Anda di halaman 1dari 44

SEJARAH KERAJAAN ISLAM DI

INDONESIA
JAYUSMAN
PENGANTAR
• Periode Islam merupakan periode yang penuh dengan dinamika,
Indonesia pada masa itu mengalami pasang surut kehidupan
dalam konteks politik, ekonomi, sosial dan budaya. Kisah-kisah
tentang kebangkitan dan keruntuhan akan tersaji dalam materi
ini, guna membekali peserta tentang genealogi dan
perkembangan Islam di Indonesia
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KEGIATAN
• Melalui belajar mandiri, peserta dapat
menganalisis kehidupan masyarakat, akukturasi
budaya, pemerintahan, hasil kebudayaan dan
bukti peninggalan pada masa kerajaan-kerajaan
Islam di Indonesia.
KERAJAAN SAMUDERA PASAI
LETAK KERAJAAN SAMUDERA PASAI
• Kerajaan Samudera Pasai
terletak di Aceh, dan
merupakan kerajaan Islam
pertama di Indonesia.
Kerajaan ini didirikan oleh
Meurah Silu pada tahun
1267 M. Bukti-bukti
arkeologis keberadaan
kerajaan ini adalah
ditemukannya makam raja-
raja Pasai di kampung
Geudong, Aceh Utara. Gambar 1. Peta Kerajaan Samudera Pasai
Sumber: idsejarah.net
Sultan Malik as Saleh (Malikul Saleh).

Sultan Malikul Zahir, meninggal tahun 1326.

Sultan Muhammad, wafat tahun 1354.

POLITIK Sultan Ahmad Malikul Zahir atau Al Malik


Jamaluddin, meninggal tahun 1383.
Berikut ini adalah urutan para raja yang
memerintah di Samudera Pasai, yakni:
Sultan Zainal Abidin, meninggal tahun 1405.

