Anda di halaman 1dari 60

ANALISIS EKONOMI –

ANALISIS INDUSTRI –
ANALISIS PERUSAHAAN

Sumber:
ET : bab 13 - 15
MS: bab 5 & 8
SW: bab 15
Modul AEKPI - TICMI
ANALISIS TOP-DOWN
5/20
• Dalam melakukan analisis penilaian saham,
investor bisa melakukan analisis
fundamental secara “top-down” untuk
menilai prospek perusahaan.
• Analisis secara “top-down” meliputi:
1. Analisis variabel-variabel ekonomi makro yang
mempengaruhi kinerja seluruh perusahaan.
2. Analisis industri-industri pilihan yang berprospek
paling baik.
3. Analisis perusahaan dan penentuan saham
perusahaan mana yang terbaik.
ANALISIS TOP-DOWN
6/20
TAHAP PERTAMA
OVERVIEW
2/20

Bab ini akan memberikan pemahaman yang lebih


baik mengenai:
 Pendekatan top-down yakni analisis ekonomi
dalam kaitannya dengan pemilihan sekuritas.
 Identifikasi variabel-variabel makro yang
mempengaruhi kinerja atau return suatu
sekuritas.
 Prakiraan perubahan pasar modal.
Pengantar
• Bahasa Yunani:
– oikos (keluarga, rumah tangga)
– nomos (peraturan, aturan, hukum)
• Berdasarkan asal katanya,
– Ekonomi: pengaturan atau manajemen rumah
tangga.
Pengantar
• Masalah rumah tangga, masyarakat, negara:
sumber daya yang terbatas.

Sumber gambar: European Comission


KONDISI EKONOMI DAN PASAR MODAL
7/20
Mengapa tahap ini penting?
1.Karena adanya kecenderungan hubungan yang kuat
antara apa yang terjadi pada lingkungan ekonomi
makro dan kinerja suatu pasar modal.
2.Pasar modal mencerminkan apa yang terjadi pada
perekonomian makro.
3.Fluktuasi yang terjadi di pasar modal akan terkait
dengan perubahan yang terjadi pada berbagai variabel
ekonomi makro.
Contoh: harga obligasi dipengaruhi oleh tingkat bunga
yang berlaku.
KONDISI EKONOMI DAN PASAR MODAL
8/20

• Siegel (1991), menyimpulkan adanya


hubungan yang kuat antara harga saham
dan kinerja ekonomi makro, dan
menemukan bahwa perubahan pada
harga saham selalu terjadi sebelum
terjadinya perubahan ekonomi.
KONDISI EKONOMI DAN PASAR MODAL
9/20
Mengapa demikian?
1.Harga saham yang terbentuk merupakan
cerminan ekspektasi investor terhadap
earning, dividen, maupun tingkat bunga yang
akan terjadi.
2.Kinerja pasar modal bereaksi terhadap
perubaha ekonomi makro seperti perubahan
tingkat bunga, inflasi, ataupun jumlah uang
beredar.
Mikro Ekonomi
• Bagaimana rumah tangga dan perusahaan berinteraksi satu
sama lain dan membuat keputusan dalam sebuah pasar.
• Contoh: pengaruh kenaikan harga kayu terhadap pengrajin
mebel, pengaruh kompetisi antar produsen dalam industri
mobil nasional, dll.

Sumber gambar: http://thevouchershop.co.uk/


Mengapa Mikro Ekonomi?
Investasi pada efek (saham dan obligasi)

Bagaimana Prospek Perusahaan (Emiten)? Apakah Menjanjikan?

Apakah produk yang dihasilkan? Apakah dapat memaksimalkan keuntungan?

Bagaimanakah produk tersebut di pasar? Faktor apa saja yang bisa mempengaruhi permintaan
dan penawaran produk tersebut di pasar?

Permintaan, Penawaran, Mekanisme Harga dan Elastisitas, Keseimbangan Pasar, Struktur Pasar,
Biaya Produksi

Ekonomi Mikro
Pasar
• Definisi
• Persaingan Sempurna
• Persaingan Tidak Sempurna
– Monopoli: 1 penjual
– Oligopoli: beberapa penjual
– Monopsoni: 1 pembeli
– Oligopsoni: beberapa pembeli
Permintaan
• Hukum Permintaan: bila harga turun maka
permintaan akan naik, bila harga naik maka
permintaan akan turun, ceteris paribus.

