Anda di halaman 1dari 12

SELASA, 12 OKTOBER 2010

PRAKTIKUM FISIKA MODERN


m Eksperimen tetes minyak milikan ini dilakukan oleh
fisikawan Amerika yaitu Robert A. Millikan pada
tahun 1909. Dalam eksperimen ini, beliau
menggunakan setetes kecil minyak dijadikan
bermuatan lewat tumbukan dengan electron yang
terionisasi dalam lingkungan udara.

m Tetesan minyak yang bermuatan disemprotkan di


dalam medan listrik di antara dua lempeng yang
berjarak d satu sama lain, kemudian mengamati jarak
salah satu butiran tetes minyak yang geraknya
dibawah pengaruh medan gravitasi dan medan
listrik.
ë  
 

   
   
      
   

  
 
m Untuk mengetahui keadaan
tetes minyak yang berada
diantara ke-2 plat yang
telah diberi muatan itu
bukan dengan mata
telanjang, tetapi
menggunakan alat
pembesar yaitu osiloskop.
Dalam eksperimen ini,
gaya-gaya yang bekerja
pada butir tetes minyak
yaitu:
m Gaya gravitasi yang besarnya:

m dan masing-masing massa tetes minyak dan massa udara yang


yang dipindahkan tetes minyak dan g adalah percepatan gravitasi.

Dalam eksperimen ini, butir tetes minyak dapat dianggap bola dengan jari-jari
r, maka volume minyak di udara adalah

jika, m = ȡ.V maka persamaan besar gaya gravitasi menjadi:

dengan masing-masing rapat massa tetes minyak dan rapat massa udara.
m Gaya gesekan antara tetes minyak dengan udara dalam ruang,
menurut hukum stokes besarnya adalah

= koefisien visikositas udara

= kecepatan tetes minyak

m Gaya listrik yang dihasilkan medan listrik yaitu besaran yang diukur.
Jika potensial listrik yang digunakan adalah V (Volt), maka
hubungannya dengan kuat arus listrik adalah

Q = muatan tetes minyak


E = kuat medan listrik
jika,
, d =jarak antara kedua lempeng

Sehingga gaya listrik menjadi,

Tanpa kehadiran medan listrik E = 0, pada keadaan setimbang resultan


gaya yang bekerja pada tetes minyak sama dengan nol.
Sehingga

Yengan adanya medan listrik E, maka dalam keadaan setimbang


menghasilkan
m Yari persamaan yang digunakan diatas, maka Millikan menunjukkan
bahwa muatan Q selalu merupakan kelipatan muatan dasar yang
sama yaitu

atau

Yalam eksperimen millikan , jika jumlah tetes minyak yang diamati 1


maka,

Berdasarkan eksperimen Thomson yang hanya dapat menentukan


nisbah muatan terhadap massa electron (e/m), tetapi dengan adanya
eksperimen Millikan nilai e dan m dapat ditentukan.
Yengan mengganti nilai e, dengan nilai muatan yang didapat milikan
maka,

Sehingga nilai m adalah untuk massa electron.