Anda di halaman 1dari 15

VERTIKULTUR

Nirwana Tahir
Fakultas Pertanian UMI
PENDAHULUAN
VERTIKULTUR

ISTILAH BAHASA INGGRIS


(VERTICULTURE)

VERTICAL CULTURE
(VERTICAL) (BUDIDAYA)

sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara


vertikal atau bertingkat
Penggunaan lahan efisien

pemakaian pupuk dan


pestisida rendah
Beberapa Alasan Mudah dipindahkan
Dilakukan Karena dalam wadah
Vertikultur
pemeliharaan tanaman
ebih mudah

menambah nilai estetika


lahan pekarangan
Tanaman Yang Sesuai

Tanaman Sayur Tanaman Buah Tanaman Hias


-Sawi -Anggur dan Bunga-bungaan
-Bayam -Stroberi -Anggrek
-Wortel -Markisa -Mawar
-Buncis -Dan lain-lain -Melati
-Kangkung, -Keladi Hias
-Dan lain-lain. -Dan lain-lain
Media Tanam Vertikultur

Campuran media adalah sekam dan kompos serta tanah


Tanah memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara
Sekam berfungsi untuk menampung air di dalam tanah
kompos menjamin tersedianya unsur hara yang diperlukan
Penanaman Tanaman
Vertikultur
Penyemaian
Bibit Dipindahkan
ke Polybag/ Pot

Pembuatan serta
Pencampuran
Media Tanam
Serta
Memasukkannya Polybag/Pot dipindahkan
pada Polybag/Pot ke Wadah Vertikultur
Wadah dan Tempat
Vertikultur
Bahan yang dapat digunakan, misalnya kayu, bambu,
pipa paralon, pot, kantong plastik dan gerabah.
Bentuk bangunan dapat dimodifikasi menurut
kreativitas dan lahan yang tersedia

Contoh-Contoh Wadah Vertikultur


Contoh Vertikultur Berdiri
Cara Pembuatan :

 Buat tanda lubang pada paralon minimal 20 cm dari batas


bawah dalam satu baris dengan jarak 20 cm pada paralon.
Buat tanda lubang tanam baris lainnya dengan lubang awal
ditambah 10 cm, sedangkan jarak tanda antarlubang dalam
satu baris tetap 20 cm.
 Lubangi tanda pada paralon tersebut dengan pengebor
dengan diameter lubang sekitar 3 cm.
 Buat lubang tanam sedalam 30 cm, lalu masukkan pipa
paralon tersebut, lalu timbun dengan tanah atau cor dengan
semen di pinggir pipa.
 Masukkan media tanam ke dalam pipa sampai batas atas
pipa.
 Tanam bibit semai dalam lubang tanam.
 Lakukan perawatan hingga panen seperti penanaman sayuran
dalam pot.
Pemeliharaan Tanaman

 Penyiraman, dilakukan sama halnya seperti pertanian


konvensional.
 Pemupukan, dilakukan untuk menambah unsur hara
dalam tanah.
 Pengendalian Hama dan Penyakit, dilakukan dengan
menggunakan pestisida organik atau non-organik
Panen dan Pasca-Panen

Panen Pasca-Panen
- Pemanenan sayuran - Sebelum menanam sebaiknya
dilakukan dengan dipertimbangkan situasi pasar.
sistem cabut akar -Mencari pasarnya terlebih dulu
-Pemanenan buah baru menanam apa yang
dilakukan dengan dibutuhkan pasar.
sistem petik -Upaya lain agar hasil Pasca
Panen punya nilai lebih dan
tahan lama hendaknya dilakukan
pengolahan menjadi suatu produk
yang mempunyai nilai lebih.
KESIMPULAN

 Sistem vertikultur merupakan sistem yang


mengusahakan lahan pertanian secara vertikal
ataupun bertingkat.
 Tanaman vertikultur lebih terbebas dari
penyakit daripada tanaman pertanian
konvensional.
 Pemupukan dan penggunaan pestisida lebih
efisien daripada pertanian konvensional.
 Penggunaan lahan pada sistem vertikultur lebih
efisien.
 Tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem
vertikultur adalah jenis sayuran, tanaman hias,
dan ada juga sebagian tanaman buah.