Tabel dan Kurva Permintaan


(Mankiw, 2009)
Penawaran
• Hukum penawaran: bila harga naik maka
jumlah penawaran akan naik, dan bila harga
turun maka jumlah penawaran akan turun,
ceteris paribus.

Tabel dan Kurva Penawaran


(Mankiw, 2009)
Faktor yang mempengaruhi Permintaan
• Harga (-)
• Pendapatan (+)
• Selera (+)
• Harga barang terkait (Komplementer(-)/Substitusi (+) )
• Ekspektasi harga di masa depan (+)
• Jumlah konsumen (+)
• dll
Kurva Permintaan
• Peningkatan pendapatan akan menggeser
kurva permintaan barang dan jasa ke kanan
dari D1 ke D2

Pergeseran kurva
permintaan
(Mankiw, 2009)
Kurva Permintaan

Harga per liter Kuantitas


6500
(Rupiah) permintaan
per minggu 5500
(liter)
6.000 50

Harga per liter (Rupiah)


4500

5.250 60 3500

4.500 75
3.750 95 2500
50 60 70 80 90 100 110 120

3.000 120
Kuantitas permintaan per minggu (liter)
Perubahan Permintaan
• Pengaruh perubahan harga barang itu sendiri:
movement along the curve (bergerak disepanjang
kurva S0)
650
• Pengaruh perubahan faktor selain harga: 0

– Pendapatan
550
– Harga barang terkait 0
• Komplementer
• Substitusi

Harga per liter (Rupiah)


450
0
– Ekspektasi D1
– Selera 350
0
– Dll
• Akan menggeser (shifting) kurva permintaan: D2 D0
250
0
– Jika Permintaan naik  geser ke kanan (D0D1) 50 60 70 80 90 100 110 120

– Jika Permintaan turun  geser ke kiri (D0  D2) Kuantitas permintaan per minggu
(liter)
Faktor yang mempengaruhi Penawaran

• Harga (+)
• Biaya produksi (-)
• Teknologi (+)
• Ekspektasi harga di masa depan (-)
• Jumlah produsen (+)
Kurva Penawaran
• Jika harga pasar konstan, maka peningkatan biaya
produksi akan menurunkan jumlah yang ditawarkan
oleh penjual, karena produksi terbatas. Akibatnya
kurva penawaran bergeser dari S1 ke S3.

Pergeseran kurva
penawaran
(Mankiw, 2009)
Skedul dan Kurva Penawaran
Harga per Kuantitas 7500

liter penawaran
( Rupiah) per minggu 6500

Harga per liter ( Rupiah)


(liter) 5500

3.600 50
3.900 60
4500

4.500 75 3500

5.250 95 2500

6.450 120 50 60 70 80 90 100 110


Kuantitas penawaran per minggu (liter)
120
Perubahan Penawaran
• Pengaruh perubahan harga barang itu sendiri:
movement along the curve (bergerak disepanjang 7500

kurva S0) S2
• Pengaruh perubahan faktor selain harga: 6500 S0
– Harga

Harga per liter ( Rupiah)


5500
– Biaya produksi
– Teknologi 4500
S1
– Ekspektasi
– Dll 3500

• Akan menggeser (shifting) kurva penawaran:


– Jika Penawaran naik  geser ke kanan (S0S1) 2500
50 60 70 80 90 100 110 120
– Jika Penawaran turun  geser ke kiri (S0 S2) Kuantitas penawaran per minggu (liter)
Keseimbangan Permintaan & Penawaran

Kurva Penawaran & Kurva Permintaan


6500
Harga per liter (Rp)

5500

4500

3500

2500
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130
Kuantitas (liter)
Bagaimana dampak rencana pencabutan
subsidi BBM terhadap keseimbangan?
Rencana pencabutan subsidi BBM akan mendorong ekspektasi harga di masa
yang akan datang meningkat, sehingga permintaan (sekarang) meningkat dan
akan berdampak pada kenaikan harga.
Kurva Penawaran & Kurva Permintaan S1
6500
Harga per liter (Rp)

