Anda di halaman 1dari 19

Tristi Lukita Wening

11. 2016. 238


Kemungkinan Lansia
mengalami
permasalahan fisik,
jiwa, spiritual,
ekonomi dan sosial
lebih besar.

Latar
Belakang
Kemunduran sel-sel
tubuh  daya tahan
menurun  risiko
penyakit meningkat

Penyakkit terbanyak
pada lansia: HT, OA,
Gigi-Mulut, PPOK, DM
Latar Belakang
WHO: Susenas: 5 besar
Jumlah Lansia di Dunia Jumlah Lansia di dunia
(2010) Indonesia (2014)
Jumlah
65 thn ke Penduduk
atas 8% 91.7 %
Lansia 8.03
Jumlah
%
penduduk

Berdasarkan hasil proyeksi penduduk tahun 2010-


2035, jumlah penduduk lansia di Jawa Barat pada
tahun 2017 sebanyak 4,16 juta jiwa
Tujuan Umum

Mengetahui keberhasilan, masalah, penyebab


masalah dan penyelesaian masalah mengenai
program kesehatan lansia dengan menggunakan
pendekatan sistem dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan lansia.
diketahuinya frekuensi
pelaksanaan
kegiatan

jenis jumlah
kegiatan kehadiran
sektor kader

cakupan Tujuan cakupan


penyuluhan penimbangan
Khusus

pemeriksaan pemeriksaan
lab. kesehatan
Data Geografi
 Wilayah kerja : 7 desa, 30 Dusun, 31
RW & 96 RT

• Jumlah penduduk :
32.778 jiwa
• Tingkat pendidikan SD
(37,48%)
• Mata pencaharian :petani
(29,34%)
Data Fasilitas Kesehatan,
Tenaga, dan Dana
0 Puskesmas perawatan :1 Tenaga
0 Puskesmas pembantu :2  Dokter : 3 orang
0 Posyandu : 40  Bidan Puskesmas: 11 orang
0 Poskesdes :7  Bidan Desa : 7 orang
0 Posbindu :7  Kader Posbindu : 7 orang
0 BP 24 jam :1
0 Praktek dokter umum :1 Dana
0 Praktek bidan : 18  APBD Tingkat II : Ada
0 Rawat inap :1  Bantuan Operasional
0 PONED :1 Kesehatan (BOK) : Ada
0 Ruang bersalin :1
Metoda
0 Frek. pertemuan / pelaksanaan kegiatan : minimal 1x perbulan untuk setiap desa.

0 Jumlah kehadiran kader : Jumlah kader yg hadir pada setiap kegiatan dihitung.

0 Penimbangan BB dan pengukuran TB: ditimbang, diukur,  dicantumkan ke KMS


Lansia.

0 Pemeriksaan kesehatan berkala: pemeriksaan TD status mental & mencatat


keluhan Lansia  dicantumkan ke buku pemantauan kesehatan pribadi Lansia.

0 Pemeriksaan lab. : atas indikasi pada pasien yang berobat.

0 Penyuluhan : Perorangan dan kelompok di dalam maupun di luar gedung.

0 Pencatatan dan pelaporan : register pasien Lansia yg datang berobat, KMS


Lansia, formulir SP2TP, kartu berobat Lansia yg datang ke BPU Puskesmas.
Pelaporan dilakukan setiap 1 bulan sekali ke Dinkes Karawang.

0 Senam Lansia : senam, gerak jalan santai, dan lain sebagainya.

0 Pelaksanaan kegiatan lintas sektoral: pengajian dan ceramah agama.


Proses

Penggerak
Perencanaan Pengorganisasian Pengawasan
Pelaksanaan

frekuensi jumlah pemeriksaan pemeriksaan Pencatatan &


pelaksanaan kehadiran penimbangan penyuluhan
kesehatan lab. Pelaporan
kegiatan kader
Hasil
0 Frekuensi Pertemuan: pada setiap Posbindu 12 x pertemuan
dalam setahun.
0 Cakupan frekuensi penimbangan dan pengukuran tinggi badan
sebesar 48,83% dari target 70 % (masalah sebesar 21,17%).
0 Cakupan pemeriksaan kesehatan sebesar 37,66% dari target
70% (masalah sebesar 32,34 %).
0 Cakupan Lansia yang melakukan pemeriksaan laboratorium
sebesar 13,40% dari target 70 % (masalah sebesar 56,6%).
0 Cakupan penyuluhan sebesar 21,50% dari target 70% (masalah
sebesar 48,5%)
0 Senam Lanjut Usia: 1 x dalam sebulan di setiap posbindu.
0 Kegiatan Lintas Sektoral: dilakukan pengajian agama rutin 1 x
setiap bulan oleh tokoh masyarakat di setiap desa.
Pembahasan
Pembahasan
Prioritas Masalah
Penyelesaian Masalah
1. Kurangnya Cakupan Penimbangan BB dan Pengukuran TB

Penyebab Penyelesaian Masalah

Kurangnya pengadaan Pengadaan sarana


sarana non medis non medis

Tidak semua lansia


Mengoptimalkan
ditimbang BB dan
penggunaan sarana
diukur TB

Kurangnya sosialisasi jadwal


pemberitahuan adanya tetap Posbindu
posyandu lansia kepada kader
Penyelesaian Masalah
2. Kurangnya Pemeriksaan Laboratorium

Penyebab : Penyelesaian Masalah


Pelaksanaan Tidak ada
laboratorium sederhana luar Pengadaan sarana medis untuk
gedung, dan tidak terdapat pemeriksaan laboratorium
rujukan dari kader/bidan desa sederhana

Pemeriksaan dilakukan pada rutin


Pemeriksaan hanya atas pada pra lansia, lansia dan resiko
indikasi penyakit saja tinggi dilakukan setiap 1atau 3
bulan sekali.
pada pemeriksaan di dalam
gedung, jumlah petugas melakukan pelatihan kepada
laboratorium kurang perawat, dokter, atau mantri
Saran
0 Pengadaan sarana medis dan non medis yaitu leaflet, poster, KMS Lansia,
laboratorium luar gedung, loket khusus, poliklinik khusus, apotik khusus,
dan ruang konseling khusus Lansia.
0 Mengoptimalkan penggunaan sarana untuk menimbang berat dan mengukur
tinggi badan lansia di balai pengobatan Puskesmas dan Posbindu.
0 Pengadaan sarana medis untuk pemeriksaan laboratorium sederhana
seperti untuk pemeriksaan gula darah sewaktu, kolestrol dan asam urat
0 Jika tidak terdapat sarana pemeriksaan laboratorium luar gedung dilakukan
rujukan ke puskesmas terutama pada lansia resiko tinggi dan dengan
indikasi
0 Pemeriksaan dilakukan pada rutin pada pra lansia, lansia dan resiko tinggi
dilakukan setiap 1atau 3 bulan sekali.
0 melakukan pelatihan kepada perawat, dokter, atau mantra untuk melakukan
pemeriksaan laboratorium sederhana.