
Konsul dr. Sp. B
A : Colic Abdomen DD/ Appendicitis
Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

03 Agustus 2018 Visit dr. Sp.B


pk. 15.30 • Keluhan nyeri ulu hati (+), muntah (-)

Pemeriksaan fisik:
• TTV :
‒ T : 120/80 mmHg
‒ N : 84x/menit
‒ R: 20x/menit
‒ S: 37,4C
• Kepala: Konjungtiva anemis +/+, PCH (-)
• Thorax: VBS Ka = Ki, Rh -/-, Wh -/-, BJ murni reguler, murmur -,
• Abdomen: datar, BU (+) normal, soepel, nyeri tekan epigastrium
(+),
• Ektsremitas: Akral hangat, oedem -/- , CRT < 2 detik
Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

03 Agustus 2018 Urinalisis Rutin • Sediment


pk. 15.30
• Warna : kuning agak
Epitel : 6-12
keruh
Leukosit : 2-4
• Berat jenis : 1,020
Eritrosit : 0-1
• pH : 6,0
• Silinder
• Glukosa : (-)
Leukosit : (-)
• Protein : (-)
Eritrosit : (-)
• Darah : (-)
Hyaline : (-)
• Urobilinogen : (+)
Granula : (-)
• Bilirubin : (-)
▪ Kristal : (-)
• Keton : (+)
▪ Bakteri : (+)
• Nitrit : (-)
▪ Trichomonas : (-)
USG ABDOMEN

Kesan
▪ Massa kistik soliter, dinding tebal pada adneksa (ukuran 2,4 cm)
dd/ovarium, KET

▪ Complex ascites prominen pada cavum Douglas

▪ Struktur appendix tidak dapat dievaluasi secara sonografi


(kemungkinan appendicitis belum dapat disingirkan)

▪ Sonomorfologi hepar, lien, vesica felea, pancreas, paraaorta, dan


tractus urinarius dalam batas normal.
Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

03 Agustus 2018 A : Colic abdomen ec susp KET - Terapi lanjutkan lanjutkan


pk. 15.30 - Pemeriksaan kehamilan
- Konsul dr. Sp. OG
pk. 20.20 Visit dr. Sp. OG
• Keluhan nyeri perut (+)
• Hasil tes kehamilan (+)
• Rencana operasi laparotomy CITO
Pemeriksaan fisik:
• Periksa hematologi rutin CITO
• TTV :
• Persiapkan PRC 3 labu
‒ T : 120/80 mmHg
‒ N : 84x/menit
‒ R: 20x/menit
‒ S: 37,4C
• Kepala: Konjungtiva anemis +/+, PCH (-)
• Thorax: VBS Ka = Ki, Rh -/-, Wh -/-, BJ murni reguler, murmur -,
• Abdomen: datar, BU (+) normal, soepel, nyeri tekan epigastrium (+),
• Ektsremitas: Akral hangat, oedem -/- , CRT < 2 detik

A : Colic abdomen ec susp. KET


Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

03 Agustus 2018
Hematologi Rutin
pk. 21.35
▪ Hb : 7,7 g/dL

▪ Ht : 23,8 %
▪ Leukosit : 9.500 / μL

▪ Trombosit : 252.000 / μL

▪ BT : 3’

▪ CT : 5’

▪ HBsAg : Non reaktif


Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

03 Agustus 2018 • Pasien keluar dari ruangan operasi - Infus RL + ketorolac 2 amp + tramadol 1 amp
pk. 23.35 Pemeriksaan fisik: (20 tpm) lanjutkan dengan RL : D5%
• TTV : - Bioxon® 2 x 1 gram IV
‒ T : 110/700 mmHg - Ranitidin 2 x 1 amp
‒ N : 80x/menit - Ketorolac 3 x 1 drip
‒ R: 20x/menit - Transfusi PRC 1 labu
‒ S: 36,6C - Terapi lain lanjutkan
• Kepala: Konjungtiva anemis -/-, PCH (-)
• Thorax: VBS Ka = Ki, Rh -/-, Wh -/-, BJ murni reguler, murmur -,
• Abdomen: datar, BU (+) normal, soepel, nyeri tekan epigastrium
(+),
• Ektsremitas: Akral hangat, oedem -/- , CRT < 2 detik

A : KET post salfingektomi dextra + salfingoovorektomi sinistra


Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

04 Agustus 2018 Visit dr. Sp. OG • Terapi lanjutkan


pk. 09.00 • Keluhan nyeri pada luka bekas OP • Periksa hematologi rutin setelah PRC 3 labu
Pemeriksaan fisik:
• TTV :
‒ T : 110/70 mmHg
‒ N : 80x/menit
‒ R: 20x/menit
‒ S: 36,6C
• Kepala: Konjungtiva anemis -/-, PCH (-)
• Thorax: VBS Ka = Ki, Rh -/-, Wh -/-, BJ murni reguler, murmur -,
• Abdomen: datar, BU (+) normal, soepel, nyeri tekan epigastrium
(+),
• Ektsremitas: Akral hangat, oedem -/- , CRT < 2 detik