Sultanah Bahiah (puteri Zainal Abidin), sultan ini


meninggal pada tahun 1428.
KEHIDUPAN EKONOMI SAMUDERA PASAI
Karena letak geografisnya yang strategis, mendukung kreativitas
mayarakat untuk terjun langsung ke dunia maritim. Menurut
(julianti, 2007) Samudera pasai juga mempersiapkan bandar-bandar
yang digunakan untuk:
• Menambah perbekalan untuk pelayaran selanjutnya
• Mengurus soal-soal atau masalah-masalah perkapalan
• Mengumpulkan barang-barang dagangan yang akan dikirim ke luar
negeri
• Menyimpan barang-barang dagangan sebelum diantar ke beberapa
daerah di Indonesia
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA
SAMUDERA PASAI
• Kerajaan Samudera Pasai sangat dipengaruhi oleh Islam. Hal itu
terbukti terjadinya perubahan aliran Syiah menjadi aliran Syafi’i
di Samudera Pasai ternyata mengikuti perubahan di Mesir. Pada
saat itu di Mesir sedang terjadi pergantian kekuasaan dari
Dinasti Fatimah yang beraliran Syiah kepada Dinasti Mameluk
yang beraliran Syafi’i. Aliran syafi’i dalam perkembangannya di
Pasai menyesuaikan dengan adat istiadat setempat sehingga
kehidupan sosial masyarakatnya merupakan campuran Islam
dengan adat istiadat setempat (Muhlisin, 2017).
KERAJAAN MALAKA
LETAK KERAJAAN MALAKA
Pembentukan kerajaan Malaka
diduga ada kaitannya dengan perang
saudara di Majapahit setelah Hayam
Wuruk (1360-89 M) meninggal
dunia. Sewaktu perang saudara
tersebut, Parameswara, Putra raja
Sriwijaya Palembang turut terlibat
karena ia menikah dengan salah
seorang putri Majapahit.
Parameswara kalah dalam perang
melawan kerajaan majapahit
tersebut dan melarikan diri ke
Tumasik (sekarang Singapura) yang Gambar 2. Wilayah Kekuasaan Kerajaan
berada di bawah pemerintahan Siam Malaka
saat itu (Riclefs, 2013). Sumber: wikipedia.id
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN MALAKA
Di masa Sultan Mansur Syah, juga terjadi perkawinan antara
Hang Li Po, putri Maharaja Yung Lo dari dinasti Ming, dengan
Sultan Mansur Shah. Dalam prosesi perkawinan ini, Sultan
Mansur Shah mengirim Tun Perpateh Puteh dengan
serombongan pengiring ke negeri China untuk menjemput
dan membawa Hang Li Po ke Malaka. Rombonga ini tiba di
Malaka pada tahun 1458 dengan 500 orang pengiring.
Suhartono (2002) menyatakan, bahwa dalam pengabdiannya demi
kebesaran Malaka, Laksamana Hang Tuah dikenal memiliki
semboyan berikut.
• Esa hilang dua terbilang
• Tak Melayu hilang di bumi.
• Tuah sakti hamba negeri.
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN MALAKA
Sejak Kerajaan Malaka berkuasa, jalur perdagangan
internasional yang melalui Selat Malaka semakin ramai.
Bersamaan dengan melemahnya kekuatan Majapahit dan
Samudera Pasai, kerajaan Malaka tidak memiliki
persaingan dalam perdagangan. Tidak adanya saingan di
wilayah tersebut, mendorong kerajaan Malaka membuat
aturan-aturan bagi kapal yang sedang melintasi dan
berlabuh di Semenanjung Malaka (Muljana, 2005)
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
MALAKA
Kekayaan para raja dan pejabat kerajaan semakin bertambah
akibat dari penarikan upeti dan usaha menyewakan kapal. Uang
yang didapat dipakai untuk membangun istana kerajaan,
membuat mesjid, memperluas pelabuhan, dan digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari yang cenderung mewah.
Pada kehidupan budaya, perkembangan seni sastra Melayu
mengalami perkembangan yang pesat seperti munculnya karya-
karya sastra yang menggambarkan tokoh-tokoh kepahlawanan
dari Kerajaan Malaka seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Hang
Lekir dan Hikayat Hang Jebat. Perkembangan seni sastra
Indonesia pada zaman Islam pada umumnya berkembang di
daerah-daerah Malaka (Melayu) dan Pulau Jawa (Graaf, 2003).
KERAJAAN ACEH
LETAK KERAJAAN ACEH
Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan
Ali Mulgyat Syah pada tahun 1496
yang sebelumnya telah dirintis pada
abad ke-15 oleh Mudzaffar Syah. Pada
awalnya kerajaan ini berdiri atas
wilayah Kerajaan Lamuri, kemudian
menundukan dan menyatukan
beberapa wilayah kerajaan sekitarnya
mencakup Daya, Pedir, Lidie, Nakur.
Selanjutnya pada tahun 1524 Gambar 3. Peta Wilayah Kerajaan Aceh
wilayah Pasai sudah menjadi bagian Sumber: sejarah-negara.com
dari kedaulatan Kesultanan Aceh
diikuti dengan Aru.
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN ACEH
Berdasarkan Bustanus salatin 1637 M karangan Naruddin Ar-raniri yang
berisi silsilah sultan-sultan aceh, dan berita-berita eropa. Kerajan aceh telah
berhasil membebaskan diri dari kaerajaan pedir. Raja-raja yang pernah
