Anda di halaman 1dari 56

REFARAT

BIPOLAR DAN PENYAKIT YANG


TERKAIY
PEMBIMBING KLINIK :
dr. Andi Soraya Tenri Uleng, M.Kes, Sp.KJ

DESI FRINAENSRI DOKI


N 111 16 088
PENDAHULUAN
Gangguan bipolar dulunya dikenal sebagai gangguan
manik depresif, yaitu gangguan kronik dari regulasi mood yang
dihasilkan pada episode depresi dan mania. Gejala psikotik
mungkin muncul pada “kutub” depresi atau mania. Seperti
pada depresi mayor (unipolar), gangguan bipolar
kemungkinan dipengaruhi oleh penyakit medis atau
penyalahgunaan zat. Tidak seperti depresi mayor, hampir
seluruh pasien dari kasus gangguan bipolar cenderung
mengalami episode depresi dan manik dalam kehidupannya.
PENDAHULUAN
Gangguan bipolar merupakan gangguan jiwa berat yang
prevalensinya cukup tinggi. Studi di berbagai negara
menunjukkan bahwa risiko untuk terjadinya gangguan bipolar
sepanjang kehidupan adalah sekitar 1-2%.8,9
Studi Epidemiologic Catchment Area (ECA) menemukan
bahwa prevalensi sekali seumur hidup gangguan bipolar
adalah antara 0,6%-1,1% (antara 0,8%-1,1% pada pria dan
0,5%-1,3% pada wanita).10 Studi-studi yang dilakukan di
Eropa menunjukkan bahwa angka prevalensi gangguan
bipolar mungkin mencapai 5%.11 Angka prevalensi dari
keseluruhan spektrum gangguan bipolar pada seumur hidup
adalah 2,6-7,8%.
PENDAHULUAN
Berdasarkan menifestasi klinisnya, PPDGJ III mengklasifikan gangguan afektif
bipolar menjadi 10(sepuluh) sub-tipe :
1. F31.0 Gangguan afektif bipolar, episode kini hipomanik
2. F31.1 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik tanpa gejala psikotik
3. F31.2 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik dengan gejala psikotik
4. F31.3 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif ringan atau sedang
5. F31.4 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik
6. F31.5 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat dengan gejala psikotik
7. F31.6 Gangguan afektif bipolar, episode kini campuran
8. F31.7 Gangguan afektif bipolar, kini dalam remisi
9. F31.8 Gangguan afektif bipolar lainnya
10. F31.9 Gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan
Pembagian Gangguan Bipolar Menurut DSM IV
dan DSM V
PENDAHULUAN
Menurut DSM IV pembagian gangguan Bipolar I
sebagai berikut :
1. Gangguan mood bipolar I, episode manic tunggal
2. Gangguan mood bipolar I, episode manic sekarang ini
3. Gangguan mood bipolar I, episode campuran saat ini
4. Gangguan mood bipolar I, episode hipomanik saat ini
5. Gangguan mood bipolar I, episode depresi saat ini
6. Gangguan mood bipolar I, Episode Yang tidak dapat
diklasifikasikan saat ini
TINJAUAN PUSTAKA
Definis
i
Etiologi
Gangguan Bipolar dan
penyakit terkait DMS-5
Epidemiolo
gi

Gangguan Bipolar dan


penyakit terkait DMS-IV
Penegakkan
Diagnosis
Gangguan Afektif Bipolar
menurut PPDGJ III
penatalaksanaan
Definisi
Gangguan bipolar merupakan kategori diagnostik yang
menggambarkan sebuah kelas dari gangguan mood, dimana
seseorang mengalami kondisi atau episode dari depresi dan/atau
manik, hipomanik, dan/atau kondisi campuran. Jika dibiarkan tanpa
terapi, akan menghasilakan kondisi psikiatrik dengan disabilitas
berat. Perbedaan antara gangguan bipolar dan unipolar (juga dikenal
dengan “major depression”) adalah bahwa gangguan bipolar
melibatkan kondisi mood yang “energetik” atau “teraktivasi” sebagai
tambahan dari kondisi mood yang depresi.
Definisi

