Anda di halaman 1dari 13

Isolasi dan Identifikasi Komposisi

Senyawa Kimia Minyak Atsiri Pada


Tanaman Beluntas
Oleh :
Dwi Apriliyani
Siti Hafidzotur R
Ghazian Salsabil
Latar Belakang
• Minyak Atsiri merupakan komponen penting
dalam berbagai industri

• Beluntas memiliki banyak kandungan


senyawa aktif, salah satunya minyak atsiri

• Kandungan beluntas belum termanfaatkan


secara optimal

• Terbatasnya penelitian tentang minyak


atsiri tanaman beluntas
Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara mengisolasi minyak atsiri


pada daun beluntas?
2. Apa kandungan senyawa kimia dalam minyak
atsiri daun beluntas?
TUJUAN
1. Untuk mengetahui cara mengisolasi minyak
atsiri pada daun beluntas
2. Untuk mengetahui kandungan senyawa kimia
dalam minyak atsiri daun beluntas.
Kajian Pustaka
Minyak Atsiri

 Minyak atsiri disebut sebagai essential oil.


 Merupakan cairan kompleks
 Senyawa mudah menguap (volatile),
mempunyai rasa getir dan aroma wangi, larut
dalam pelarut organik dan tidak larut dalam
air.
 Digunakan dalam berbagai industri seperti
industri kosmetik, obat-obatan, dan bahan
makanan
 Diperoleh dari ekstrak bagian tanaman
Kandungan Minyak Atsiri
Manfaat Minyak Atsiri

1. Aromaterapi dan Kesehatan


a. Pengatur emosi
b. Anti-inflamasi, Antioksidan, antiflogistik,afrodisiak, dan anti radang
2. Memiliki aroma wangi
Bahan dalam pembuatan parfum, sabun, pengharum ruangan, dan
sebagainya.
3. Pestisida Alami
Bahan pembasmi serangga atau hama pada tanaman
Tanaman Beluntas

 Tanaman suku astraceae, tumbuh


di daerah kering, keras, dan
berbatu.
 Dapat tumbuh mencapai 0,5-2 m,
digunakan untuk tanaman pagar.
 Daun berwarna hijau muda dan
berambut. Letak daun beluntas
berseling dan bertangkai
pendek dengan panjang daun
sebesar 2,5-9 cm memiliki
lebar 1 cm.
 Banyak ditemukan di rawa-rawa
bakau seperti di India,
Bangladehs, Myanmar, Cina,
Filipina, Malaysia, Indonesia,
Asia tropis, dan Australia.
Kandungan Tanaman Beluntas
• Beluntas memiliki berbagai kandungan senyawa kimia yang memiliki
aktivitas morfologi seperti anti-oksidan, anti-inflamasi, dan analgesik
• Daun beluntas mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, minyak
atsiri, asam klorogenik, natrium, kalium, magnesium, fosfor, lignan,
terpena, sterol, katekin, fenol hidrokuinon, saponin sedangkan akarnya
mengandung flavonoid dan tanin.
• Berdasarkan beberapa penelitian, tanaman beluntas mengandung
beberapa senyawa aktif seperti flavonoid dan minyak atsiri. Minyak
atsiri yang ada di daun baluntas pada kandungan 5 % dapat
menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan pada
20 % dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherechia coli.
• Minyak atsiri pada daun beluntas mengandung alkohol, aldehid,
hidrokarbon alifatik, ester, keton, eter, dan sulfoksida. Minyak atsiri
daun beluntas terdiri dari betlephenol, kavikol, seskuiterpen,
hidroksikavikol, cavibetol, estragol, eugenol, dan karvakol
Manfaat Tanaman Beluntas

 Penduduk desa pada umumnya menggunakan tanaman beluntas sebagai


tanaman pagar,lalapan, dan campuran sayur.
 Beluntas berkhasiat sebagai :
1. Antimikroba-> karena dapat mengatasi masalah bau badan dan
bau mulut dengan adanya proses pembusukan dalam saluran
pencernaan.
2. Menambah nafsu makan
3. Mengobati pencernaan, kelenjar TBC, reumatik, sakit pinggang,
nyeri tulang, demam, gatal – gatal, luka, dan keputihan.
Isolasi Bahan Alam

Isolasi Bahan Alam

Distilasi
Ekstraksi
Uap

Ekstraksi Cair-
Maserasi Perkolasi Soxhletasi
Cair
Skema Penelitian

Analisis senya
Pengeringan daun Penguapan sisa
wa kimia dengan
beluntas pelarut
GC-MS

Pengekstrakan
Penghancuran daun
beluntas kering
Minyak Atsiri
daun beluntas

Pengambilan
Penimbangan daun minyak atsiri dari
beluntas kering beluntas kering
(Destilasi Uap)