Anda di halaman 1dari 22

BBLR (Bayi Kurang Bulan + Kecil Masa Kehamilan)

OLEH:
EKA SUNTIARA

PEMBIMBING KLINIK
dr. SULDIAH Sp.A
PENDAHULUAN
Masalah berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram) sampai
saat ini masih merupakan penyebab utama morbiditas dan
mortalitas perinatal. Berat lahir rendah (BLR) dapat dibedakan
atas bayi yang dilahirkan preterm, dan bayi yang mengalami
pertumbuhan intrauterin terhambat..

Angka mortalitas perinatal akibat BBLR meningkat 3-8 kali


dibandingkan bayi berat lahir normal. Sekitar 26% kejadian
lahir mati ternyata ada kaitannya dengan BBLR. Pertumbuhan
janin terhambat juga disertai morbiditas perinatal yang tinggi,
terutama menyangkut masalah perkembangan neurologik dan
mental.
LAPORAN KASUS

• Nama : Bayi E
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Tanggal lahir : 19 Desember 2016 (06.30 WITA)
Anamnesis:

Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir pada tanggal 19


desember 2016 pukul 06.30 wita bayi lahir secara spontan
dengan letak bokong . Bayi lahir langsung menangis, air
ketuban berwarna putih keruh, tidak ada sesak, merintih (-),
sianosis (-), anpal (+), apgar score 7/8. Berat badan lahir
2.100 gram dan panjang badan 46 cm.
Riwayat Kehamilan:
bayi lahir dari ibu G3P3A0, usia ibu saat hamil 39 tahun
dan ayah 41 tahun. Anak pertama lahir secara spontan dengan
berat badan lahir 2.800 gram, saat ini anak berusia 18 tahun
dan sehat. Anak kedua lahir secara spontan berat badan lahir
2.800 gram, saat ini anak berusia 16 tahun dan sehat. Ibu
bekerja sebagai PNS. Selama kehamilan ibu mengaku teratur
melakukan antenatal care di dokter spesialis kandungan. Nafsu
makan ibu bagus selama kehamilan. Tidak ada riwayat
merokok, mengkonsumsi alkohol, maupun menggunakan obat-
obatan terlarang.
PEMERIKSAAN FISIK

• Denyut jantung : 132 x/menit


Berat Badan : 2000 gram
• Suhu : 36,50 C
• Respirasi : 52 x/menit Panjang Badan : 44 cm
• CRT : < 2 detik Lingkar Kepala : 32 cm
Lingkar Dada : 31 cm
Lingkar Perut : 3o cm
Lingkar Lengan: 10 cm
Sistem Neurologis: Sistem Respirasi :
• Sianosis : tidak ada
• Aktivitas : pasif • Merintih : tidak ada
• Kesadaran : lethargi • Apnea : tidak ada
• Fontanela : datar • Retraksi dinding dada :
• Sutura : belum tidak ada
menyatu • Pergerakan dinding dada :
• Refleks cahaya : +/+ simetris
• Kejang :- • Cuping hidung : tidak ada
• Tonus otot : normal • Bunyi pernapasan :
bronchovesikular +/+
• Bunyi tambahan : wheezing
-/-, rhonchi -/-.
Down’s Score : Sistem Kardiovaskuler:
• Frekuensi Napas : 0 • Bunyi Jantung : SI
• Merintih :0 dan SII murni reguler
• Sianosis :0 • Murmur : tidak ada
• Retraksi :0
• Udara Masuk :0 Sistem Hematologi:
• Pucat : tidak ada
• Total skor :0 • Ikterus : tidak ada
(tidak gangguan napas)
Sistem Gastrointestinal: Sistem Genital :
• Kelainan dinding • Keluaran : tidak ada
abdomen: tidak ada • Anus imperforata : tidak
• Muntah : tidak ada ada
• Diare : tidak ada
• Residu lambung : tidak
ada
• Organomegali : tidak ada
• Peristaltik : positif,
kesan normal
• Umbilikus
Pus : tidak ada
Kemerahan : tidak ada
Edema : tidak ada
RESUME :

Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir pada tanggal


19 desember 2016 pukul 06.30 wita secara spontan.
Bayi lahir kurang bulan, lahir langsung menangis, air
ketuban berwarna putih keruh, sesak (+), merintih (-),
sianosis (-), anpal (+), apgar score 7/8, ballard score 30.
Berat badan lahir 2.100 gram dan panjang badan 46 cm.
DIAGNOSIS: TERAPI:
Bayi Kurang Bulan – Kecil • Hangatkan bayi
Masa Kehamilan • Bersihkan jalan napas
• Rawat tali pusat
• Injeksi vit. K 1 mg IM
• Gentamisin gtt
• Injeksi HbO 0,5 ml IM
• Asi/Pasi 12 x 8-10 cc
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Hasil Range normal
WBC 8,0 x 103 / mm3 4,0-10 x 103 /mm
RBC 4,72 x 106/mm3 3,80-5,80 x 106 /mm3
HB 15,7 g/dl 11,5-16,0 g/dL
HCT 43,2 % 37-47 %
PLT 355 x 103/ul 150-500 x 103 / mm3
GDS 65 mg/dl 74-100 mg/Dl
FOLLOW UP Perawatan hari ke 1:
Tanggal : 19 Desember 2016 (Usia 0 Hari, Perawatan Hari 1)

