Anda di halaman 1dari 31

SISTEM UTILITAS

TKS 3251
3 SKS
Mata Kuliah : Sistem Utilitas
Kode Mata Kuliah : TKS 3251
SKS :3
Dosen Pengasuh :
Panca Setia Utama /Dra Yelmida MSi
Gambaran Umum
 Mata kuliah ini membahas tentang bahan
bakar dan pembakaran, konversi energi
panas menjadi energi mekanis (penggerak
mula), dasar-dasar kelistrikan, konversi
elektro mekanis dan pembangkit uap. Juga
dibahas penyediaan air meliputi baku mutu
dan pengolahannya
Pustaka
Culp, W.A., 1996, “Prinsip-prinsip Konversi
Energi” ed 4, Penerbit Erlangga,
Jakarta
Gray, A., and Wallace, G.A. ,1974,
“Principle and Practice of Electrical
Engineering” 8 th ed., McGraw Hill
Book Company., New York
PENDAHULUAN
 INDUSTRI KIMIA

RANGKAIAN
RAW
ALAT PRODUK
MATERIAL
PROSES

UTILITAS
Menara
Distilasi
UTILITAS MD
kondensor
1. Uap
2. Air Pendingin
3. Listrik
4. Udara
Instrumen

Reboiler

LC
Utilitas
1. Energi
a. Pemanas
b. Penggerak
2. Air
a. Proses
b. Pendingin
c. Domestik
3. Udara
a. Proses
b. Instrumen
Energi
 Satuan : kJ
 Satuan Daya (power) : watt
Manakah yag lebih hemat energi , dua lemari
es dengan ukuran yang sama, lemari es A 100
watt, lemari es B : 75 watt.
Ada kemungkinan lemari es A dengan
kompressor 100 watt akan lebih effisien
dibanding lemari es B.
Sehingga dalam 1 jam hanya menyala selama
30 menit. Sedang lemari es B harus menyala
selama 45 menit. Untuk 1 jam
Lemari es A : butuh 30 menit x 60
(detik/menit) x 100 watt /1000 = 180 kJ
Lemari es B : butuh 45 x 60 x 75 /1000 =
202,5 kJ .

1 liter solar harga Rp. 5500


1 liter bensin harga Rp. 6450
Perlu diingat bahwa yang dibutuhkan energi
nya, 1 liter solar HHV : 38,5 MJ 1 liter
bensin HHV : 34,6 MJ.
Untuk kasus digunakan pada mobil, perlu
diperhatikan juga effisiensi mesin. Effisiensi
mesin diesel lebih baik dibandingkan dengan
mesin bensin. Solar lebih murah dibandingkan
dengan bensin.
Krisis Energi
Penggunaan Energi Dunia :
 Minyak Bumi : 200 x 1018 J = 200 EJ (40 %)
 Batubara : 125 EJ (25 %)
 Gas : 110 EJ (22 %)
 Nuklir : 30 EJ ( 6 %)
 Hydroelektrik : 30 EJ (6 % )
 Terbarukan : 6 EJ (1 %)
Total : 400 EJ atau 0,4 ZJ (0,4 x 1021 J)
Cadangan Energi Dunia
 Matahari 550.000 ZJ
 Kimia : - Minyak 8 ZJ
- Batubara 29 ZJ
- Gas 5 ZJ
 Panas Bumi 10.000 ZJ
 Arus Angin dan Air 30 ZJ
Cara Makhluk Hidup Memenuhi Kebutuhan Energi

 Tanaman : dari matahari


 Herbivora : makan tanaman
 Karnivora : makan daging
 Omnivora : Makan daging dan tumbuhan
 Burnivora : dengan membakar (manusia
saat ini)
 ?????
 Contoh kebiasaan Burnivora :
Alasan kenyamanan :
Menggunakan AC, membuang panas 1 kJ
dari ruangan membutuhkan 2 kJ energi listrik.
2 kJ energi listrik didapatkan dari membakar
8 kJ batubara. Jadi untuk membuang panas 1
kJ dari ruangan maka akan dibuang panas ke
lingkungan 9 kJ.
Sumber Energi Industri Kimia
BAHAN BAKAR
1. Batubara
2. BBM
3. GAS
4. BioFuel

