Anda di halaman 1dari 37

PERENCANAAN DAN PLT.

SEKRETARIS BKPPD
KABUPATEN CILACAP

PENYUSUNAN KEBUTUHAN
KEPALA BIDANG PENDIDIKAN
DAN PELATIHAN
EDY SUPRIYONO, S.SOS.,

ASN TAHUN 2019 M.SM.


Cilacap, 17 DESEMBER 2018
Outline Paparan

Dasar Hukum

Profil Daerah

Isu Strategis RPJMD 2017 -2022

Data Existing dan BUP

Data Usulan Formasi

2
UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
1 ASN

PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang


2 Manajemen PNS
PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang
3 Manajemen PPPK

1) Setiap Instansi Pemerintah wajib


DASAR menyusun kebutuhan jumlah dan jenis
jabatan berdasarkan analisis jabatan dan

HUKUM analisis beban kerja.


2) Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis
jabatan dilakukan untuk jangka waktu 5
(lima) tahun yang diperinci per 1 (satu)
tahun berdasarkan prioritas kebutuhan
jabatan.

Hasil penyusunan kebutuhan disampaikan


oleh PPK Instansi Pemerintah kepada
Menteri tembusan Kepala BKN

(melampirkan dokumen rencana strategis


Instansi Pemerintah).
PROFIL DAERAH KABUPATEN CILACAP
Kondisi Geografis  Daratan dan Perairan
Jumlah
Penduduk :

1.860.240 jiwa Jumlah Kecamatan : 24

Jumlah Kelurahan : 15

Jumlah Desa : 269

Luas Wilayah  2.253,61 km²

Daratan  2.138,50 km²

Perairan  Laut : 65,51 km²


Sungai : 50,6 km²
4
PROFIL APBD TAHUN 2018
Pendapatan Asli
Daerah (PAD) • Rp. 420.596.424.000,-
Jumlah • Rp. 2.948.915.191.000,-
Pendapatan

Belanja Aparatur
(Gaji + Rutin) • Rp. 1.447.121.152.264,-

Belanja Publik • Rp. 1.637.458.485.136,-


RASIO BELANJA PEGAWAI = 46,9 %
5
DATA KELEMBAGAAN - PROFIL UNIT
ORGANISASI
Sekretariat = 2
Perangkat Daerah

Inspektorat = 1
TK Negeri = 5

Sekolah Negeri
Satpol PP = 1
SD Negeri =
Dinas = 20 978
Badan = 5 SMP Negeri =
69
Kecamatan = 24