memerintah kerajaan aceh menurut Badrika (2006) adalah:
1) Sultan Ali Mughayat Syah 1514-1528 M
2) Sultan Salahuddin 1528-1537 M
3) Sultan Alauddin Riayat Syah Al-kahar 1537-1568 M
4) Sultan Iskandar Muda 1607-1636 M
5) Sultan Iskandar Thani 1636-1641 M
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN ACEH
Selain berdagang, rakyat Aceh Darussalam juga menggantungkan
diri pada sektor kelautan dan pertanian. Aceh banyak memiliki
komoditas yang diperdagangkan diantaranya:
• Minyak tanah dari Deli;
• Belerang dari Pulau Weh dan Gunung Seulawah;
• Kapur dari Singkil;
• Kapur Barus dan menyan dari Barus;
• Emas di pantai barat;
• Sutera di Banda Aceh (Mustopo, 2014).
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
ACEH
Kejayaan yang dialami oleh Kerajaan Aceh tersebut tidak
banyak diketahui dalam bidang kebudayaan. Walaupun ada
perkembangan dalam bidang kebudayaan, tetapi tidak
sepesat perkembangan dalam aktifitas perekonomian.
Peninggalan kebudayaan yang terlihat nyata adalah Masjid
Baiturrahman. Sesudah Sultan Iskandar wafat, aliran Sunnah
Wal Jamma’ah mengembangkan islam beraliran Sunnah Wal
Jamma’ah, ia juga menulis sejarah aceh yang berjudul
Busnanussalatin (Taman raja-raja dan berisi adat-istiadat
aceh beserta ajaran agama Islam) (Poesponegoro, 2008).
KERAJAAN DEMAK
LETAK KERAJAAN DEMAK
Kerajaan Islam yang pertama di Jawa
adalah Demak, dan berdiri pada tahun
1478 M. Kerajaan Demak itu didirikan
oleh Raden Fatah. Beliau selalu
memajukan agama islam di bantu oleh
para wali dan saudagar Islam. Raden
Fatah nama kecilnya adalah Pangeran
Jimbun. Menurut sejarah, dia adalah
putera raja Majapahit yang terakhir
dari garwa Ampean, dan Raden Fatah
dilahirkan di Palembang. Karena Arya
Damar sudah masuk Islam maka Raden
Fatah dididik secara Islam, sehingga jadi Gambar 4. Peta Wilayah Kekuasaan
pemuda yang taat beragama Islam Kesultanan Demak
(Graaf, 2003). Sumber: sijai.com
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN DEMAK
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Demak adalah menurut Graaf
(2003) sebagai berikut:
1) Raden Patah (1500-1518)
2) Adipati Unus (1518-1521)
3) Sultan Trenggono (1521-1546)
4) Sunan Prawata (1546-1549)
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN DEMAK
• Seperti yang telah dijelaskan pada uraian materi sebelumnya,
bahwa letak Demak sangat strategis di jalur perdagangan
nusantara memungkinkan Demak berkembang sebagai kerajaan
maritim. Dalam kegiatan perdagangan, Demak berperan sebagai
penghubung antara daerah penghasil rempah di Indonesia
bagian Timur dan penghasil rempah-rempah Indonesia bagian
barat. Dengan demikian perdagangan Demak semakin
berkembang. Dan hal ini juga didukung oleh penguasaan Demak
terhadap pelabuhan-pelabuhan di daerah pesisir pantai pulau
Jawa (Muchlisin, 2017).
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
DEMAK
• Dilihat dari arsitekturnya, Masjid Agung Demak
memperlihatkan adanya wujud akulturasi kebudayaan
Indonesia Hindu dengan kebudayaan Islam.Salah satu
peninggalan berharga kerajaan Demak adalah bangunan
Masjid Demak yang terletak di sebelah barat alun-alun
Demak. Masjid Agung Demak memiliki ciri khas yakni
salah satu tiang utamanya terbuat dari tatal (potongan
kayu), atap tumpang, dan di belakngnya terdapat
makam raja-raja Demak (Muljana, 2005).
KERAJAAN BANTEN
LETAK KERAJAAN BANTEN
Berdirinya kerajaan Banten atas inisiatif
Sunan Gunung Jati pada 1524, setelah
sebelumnya mengislamkan Cirebon.
Awalnya, Banten merupakan bagian
dari wilayah Pajajaran yang Hindu,
namun setelah Demak berhasil
menghalau pasukan Portugis di Batavia,
Banten pun secara tak langsung berada
di bawah kekuasaan Demak. Semasa Gambar 5. Peta Wilayah Kerajaan Banten
Sunan Gunung Jati, Banten masih Sumber: ganaislamika.com
termasuk kekuasaan Demak. Pada
tahun 1552, ia pulang ke Cirebon dan
Banten diserahkan kepada anaknya,
Maulana Hasanuddin (Graaf, 2003).
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN BANTEN
• Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) membuat para
pedagang muslim memindahkan jalur pelayarannya melalui
Selat Sunda. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin,
Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan.
Hasanuddin memperluas kekuasaan Banten ke daerah penghasil
lada, Lampung di Sumatra Selatan yang sudah sejak lama
mempunyai hubungan dengan Jawa Barat. Dengan demikian, ia
telah meletakkan dasar-dasar bagi kemakmuran Banten sebagai
pelabuhan lada. Pada tahun 1570, Sultan Hasanuddin wafat