Gangguan bipolar terdiri dari afek yang meningkat, dan juga


aktivitas yang berlebih (mania atau hipomania), dan dalam jangka
waktu yang berbeda terjadi penurunan afek yang disertai dengan
penurunan aktivitas (depresi). Gangguan bipolar terdiri dari afek
yang meningkat, dan juga aktivitas yang berlebih (mania atau
hipomania), dan dalam waktu yang berbeda terjadi penurunan
mood yang diikuti dengan penurunan energi maupun penurunan
aktivitas (depresi).
Etiologi
Penyebab gangguan bipolar multifaktor :
 Secara biologis dikaitkan dengan faktor genetik dan gangguan
neurotransmitter di otak.
 Secara psikososial dikaitkan dengan pola asuh masa kanak-kanak,
stress yang menyakitkan, stress kehidupan yang berat dan
berkepanjangan, dan banyak lagi faktor lainnya.
Penegakkan Diagnosis
MENURUT DSM-IV:
Gangguan mood bipolar I
1. Gangguan mood bipolar I, episode manic tunggal
 Hanya mengalami satu kali episode manic dan tidak ada rwayat depresi mayor
sebelumnya.
 Tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, skizoafektif, Gangguan
waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.
 Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medic umum
 Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya.
Penegakkan Diagnosis
2. Gangguan mood bipolar I, episode manic sekarang ini
 Saat ini dalam episode manic
 Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu kali episode manik, depresi, atau
campuran.
 Episode mood pada kriteria A dan B bukan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih
dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, atau dengan Gangguan
psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.
 Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik
umum.
 Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya.
Penegakkan Diagnosis
3.Gangguan mood bipolar I, episode campuran saat ini
 Saat ini dalam episode campuran
 Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik, depresi atau campuran
 Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan skizoafektif dan tidak
bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizifreniform, Gangguan waham, atau
Gangguan psikotik yang tidak diklasifikasikan
 Gejala-gejala tidak disebabkan efek oleh fisiologik langsung zat atau kondisi medik
umum
 Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.
Penegakkan Diagnosis
4. Gangguan mood bipolar I, episode hipomanik saat ini
 Saat ini dalam episode hipomanik
 Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode
manic atau campuran
 Gejala mood menyebabkan penderita yang secara klinik cukup
bermakna atau hendaya social, pekerjaan atau aspek fungsi
penting lainnya
 Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan
sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan
skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, dan dengan
Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.
Penegakkan Diagnosis
5.Gangguan mood bipolar I, episode depresi saat ini
 Saat ini dalam episode depresi mayor
 Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik dan campuran
 Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif
dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham,
dan dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.
 Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum
 Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.
Penegakkan Diagnosis
6. Gangguan mood bipolar I, Episode Yang tidak dapat
diklasifikasikan saat ini
 Kriteria, kecuali durasi, saat ini, memenuhi kriteria untuk manik, hipomanik,
campuran atau episode depresi.
 Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran.
 Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif
dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham,
atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.
 Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.
Penegakkan Diagnosis
 Ganggguan Mood Bipolar II
Satu atau lebih episode depresi mayor yang disertai dengan paling
sedikit satu episode hipomanik.
Penegakkan Diagnosis
Gangguan Siklotimia
 Paling sedikit selama dua tahun, terdapat beberapa periode
dengan gejala-gejala hipomania dan beberapa periode dengan
gejala-gejala depresi yang tidak memenuhi criteria untuk
Gangguan depresi mayor. Untuk anak-anak dan remaja durasinya
paling sedikit satu tahun.
 Selama periode dua tahun di atas penderita tidak pernah bebas
dari gejala-gejala pada kriteria A lebih dari dua bulan pada suatu
waktu.
 Tidak ada episode depresi mayor, episode manik, episode
campuran, selama dua tahun Gangguan tersebut
Penegakkan Diagnosis
 Catatan: setelah dua tahun awal, siklotimia dapat bertumpang
tindih dengan manic atau episode campuran (diagnosis GB I dan
Gangguan siklotimia dapat dibuat) atau episode depresi mayor
(diagnosis GB II dengan Gangguan siklotimia dapat ditegakkan)
 Gejala-gejala pada criteria A bukan skizoafektif dan tidak
bertumpangtindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan
waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat
diklasifikasikan.
 Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat
atau kondisi medic umum
 Gejala-gejala di atas menyebabkan penderitaan yang secara klinik
cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social,
pekerjaan atau aspek fungsi penting lainnya.
Penegakkan Diagnosis
MENURUT DSM-V:
Gangguan Bipolar I
 Untuk suatu diagnosa dari gangguan bipolar 1, sangat penting
