Anda di halaman 1dari 65

1

Azrul Aswar: Merupakan kegiatan


pendidikan yg dilakukan dg
menyebarkan pesan, menanamkan
keyakinan shg masy. Tdk saja
sadar, tahu dan mengerti seta mau
dan mampu melakukan segala
anjuran ttg kesehatan.
Grount :
Upaya menterjemahkan yang
telah diketahui tentang
kesehatan ke dalam perilaku
yang diinginkan dari
perorangan ataupun
masyarakat melalui proses
pendidikan.
Nyswander :
Merupakan suatu proses
perubahan pada diri manusia
yang ada hubungan dengan
tercapainya tujuan kesehatan
perorangan dan masyarakat.
Dimensi Perilaku
 Perubahan Perilaku
Perilaku tidak sesuai dengan nilai
kesehatan menjadi sesuai nilai
kesehatan
 Pembinaan Perilaku
Mempertahankan perilaku hidup sehat
 Pengembangan Perilaku
Mebiasakan hidup sehat
Upaya merubah perilaku

 Tekanan ( Enforcement )
Undang-undang/ Peraturan, Intruksi, Sangsi
 Edukasi ( Education )
Persuasi, bujukan, himbauan, ajakan, informasi
TUJUAN PENDIDIKAN KESEHATAN
 Tujuan umum
adalah mengubah perilaku individu/masyarakat di
bidang kesehatan (WHO, 1954)
 Tujuan khusus :
1. Menjadikan kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai
di masyarakat
2. Menolong individu agar mampu secara mandiri atau
berkelompok mengadakan kegiatan untuk mencapai
tujuan hidup sehat.
3. Mendorong pengembangan dan penggunaan secara
tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada.
HUBUNGAN STATUS KESEHATAN, PERILAKU DAN PENDIDIKAN KESEHATAN
Keturunan

Yankes Status Kesehatan Lingkungan

Perilaku

Proses
Perubahan

Predisposing Factors Enabling Reinforcing Factors


Factors

Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Sosial
Komunikasi Training
Penyuluhan
Pendidikan Kesehatan
Promkes
STATUS KESEHATAN DIPENGARUHI :
 Faktor keturunan
Merupakan kondisi yang ada pada manusia serta organ manusia

 Faktor pelayanan kesehatan.


Mutu pelayanan yang profesional akan mempengaruhi status
kesehatan masyarakat.

 Faktor perilaku
Dipengaruhi dari luar misalnya pengaruh dari budaya, nilai-
nilai ataupun keyakinan yang ada dalam masyarakat

 Faktor lingkungan.
Kondisi atau keadaan lingkungan yang menggambarkan
kehidupan manusia yang dihubungkan dengan status kesehatan
Faktor berpengaruh Perubahan Perilaku
( Lawrence Green (1980)
 Faktor Presdisposisi ( Predisposing Factors )
Pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, nilai

 Faktor Pemungkin ( Enambling Factors )


Ketersediaan Sumber daya

 Faktor Penguat ( Reinforcing Factors )


