Anda di halaman 1dari 10

MENINGITIS ADALAH PERADANGAN PADA LEPTOMENINGENS, DAPAT DISEBABKAN

OLEH BAKTERI, VIRUS, ATAU MESKI JARANG, JAMUR.MENINGITIS BAKTERI


MERUPAKAN SALAH SATU DARI INFEKSI YANG KEMUNGKINAN PALING SERIUS PADA
BAYI DAN ANAK YANG LEBIH TUA (KAREN DKK, 2011).
MENURUT NGASTIYAH 2005, KLASIFIKASI MENINGITIS ADA 2 YAITU MENINGITIS PURULENTA DAN MENINGITIS
TUBERKULOSIS.

a. MENINGITIS PURULENTA
b. MENINGITIS PURULENTA ADALAH MENINGITIS YANG BERSIFAT AKUT DAN MENGHASILKAN EKSUDAT BERUPA PUS SERTA
BUKAN DISEBABKAN OLEH BAKTERI SPESIFIK MAUPUN VIRUS. (KAREN,2011) PENYEBAB MENINGITIS PURULENTA IALAH
KUMAN SEJENIS PNEUMOCOCCUS, HEMOFILUS INFLUENZAE, STAPHYLOCOCCUS, STREPTOCOCCUS, E.COLI,
MENINGOCOCCUS DAN SALMONELLA. DI JAKARTA YANG TERBANYAK DISEBABKAN OLEH PNEUMOCOCCUS DAN
HAEMOFILUSINFLUENZA, SEDANGKAN DI NEGERI BARAT PENYEBAB TERBANYAK ADALAH MENINGOCOCCUS.
c. MENINGITIS SEROSA
d. MENINGITIS SEROSA YAITU RADANG SELAPUT OTAK ARAKHNOID DAN PIA METER YANG DISERTAI CAIRAN OTAK YANG
JERNIH. PENYEBAB TERSERINGNYA ADALAH MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DAN VIRUS. PENYEBAB LAIN SEPERTI
TOXOPLASMA GONDII DAN RICKETSIA. MENINGITIS TUBERCULOSIS MERUPAKAN BAGIAN DARI MENINGITIS SEROSA.
MENINGITIS TUBERKULOSIS ADALAH INFEKSI OLEH MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS YANG MENGENAI MENING ATAU
PARENKIM OTAK (BARON DKK,2007).
VIRUS LAIN YANG DAPAT MENYEBABKAN MENINGITIS ADALAH VIRUS HERPES SIMPLEX, VIRUS EPSTEIN BARR,
SITOMEGALOVIRUS, VIRUS LIMPOSITIK KORIOMENINGITIS, DAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV). VIRUS MUMPS
(GELONDONGAN) ADALAH SALAH SATU PENYEBAB MENINGITIS YANG UMUM TERJADI PADA ANAK YANG BELUM
DIVAKSINASI. PENYEBAB MENINGITIS LAINNYA YANG TIDAK UMUM ADALAH BORRELIA BURGDOFERI (PENYAKIT LYME),
BORTONELLA HENSELAE, (CAT-SCRATCH DISEASE), MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS, TOXOPLASMA, JAMUR
(CRYPTOCOCCUS, HISTOPLASMA DAN COCCIDIODIES) DAN PARASIT (ANGIOSTRONGYLUS CANTONENSIS, NAEGLERIA
FOWLERY, DAN ACANTHAMOEBA) (KAREN DKK, 2011).
A. INFEKSI AKUT ATAU SUB AKUTGEJALA INFEKSI AKUT BERUPA LESU, MUDAH TERANGSANG, DEMAM, MUNTAH MUNTAH,
ANOREKSIA DAN PADA ANAK YANG BESAR MENGELUH NYERI KEPALA, PADA INFEKSI YANG DISEBABKAN OLEH
MENINGOKOKUS TERHADAP PETEKHIA DAN HERPES LABIALIS.

B. GEJALA TEKANAN INTRA KRANIAL YANG MENINGGI.GEJALA TEKANAN INTRACRANIAL YANG MENINGGI BERUPA MUNTAH,
NYERI KEPALA (PADA ANAK BESAR), MERINTIH (PADA NEONATES).