5500

4500
D1
3500
D0
2500
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130
Kuantitas (liter)
Analisa Keseimbangan Pasar
• Dalam menganalisis bagaimana suatu kejadian
mempengaruhi pasar, ada tiga langkah yang
perlu dilakukan.
– Tentukan apakah kejadian tersebut menggeser
kurva penawaran, kurva permintaan, atau
keduanya.
– Tentukan arah pergeseran kurva.
– Gunakan diagram penawaran-permintaan untuk
melihat bagaimana pergeseran mengubah titik
keseimbangan.
VARIABEL MAKRO EKONOMI
10/2
0

• Kemampuan investor dalam memahami


dan meramalkan kondisi ekonomi makro
di masa datang, akan sangat berguna
dalam pembuatan keputusan investasi.
Makro Ekonomi
• Mempelajari fenomena ekonomi secara agregat atau
keseluruhan.
• Penjelasan makroekonomi mencakup inflasi, pengangguran
dan tingkat pertumbuhan ekonomi (Mankiw, 2009)

Sumber gambar: boundless.com


VARIABEL MAKRO EKONOMI
11/2
0
• Beberapa variabel ekonomi makro yang perlu
diperhatikan investor antara lain:
1. PDB.
2. Inflasi.
3. Tingkat bunga.
4. Kurs rupiah.
5. Anggaran defisit.
6. Investasi swasta.
7. Neraca perdagangan dan pembayaran.
Inflasi
• Penjelasan: IHK, Inflasi Inti dan Non Inti.
Apa yang menyebabkan kenaikan harga (inflasi) ? (1)

• Demand pull Inflation, yaitu inflasi yang terjadi akibat


adanya permintaan total yang berlebihan sehingga
terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan
pada tingkat harga.
Apa yang menyebabkan kenaikan harga (inflasi) ? (2)

• Cost Push Inflation, yaitu inflasi yang disebabkan karena


naiknya biaya produksi dan mengakibatkan turunnya jumlah
produksi dan/atau naiknya harga produk.
Apa yang menyebabkan kenaikan harga (inflasi) ? (3)

• Faktor Ekspektasi Inflasi: dipengaruhi oleh perilaku


masyarakat dan pelaku ekonomi dalam menggunakan
ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan
ekonominya. Ekspektasi inflasi tersebut apakah lebih
cenderung bersifat adaptif atau forward looking.
Pentingnya Kestabilan Inflasi
• Mencegah penurunan pendapatan riil, dan berkurangnya
standar hidup masyarakat, serta bertambahnya kemiskinan
• Inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian
(uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil
keputusan.
• Tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan
tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga
domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat
memberikan tekanan pada nilai Rupiah.
Pengaruh Inflasi Terhadap Kebijakan Moneter

• Kebijakan moneter berupa suku bunga acuan


disusun dengan memperhatikan tingkat
pertumbuhan inflasi, baik yang aktual maupun
ekspektasi.
Produk Domestik Bruto
• Merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit
usaha di dalam suatu negara, atau dapat juga merupakan jumlah nilai
barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
(Sumber: BPS)
• Komponen PDB menurut pendekatan pengeluaran:
– Konsumsi rumah tangga dan pemerintah
– Pembentukan modal tetap dan perubahan pada persediaan
– Ekspor - Impor

Sumber gambar: moneychimp, mindtools


Hubungan antara Inflasi dan PDB
• Grafik ini menunjukkan hubungan korelasi yang positif antara
pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (IHK, inflasi) dan PDB.
Kebijakan Moneter
• Dikeluarkan oleh Bank Sentral untuk mengendalikan jumlah uang yang
beredar untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang
diinginkan.
• Adalah bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang pada umumnya
dilakukan dengan mempertimbangkan siklus ekonomi, sifat perekonomian
suatu negara (terbuka atau tertutup) serta faktor-faktor fundamental
ekonomi lainnya. (Sumber gambar: slidesharecdn, slideplayer)
Instrumen Kebijakan Moneter
• Suku bunga acuan Giro
• Wajib Minimum Operasi
• Pasar Terbuka Pengendalian
• Kredit Selektif
• Himbauan Moral
Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap
Kinerja Efek (1)
Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap
Kinerja Efek (2)
Kebijakan Fiskal
• Adalah kebijakan yang dibuat Pemerintah untuk
mengarahkan keadaan ekonomi negara melalui
pengendalian pengeluaran dan penerimaan.
(Sumber gambar: slidesharecdn.com)
Instrumen Kebijakan Fiskal
• Pajak
• Subsidi
• Anggaran (belanja, pendapatan, hutang)
Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap
Kinerja Efek (1)