6
DATA KELEMBAGAAN - PROFIL UNIT
ORGANISASI

Tipe B = 1

PUSKESMAS
Perawatan = 14
RSUD

Tipe C = 1 Non Keperawatan


= 24

7
ISU STRATEGIS RPJMD
KABUPATEN CILACAP 2017 – 2022
Pengembangan
Kualitas Sumber Tata Kelola Perekonomian
Daya Manusia Pemerintahan dan inovasi
daerah
• Belum optimalnya nilai • Masih terdapat usaha
• Rendahnya rata- akuntabilitas mikro/kecil yang
rata lama sekolah • Masih ditemukan ASN belum dibina dalam
• Tingginya kasus yang tidak disiplin kluster
kekerasan • Masih terjadinya temuan • Jumlah KSP/USP
perempuan dan dalam pelaksanaan dalam kondisi sehat
anak pembangunan yang sebanyak 582 unit
berindikasi pelanggaran • Belum optimalnya
• Rendahnya
hukum pengembangan
derajat kesehatan
• Belum terintegrasinya e- inovasi dan ekonomi
masyarakat dan planning, e-budgeting, kreatif.
pengendalian dan e-monitoring
penduduk evaluasi.
8
ISU STRATEGIS RPJMD
KABUPATEN CILACAP 2017 – 2022
Kapasitas Fiskal Ketersediaan dan
Tingginya Angka pembangunan kualitas
Kemiskinan Daerah infrastruktur
wilayah
• Masih tingginya • Kabupaten Cilacap
• Jalan dan jembatan
Tingkat Pengangguran berdasarkan struktur
belum dalam kondisi
Terbuka (TPT) tahun pendapatan asli daerah
baik,
2016 sebesar 7,81%. (PAD), dapat diketahui
• Cakupan tersedianya air
bahwa kemampuan
• Pendidikan dan bersih belum maksimal
keuangan daerah masih
keterampilan pencari bergantung dari
• Belum maksimalnya
kerja kurang sesuai penanganan pemukiman
bantuan Pusat melalui
dengan lapangan kumuh dan pelayanan
dana perimbangan
kerja industri transportasi umum serta
(Dana Alokasi
rumah tidak layak huni
pengolahan, industri Umum/DAU dan Dana
(RTLH)
dan jasa-jasa yang Alokasi Khusus/DAK).
• kurangnya capaian ruang
tersedia. terbuka hijau (RTH).
9
ISU STRATEGIS RPJMD
KABUPATEN CILACAP 2017 – 2022
Pengelolaan Pembangunan Penataan /
lingkungan dan berbasis Pengembangan
sumber daya kebencanaan Wilayah
alam
• Sampai dengan 2016 • Wilayah Cilacap memiliki
• Luasnya geografi Kabupaten
indeks kualitas potensi bencana cukup
Cilacap ini berpengaruh
lingkungan hidup lengkap, antara lain
terhadap pelayanan
sebesar 68,06. banjir, tanah longsor,
kepada masyarakat.
tsunami dan abrasi di
• Hal ini apabila • Hal ini kemudian
kawasan pesisir.
diselesaikan akan • Kabupaten Cilacap telah
memunculkan aspirasi
berpengaruh pada masyarakat untuk
menyusun rencana
penciptaan indeks memekarkan Kabupaten
penanggulangan
kualitas lingkungan Cilacap dalam rangka
bencana dan mitigasi
meningkatkan pelayanan
hidup, pengurangan bencana yang
kepada masyarakat dan
pencemaran dan disesuaikan dengan
pemerataan pembangunan
perwujudan Kabupaten rencana pemanfaatan
di wilayah Cilacap bagian
yang ramah lingkungan. ruang.
barat. 10
JUMLAH PNS DI KABUPATEN CILACAP
PER-DESEMBER 2018
Jumlah Pegawai Berdasarkan Pendidikan

6425
Jumlah PNS :
11.145

1534
1296
980
521
62 183 72 72

SD SMP SMA DI DII D.III D.IV S.1 S.2


11
MATRIKS FORMASI – BUP DAN
AKUMULASI MINUS GROWTH DARI TAHUN 2010
No. Tahun Formasi Proyeksi BUP Akumulasi Keterangan
Minus Growth
1 2010 243 541 (298) Formasi Umum

2 2011 0 577 (875) Moratorium


3 2012 51 588 (1.412) Formasi K1
4 2013 40 489 (1.861) Formasi Umum
5 2014 606 447 (2.170) K2 + form khs
2014 150 Formasi Umum
6 2015 0 363 (2.533) Moratorium
7 2016 0 405 (2.938) Moratorium
8 2017 303 641 (3.276) Formasi
Khusus
9 2018 678 612 (3.210) Formasi Umum

10 2019 ? 656 (3.866)


11 2020 ? 816 (4.682)
12 2021 ? 737 (5.419) 12
PROYEKSI BUP 2018 - 2022

No. Tahun Pendidikan Kesehatan Teknis Lain Jumlah

1 2018 364 0 248


612
2 2019 428 8 220
656
3 2020 530 22 264
816
4 2021 437 16 284
737
5 2022 516 18 215
799

13
PEGAWAI ASN
ASN

PNS PPPK

 Berstatus pegawai tetap  Diangkat dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan


 Memiliki NIP secara Nasional; instansi dan ketentuan UU.
 Menduduki jabatan pemerintahan.  Memiliki NIP secara Nasional;
 Melaksanakan tugas pemerintahan.  Menduduki jabatan pemerintahan
 Pengadaan Usia Paling Rendah 18 Th  Melaksanakan tugas pemerintahan.
dan paling tinggi 35 Th  Pengadaan Usia Paling Rendah 20 Th. dan paling tinggi
 Gaji berdasarkan Perundang-undangan. 1 tahun sebelum pensiun.
 Masa kerja paling singkat 1.
 setiap tahun diberikan kesempatan mengembangkan
kompetensi.
 Gaji berdasarkan Perundang-undangan.