C. GEJALA RANGSANG MENINGEAL.GEJALA RANGSANG MENINGEAL BERUPA KAKU KUDUK, MALAHAN KADANG TERJADI
RIGIDITAS UMUM, KERNIG, BRUDZINSKY I DAN II.

D. KEJANG BAIK SECARA UMUM MAUPUN LOKAL.


E. KELUMPUHAN EKTREMITAS (PARESIS ATAU PARALISIS).
F. GANGGUAN FREKWENSI DAN RAMA PERNAFASAN (CEPAT DENGAN IRAMA KADANG DANGKAL DAN KADANG DALAM).
1. PEMERIKSAAN FUNGSI LUMBALDILAKUKAN UNTUK MENGANALISA JUMLAH SEL DAN PROTEIN CAIRAN CEREBROSPINAL,
DENGAN SYARAT TIDAK DITEMUKAN ADANYA PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL.A. PADA MENINGITIS SEROSA
TERDAPAT TEKANAN YANG BERVARIASI, CAIRAN JERNIH, SEL DARAH PUTIH MENINGKAT, GLUKOSA DAN PROTEIN NORMAL,
KULTUR (-).B. PADA MENINGITIS PURULENTA TERDAPAT TEKANAN MENINGKAT, CAIRAN KERUH, JUMLAH SEL DARAH PUTIH
DAN PROTEIN MENINGKAT, GLUKOSA MENURUN, KULTUR (+) BEBERAPA JENIS BAKTERI.2. PEMERIKSAAN DARAHDILAKUKAN
PEMERIKSAAN KADAR HB, JUMLAH LEUKOSIT, LAJU ENDAP DARAH (LED), KADAR GLUKOSA, KADAR UREUM, ELEKTROLIT
DAN KULTUR.A. PADA MENINGITIS SEROSA DIDAPATKAN PENINGKATAN LEUKOSIT SAJA. DI SAMPING ITU, PADA MENINGITIS
TUBERKULOSA DIDAPATKAN JUGA PENINGKATAN LED.B. PADA MENINGITIS PURULENTA DIDAPATKAN PENINGKATAN
LEUKOSIT.3. PEMERIKSAAN RADIOLOGISA. PADA MENINGITIS SEROSA DILAKUKAN FOTO DADA, FOTO KEPALA, BILA
MUNGKIN DILAKUKAN CT SCAN.B. PADA MENINGITIS PURULENTA DILAKUKAN FOTO KEPALA (PERIKSA MASTOID, SINUS
PARANASAL, GIGI GELIGI) DAN FOTO DADA (SMELTZER, 2002).\
PENATALAKSAAN MEDIS MENINGITIS YAITU :1. ANTIBIOTIK SESUAI JENIS AGEN PENYEBAB.2. STEROID UNTUK
MENGATASI INFLAMASI.3. ANTIPIRETIK UNTUK MENGATASI DEMAM.4. ANTIKONVULSANT UNTUK MENCEGAH KEJANG.5.
NEUROPROTECTOR UNTUK MENYELAMATKAN SEL-SEL OTAK YANG MASIH BISA DIPERTAHANKAN.6. PEMBEDAHAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKI1. KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN PERIFER
BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN TEKANAN INTRACRANIAL.2. KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS
BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN TINGKAT KESADARAN3. NYERI AKUT BERHUBUNGAN DENGAN
ADANYA IRITASI LAPISAN OTAK.4. RESIKO CIDERA BERHUBUNGAN DENGAN ADANYA KEJANG,
PERUBAHAN STATUS MENTAL DAN PENURUNAN TINGKAT KESADARAN.5. KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN
JALAN NAFAS BERHUBUNGAN DENGAN PENUMPUKAN SEKRET PADA SALURAN NAFAS.6. KELEBIHAN
VOLUME CAIRAN BERHUBUNGAN DENGAN EDEMA7. HIPERTERMI BERHUBUNGAN DENGAN PROSES
INFEKSI PENYAKIT8. ANSIETAS BERHUBUNGAN DENGAN STRESS,ANCAMAN KEMATIAN