A : KET post salfingektomi dextra + salfingoovorektomi sinistra


Tanggal Subjective + Objective + Assesment Advis Dokter

05 Agustus 2018 • Nyeri luka bekas OP sudah berkurang - Terapi lanjutkan


pk. 12.00 Pemeriksaan fisik: - Rencana besok pulang
• TTV :
‒ T : 120/80 mmHg
‒ N : 80x/menit
‒ R: 20x/menit
‒ S: 37,4C
• Kepala: Konjungtiva anemis -/-, PCH (-)
• Thorax: VBS Ka = Ki, Rh -/-, Wh -/-, BJ murni reguler, murmur -, Hematologi Rutin Post PRC
• Abdomen: datar, BU (+) normal, soepel, nyeri tekan epigastrium ▪ Hb : 10,7 g/dL
(+),
▪ Ht : 32,9 %
• Ektsremitas: Akral hangat, oedem -/- , CRT < 2 detik
▪ Leukosit : 13.600 / μL
A : KET post salfingektomi dextra + salfingoovorektomi sinistra ▪ Trombosit : 207.000 / μL
TINJAUAN PUSTAKA
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
DEFINISI
▪ KE terjadi bila ovum berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium
cavum uteri.

Cunningham, 2014
EPIDEMIOLOGI
▪ Insidensi : 1 / 30,000 kehamilan
▪ Terjadi pada wanita usia 20-40
▪ Berulang 0%-14%
▪ Pada ras kaukasian

Cunningham, 2014
FAKTOR RISIKO

▪ Kelainan anatomi
▪ Infeksi e.i endosalpingitis
▪ Endometriosis tuba
▪ Divertikel tuba kongenital
▪ Adhesi organ lain e.i appendix
▪ Tekanan organ lain.
▪ KB (IUD/ Kontap yang gagal)

Cunningham, 2014
PATOFISIOLOGI
EMBRIO ENDOMETRIUM

Kolumnar Ujung jonjot Vaskularisasi↓↓


Endosalping
Implantasi
ovum di
tuba MATI DINI
Inter Kolumnar Antara 2 jonjot Pseudokapsularis
Endosalping

INFILTRASI JARINGAN

ENDOMETRIUM Reaksi Cunningham, 2014


Arias - Stella
GEJALA KLINIS
 Tergantung : lokasi
usia kehamilan
ruptur atau tidak
 Nyeri perut bawah
 Nyeri bahu,reffered pain
 Perdarahan pervaginam
 Amenorea
 Nyeri goyang serviks
 Hematokel retrouterina
 BP↓ , Nadi ↑  Syok
Cunningham, 2014
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Penunjang
• Lab Darah
Hb, Ht , Leukosit N sampai 

• Kadar β-hCG
pada usia gestasi 6-7 minggu → β-hCG meningkat

• Ultrasonografi (USG Abdomen, USG Vaginal, USG Doppler)

–Kadar β-hCG 6.500 mlU/ml, kantung kehamilan dalam kavum uteri tidak ada
–Kantung kehamilan di luar kavum uteri (+), disertai denyut jantung janin.
Cunningham, 2014
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Penunjang
• Foto Rontgen
–Kerangka janin lebih tinggi dan dalam letak paksa
–Pada pemeriksaan ulang lokasi tetap sama
• Histerosalpingografi
–Cavum uteri besar dan kosong dengan janin di luar cavum uteri
• Kuldosentesis
–Darah dalam Cavum Douglas
• Gambaran histologis
–Patognomonis → jaringan desidua tanpa villi choriales

Cunningham, 2014
DIAGNOSIS BANDING
 Infeksi pelvis
 Abortus iminens/ Abortus inkomplit
 Tumor/ Kista ovarium
 Appendisitis

Cunningham, 2014
PENATALAKSANAAN
Kehamilan Ektopik
▪ Bila kondisi hemodinamik stabil, besar massa < 4 cm dan tidak
terdapat perdarahan intraabdomen  50 mg Methotrexate (tingkat
keberhasilan 80%)
▪ Observasi penurunan kadar hCG pada hari ketiga pasca-injeksi
▪ Bila setelah 7 hari tak terlihat pengisutan kantong gestasi dan
terdeteksi pulsasi internal  berikan dosis kedua
▪ Terapi dianggap gagal bila kantong gestasi membesar atau -hCG
meningkat > 2 kali dalam 3 hari.
Cunningham, 2014
▪ Bila KET dan pasien masuk dalam keadaan syok, stabilisasi
dengan restorasi cairan
▪ Lanjutkan dengan laparotomi (salfingotomi atau eksisi
parsial) segera setelah tekanan sistolik > 90 mmHg dan nadi
< 120/mnt.
▪ Transfusi darah bila Hb < 8 g%.
▪ Bila ditemukan banyak darah intraabdomen, pertimbangkan
untuk transfusi.

Cunningham, 2014
Terapi Pembedahan
• Salpingostomi
• Salpingektomi
• Reseksi Segmental dan Anastomosis
• Evakuasi Fimbrae dan Fimbraektomi
 Dapat dilakukan secara laparoskopi atau laparotomi namun bila KU
pasien buruk  laparotomi

Salpingostomi

Cunningham, 2014
KOMPLIKASI

 Perdarahan anemi, syok, (+)


 Infeksi
 Ruptur tuba
 Sterilitas

Cunningham, 2014
PROGNOSIS
 Angka kematian ibu ≈ diagnosis dini dan persediaan
darah cukup
 Ibu dengan KET, mempunyai resiko 10% untuk terjadinya
KET berulang (2x50%)
 Ruptur mempengaruhi fertilitas wanita (50-60% resiko
menjadi steril), 10%  KET berulang

Cunningham, 2014