Anda di halaman 1dari 20

Laporan Kasus

Kesehatan Masyarakat

Hipertensi
Pembimbing :
dr. Firzalinda
dr. Fina Elysa
dr. Ananda Yulyas
dr. Dewi
dr. Moulana

Oleh :
T. Nirza Vardoeli, S.Ked
NurulTasnim, S.ked
Tiara Sundari, S.Ked
PENDAHULUAN

•Transisi epidemiologi saat inimenyebabkan terjadi perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi
menjadi non infeksi (penyakit degeneratif) seperti penyakit jantung, hipertensi, ginjal dan stroke
yang akhir-akhir ini banyak terjadi di masyarakat. Penyakit-penyakit diatas digolongkan kedalam
penyakit tidak menular (PTM).

•Menurut Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment on


High Blood Pressure VII (JNC-VII), hampir 1 milyar orang menderita hipertensi di dunia.
Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, hipertensi merupakan penyebab nomor 1
kematian di dunia.

•Di Indonesia sendiri berdasarkan Profil Data Kesehatan Indonesia 2011, hipertensi termasuk ke
dalam 10 besar penyakit rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit pada tahun 2010 dengan
jumlah kasus sebanyak 19.874 pasien rawat inap dan 80.615 pasien rawat jalan.
LAPORAN KASUS

Identitas Pasien
Nama : Sofyan Daud
Umur : 60 tahun
Jeniskelamin : Laki-Laki
Alamat : Lambaro Seubun
Agama : Islam
Status perkawinan : Sudah Menikah
Pekerjaan : Pensiunan
Keluhan Utama : Riwayat Penyakit Sekarang :
Nyeri kepala
Os mengeluhkan nyeri pada kepala yang dirasakan sejak sekitar 2
bulan yang lalu. Keluhan ini diakui berlangsung terus menerus
dan semakin memberat ketika os sedang stress. Selain itu os juga
mengeluhkan nyeri pada bagian belakang leher dan rasa pegal –
pegal pada punggung serta kedua kaki.Os juga merasa sering
pusing dan merasa kelelahan, namun os mengaku tidak merasa
mual atau sampai muntah. Jantung berdebar-debar (-), gangguan
penglihatan (-). BAB dan BAK (+) normal.
Os mengaku sering kali mengkonsumsi makanan yang asin, dan
seringkali menaburkan garam halus di atas nasi yang akan
dikonsumsi. Os juga sering mengkonsmsi makanan yang
digoreng, jarang mengkonsumsi buah dan sayuran serta jarang
berolahraga. Os juga mengaku seringkali merasa stress akibat
kondisi perekonomian keluarganya.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat penyakit jantung (-), DM (-), riwayat operasi (-), asma (-), bronkitis (-).

Riwayat Penyakit Keluarga :


Os mengaku orang tuanya dulu pernah dikatakan menderita tekanan darah tinggi. Saat ini
tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti os.
Keadaaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 150/100 mmHg
Frek. Nadi : 92 x/menit
Frek. Nafas : 20 x/menit
Suhu : 36,7 º C
Berat Badan : 62 kg
Tinggi Badan : 160 cm
Status Gizi : Cukup
Pemeriksaan fisik
MATA : Konjungtiva anemis (-
KEPALA : /-), ikterik (-/-)
Normochephali

Mulut : faring hiperemis (-)


LEHER : lidah kotor (-)
Pembesaran KGB (-),
trakea deviasi (-)

ABDOMEN THORAX
Inspeksi : Bentuk flat Inspeksi : simetris
Palpasi : Soefel, nyeri tekan
epigastrium (-), hepar dan lien Palpasi : fremitus taktil
tidak teraba Perkusi : sonor
Perkusi : Timpani di seluruh
abdomen Auskultasi : vesikuler
Auskultasi : Bising usus normal

EKSTREMITAS COR
akral hangat (+) edema (- BJ I > BJ II, reguler 6
) clubbing finger (-)
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan

Diagnosis Kerja
Hipertensi Grade I.

Penatalaksanaan
Amlodipin 1 x 5 mg

Prognosis
Dubia ad Bonam
Konseling

• Penyakit yang diderita adalah penyakit hipertensi yang tidak menular dan tidak bisa
sembuh dan hanya bisa dikontrol.
• Menjelaskan kepada os tentang gejala-gejala pada penyakit hipertensi dan resiko
penyulit yang mungkin terjadi.
• Menganjurkan pasien agar mengurangi konsumsi makanan yang asin dan berhenti
menaburkan garam pada nasi yang dikonsumsi, serta mengurangi konsumsi makana
yang digoreng dan makanan yang berlemak.
• Menjelaskan kepada os agar tekun meminum obat dan rutin memeriksakan
dirinyaditempatpelayanankesehatan, meskipun os sudah merasa sehat.
• Menganjurkan pasien mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk
meningkatkan daya tahan tubuh.
TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan JNC VIII, seorang
dewasa dikatakan mengalami
DEFINISI hipertensi jika tekanan sistolik 140
mmHg atau lebih dan diastolic 90
mmHg atau lebih pada umur 60
tahun

KLASIFIKASI Kategori TDS (mmHg) TDD (mmHg)


Optimal < 120 < 80
Normal < 130 < 85
Normal tinggi 130-139 85-89

Hipertensi derajat I 140-159 90-99

Hipertensi derajat II 160-179 100-109

Hipertensi derajat III  180  110


ETIOLOGI

Hipertensi primer disebut Hipertensi sekunder


juga dengan istilah hipertensi
esensial atau idiopatik disebabkan oleh gangguan
penyebab multifaktor sistem lain
Faktor Risiko

Faktor yang tidak dapat Faktor yang dapat di modifikasi


dimodifikasi
• Kegemukan (obesitas)
• Riwayat Keluarga (Genetik)
• Stress
• Umur
• Jenis Kelamin • Konsumsi Zat Berbahaya
• Aktivitas fisik
• Nurisi
TATALAKSANA
Alogaritma Penanganan
berdasarkan JNC 7
KOMPLIKASI
• Jantung : Penyakit jantung merupakan penyebab yang
tersering menyebabkan kematian.
• Otak : Hipertensi merupakan faktor risiko yang penting
terhadap infark dan hemoragik otak.
• Ginjal : Hipertensi kronik menyebabkan nefrosklerosis

WHO membuat tabel stratifikasi dan membuat tiga kategori


Prognosis risiko yang berhubungan dengan timbulnya kejadian
penyakit kardiovaskular selama 10 tahun ke depan:
•risiko rendah, kurang dari 15 %
•risiko menengah , sekitar 15-20 %
•risiko tinggi, lebih dari 20 %