Sumber: Bloomberg
Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap
Kinerja Efek (2)

Sumber: Bloomberg
MATRIKS HUBUNGAN FAKTOR MAKRO
EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS
12/2
0

INDIKATOR
PENGARUH PENJELASAN
EKONOMI

Meningkatnya PDB
Meningkatnya PDB mempunyai pengaruh
merupakan sinyal yang
positif terhadap daya beli konsumen
PDB baik (positif) untuk
sehingga dapat meningkatkan permintaan
investasi dan sebaliknya
terhadap produk perusahaan.
jika PDB menurun.

Inflasi meningkatkan pendapatan dan biaya


Peningkatan inflasi secara perusahaan. Jika peningkatan biaya
relatif merupakan sinyal produksi lebih tinggi dari peningkatan
Inflasi
negatif bagi pemodal di harga yang dapat dinikmati oleh
psar modal. perusahaan maka profitabilitas perusahaan
akan turun.
MATRIKS HUBUNGAN FAKTOR MAKRO
EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS
13/2
0
INDIKATOR
PENGARUH PENJELASAN
EKONOMI
Tingkat suku bunga yang meningkat akan
menyebabkan peningkatan suku bunga yang
Tingkat bunga yang
disyaratkan atas investasi pada suatu saham.
tinggi merupakan sinyal
Tingkat Bunga Tingkat suku bunga yang meningkat bisa juga
negatif terhadap harga
menyebabkan investor menarik investasinya
saham.
pada saham dan memindahkannya pada
investasi berupa tabungan ataupun deposito.
Menguatnya kurs rupiah
terhadap mata uang Menguatnya kurs rupiah terhadap mata uang
asing merupakan sinyal asing akan menurunkan biaya impor bahan
Kurs Rupiah
positif bagi untuk produksi, dan akan menurunkan tingkat
perekonomian yang suku bunga yang berlaku.
mengalami inflasi
MATRIKS HUBUNGAN FAKTOR MAKRO
EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS
14/2
0
INDIKATOR
PENGARUH PENJELASAN
EKONOMI
Anggaran yang defisit Anggaran defisit akan mendorong konsumsi
merupakan sinyal positif dan investasi pemerintah, sehingga dapat
bagi ekonomi yang sedang meningkatkan permintaan terhadap produk
Anggaran
mengalami resesi, tetapi perusahaan. Akan tetapi, anggaran defisit
Defisit
merupakan sinyal yang di sisi lain justru akan meningkatkan jumlah
negatif bagi ekonomi yang uang beredar dan akibatnya akan
mengalami inflasi. mendorong inflasi.
Menigkatnya investasi swasta Meningkatnya investasi swasta akan
Investasi
adalah sinyal positif bagi meningkatkan PDB sehingga dapat
Swasta
pemodal. meningkatkan pendapatan konsumen.
Neraca Defisit neraca perdagangan dan
Defisit neraca perdagangan
Perdagangan pembayaran harus dibiayai dengan
dan pembayaran merupakan
dan menarik modal asing. Untuk melakukan hal
sinyal negatif bagi pemodal.
Pembayaran ini, suku bunga harus dinaikkan.
Sumber: Dikutip dari Harianto, F. dkk., 1998, “Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal Indonesia”,
PT. Bursa Efek Jakarta, Jakarta, hal. 158.
MERAMALKAN PERUBAHAN PASAR
MODAL
15/2
0
• Untuk membuat keputusan investasi,
kemampuan untuk mengetahui perubahan apa
yang sedang terjadi di pasar modal belumlah
cukup bagi investor.
• Investor memerlukan kemampuan untuk
‘meramalkan’ apa yang mungkin terjadi di
kemudian hari pada pasar modal, dan apa kira-
kira dampaknya bagi keputusan investasi yang
akan diambil.
• Kompleksitas proses prakiraan perubahan
pasar modal secara konsisten.
MERAMALKAN PERUBAHAN PASAR
MODAL
16/2
0