untuk memenuhi kriteria untuk episode manik. Episode manik
dapat disertai oleh episode manik atau depresif mayor.
Penegakkan Diagnosis
1. Episode manik
 Suatu periode tertentu dari mood yang meningkat , meluas atau
pemarah yang meningkat secara abnormal dan persisten , dan aktifitas
atau energy yang tertuju pada suatu goal yang meningkat secara
abnormal dan persisten yang bertahan setidaknya 1 minggu dan ada
pada sebagian besar waktu dalam sehari , hampir setiap hari (atau
durasi apapun jika rawat inap diperlukan).
 Selama periode gangguan mood dan peningkatan energi atau aktifitas ,
3 atau lebih dari gejala berikut ini (empat jika moodnya hanya
pemarah) ada dalam derajat tertentu dan merepresentasikan perubahan
dari perilaku biasanya :
Penegakkan Diagnosis
1. Peningkatan kepercayaan diri atau kebesaran.
2. Berkurangnya kebutuhan untuk tidur (misalnya merasa telah cukup beristirahat setelah
3 jam tertidur).
3. Lebih cerewet dari biasanya atau mengalami tekanan untuk terus berbicara.
4. Flight of ideas atau pengalaman subjektif bahwa pikirannya terus berpacu.
5. Distraktibilitas (misalnya perhatiannya terlalu mudah untuk dialihkan oleh stimuli
eksternal yang tidak penting atau tidak relevan).
6. Meningkatnya aktifitas yang berorientasi suatu tujuan (goal) (baik secara sosial, dalam
pekerjaan , atau sekolah atau secara seksual) atau agitasi psikomotor (misalnya aktifitas
tertentu tanpa tujuan dan tidak berorientasi goal).
7. Meningkatnya keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi tinggi untuk
konsekuensi yang menyakitkan (misalnya terkait dalam investasi bisnis bodoh,
berbelanja berlebihan ).
Penegakkan Diagnosis
 Gangguan mood dianggap cukup parah untuk menyebabkan ketidakseimbangan yang
mencolok dalam fungsi sosial atau okupasional atau untuk mengharuskan rawat inap
untuk mencegah pasien menyakiti dirinya atau orang lain atau jika ada fitur psikotik.
 Episodenya tidak berkaitan dengan efek fisiologis dari suatu zat (misalnya
penyalahgunaan obat , suatu pengobatan , dan terapi lain) atau terhadap kondisi
medis yang lain.
 Catatan : episode manik penuh yang muncul selama terapi antidepresan (misalnya
pengobatan , ECT) tapi bertahan pada tingkat sindromal penuh dibalik efek fisiologis
dari pengobatan tersebut adalah bukti yang cukup untuk episode manik dan diagnosa
bipolar 1.
 Catatan :kriteria A-D merupakan episode manik . setidakya satu episode manik
sepanjang hidupnya diperlukan untuk mendiagnosa gangguan bipolar I.
Penegakkan Diagnosis
2. Episode depresif mayor
 Lima atau lebih dari gejala berikut telah ada pada 2 minggu yang sama dan
merepresentasikan sebuah perubahan dari fungsi sebelumnya ; setidaknya satu dari
gejala diantaranya 1) mood depresif atau 2)kehilangan ketertarikan atau kenikmatan.
 catatan : jangan masukkan gejala yang secara jelas berhubungan dengan kondisi
medis yang lain .
1. Suasana hati depresi sepanjang hari, hampir setiap hari, yang terindikasi oleh
beberapa hal subjektif (seperti rasa sedih, kosong, dan tidak punya harapan) atau
yang diperhatikan oleh orang lain (seperti mau menangis)(catatan: pada anak-
anak dan remaja dapat berupa gangguan suasana hati pemarah)
2. Hilangnya gairah dan minat yang jelas dalam hampir segala hal, aktifitas
sepanjang hari, hampir setiap hari yang dilaporkan maupun yang dilihat)
Penegakkan Diagnosis
3. Penurunan berat badan ketika tidak diet atau peningkatan berat badan (perubahan BB
lebih dari 5% dalam satu bulan) atau penurunan atau peningkatan nafsu makan
hampir setiap hari (catatan: pada anak-anak adalah gagal dalam memenuhi berat
badan yang telah ditentukan)
4. Insomnia atau hiperinsomnia hampir setiap hari
5. Psikomotor yang meledak-ledak atau keterlambatan hampir setiap hari (yang dilihat
seperti tidak pernah lelah atau merasa terhambat)
6. Lelah dan kekurangan energi hampir setiap hari
7. Perasaan akan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan (yang mungkin
delusional) hampir setiap hari ( tidak hanya rasa bersalah karena sakit)
8. Hilangnya kemampuan untuk konsentrasi atau berpiki, atau bimbang, hampir setiap
hari( yang siutarakan sendiri atau dilihat orang lain)
9.Pikiran untuk mati (bukan hanya rasa takut akan kematian), ide bunuh diri yang
berulang tanpa rencana apapun, percobaan bunuh diri, atau rencana untuk bunuh
diri.
Penegakkan Diagnosis
 Penyebab gejala tersebut akibat stress yang berkepanjangan atau
gangguan dalam sosial, kerja, atau fungsi-fungsi yang penting
 Episode tersebut tidak bisa dianggap sama dengan efek psikologis
akibat zat dan penggunaan obat
Penegakkan Diagnosis
Gangguan bipolar I
 kriteria telah dipenuhi setidaknya untuk 1 episode manik
(kriteria A-D dalam “episode manik diatas).
 Kejadian episode manik dan depresif mayor tidak digambarkan
dengan lebih baik daripada gangguan skizoafektif, skizofrenia,
gangguan skizofreniform, gangguan delusional , atau spektrum
skizofrenia yang terpesifikasi atau tidak yang lainnya, dan
gangguan psikotik yang lain.
Penegakkan Diagnosis
 Kode dan prosedur pencatatan.
 Kode diagnostk untuk gangguan bipolar 1 berdasarkan oleh tipe
episode yang terkini atau terakhir dan statusnya dengan tingkat
keparahan saat ini, adanya fitur psikotik dan status remisi.
Keparahan saat ini dan fitur psikotik hanya diindikasikan jika
semua kriteria terpenuhi dan sedang tidak terpenuhi untuk
episode manik, hipomanik , atau depresif mayor. Kode sebagai
berikut :
Penegakkan Diagnosis