1. Berkedudukan sebagai unsur aparatur Negara


2. Jalur karir profesional yang mendorong perwujudan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan;
3. Pelaksana penyediaan layanan publik yang berkualitas prima, dengan efisien dan secara konsisten yaitu
melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan
4. Bebas dari pengaruh/intervensi golongan & partai politik
JENIS JABATAN

JPT Utama
JAB. PIMPINAN TINGGI JPT Madya
JPT Pratama

Administrator
JAB. ADMINISTRASI Pengawas
Pelaksana

&
Keahlian
JAB. FUNGSIONAL Keterampilan

JABATAN TEKNIS LAIN


(YANG MERUPAKAN CORE BUSINESS DAN
MENDUKUNG NAWACITA serta RPJMN)
JABATAN DI LINGKUNGAN INSTANSI K/L/P

Jabatan Administrator Jabatan Pelaksana


Jabatan Jabatan Pengawas Penganalisis,
Kabag, kasubdit dsb
Administrasi Kasubbag, Kasie dsb Pengadministrasi dsb

Keahlian: Keterampilan:
DIISI DARI PEGAWAI ASN

Jabatan Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Pemula, Terampil, Mahir, Penyelia
Fungsional Madya, Ahli Pertama

• KEPALA BADAN DI LEMBAGA JPT UTAMA


• SEKJEN;


DIRJEN; dan
STAF AHLI JPT MADYA
• KEPALA BIRO
Jabatan • DIREKTUR

Pimpinan


KAPUS
KEPALA BALAI JPT PRATAMA
• KETUA
Tinggi • SEKDA PROVINSI JPT MADYA
• KEPALA DINAS PROVINSI
• STAF AHLI GUBERNUR JPT PRATAMA
• SEKDA KABUPATEN/KOTA
• KEPALA DINAS KABUPATEN/KOTA
• STAF AHLI BUPATI/WALIKOTA
JPT PRATAMA
Konsep Pola Dasar Karier

JPT
Utama
PPPK
Madya

Pratama
PNS Jabatan
Administrasi KARIR
Keahlian Jabatan
Administrator Fungsional PPPK

Pengawas Keterampilan

Pelaksana
Kebutuhan (Formasi)
NO Kelompok Urusan Jumlah
NO Kelompok Urusan Jumlah
1 KESEKRETARIATAN JAB. PELAKSANA 16 Lingkungan hidup 19
a Perencanaan 52 17 Moneter dan Fiskal Nasional 255
Sistem Informasi dan 18 Pangan 6
b Dokumentasi 66
3414 Nomenklatur jabatan 19 Pariwisata 13
c Hubungan Masyarakat 19 Pekerjaan Umum dan Penata
20 99
d Hukum 62 Ruang
e Kepegawaian 65 Pemberdayaan Perempuan dan
21 8
f Keuangan 124 Perlindungan
g Organisasi/ Kelembagaan 37 Pemberdayaan masyarakat dan
22 21
h Pelaporan 38 CPNS Desa
23 Penanaman modal 45
i Pengawasan 79 (PERMENPANRB NO. 41/2018) 24 Pendidikan 315
j Perlengkapan 127
Pengendalian Penduduk dan
k Tata Usaha 46 25 37
Keluarga Berencana
l Tatalaksana 24 26 Perdagangan 28
2 Administrasi Kependudukan dan 5 27 Perhubungan 403
Pencatatan Sipil 28 Perindustrian 92
3 Agama 122
29 Perpustakaan 7
4 Energi dan Sumber Daya Mineral 83 PERPINDAHAN DARI JABATAN 30 persandian 12
5 Hukum dan HAM 27 LAIN 31 Pertahanan 19
6 Keamanan 33 32 Pertanahan 56
7 Kearsipan 6 33 Pertanian 133
8 Kebudayaan 119 Perumahan Rakyat dan Kawasan
9 Kehutanan 19 34 23
Pemukiman
10 Kelautan dan Perikanan 66 35 politik Luar Negeri 20
11 Kepemudaan dan Olah Raga 7 36 Sosial 48
12 Kesehatan 61 ROTASI 37 Statistik 5
Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan 38 Tenaga Kerja 46
13 Pelindungan Masyarakat 36
39 Transmigrasi 10
14 Komunikasi dan Informasi Teknologi 321
Komputer 40 Yustisi 34
15 Koperasi, usaha kecil, dan menengah 21
Pengadaan ASN
Proses pengangkatan CPNS dalam Jabatan Fungsional dan jabatan
Pelaksana guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangan.