S - Keadaan Umum : sakit ringan


- Demam (-)
- Merintih (-)
- Retraksi dada (-)
- Napas cuping hidung (-)
- Sianosis (-)
- Menangis kuat (+)
- Ikterus (-)
- Kejang (-)
- Muntah (-)
- BAB/ BAK (-/+)
- Refleks isap (+)
O Tanda Tanda Vital :
o Denyut Jantung : 120 x per menit
o Pernapasan : 50 x per menit
o Berat badan : 2.100 gram
o Suhu : 36,50C
o CRT : < 2 detik
Laboratorium
GDS : 65
A BBLR (Bayi Kurang Bulan – Kecil Masa Kehamilan)
P - Asi
- Perawatan tali pusat
FOLLOW UP Perawatan hari ke 2:
Tanggal : 20 Desember 2016 (Usia 2 Hari, Perawatan Hari 2 )

S - Keadaan Umum : sakit ringan


- Demam (-)
- Merintih (-)
- Retraksi dada (-)
- Napas cuping hidung (-)
- Sianosis (-)
- Ikterus (-)
- Kejang (-)
- BAB/ BAK (+/+)
O Tanda Tanda Vital :
 Denyut Jantung : 120 x per menit
 Pernapasan : 52 x per menit
 Berat badan : 1800 gram
 Suhu : 36,80C
 CRT : < 2 detik
Laboratorium
GDS : 87
A BBLR (Bayi Kurang Bulan – Kecil Masa Kehamilan
P - Asi
- Perawatan tali pusat
- Pasien pulang
DISKUSI

Diagnosis pada kasus ini ditegakkan


berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
didapatkan berat badan lahir bayi 2100 gram
sehingga tergolong bayi berat lahir rendah (BBLR)
dan pada skor ballard didapatkan skor yakni 30 (36
minggu ) yang diinterpretasikan yakni bayi premetur.
Berdasarkan kurva lubchenco didapatkan bayi
tergolong bayi kurang bulan, kecil masa kehaamilan.
Berat badan merupakan salah satu
indikator kesehatan bayi baru lahir. Rerata berat
bayi normal (usia gestasi 37-40 minggu) adalah
3200 gram. Secara umum, bayi berat lahir
rendah dan bayi dengan berat berlebih (≥ 3800
gram) lebih besar risikonya. Masa gestasi juga
merupakan indikasi kesejahteraan bayi baru
lahir karena semakin cukup masa gestasi
semakin baik kesejahteraan bayi. Berat badan
lahir rendah merupakan bayi yang dilahirkan
dengan berat lahir <2500 gram tanpa
memandang masa gestasi.
BBLR dapat disebabkan oleh: kehamilan
kurang bulan, bayi kecil untuk masa
kehamilan atau kombinasi keduanya. Bayi
BBLR dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu :
prematuritas murni dan dismaturitas. Bayi
prematur secara umum ialah bayi dengan usia
kehamilan kurang dari 37 minggu. Penentuan
usia kehamilan dapat ditentukan dengan
menggunakan skor Ballard dan kurva
Battaglia dan Lubchenco.
Bayi prematur memiliki berbagai
masalah akibat belum berkembangnya organ-
organ tubuh, sehingga belum siap untuk
berfungsi di luar rahim. Masalah yang sering
dijumpai pada bayi kurang bulan dan BBLR
adalah : Asfiksia, gangguan nafas,
hipoglikemia, hipotermia, masalah pemberian
ASI, ikterus, infeksi, masalah perdarahan.
Penatalaksanaan didasarkan pada masalah
yang muncul yang berkaitan dengan berat
badan lahir rendah.
Adapun penatalaksanaan BBLR meliputi:
1. Dukungan respirasi
2. Termoregulasi
3. Perlindungan terhadap infeksi
4. Hidrasi
5. Nutrisi
6. Stimulasi sensori
DAFTAR PUSTAKA
• Hasan R, Alatas H. Perinatologi. Dalam: Ilmu Kesehatan Anak 3; edisi ke-4.
Jakarta : FKUI, 1985;1051-7.
• Aaron B dkk. Clinical Pathophysiology made ridiculously simple. Medmaster.
2007.
• Djoko W dkk. Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Dasar. Depkes RI. 2006
• Saifuddin, AB, Adrianz, G. Masalah Bayi Baru Lahir. Dalam : Buku Acuan
Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal; edisi ke-1. Jakarta :
yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2000;376-8.
• Behrman, RE, Kliegman RM. The Fetus and the Neonatal Infant, In : Nelson
Textbook of pediatrics; 17 th ed. California: Saunders. 2004; 550-8.
• Wiknjosastro H, Saifuddin AB. Bayi Berat Lahir Redah. Dalam: Ilmu
Kebidanan; edisi ke-3. Jakarta : yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,
2002;771-83.
• Hasan R, Alatas H. Perinatologi. Dalam: Ilmu Kesehatan Anak 3; edisi ke-4.
Jakarta : FKUI, 1985;1051-7
TERIMA KASIH