Episode tidak
Episode manik Episode hipomani Episode depresi terspesifikasi
Gangguan
yang berlangsung yang berlangsung yang berlangsung yang
bipolar I
atau terakhir atau terakhir atau terakhir berlangsung atau
terakhir

Ringan 296.41 296.51


NA NA
(p.154) (F31.11) (F31.31)
Sedang 296.42 296.52
NA NA
(p.154) (F31.12) (F31.32)
296.43 296.53
Berat (p.154) NA NA
(F31.13) (F31.4)
Penegakkan Diagnosis
Episode Episode tidak
Episode manik Episode depresi
hipomanik yang terspesifikasi
Gangguan yang sedang yang sedang
sedang yang berlangsung
bipolar 1 berlangsung atau berlangsung atau
berlangsung atau atau yang
terkini yang terakhir
yang terakhir terakhir

Dengan fitur
296.44 296.54
psikotik NA NA
(F31.2) (F31.5)
***(p.152)

296.55
Dalam remisi 296.45 296.45
(F31.75) NA
parsial (p.154) (F31.73) (F31.73)

Dalam remisi 296.46 296.46


296.56 (F31.76) NA
penuh (p.154) (F31.74) (F31.74)
Tidak 296.40 296.40 296.50
NA
terspesifikasi (F31.9) (F31.9) (F31.9)
Penegakkan Diagnosis
Dalam mencatat nama suatu diagnosis, ketentuan harus didaftar dengan urutan sbb :
ganguan bipolar I, tipe episode sedang berlangsung atau terkini, spesifikasi
keparahan/psikotik/remisi, diikuti oleh spesifikasi tanpa kode sebagaimana diaplikasikan ke
episode yang sedang berlangsung atau paling terakhir.
Spesifikasikan :
 Dengan gangguan ansietas (p.149)
 Dengan fitur campuran (pp.149-150)
 Dengan siklus cepat (pp.150-151)
 Dengan fitur melankolis (p.151)
 Dengan fitur atipikal (pp.151-152)
 Dengan fitur psikotik kongruen mood (p.152)
 Dengan fitur psikotik inkongruen mood (p.152)
 Dengan katatonia (p.152) catatan kode : gunakan kode tambahan 293.89 (F06.1)
 Dengan onset peripartum (pp.152-153)
 Dengan pola musiman (pp.153-154)
Penegakkan Diagnosis
Gangguan Bipolar II
Kriteria diagnostik 296,89 ( F31.81 )
Untuk diagnosis gangguan bipolar II , perlu memenuhi kriteria sebagai berikut
untuk episode hipomania, saat ini atau masa lalu, dan memenuhi kriteria lain berikutnya
untuk episode depresi mayor, saat ini atau masa lalu, :
1. Episode Hypomanik
 Suatu periode tertentu mood yang meningkat,meluas, dan pemarah secara
abnormal dan persisten , serta peningkatan aktifitas atau energy yang abnormal
dan persisten , yang berlangsung selama setidaknya 4 hari berturut-turut da nada
pada sebagian besar waktu dalam sehari, hampir setiap hari.
 Selama periode gangguan mood dan peningkatan energy dan aktifitas, 3 (atau
lebih) dari gejala berikut (empat jika moodnya hanya pemarah) telah persisten ,
merepresentasikan suatu perubahan dari perilaku biasanya , dan telah ada hingga
derajat yang signifikan.
1. Peningkatan kepercayaan diri atau kebesaran.
2. Berkurangnya kebutuhan untuk tidur (misalnya merasa telah cukup beristirahat
setelah 3 jam tertidur).
3. Lebih cerewet dari biasanya atau mengalami tekanan untuk terus berbicara.
4. Flight of ideas atau pengalaman subjektif bahwa pikirannya terus berpacu.
5. Distraktibilitas (misalnya perhatiannya terlalu mudah untuk dialihkan oleh
stimuli eksternal yang tidak penting atau tidak relevan).
6. Meningkatnya aktifitas yang berorientasi suatu tujuan (goal) (baik secara sosial,
dalam pekerjaan , atau sekolah atau secara seksual) atau agitasi psikomotor
(misalnya aktifitas tertentu tanpa tujuan dan tidak berorientasi goal).
7. Meningkatnya keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi
tinggi untuk konsekuensi yang menyakitkan (misalnya terkait dalam investasi
bisnis bodoh, berbelanja berlebihan ).
Penegakkan Diagnosis
 Episodenya berhubungan dengan perubahan yang pasti dalam fungsi yang tidak