Sistem/Prinsip
Seleksi (ASN)
• Kompetitif
• Adil
Pengembangan Karier
(JPT, Jab Administrasi, JF) • Objektif
• Transparan
Profesionalisme
• Bebas Unsur KKN
Peningkatan Kinerja Organisasi • Bebas Biaya
(ABK)

Memenuhi Kekuarangan Pegawai SKD --> CAT (40%)


Integrasi Nilai
DALAM e-Formasi)
Kelulusan ASN
SKB --> CAT (60%)

MEMPEROLEH PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA


DAN MENDAPATKAN PEGAWAI ASN YANG PROFESIONAL
19
Penyusunan Kebutuhan ASN Daerah

01 Peta Jabatan sesuai dengan kebutuhan Organisasi yang ditetapkan dengan


Peraturan Pejabat Pembina Kepegawaian (sesuai dengan aturan PP No. 11 Tahun
2017 tentang Manajemen PNS & PP No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK)

02 Jumlah pegawai berdasarkan analisis beban kerja

03 Redistribusi/Perpindahan:
a. Internal  Antar unit kerja
b. Eksternal  Antar Instansi
c. Kebutuhan Kompetensi (pendidikan formal dan pelatihan) KEBUTUHAN
d. Antar jabatan (perubahan PP 18 dan PermenpanRB 41) ASN

04 Rencana Strategis Instansi (wajib dilampirkan)

05 Rasio Belanja Pegawai

06 BUP : 130.961 (Daerah), 26.425 (Pusat) Per Oktober 2018


TAHAPAN PENETAPAN KEBUTUHAN ASN

KEBUTUHAN
BKN
Pemda  BKPPD Kementerian
ASN 1 tahun
dan Bagian PANRB 
Organisasi Setda sebelumnya 2019
 PNS ? (Pertimbangan
 PPPK ? Teknis)

DATA DUKUNG DARI PEMDA


(HASIL ANJAB/ABK DAN PETA JABATAN)
DATA YANG DI VALIDASI

Kesesuaian
Template Peta Usulan
Jabatan ideal Kebutuhan PNS
sesuai ABK

Kesesuaian
Peta Jabatan, Jenis Hasil sinkronisasi
dan jumlah Jabatan jumlah PNS dengan
sesuai Anjab BUP/Pensiun 2019-
2022

Usulan kebutuhan
Kesesuaian pelaksana sesuai
Data PNS PermenPAN
PERTIMBANGAN PENETAPAN FORMASI ASN

1. Rasio Belanja Pegawai;


2. Penyediaan anggaran gaji, seleksi dan
diklat latsar;
3. Kebutuhan Riil  ANJAB & ABK;
4. PNS  BUP;
5. Perbandingan jumlah ASN - Penduduk;
6. Letak/Kondisi Geografis;

1. PROGRAM WAJIB
 KESEHATAN
 PENDIDIKAN
 PENANGGULANGAN KEMISKINAN
2. PROGRAM PRIORITAS
 PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
 PEMBANGUNAN POROS MARITIM
 PEMBANGUNAN KETAHANAN ENERGI
 PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN

3. PROGRAM DUKUNGAN
 REFORMASI BIROKRASI
JENIS
FORMASI

1. Cumlaude (maks. 10% dari total formasi)


2. Disabilitas
Kategori UMUMK a t e g o r i 3.
4.
Diaspora
Putra/Putri Papua

KHUSUS 5.
6.
Atlet Berprestasi Internasional
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari
Eks Tenaga Honorer K-II yang tidak lulus
Tahun 2013 dan memenuhi persyaratan
mengikuti seleksi Tes CPNS
TAHAPAN PENGADAAN ASN
ANJAB & ABK
CPNS & CPPPK
SKPD /BIRO
SUSUN SSCN CAT
KEBUTUHAN
BKN

BIRO SDM/
BKD/BKPPSDM
Uji Pengangkatan
USUL Kompetensi
Pengumuman
FORMASI SKD
Penetapan Seleksi SKB Lulus
Kebutuhan Administrasi