Pertama, adanya konsep pasar modal yang


efisien berarti bahwa tidak mungkin bagi kita
untuk meramalkan perubahan pasar modal dan
mengambil keuntungan dari perubahan
tersebut.
Kedua, peramalan perubahan pasar modal yang
akan terjadi di masa datang biasanya didasari
atas data-data perubahan masa lalu yang
tersedia.
Siklus Bisnis
• Menggambarkan pergerakan perekonomian (fluktuasi
ekonomi) secara keseluruhan. Aktivitas ekonomi di mulai
dari kondisi depresi, menuju ekspansi, sampai dengan
puncaknya dan berakhir pada penurunan perekonomian.
Periode dari puncak sampai dengan lembah adalah resesi
(kontraksi) dan periode dari lembah sampai puncak adalah
ekspansi.
SIKLUS EKONOMI
PERUBAHAN SIKLUS EKONOMI
17/2
0

 Siklis ekonomi yang cenderung menurun


menuju titik terendah (atau disebut
resesi), maka harga saham biasanya
akan turun. Semakin kuat resesi,
semakin drastis penurunan harga saham.
PERUBAHAN SIKLUS EKONOMI
18/2
0

Siklis ekonomi diramalkan membaik, maka


harga saham menjelang titik balik siklis
ekonomi (sebelum mencapai titik terendah)
akan membaik mendahului membaiknya siklis
ekonomi.
Siklis ekonomi yang terus membaik sampai
mendekati titik puncak, maka harga saham
cenderung stabil sehingga return saham yang
abnormal sulit dicapai investor.
PERUBAHAN SIKLUS EKONOMI
19/2
0

Implikasi:
Investor harus bisa meramalkan kapan
siklis ekonomi akan mencapai titik baliknya
(baik titik puncak maupun titik terendah),
sehingga investor bisa membuat keputusan
tentang harga saham yang tepat, serta
tindakan apa yang sebaiknya dilakukan
investor terhadap saham tersebut.
SIKLUS EKONOMI
• Siklus recovery dan prosperity  cocok untuk
semua jenis investasi;
▫ saham perusahaan yang memproduksi durable
goods  komposisi utama
▫ Saham produk nondurable
▫ Obligasi
▫ Pasar uang
• Siklus resesi dan depresi  cocok untuk saham
perusahaan yang memproduksi nondurable
goods, obligasi, pasar uang, RDPT, RDPU, RDC.
PERUBAHAN VARIABEL EKONOMI
MAKRO
20/2
0

Pengamatan terhadap perubahan


indikator ekonomi makro seperti
PDB, inflasi, tingkat bunga ataupun
nilai tukar mata uang, dapat
membantu investor dalam
meramalkan apa yang akan terjadi
pada perubahan pasar modal.
LEADING INDICATORS
• Tanda-tanda awal peralihan suatu siklus
• Contoh:
▫ Rata-rata jam kerja mingguan manufaktur
▫ Rata-rata mingguan klaim kompensasi pengangguran
▫ Permintaan baru atas durable goods
▫ Keterlambatan pengiriman order penjualan
▫ Perijinan bangunan
▫ Impor barang-barang modal
▫ Perubahan harga saham
▫ Jumlah uang beredar (M2)
▫ Perubahan bisnis dan pinjaman konsumsi
COINCIDENT INDICATOR
• Indikator yang muncul selama siklus
berlangsung, seperti:
▫ Tenaga kerja nonagraris
▫ Pendapatan perorangan
▫ Produksi industri
▫ Penjualan manufaktur dan perdagangan
• Jika indikator meningkat - ekonomi makmur;
dan sebaliknya
LAGGING INDICATOR
• Faktor-faktor yang berubah setelah memasuki
suatu siklus ekonomi
▫ Rata-rata durasi pengangguran dalam bulanan
▫ Rasio persediaan terhadap penjualan untuk
manufaktur dan perdagangan
▫ Biaya perunit produk manufaktur
▫ Jumlah pinjaman komersial dan industri
▫ Laba perusahaan
▫ Rasio cicilan pelanggan terhadap pendapatan
perorangan