dikarakterisasikan oleh individu jika sedang tidak simtomatik.
 Gangguan dalam mood dan perubahan dalam fungsi dapat diamati oleh orang
lain.
 Gangguan tidak cukup parah untuk menyebabkan ketidakseimbangan dalan fungsi
sosial atau okupasional atau tidak terlalu membutuhkan rawat inap. Jika ada fitur
psikotik, secara definisi episodenya disebut manik.
 Episodenya tidak berhubungan dengan efek fisiologis dari suatu zat (misalnya
kecanduan obat, pengobatan, atau terapi)
Penegakkan Diagnosis
 Catatan : sebuah episode hipomanik penuh yang muncul selama terapi
antidepresan (misalnya pengobatan , ECT) tapi bertahan selama tingkat
sindromal penuh dibalik efek fisiologis dari terapinya merupakan bukti
sufisien untuk diagnosa episode hipomanik. Meskipun demikian , sikap
berhati-hati diindikasikan agar satu atau dua gejala (terutama
peningkatan iritabilitas, atau agitasi yang mengikuti penggunaan
antidepresan) tidak dianggap sebagai sufisien untuk diagnosis dari
episode hipomanik, tidak secara penting mengindikasikan diathesis
bipolar.
 Catatan : kriteria A-F menunjukkan episode hipomanik . episode
hipomanik umum dalam gangguan bipolar I namun tidak diperlukan
dalam diagnosa bipolar 1.
Penegakkan Diagnosis
2. Episode depresif mayor
 Lima atau lebih dari gejala berikut telah ada pada 2 minggu yang sama dan
merepresentasikan sebuah perubahan dari fungsi sebelumnya ; setidaknya satu dari
gejala diantaranya 1) mood depresif atau 2) kehilangan ketertarikan atau
kenikmatan.
catatan : jangan masukkan gejala yang secara jelas berhubungan dengan kondisi
medis yang lain .
1. Suasana hati depresi sepanjang hari, hampir setiap hari, yang terindikasi oleh
beberapa hal subjektif (seperti rasa sedih, kosong, dan tidak punya harapan)
atau yang diperhatikan oleh orang lain (seperti mau menangis)(catatan: pada
anak-anak dan remaja dapat berupa gangguan suasana hati pemarah)
2. Hilangnya gairah dan minat yang jelas dalam hampir segala hal, aktifitas
sepanjang hari, hampir setiap hari yang dilaporkan maupun yang dilihat)
Penegakkan Diagnosis
3. Penurunan berat badan ketika tidak diet atau peningkatan berat badan (perubahan
BB lebih dari 5% dalam satu bulan) atau penurunan atau peningkatan nafsu makan
hampir setiap hari (catatan: pada anak-anak adalah gagal dalam memenuhi berat
badan yang telah ditentukan)
4. Insomnia atau hiperinsomnia hampir setiap hari
5. Psikomotor yang meledak-ledak atau keterlambatan hampir setiap hari (yang dilihat
seperti tidak pernah lelah atau merasa terhambat)
6. Lelah dan kekurangan energi hampir setiap hari
7. Perasaan akan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan (yang mungkin
delusional) hampir setiap hari ( tidak hanya rasa bersalah karena sakit)
8. Hilangnya kemampuan untuk konsentrasi atau berpiki, atau bimbang, hampir setiap
hari( yang siutarakan sendiri atau dilihat orang lain)
9. Pikiran untuk mati (bukan hanya rasa takut akan kematian), ide bunuh diri yang
berulang tanpa rencana apapun, percobaan bunuh diri, atau rencana untuk bunuh
diri.
Penegakkan Diagnosis
 Penyebab gejala tersebut akibat stress yang berkepanjangan atau
gangguan dalam sosial, kerja, atau fungsi-fungsi yang penting
 Episode tersebut tidak bisa dianggap sama dengan efek psikologis
akibat zat dan penggunaan obat
Penegakkan Diagnosis
 Catatan: kriteria A-C menunjukkan episode depresif mayor
 Catatan: respon terhadap suatu kehilangan (seperti bangkrut, bencana
alam, sakit yang parah atau ketidakmampuan) dapat berupa rasa sedih
yang sangat, mengingat terus hal-hal yang telah hilang, insomnia, nafsu
makan yang menurun, dan berkurangnya berat badan seperti yang