Sikap dan perilaku petugas / toma
PENDAHULUAN
 MASALAH KES.DITENTUKAN OLEH 2 FAKTOR
UTAMA YAITU PRILAKU DAN NON PRILAKU 
PEMECAHAN MSLH DIARAHKAN PD 2 FAKTOR
TERSEBUT
 FAKTOR NON PRILAKU  PERBAIKAN LINGk
FISIK, PENING KATAN SOSBUD ,
PENINGKATAN YAN KES
 FAKTOR PRILAKU  PROMOSI KES ATAU
PENDIDIKAN KES
 PEND. KES  LEBIH DIKENAL DG PROMOSI
KES  SUATU PENDEKATAN UTK
MENINGKATKAN KEMAUAN DAN
KEMAMPUAN MASY. UTK MEMELIHARA DAN
MENINGKATKAN KES.
 TUJUAN PROMKES MASY MAU dan MAMPU
UNTUK HIDUP SEHAT
SEJARAH PROM KES
 1956 DIMULAI KEGIATAN PENGEMBANGAN
MASY  Dr. J SULIANTI MENDIRIKAN PROYEK
BEKASI SBG MODEL PELAYANAN BG
PENGEMBANGAN KES. MASY IND  PUSAT
PELATIHAN TENAGA KES.
 1967 DIRUMUSKAN PROG KES.MASY TERPADU
SESUAI KONDISI DAN KEMAMPUAN RAKYAT
IND. KONSEP PUSKESMAS OLEH DR.
AHMAD DIPODILOGO  SISTEM PUSKESMAS
TYPE A,B,C.
 TH 1984 TANGGUNG JAWAB PUSKESMAS
DITINGKATKAN  POSYANDU
 TH 1990 AN  PKM  SALAH SATU DARI 13
PROGRAM PUSKESMAS
 PEND.KES  PROM KES , KRN PERUBAHAN
PRILAKU HIDUP SEHAT SANGAT LAMBAN
 DAMPAK PERBAIKAN KES SANGAT
KECIL PENGETAHUAN TTG KES
TINGGI,TP PRAKTEK RENDAH
 DARI PENGALAMAN  PENKES HANYA
MEMENTINGKAN PERUB.PRILAKU MLL
PEMBERIAN INFORMASI / PENYULUHAN KES
TP KURANG MELIHAT BAHWA PERUB.PRILAKU
PERLU FASILITAS. 1984 WHO
MEREFITALISASI PENKES MENJADI PROM KES
PROMOSI
PENGERTIAN :
KESEHATAN
 LAWRENCE GREEN 1984 : PROMKES ad/
SEGALA BENTUK KOMBINASI PENKES DAN
INTERVENSI YG TERKAIT DG EKONOMI,
POLITIK DAN ORGANISASI YG DIRANCANG
UTK MEMUDAHKAN PERUB. PRILAKU DAN
LINGK YG KONDUSIF BAGI KESEHATAN
 OTTAWA CHARTER 1986 : PROMKES ad/
SUATU PROSES UTK MEMAMPU KAN MASY
DALAM MEMELIHARA DAN
MENINGKATKAN KES MEREKA.
 YAYASAN KES. VICTORIA 1997; PROM KES ad/
SUATU PROGRAM PERUB.PRILAKU MASY YG
MENYELURUH DALAM KONTEKS MASY NYA,
BUKAN HANYA PERUB.PRILAKU TTP JG PERUB
LINGK
KONSEP PROMKES
A.Pdd dan Promkes
Def: Dlm IKM  2 pengertian :
I. Bagian tk pencegahan peny
 Level & Clark  ada 5 tk :
a. Health promotion ( peningkatan dan promkes
b. Specific protection ( perlindungan khusus Imunisasi )
c. Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini
dan pengobatan segera )
d. Disability limitation ( membatasi atau mengurangi
terjadinya kecacatan )
e. Rehabilitation ( pemulihan )
- Early diagnosis and prompt treatment
(diagnosis dini dan pengobatan segera)
- Disability limitation ( membatasi atau
mengurangi terjadinya kecacatan )
- Rehabilitation ( pemulihan )
Promkes dlm kontek ini  Peningkatan
Kesehatan.
II. Promkes memasarkan, menjual, atau
memperkenalkan pesan- pesan kes masy
menerima dan membeli.
STRATEGI PROMKES
BDSRK RUMUSAN WHO 1994  STRATEGI
PROMKES SECARA GLOBAL TDDR 3 HAL:
1. ADVOKASI
KEGIATAN UTK MEYAKINKAN PEMBUAT
KEPUTUSAN AGAR MEMBANTU/
MENDUKUNG THD APA YANG
DIINGINKAN
PROMKES PEND KPD PEMBUAT
KEPUTUSAN  UTK MENDUKUNG
PROG.KES  DIKELUARKAN UU, PP, SK
2. DUKUNGAN SOSIAL
KEGIATAN UTK MENCARI DUKUNGAN SOSIAL MLL
TOMA, BAIK TOKOH FORMAL MAUPUN INFORMAL
TOMA  JEMBATAN ANTARA SEKTOR KES DG MASY
3. PEMBERDAYAAN MASY.
STRATEGI PROMKES  MEWUJUDKAN KEMAMPUAN
MASY DLM MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KES.
MEREKA SENDIRI
BENTUK : PENYULUHAN ,PENGORGANISA SIAN
(KOPERASI, PELATIHAN UTK MENINGKATKAN
PENDAPATAN KEL)
 Konferensi Internasional Promkes di Ottawa Th
1986  piagam Ottawa
 Didlm piagam tsb dirumuskan strategi baru
promkes  5 butir
a. Kebijakan berwawasan kebijakan
 Strategi promkes yg ditujukan kpd para penentu
atau pembuat keputusan,  mengeluarkan
kebijakan- kebijakan publik yg mendukung atau
menguntungkan kes.
b. Lingkungan yg mendukung
 Strategi kpd para pengelola tempat umum, termasuk
pemerintah kota menyediakan sarana dan
prasarana atau fasilitas yg mendukung terciptanya
perilaku sehat bagi masy
c. Reorientasi pelayanan kesehatan
 Para penyelenggara ( pemerintah dan swasta ) hrs
melibatkan, memberdayakan masy dpt berperan
bukan hanya sbg penerima pelayanan kes, tetapi jg
sekaligus sbg penyelenggara pelayakan kes masy.
d. Ketrampilan individu
Tercapainya Kes masy  Kes secara keseluruhan:
Individu, keluarga, kelompok.
Langkah awal  memberikan pemahaman kpd masy
tentang kes ( memelihara, mencegah, mengenal,
meningkatkan dan mencari pengobatan).
Metode dan tehnik pemberian pemahaman
individual.
e. Gerakan masyarakat
Mendorong dan memacu kegiatan- kegiatan
dimasyarakat dlm mewujudkan kes mereka
Ruang lingkup Promkes
Berdasarkan aspek pelayanan kes ada 2 jenis :
 Pelayanan preventif dan promotif pd masy yg sehat
 Pelayanan kuratif dan rehabilitatif pd masy yg sakit
 Promosi kes mencakup 4 pelayanan
a. Promkes pd tk promotif pd orang yg benar-
benar sehat agar tdk sakit
b. Promkes pd tk preventif  pd orang sehat dan
resti ( Ibu hami, buteki, para perokok,
obesitas,dll) mencegah agar tdk sakit
c. Promkes pd tk kuratif Penderita sakit (
terutama yg sakit kronis )
d. Promkes pd tk rehabilitatif pasien yg baru
sembuh dari sakit.
Ruang Lingkup Pendidikan Kesh.