(Muchlisin, 2017). Penguasa Banten selanjutnya adalah Maulana
Yusuf (1570-1580), putra Hasanuddin. Di bawah kekuasaannya
Kerajaan Banten pada tahun 1579 berhasil menaklukkan dan
menguasai Kerajaan Pajajaran (Hindu).
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN BANTEN
• Banten di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa dapat
berkembang menjadi bandar perdagangan dan pusat
penyebaran agama Islam. Adapun faktor-faktornya ialah: (1)
letaknya strategis dalam lalu lintas perdagangan; (2) jatuhnya
Malaka ke tangan Portugis, sehingga para pedagang Islam tidak
lagi singgah di Malaka namun langsung menuju Banten; (3)
Banten mempunyai bahan ekspor penting yakni lada. Banten
yang menjadi maju banyak dikunjungi pedagang-pedagang dari
Arab, Gujarat, Persia, Turki, Cina dan sebagainya (Ricklefs, 2013).
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
BANTEN
• Kehidupan sosial masyarakat Banten semasa Sultan Ageng
Tirtayasa cukup baik, karena sultan memerhatikan
kehidupan dan kesejahteran rakyatnya. Namun setelah
Sultan Ageng Tirtayasa meninggal, dan adanya campur
tangan Belanda dalam berbagai kehidupan sosial
masyarakat berubah merosot tajam. Seni budaya
masyarakat ditemukan pada bangunan Masjid Agung
Banten (tumpang lima), dan bangunan gapura-gapura di
Kaibon Banten. Di samping itu juga bangunan istana yang
dibangun oleh Jan Lukas Cardeel, orang Belanda, pelarian
dari Batavia yang telah menganut agama Islam. Susunan
istananya menyerupai istana raja di Eropa.
KERAJAAN MATARAM
LETAK KERAJAAN MATARAM
Kerajaan Mataram berdiri pada
tahun 1582. Pusat Kerajaan ini
terletak di sebelah tenggara kota
Yogyakarta, yakni di Kotagede. Para
raja yang pernah memerintah di
Kerajaan Mataram yaitu:
Penembahan Senopati (1584-1601)
Gambar 6. Peta Silayah Kerajaan Mataram
dan Panembahan Seda Krapyak Islam
(1601-1677). Sumber: mbahrago.wordpress.com
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN MATARAM
Kemajuan politik yang dicapai Sultan Agung adalah menyatukan kerajaan-
kerajaan Islam di Jawa dan menyerang Belanda di Batavia.
• Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam
Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Usaha ini
dimulai dengan menguasai Gresik, Jaratan, Pamekasan, Sumenep, Sampang,
Pasuruhan, kemudian Surabaya. Salah satu usahanya mempersatukan
kerajaan Islam di Pulau Jawa ini ada yang dilakukan dengan ikatan
perkawinan. Sultan Agung mengambil menantu Bupati Surabaya Pangeran
Pekik dijodohkan dengan putrinya yaitu Ratu Wandansari (Graaf, 2003).
• Anti penjajah Belanda
Sultan Agung adalah raja yang sangat benci terhadap penjajah Belanda. Hal
ini terbukti dengan dua kali menyerang Belanda ke Batavia, yaitu yang
pertama tahun 1628 dan yang kedua tahun 1629 (Graaf, 2003).
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN MATARAM
Kemajuan dalam bidang ekonomi menurut Yusuf (2006) meliputi hal-
hal berikut ini:
• Sebagai negara agraris, Mataram mampu meningkatkan produksi
beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi.
Mataram juga mengadakan pemindahan penduduk (transmigrasi)
dari daerah yang kering ke daerah yang subur dengan irigasi yang
baik. Dengan usaha tersebut, Mataram banyak mengekspor beras ke
Malaka.
• Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Jawa tidak hanya
menambah kekuatan politik,tetapi juga kekuatan ekonomi. Dengan
demikian ekonomi Mataram tidak semata-mata tergantung ekonomi
agraris, tetapi juga karena pelayaran dan perdagangan.
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
BANTEN
• Kebudayaan yang berkembang pesat pada masa
Kerajaan Mataram berupa seni tari, pahat, suara, dan
sastra. Bentuk kebudayaan yang berkembang adalah
Upacara Kejawen yang merupakan akulturasi antara
kebudayaan Hindu-Budha dengan Islam. Di samping itu,
perkembangan di bidang kesusastraan memunculkan
karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Kitab Sastra
Gending yang merupakan perpaduan dari hukum Islam
dengan adat istiadat Jawa yang disebut Hukum Surya
Alam (Graaf, 2003).
KERAJAAN GOWA DAN TALLO
LETAK KERAJAAN GOWA DAN TALLO
Kesultanan Gowa atau kadang ditulis Goa,
adalah salah satu kerajaan besar dan paling
sukses yang terdapat di daerah Sulawesi
Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal
dari Suku Makassar yang berdiam di ujung
selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah
kerajaan ini sekarang berada di
bawah Kabupaten Gowa dan beberapa
bagian daerah sekitarnya (Poesponegoro,
2008)