tertera pada criterion A, yang dapat disamakan dengan episode
depresif. Meskipun gejala tersebut dapat dimengerti dan dianggap
sesuai dengan kehilangan tersebut, keberadaan episode depresif mayor
sebagai tambahan dari respon normal terhadap rasa kehilangan yang
sangat perlu diperhatikan. Keputusan ini membutuhkan latihan
terhadap penilaian klinis berdasarkan riwayat individu dan norma
budaya untuk mengekspresikan kesedihan dalam konteks kehilangan.
Penegakkan Diagnosis
Gangguan bipolar II
 Kriteria yang telah disusun menunjukkan bahwa setidaknya satu episode hipomania
(kriteria A-F pada “episode hipomania” diatas) dan setidaknya satu episode depresif
mayor ( kriteria A-C pada “episode depresif mayor” diatas)
 Tidak pernah ada episode mania
 Kejadian episode mania dan episode depresif mayor tidak bisa dijelaskan dengan baik
seperti pada gangguan schizoactive, schizofrenia, gangguan schizofreniform,
gangguan delusi, atau schizofrenia yang terdefinisi atau tidak terdefinisi lainnya dan
gangguan psikotik lainnya
 Gejala depresi atau tidak terprediksi yamg diakibatkan oleh peruhana yang yang
sering antara periode depresi dan hipomania yang menyebabkan kesulitan dan
gangguan dalam sosisal, lingkungan pekerjaan, dan tempat fungsi yang lainnya.
Penegakkan Diagnosis
 Kode dan prosedur pencatatan
Gangguan bipolar tipe II memiliki satu kode diagnostik: 296.89 (F31.81).
Status ini tidak dapat dikodekan berdasarkan tingkat keparahan, keberadaan gejala
psikotik dan hal lainnya yang mengikuti tetapi harus diindikaiskan dengan mencatat
(seperti 296.89 [F31.81] gangguan bipolar II, episode saat depresi, keparahan
sedang, dengan gejala yang menyertai ; 296.89 [F31.81] gangguan bipolar II episode
depresi terbaru, remisi parsial)
Spesifikasi episode saat atau terbaru :
 Hipomania
 Depresi
Di khususkan jika:
 Dengan gangguan cemas (halaman 149)
 Dengan ciri-ciri campuran (halaman 149-150)
Penegakkan Diagnosis
GANGGUAN SIKLOTIMIK
Kriteria Diagnostik 301.13 (F34.0)
 Minimal selama 2 tahun (minimal 1 tahun pada anak-anak dan remaja)
terdapat banyak periode dengan gejala hipomanik yang tidak
memenuhi kriteria episode hipomanik dan banyak periode dengan
gejala depresif yang tidak memenuhi kriteria episode depresif mayor.
 Selama lebih dari 2 tahun (1 tahun pada anak-anak dan remaja), terjadi
periode hipomanik dan depresi selama minimal setengah dari periode
tersebut dan individu tersebut tidak pernah bebas gejala selama lebih
dari 2 bulan berturut-turut.
 Tidak pernah memenuhi criteria episode depresif mayor, manic
maupun hipomanik.
Penegakkan Diagnosis
 Gejala pada criteria A juga tidak dapat digolongkan ke dalam gangguan
skizoafektif, skizofrenia, gangguan skizofreniform, gangguan
delusional, atau spectrum skizofrenia spesifik dan tidak spesifik
lainnya, atau gangguan psikotik lainnya.
 Gejala-gejala tersebut tidak disebabkan oleh efek fisiologis akibat
substansi-substansi (seperti penyalahgunaan obat & pengobatan) atau
kondisi medis lainnya (seperti hipotiroid).
 Gejala-gejala tersebut menimbulkan distress atau gangguan yang
signifikan pada aspek social, pekerjaan atau area fungsional penting
lainnya.
Dikhususkan bila :
Dengan gangguan cemas (lihat hal. 149)
Penegakkan Diagnosis
Gangguan Bipolar Spesifik Lainnya 296,89 (F31.89)
 Kategori ini berlaku untuk kemunculan karakteristik gejala dari bipolar
dan gangguan lainnya yang menyebabkan distress klinis signifikan atau
gangguan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau penting lainnya
berfungsi mendominasi tetapi tidak memenuhi kriteria lengkap untuk