a. Promkes tatanan keluarga


b. Promkes tatanan sekolah
c. Promkes tatanan tempat kerja
d. Promkes tatanan tempat-tempat umum
e. Promkes tatanan pelayanan kesehatan
Sasaran Pendidikan Kesehatan
1. Sasaran Primer(Primary Target)
Masyarakat umum sbg sasaran
promkes.
Kepala Keluarga → Mslh kesh. Umum
Ibu hamil dan meneteki → KIA
Anak sekolah → Kesehatan remaja
2. Sasaran Sekunder(Secondary Target)
Tokoh sebagai sasaran pendidikan
atau promosi kesehatan

3. Sasaran Tersier(Tertiary Target)


Pembuat atau penentu kebijakan
sebagai sasaran pendidikan atau
promosi kesehatan
Ruang Lingkup PendidikanKesh.

a. Pendidikan kesehatan pd aspek promotif


b. Pendidikan kesehatan pd aspek pencegahan
dan penyembuhan
 Pencegahan tingkat pertama (primary
prevention)
Kelompok risiki tinggi ( high risk )
 Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention)
Kelompok penderita penyakit kronis
 Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention)
Kelompok pasien baru sembuh( recovery)
PENDEKATAN
PENGKAJIAN
PERUMUSAN
MASALAH

EVALUASI PROSES PERENCANAAN


TINDAK LANJUT MENEGEMEN

PELAKSANAAN
Proses Pendidkan Kesehatan
Masukan Keluaran
(Subjek Belajar) Proses (perilaku Baru)