LISTRIK PLN
INDUSTRI INDONESIA 2005

17% 1% GAS BUMI


BBM
7% 48% LISTRIK
BATUBARA
27% LPG
INDONESIA 2025
GAS BUMI

BATUBARA
20%
BBM
5%
33% 5% BIOFUEL
5%
2% PANAS BUMI

BIOMASS, SURYA,
ANGIN &AIR
30%
BATUBARA OLAHAN
Status Cadangan Energi 2005
Jenis Sumber Cadangan Produksi Rasio
daya cad/prod
Minyak 86.9 M 9.1 387 Jt Brl 23 thn
Brl
Gas 384.7 185.8 2.95 62 thn
TSCF TSCF TSCF
Batubara 58 M 19.3 132 Jt ton 146 thn
Ton
Bahan Bakar Standar
1. Gas
a. LPG
b. BBG
c. LNG
2. Batubara
a. Batubara
b. Briket
c. Gas Batubara
d. Batubara Cair
Bahan Bakar Standar
3. BBM
a. Premium
b. Solar
c. Kerosin
d. Avtur
e. Fuel Oil/ Minyak Bakar
f. IDO/Minyak diesel
Bahan Bakar Standar
4. Bio Fuel
a. Bio Etanol pengganti Premium
b. Bio Diesel pengganti Solar
c. Bio Kerosin pengganti Minyak Tanah
d. Bio Oil pengganti minyak diesel untuk
transportasi KA dan laut, dan pengganti
minyak bakar.
Konversi Energi Kimia
 Reaksi Pembakaran
2 C + O2 2 CO + 2 Qc1
Qc1 = 110.380 kJ/kg mol C

2 CO + O2 2 CO2 + 2 Qc2
Qc2 = 283.180 kJ/kg mol C

1 kg C butuh 2,66 kg O2
HHV/LHV C = 32.778 kJ/kg
Titik nyala = 407 oC
Konversi Energi Kimia
2 H2 + O2 2 H2O + 2 Qh
Qh = 286.470 kJ/ kg mol H2

1 kg H2 butuh 7,94 kg O2
HHV Hidrogen = 142.027 kJ/kg
LHV Hidrogen = 120.067 kJ/kg
Titik nyala = 582 oC
Konversi Energi Kimia
S + O2 2 SO2 + Qs
Qs = 296.774 kJ/ kg mol S

1 kg S butuh 0.998 kg O2
HHV/LHV Sulfur = 9257 kJ/kg
Titik nyala = 243 oC
Udara BM 28,97
Komposisi molar
 79 % N2
 21 % O2

Komposisi massa
 76,8 % N2
 23,2 % O2
Proses Pembakaran
1. Nyala Non Luminous
Bahan bakar hidrokarbon dan oksigen
bercampur dan dipanaskan, sebelum reaksi
pembakaran terjadi akan terbentuk senyawa
hidroksilasi yang tidak stabil dan terkonversi
dengan cepat menjadi aldehid. Aldehida ini
secara berangsur terbakar menjadi karbon
dioksida dan air. Nyala api yang dihasilkan
adalah nyala biru. Contoh pada kompor gas.
Proses Pembakaran
2. Nyala Luminous
Pada proses ini, bahan bakar dan udara di alirkan ke ruang
bakar tanpa proses pencampuran. Hidrokarbon akan
terpanaskan dengan cepat dan akan terjadi cracking
sehingga terbentuk senyawa-senyawa ringan dan
seterusnya terpecah menjadi senyawa dasar. Sehingga
proses pembakaran terjadi pada reaksi antara hidrogen dan
karbon elemental dengan oksigen. Nyala reaksi hidrogen
hampir tak terlihat, sedang karbon akan berwarna kuning
dan bercahaya. Hal ini menguntungkan untuk boiler
berdaya besar karena akan memperbesar perpindahan
panas radiatif dan menurunkan suhu pembakaran.
Metode Pembakaran
1. Burning bed ( unggun bakar)
Untuk bahan bakar padat (batu-bara atau biomass),
proses berlangsung di dapur stoker.
a. Fixed Bed.
Bentuk yang tertua, sangat efektif dan digunakan secara
luas. Tapi tidak cocok untuk boiler berdaya besar.
b. Fluidized Bed.
Relatif barudan sedang dikembangkan. Perpindahan
panas sangat baik, temperatur pembakaran rendah dan
polusi rendah. Bisa untuk batu bara dengan kadar sulfur
tinggi. Kerugian sistem suplai udara rumit dan daya fan
udara pembakar tinggi.
Metode Pembakaran
2. Travelling Flame.
Untuk bahan bakar dan oksigen yang dapat
bercampur sempurna. Nyala api akan
bergerak secara cepat menembus campuran.
Proses berlangsung sangat cepat seperti
pada motor bakar bensin, atau lebih lambat
seperti pada roket dengan bahan bakar
padat.
Metode Pembakaran
3. Sistem Gaseous Torch (obor gas)
Bahan bakar dan udara dicampur dan
dibakar pada burner. Bahan bakar padat
(batubara) harus dihaluskan terlebih dahulu
( pulverized coal), heavy fuel oil perlu
pemanasan dan diatomisasikan. Sehingga
proses pembakaran berjalan sempurna.
Sistem ini biasa dipakai pada boiler daya
berkapasitas besar.
Metode Pembakaran
4. Siklon
Untuk bahan bakar batu bara, dibakar di
dalam suatu pusaran (vortex) yang menyala.
Temperatur pembakaran tinggi sehingga
menghasilkan NOx