salah satu Gangguan bipolar spesifik lainnya. Gangguan bipolar spesifik
lainnya digunakan dalam situasi di mana dokter memilih untuk
mengkomunikasikan alasan tertentu bahwa presentasi tidak memenuhi
kriteria untuk Gangguan bipolar spesifik lainnya . Hal ini dilakukan
dengan merekam "bipolar tipelain dan gangguan lainnya" diikuti
dengan alasan tertentu (misalnya, "durasi pendek cyclothymia").
Penegakkan Diagnosis
 Contoh gejala yang dapat ditentukan dengan menggunakan "spesifik
lainnya" meliputi:
 Episode pendek durasi hypomanic (2-3 hari) dan episode depresi
mayor: didapatkan satu atau lebih episode depresi mayor pada individu
yang gejalanyatidak pernah memenuhi kriteria penuh untuk episode
manik atau hypomanic tetapi yang telah mengalami dua atau lebih
episode durasi pendek hypomania yang memenuhi kriteria gejala
lengkap untuk episode hypomanic tapi itu hanya berlangsung selama 2-
3 hari. Episode gejala hypomanie tidak tumpang tindih dalam waktu
dengan episode depresi mayor, sehingga gangguan tidak memenuhi
kriteria untuk episode depresi mayor dengan ciri campuran.
Penegakkan Diagnosis
 Episode hypomania sebelumnya tanpa episode depresi mayor : Satu atau lebih
episode hypomanic dalam individu yang gejalanyatidak pernah memenuhi
semuakriteria untuk episode depresi mayor atau episode manic. Jika hal ini terjadi
pada seorang individu dengan diagnosis gangguan depresi persisten (dysthymia),
kedua diagnosis dapat diterapkan secara bersamaan selama periode ketika
semuakriteria untuk episode hypomanie terpenuhi.
 Siklotimia durasi pendek (kurang dari 24 bulan): Beberapa episode gejala hypomanie
yang tidak memenuhi kriteria untuk episode hypomanie dan beberapa episode gejala
depresi yang tidak memenuhi kriteria untuk episode depresi mayor yang bertahan
selama kurang dari 24 bulan (kurang dari 12 bulan untuk anak-anak atau remaja)
dalam individu yang presentasi tidak pernah memenuhi semuakriteria untuk depresi,
manik, atau episode hypomanie dan tidak memenuhi kriteria untuk gangguan
psikotik. Selama gangguan, hypomanie atau gejala depresi yang munculpadaindividu
belum tanpa gejala selama lebih dari 2 bulan pada satu waktu, dan gejala
menyebabkan penderitaan atau gangguan yang bermakna secara klinis.
Penegakkan Diagnosis
Bipolar yang tidak terklasfikasikan dan gangguan lainnya 296,80 (F31.9)
 Kategori ini berlaku untuk kemunculan adanya karakteristik gejala dari bipolar dan
gangguan lainnya yang menyebabkan distress klinis signifikan atau gangguan dalam
bidang sosial, pekerjaan, atau penting lainnya berfungsi mendominasi tetapi tidak
memenuhi kriteria lengkap untuk salah satu gangguan bipolar dan di gangguan terkait
kelas diagnostik. Bipolar yang tidak terklasfikasikan dan gangguan lainnya digunakan
dalam situasi di mana dokter memilih untuk tidak menentukan alasan bahwa kriteria
tidak terpenuhi untuk gangguan bipolar yang tidak terklasfikasikan dan gangguan
lainnya, dan termasuk gejala di mana ada informasi yang cukup untuk membuat
diagnosis yang lebih spesifik (misalnya, dalam pengaturan ruang gawat darurat).
Penegakkan Diagnosis
Specifier untuk Bipolar dan Gangguan lainnya
Di khususkan jika:
 Dengan gangguan cemas: setidaknya terdapatdua dari gejala berikut selama
sepanjang hari episode saat ini atau mania, hypomania, atau depresi:
 Merasa terkekekang atau tegang.
 Merasa luar biasa gelisah.
 Kesulitan berkonsentrasi karena khawatir.
 Ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.
 Merasa bahwa individu mungkin kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
 Tentukan keparahan saat ini:
 Ringan: Dua gejala.