Metode pengajaran
Alat bantu belajar
Materi belajar

Latar belakang Pendidikan Kurikulum


Sosial Budaya Sumberdaya
Kesiapan Fisik Lingkungan Belajar
Kesiapan Psikologis Sumber Daya Manusia
Pedoman
LANGKAH DLM PENYULUHAN
1. Mengenal masalah
 Mengenal program yang akan ditunjang dengan
penyuluhan
 Mengenal masalah yang akan ditanggulangi oleh
program
 Dasar pertimbangan yang digunakan untuk menentukan
masalah yang akan dipecahakan
 Perhatian masyarakat
2. Mengenal masyarakat
 Jumlah penduduk
 Jumlah seluruh penduduk
 Kelompok-kelompok khusus / rawan
 Keadaan sosbudek masyarakat
 Tingkat pendidikan
 Norma-norma, pantangan.
 Agama
 Pola kepemimponan
 Pola partisipasi
 Tingkat ekonomi dan mata pecaharian
 Pola komunikasi
 Sistem penyebaran berita
 Sumber informasi
 Pusat penyebaran informasi
 Saluran komunikasi
 Sumber daya
 Sumber daya yang dimiliki masyarakat
 Sumber daya yang bisa dipergunakan pada lembaga
 Sumber daya yang bisa dimanfaatkan
 Pengalaman masyarakat terhadap program
sebelumnya
3. Mengenal wilayah
A. Lokasi
 Terpencil
 Datar / pegunungan
 Jalur tranportasi umum
B. Sifatnya
 Musim
 Kering / cukup air
 Banjir / pasang surut
 Daerah perbatasan
4. Menentukan prioritas

a) Sama dengan prioritas program


b) Berat ringan masalah
c) Aspek politis
d) Berdasarkan sumberdaya yang ada
5. Menentukan tujuan penyuluhan

Hasil antara
Kelompok -pengertian Status
Perilaku
PKM Sasaran -sikap Sehat Kesehatan
-norma, dsb
6. Menentukan sasaran penyuluhan
7. Menentukan isi penyuluhan
8. Menentukan metode penyuluhan yang
akan dipergunakan
9. Memilih alat-alat peraga atau media
penyuluhan yang dibutuhkan
10. Menyusun rencana penilaiannya
(evaluasi)
11. Menyusun rencana jadwal pelaksanaan
METODA
Jenis Metoda ( Notoatmodjo, 2002 )

1) Metode Ceramah
Adalah suatu cara dalam menerangkan dan
menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan
secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga
memperoleh informasi tentang kesehatan.
Keunggulan metode ceramah

 Dapat digunakan pada orang dewasa


 Penggunaan waktu yang efesien
 Dapat dipakai pada kelompok yang besar
 Tidak terlalu banyak menggunakan alat bantu
pengajaran
 Dapat dipakai untuk member pengantar pada
pelajaran atau suatu kegiatan
Kekurangan metode ceramah
 Menghambat respons dari yang belajar sehingga
pembicara sulit menilai reaksinya
 Tidak semua pengajar dapat menjadi pembicara yang
baik, pembicara harus menguasai pokok
pembicaraannya
 Dapat menjadi kurang menarik, sulit untuk dipakai
pada anak-anak
 Membatasi daya ingat dan biasanya hanya satu indera
yang dipakai
Adalah pembicaraan yang direncanakan dan
telah dipersiapkan tentang suatu topic
pembicaraan diantara 5 – 20 peserta
(sasaran) dengan seorang pemimpin
diskusi yang telah ditunjuk.
Keunggulan metode diskusi kelompok

