Anda di halaman 1dari 9

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

KELOMPOK 4 :
 Widaningsih
 Yulianti
 Yusuf Effendi
 Tutuk Wizariyah
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK
• Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang
mempunyai masalah keperawatan yang sama.
• Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan.
• Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling
bergantung, saling membutuhkan dan menjadi
laboratorium tempat klien berlatih perilaku baru yang
adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptif.
A. TAK. STIMULASI SENSORI
• Aktifitas digunakan untuk memberikan stimulasi pada
sensasi klien, kemudian diobservasi reaksi sensori klien
berupa ekspresi emosi atau perasaan melalui gerakan
tubuh, ekspresi muka, ucapan.
• Terapi aktifitas kelompok untuk menstimulasi sensori
pada penderita yang mengalami kemunduran fungsi
sensoris.
• Teknik yang digunakan meliputi fasilitasi penggunaan
panca indera dan kemampuan mengekpresikan
stimulus baik dari internal maupun eksternal.
Tujuan TAK Stimulasi sensori

a. Meningkatkan kemampuan sensori


b. Meningkatkan upaya memusatkan perhatian
c. Meningkatkan kesegaran jasmani
d. Mengekspresikan perasaan
B. TAK. ORIENTASI REALITA
• Klien diorientasikan pada kenyataan yang ada disekitr klien
yaitu diri sendiri, orang lain yang ada disekeliling klien atau
orang yang dekat dengan klien, lingkungan yang pernah
mempunyai hubungan dengan klien dan waktu saat ini dan
yang lalu.
• Terapi aktifitas kelompok orientasi realitas adalah
pendekatan untuk mengorientasikan klien terhadap situasi
nyata (realitas). Umumnya dilaksanakan pada kelompok
yang menghalami gangguan orientasi terhadap orang,
waktu dan tempat. Teknik yang digunakan meliputi inspirasi
represif, interaksi bebas maupun secara didaktik.
TUJUAN TAK ORIENTASI REALITA
a. Penderita mampu mengidentifikasi stimulus internal
(fikiran, perasaan, sensasi somatik) dan stimulus
eksternal (iklim, bunyi, situasi alam sekitar)
b. Penderita dapat membedakan antara lamunan dan
kenyataan
c. Pembicaraan penderita sesuai realita
d. Penderita mampu mengenali diri sendiri
e. Penderita mampu mengenal orang lain, waktu dan
tempat
Karakteristik TAK Orientasi Realita
a. Penderita dengan gangguan orientasi realita (GOR);
(halusinasi, ilusi, waham, dan depresonalisasi ) yang
sudah dapat berinteraksi dengan orang lain
b. Penderita dengan GOR terhadap orang, waktu dan
tempat yang sudah dapat berinteraksi dengan orang
lain
c. Penderita kooperatif
d. Dapat berkomunikasi verbal dengan baik
e. Kondisi fisik dalam keadaan sehat
C. TAK PENYALURAN ENERGI
Penyaluran energi merupakan teknik untuk menyalurkan energi
secara kontruktif dimana memungkinkan penembanghan pola-pola
penyaluran energi seperti katarsis, peluapan marah dan rasa batin
secara konstruktif dengan tanpa menimbulkan kerugian pada diri
sendiri maupun lingkungan.
Tujuan :
a. Menyalurkan energi; destruktif ke konstrukstif.
b. Mengekspresikan perasaan
c. Meningkatkan hubungan interpersonal
TERIMA KASIH