Anda di halaman 1dari 18

Koledokolithiasis

Disusun Oleh :
Kartika Widyanindhita Kusumawati
Pembimbing:
Mayor CKM dr. Mario Budi P Tambunan, Sp.PD
ANATOMI
Definisi

Batu yang berada di duktus koledokus dapat dibentuk di


duktus tersebut sejak dari awal atau karena migrasi batu
dari kandung empedu. Proporsinya tidak lebih dari 5%.
Sebanyak 95% kasus koledokolitiasis terjadi karena
migrasi dari kandung empedu, yang disebut
koledokolitiasis sekunder
Etiologi

Faktor presdiposisi:
• komposisi empedu (sangat jenuh dengan kolesterol)
• statis empedu (akibat gangguan kontraksi kandung
empedu atau spasme sfingter oddi)
• infeksi (bakteri dapat berperan sebagai pusat presipitasi
atau pengendapan) kandung empedu.
Patofisiologi

• Batu Pigmen
karna tidak terkonjugasi menyebabkan prespitasi hingga
terjadi batu
• Batu kolesterol
terbentuk akibat ketidakseimbangnan antara faktor
pronukleasi/pembentukan (relatif meningkat) dengan
faktor antinukleasi/penghambat (relatif menurun)
Manifestasi klinik

• Asimptomatik
Biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada saat
medical check up melalui plain radiograf, sonogram
abdomen atau CT scan.
• Simptomatik
kolik bilier,kolesistitis akut dan kronik,kolangitis
Diagnosis Banding

• Kolelitiasis
kuadran kanan atas,kadang menjalar ke daerah
punggung kanan belakang. Terjadi akibat obstuksi batu di
duktus kistikus. Biasanya dipengaruhi makanan berlemak
dan dapat hilang dengan perubahan posisi tubuh.
Biasanya tidak ada demam dan fungsi hati normal,
kecuali bila disertai infeksi.
Diagnosis Banding

• Kolesistitis
Nyeri perut kuadran kanan atas disertai demam
menggigil,nyeri menjalar ke skapula kanan bisa selama
60 menit tanpa jeda. Nyeri semakin bertambah tiap kali
menarik nafas,ada juga mual, muntah, dan anoreksia.
Pemeriksaan Penunjang

• Pemeriksaan radiologi
menggunakan sinar x
Pemeriksaan penunjang

• Ultrasonografi
Pemeriksaan Penunjang

• Ct scan,dalam keadaan khusus, CT scan perlu digunakan


untuk mendeteksi adanya komplikasi akibat batu
empedu.
• Endoscopic retrograde cholangio pancreatography
(ERCP) merupakan metode pemeriksaan yang digunakan
untuk tujuan diagnostik maupun terapi batu saluran
empedu
Pemeriksaan Penunjang

• Magnetic resonance cliolangio pancreatography (MRCP)


merupakan pemeriksaan untuk mengetahui adanya batu
di duktus koledokus, dengan akurasi mencapai 90%.
Penatalaksanaan

Medika mentosa
• kolesiramin yang mengontrol pruritus
• vitamin D dan kalsium untuk mengurangi berkurangnya
densitas tulang
• asam ursodeoksikolat (pelarut batu empedu dan menurunkan
absorpsi kolesterol)
• metotrekstat untuk menurunkan reaksi inflamasi akibat
autoimun
Penatalaksaan

Non medika mentosa


• Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatgraphy (ERCP)
• koledokolitotomi
Komplikasi

Komplikasi yang mungkin segera segera terjadi setelah


pembedahan adalah:
• Perdarahan
• Peradangan pankreas (pankreatitis)
• Perforasi atau infeksi saluran empedu.
• Pada 2-6% penderita, saluran dapat menciut kembali dan
batu empedu muncul lagi.
Pencegahan

• Pola makan
• olah raga
Prognosis

Koledokolitiasis sering menimbulkan masalah yang sangat


serius karena komplikasi mekanik berupa sirosis
sekunder, dan infeksi berat yang terjadi berupa kolangitis
akut.