 Memberi kemungkinan untuk saling


mengemukakan pendapat
 Merupakan pendekatan yang demokratis,
mendorong rasa kesatuan
 Dapat memperoleh pandangan dan
wawasan
 Membantu mengembangkan
kepemimpinan
Kekurangan metode diskusi kelompok
 Tidak efektif dipakai pada kelompok yang lebih
besar
 Keterbatasan informasi yang didapat oleh peserta
 Membutuhkan pemimpin diskusi yang terampil
 Kemungkinan didominasi orang yang suka
berbicara
 Biasanya sebagian besar orang menghendaki
pendekatan formal
3) Metode Demonstrasi
 Adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian,
ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah
dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan
bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan,
adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode
ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu
besar jumlahnya.
Keunggulan metode demonstrasi
 Dapat membuat proses pembelajaran menjadi
lebih jelas dan konkret
 Dapat menghindari verbalisme
 Lebih menarik
 Peserta didik dirangsang untuk mengamati
 Menyesuaikan teori dengan kenyataan dan dapat
melakukan sendiri (redemonstrasi)
Kekurangan metode demonstrasi
 Memerlukan keterampilan khusus dari
pengajar
 Alat-alat/biaya, dan tempat yang memadai
belum tentu tersedia
 Memerlukan persiapan dan perencanaan
yang matang
Metode Bermain peran
4) Adalah memerankan sebuah situasi dalam
kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan,
dilakukan oleh dua orang atu lebih untuk dipakai
sebagai bahan pemikiran oleh kelompok.

5) Metode Curah Pendapat


Adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana
setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan
pemecahan masalah yang terpikirkan oleh masing –
masing peserta, dan evaluasi atas pendapat –
pendapat tadi dilakukan kemudian.
6) Metode Simposium
Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh
2 sampai 5 orang dengan topik yang berbeda
tetapi saling berhubungan erat.
7) Metode Seminar
Adalah suatu cara di mana sekelompok orang
berkumpul untuk membahas suatu masalah
dibawah bimbingan seorang ahli yang menguasai
bidangnya.
8) Metode Panel
Adalah pembicaraan yang telah direncanakan di
depan pengunjung atau peserta tentang sebuah
topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis
dengan seorang pemimpin.
Pengelompokan ada 2 macam metoda yaitu :
 1. Metoda Didaktik
Metoda Didaktik yang aktif adalah orang yang
melakukan penyuluhan kesehatan sedangkan
sasaran bersifat pasif dan tidak diberikan
kesempatan untuk ikut mengemukakan
pendapatnya, proses penyuluhan yang terjadi
bersifat satu arah.
(1) (2)

Yang temasuk dalam metoda ini :


a. Secara langsung :
ceramah.
b. Secara tidak langsung : (3)
(4)
poster, media cetak, media elektronik.
2. Metoda Sokratik

Metoda yang sasarannya diberikan kesempatan


mengemukakan pendapat sehingga mereka
aktif dalam proses belajar mengajar dengan
demikian terbinalah
(2) komunikasi dua arah.

Yang termasuk dalam metoda ini :


- Diskusi
- Curah pendapat
- Demonstrasi
- Simulasi
- Bermain peran ( role playing )
 Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim pesan
(penyuluh) ke penerima pesan (sasaran)
sehingga dapat menerangkan pikiran,
perasaan, perhatian dan minat sasaran yang
akan menimbulkan pemahaman, pegertian,
dan penghayatan dari apa yang diberikan.
1. Sbg alat Bantu dlm penyuluhan kesh.
2. Utk merangsang perhatian sasaran penyuluhan
3. Utk mengingatkan suatu pesan/informasi
4. Utk menjelaskan fakta-fakta, prosedur dan
tindakan
5. Membuat penyajian materi ceramah lebih
sistimatis
 Bagi Penyuluh  Bagi Sasaran
1.Memiliki bahan nyata 1. Unit materi dpt dilihat nyata
2.Menambah → mudah dicerna
2.Menghindari kejenuhan dan
kepercayaan diri kebosanan
3.Menghindari 3.Mudah mengingat pesan
kejenuhan dlm proses 4.Mempermudah pemahaman
penyuluhan
4.Alat penuntun
penyampaian materi
 Faktor Penyuluh :

1. Kurang persiapan
2. Kurang menguasai materi
3. Penampilan kurang meyakinkan
4. Bahasa yg digunakan kurang dpt dimengerti
5. Suara terlalu kecil krg didengar
6. Kurang variasi
Faktor Sasaran :

1. Tk pendidikan
2.Sosek
3.Kepercayaan
4.Kebiasaan
5.Lingkungan
66