 Sedang: Tiga gejala.
 Sedang-berat: Empat atau lima gejala.
 Berat: Empat atau lima gejala motorik dengan agitasi.
FARMAKOTERAPI
Pendekatan farmakoterapeutik terhadap gangguan bipolar telah menimbulkan
perubahan besar dalam pengobatannya dan secara dramatis telah mempengaruhi
perjalanan gangguan bipolar dan menurunkan biaya bagi penderita.
Penatalaksanaan Kedaruratan Agitasi Akut Pada Gangguan Bipolar
Lini 1
Terapi:
Injeksi IM aripiprazol efektif untuk pengobatan agitasi pada pasien dengan episode
mania atau campuran akut. Dosis adalah 9,75 mg/injeksi. Dosis maksimum adalah
29,25 mg/hari (tiga kali injeksi perhari dengan interval dua jam). Berespon dalam 45-
60 menit.
Injeksi IM olanzapin efektif untuk agitasi pada pasien dengan episode mania atau
campuran akut. Dosis 10 mg/injeksi. Dosis maksimum adalah 30 mg/hari. Berespon
dalam 15-30 menit. Interval pengulangan injeksi adalah dua jam. Sebanyak 90% pasien
menerima hanya satu kali injeksi dalam 24 jam pertama. Injeksi lorazepam 2 mg/injeksi.
Dosis maksimum Lorazepam 4 mg/hari. Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi IM
Aripiprazol atau Olanzapin. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik karena
mengganggu stabilitas antipsikotika.
Lini 2
Terapi:
Injeksi IM Haloperidol yaitu 5 mg/kali injeksi. Dapat diulang setelah 30 menit.
Dosis maksimum adalah 15 mg/hari.
Injeksi IM Diazepam yaitu 10 mg/kali injeksi. Dapat diberikan bersamaan dengan
injeksi haloperidol IM. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik.
Penatalaksanaan Terapi Farmakologi Pada Mania Akut
Lini 1
Terapi:
Litium, diivalproat, olanzapin, risperidon, quetiapin, quetiapin XR, aripiprazol,
litium atau divalproat + risperidon, litium atau divalproat + quetiapin, litium atau
divalproat + olanzapin, litium atau divalproat + aripiprazol.
Lini 2
Terapi:
Karbamazepin, Terapi Kejang Listrik (TKL), litium + divalproat, paripalidon
Lini 3
Terapi:
Haloperidol, klorpromazin, litium atau divalproat haloperidol, litium
+karbamazepin, klozapin
PROGNOSIS
 Prognosis tergantung pada penggunaan obat-obatan dengan dosis
yang tepat, pengetahuan komprehensif mengenai penyakit ini dan
efeknya, hubungan positif dengan dokter dan therapist, kesehatan
fisik. Semua faktor ini merujuk ke prognosis bagus.
 Akan tetapi prognosis pasien gangguan bipolar I lebih buruk
dibandingkan dengan pasien dengan gangguan depresif berat. Kira-
kira 40%-50% pasien gangguan bipolar I memiliki episode manik
Kedua dalam waktu dua tahun setelah episode pertama. Kira-kira
7% dari semua pasien gangguan bipolar I tidak menderita gejala
rekurensi, 45% menderita lebih dari satu episode, dan 40%
menderita gangguan kronis. Pasien mungkin memiliki 2 sampai 30
episode manik, walaupun angka rata-rata adalah Sembilan episode.
Kira-kira 40% dari semua pasien menderita lebih dari 10 episode.
DAFTAR PUSTAKA
Kaplan H.I, Sadok B.J. Comprensive Textbook Of Psychiatry William & Walkins 5th Edition, USA:
1998.
Maramis, W. F, Ilmu Kedokteran Jiwa edisi 2, Surabaya: Pusat penerbitan dan percetakan;
2009.
Maslim R, Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa, Jakarta: Rujukan Ringkasan dari PPGDJ-
III; 2001.
Nevid, Jeffrey S., Rathus, Spencer A., & Greene, Beverly, Psikologi Abnormal. Edisi Kelima
Jilid Pertama, Penerbit Erlangga: Jakarta; 2009.
Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ III) Cetakan kedua,
Direktorat Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta; 2013.
American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorder : fift edition
(DSM-5). United states of America : APA 2013.
TERIMA KASIH