Gambar 7. Peta Wilayah Kerajaan Gowa dan Tallo


Sumber: sejarahakademik.blogspot.go.id
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN GOWA DAN
TALLO
Kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada masa
pemerintahan Sultan Hasannudin (1653-1669). Pada masa
pemerintahannya Makasar berhasil memperluas wilayah
kekuasaannya yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang subur
serta daerah-daerah yang dapat menunjang keperluan
perdagangan Makasar. Ia berhasil menguasai Ruwu, Wajo,
Soppeng, dan Bone.Perluasan daerah Makasar tersebut sampai
ke Nusa Tenggara Barat. Daerah kekuasaan Makasar luas, seluruh
jalur perdagangan di Indonesia Timur dapat dikuasainya. Sultan
Hasannudin terkenal sebagai raja yang sangat anti kepada
dominasi asing (Kusnawati, 2005)
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN GOWA
DAN TALLO
Kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang
sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini
ditunjang oleh beberapa faktor:
• Letak yang strategis
• Memiliki pelabuhan yang baik
• Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang
menyebabkan banyak pedagang-pedagang yang pindah ke
Indonesia Timur.
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
GOWA DAN TALLO
• Dari segi kebudayaan, maka masyarakat Makasar
banyak menghasilkan benda-benda budaya yang
berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal
sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh
orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan
Lombo.Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan
rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara
(Djulianti, 2007).
KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
LETAK KERAJAAN GOWA DAN TALLO
Secara geografis Kerajaan Ternate dan Tidore
memiliki letak yang sangat penting dalam
dunia perdagangan pada masa itu. Kedua
kerajaan ini terletak di daerah Kepulauan
Maluku. Pada masa itu, Kepulauan Maluku
merupakan penghasil rempah-rempah
terbesar, sehingga dijuluki sebagai "the Spice
Island". Rempah-rempah menjadi komoditi
utama dalam dunia pelayaran perdagangan
saat itu, sehingga setiap pedagang maupun
bangsa-bangsa yang datang ke daerah Timur
bertujuan untuk menemukan sumber rempah-
rempah (Daliman, 2015)
Gambar 8. Peta Wilayah Kerajaan Ternate dan Tidore
Sumber: sejarahakademik.blogspot.go.id
KEHIDUPAN POLITIK KERAJAAN TERNATER
DAN TIDORE
Sultan Baabullah pasca kematian Sultan Hairun, rakyat
Maluku di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan
Hairun), bangkit menentang Portugis. Tahun 1575 M,
Portugis dapat dikalahkan dan diberi kesempatan untuk
meninggalkan benteng. Pada tahun 1578 M, bangsa
Portugis juga ingin mendirikan benteng di Ambon, tetapi
tidak lama kemudian bangsa Portugis pindah ke daerah
Timor Timur dan berkuasa di sana sampai tahun 1976.
(Poesponegoro, 2008).
KEHIDUPAN EKONOMI KERAJAAN TERNATE
DAN TIDORE
• Tanah di kepulauan Maluku itu subur dan diliputi hutan rimba
yang banyak memberikan hasil diantaranya cengkeh dan di
kepulauan Banda banyak menghasilkan pala. Pada abad ke 12 M
permintaan rempah-rempah meningkat, sehingga cengkeh
merupakan komoditi yang penting. Pesatnya perkembangan
perdagangan keluar Maluku mengakibatkan terbentuknya
persekutuan. Selain itu mata pencaharian perikanan turut
mendukung perekonomian masyarakat (Poesponegoro, 2008).
KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA KERAJAAN
TERNATE DAN TIDORE
• Kedatangan bangsa Portugis di kepulauan Maluku bertujuan untuk
menjalin perdagangan dan mendapatkan rempah-rempah. Bangsa
Portugis juga ingin mengembangkan agama Katholik. Dalam 1534
M, agama Katholik telah mempunyai pijakan yang kuat di
Halmahera, Ternate, dan Ambon, berkat kegiatan Fransiskus
Xaverius. Seperti sudah diketahui, bahwa sebagian dari daerah
maluku terutama Ternate sebagai pusatnya, sudah masuk agama
islam.
• Rakyat Maluku, yang didominasi oleh aktivitas perekonomian
tampaknya tidak begitu banyak mempunyai kesempatan untuk
menghasilkan karya-karya dalam bentuk kebudayaan. Jenis-jenis
kebudayaan rakyat Maluku tidak begitu banyak kita ketahui sejak
dari zaman berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam seperti
Ternate dan Tidore (Poesponegoro, 2008).
PENUTUP
• Selamat, Anda telah menyelesaikan modul tentang sejarah
kerajaan Islam di Indonesia. Untuk memperdalam kajian dan
latihan, silakan mengerjakan tugas dan tes yang telah disediakan
di dalam modul.