MENPANRB BIRO SDM/


PANSELNAS
BKD/BKPPSDM
MENKEU

BKN
PROSEDUR PENETAPAN FORMASI

ANJAB & ABK


A 6
1.Setiap instansi wajib
membuat Anjab & Kem B USUL FORMASI
Keuanga
menghitung ABK n a. Setiap daerah
2.ANJAB & ABK Jab. mengusulkan jumlah
Fung memperhatikan C D kebutuhan jabatan
pertimbangan teknis kepada Kem PANRB
dari Instansi Pembina. 4 tembusan Kepala BKN.
3.Instansi Pembina b. Kepala BKN
menyampaikan menyampaikan
rekomendasi ANJAB & Kem pertimbangan teknis
kebutuhan setiap
ABK (jab Fung) ANJAB PAN & RB instansi kepada Menteri
4.Hasil Anjab & ABK E
PANRB
disampaikan kepada 1 Instansi A B c. Rencana pemenuhan
Menteri PANRB K/L/P kebutuhan PNS
(secara elektronik ABK 2 3 disampaikan oleh
melalui sistem e- Menteri kepada menteri
formasi) yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di
5.Tembusan Hasil Anjab bidang keuangan
5
& ABK di sampaikan
d. Pendapat menteri yang
kepada Kepala BKN menyelenggarakan
6.Peta Jabatan & Instansi Pembina urusan pemerintahan di
Kebutuhan tersimpan Jab Fung BKN bidang keuangan.
dalam e formasi e. Penetapan kebutuhan
PNS K/L/P
Perubahan Penataan
SOTK e-formasi
Kelembagaan Pegawai
Evaluasi
Anjab &
ABK
Evaluasi
Alih Peta
Jabatan jabatan &
kebutuhan
UPAYA
YANG PERLU
DILAKUKAN
Peningkatan Pengangkatan
Kompetensi Dalam
(diklat) JF/JP

Redistribusi
Poin penting dalam penyusunan
kebutuhan ASN

1. Berapa besar jumlah PNS yang dibutuhkan?


2. Bagaimana pengaturan kebutuhan PNS dalam lima tahun ke depan
(kekurangan/kelebihan)?
3. Analisis Jabatan (Nama Jabatan, iktisar jabatan beserta kegiatannya).
4. Peta jabatan (Jabatan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas organisasi)
5. Analis beban kerja (Seberapa banyak jumlah Pegawai yang dibutuhkan
dalam satu jabatan agar tidak ada lagi pekerjaan yang menumpuk
bukan pekerjaan yang di tumpuk)
6. Distribusi pegawai, apakah ada unit yang kekurangan/kelebihan
pegawai sehingga diperlukan pengaturan untuk dipindahkan?
7. Usulan formasi (berapa banyak yang akan di usulkan untuk
pengangkatan pegawai baru)?
8. Bezetting (jumlah dan komposisi pegawai).

28
KRITERIA PENETAPAN KEBUTUHAN PEGAWAI

1. Penataan struktur organisasi


2. PNS yang akan pensiun dengan perhitungan BUP
3. Peta jabatan melalui analisis jabatan
4. Kebutuhan pegawai melalui analisis beban kerja
5. Redistribusi pegawai
6. Rasio belanja pegawai
7. Luas wilayah
8. Jabatan yang mendukung Nawacita
PETA JABATAN
JABATAN INTI : Contoh
a. Merupakan pelaksana tugas pokok suatu organisasi
(jika jabatan ini tidak ada atau tidak diisi maka
organisasi tidak berfungsi)

b. Memberikan layanan langsung  Analis Kepegawaian


 Assesor SDM Aparatur
c. Pekerjaan bersifat teknis substanstif

d. Pelaksanaan tugas tidak dapat/sulit diganti oleh


orang lain

 Pranata Komputer
JABATAN PENUNJANG :  Arsiparis
a. Merupakan bukan pelaksana tugas pokok suatu  Sekretaris
organisasi (jika jabatan ini tidak ada atau tidak diisi  Bendahara
maka organisasi masih dapat berfungsi)  Pengelola Keuangan
 Pengadministrasi Keuangan
b. Tidak memberikan layanan lengsung  Pengadministrasi umum
 Pengadministrasi surat
c. Pekerjaan bersifat Administrasi.  Petugas keamanan
 Pengemudi
d. Pelaksanaan tugas dapat diganti oleh orang lain
 dll
30
EVALUASI PEMBAGIAN TUGAS ORGANISASI
Apakah setiap pegawai telah bekerja sesuai dengan jabatan yang diduduki dan
sasaran kerja telah sesuai dengan standar.

TU TU
TU
TP
Ideal/match Progressive/
over-active

TP
TU
TU TU TP
Under capacity
mismatch
TU = Tugas utama
TP = Tugas penunjang
PERENCANAAN KEBUTUHAN

Pola Lama Pola Baru

Pengangkatan Pegawai
Pengangkatan Pegawai sesuai Berdasarkan kebutuhan bisnis
dengan jumlah pangkat/ proses organisasi (jabatan
golangan ruang (ijazah) Pelaksana/Jabatan
 Jabatan fungsional umum fungsional)
 Jabatan fungsional tertentu
Jabatan Pelaksana

Jabatan Fungsional

32
JENIS-JENIS JABATAN
Pola Lama Pola Baru
( Jabatan Fungsional Umum ) (Jabatan Pelaksana)

1. Satu kegiatan menjadi nama 1. Beberapa kegiatan menjadi nama


jabatan (Pengagenda surat) jabatan Pengadministrasi Surat
2. Nama organisasi menjadi nama (Penerima surat, Mengagendakan
jabatan (Bendahara Sekolah) surat, menyortir surat, mengantarkan
3. Kegiatan yang sama dibuat surat, dll) yaitu multitask
nama jabatan yang berbeda – 2. Kegiatan yang sama seharusnya
beda dan diikuti nama organisasi menggunakan hanya satu nama
(Bendahara Pengeluaran, jabatan “Bendahara “(Bendahara
Bendahara Penerimaan, Pengeluaran, Penerimaan, Sekolah,
Bendahara Sekolah, Bendahara barang, gudang, dll)
barang, Bendahara gudang, dll) 3. Pegawai yang mengikuti jabatan
4. Nama jabatan mengikuti banyak (bisa saja ABK lebih dari satu setiap
nya jumlah pegawai. jabatan)
33
Poin penting dalam penyusunan
kebutuhan ASN

1. Berapa besar jumlah PNS yang dibutuhkan?


2. Bagaimana pengaturan kebutuhan PNS dalam lima tahun ke depan
(kekurangan/kelebihan)?
3. Analisis Jabatan (Nama Jabatan, iktisar jabatan beserta kegiatannya).
4. Peta jabatan (Jabatan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas organisasi)
5. Analis beban kerja (Seberapa banyak jumlah Pegawai yang dibutuhkan
dalam satu jabatan agar tidak ada lagi pekerjaan yang menumpuk
bukan pekerjaan yang di tumpuk)
6. Distribusi pegawai, apakah ada unit yang kekurangan/kelebihan
pegawai sehingga diperlukan pengaturan untuk dipindahkan?
7. Usulan formasi (berapa banyak yang akan di usulkan untuk
pengangkatan pegawai baru)?
8. Bezetting (jumlah dan komposisi pegawai).

34
KRITERIA PENETAPAN KEBUTUHAN PEGAWAI

1. Penataan struktur organisasi


2. PNS yang akan pensiun dengan perhitungan BUP
3. Peta jabatan melalui analisis jabatan
4. Kebutuhan pegawai melalui analisis beban kerja
5. Redistribusi pegawai
6. Rasio belanja pegawai
7. Luas wilayah
8. Jabatan yang mendukung Nawacita
PENUTUP
1. Instansi wajib melaksanakan anjab dan ABK
2. Bupati menetapkan Peta jabatan dan disampaikan ke PANRB tembusan
BKN.
3. PPK menetapkan kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan (setiap
pegawai harus memiliki beban kerja minimal per tahun 1250 Jam)
4. PPK mengangkat PNS dalam jabatan sesuai dengan Peta jabatan.
5. PPK menetapkan kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan (setiap
pegawai harus memiliki beban kerja minimal per tahun 1250 Jam)
6. PPK dapat mengusulkan kebutuhan berdasarkan jabatan yang lowong.
Maturnuwun

37