Anda di halaman 1dari 45

JAMINAN KEBENDAAN DAN

JAMINAN PERORANGAN

Dr. Diah Sulistyani RS, SH, CN, MHum & Dr. Udin Narsudin, SH, SpN, M.Hum.
(Notaris, PPAT, Pejabat Lelang Kelas II, Kota Administrasi Jakarta Barat , Dosen) dan
(Notaris, PPAT, Kota Tangerang Selatan , Dosen)

Pembekalan Ujian Pengangkatan Notaris Bagi Anggota Luar Biasa


PENGURUS PUSAT IKATAN NOTARIS INDONESIA
Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta
Senin, 9 April 2018
JAMINAN KEBENDAAN DAN JAMINAN PERORANGAN

LEMBAGA JAMINAN KREDIT


DR.DIAH SULISTYANI RS,SH,CN,MHUM
NOTARIS JAKARTA BARAT
HP.082261555627/WA. 087888763598

APABILA TERJADI KREDIT MACET PERBANKAN,


JAMINAN ADALAH YANG PERTAMA KALI
MENJADI PERHATIAN
UNTUK MEMANTAPKAN KEYAKINAN KREDITOR
BAHWA DEBITOR AKAN MENGEMBALIKAN
PINJAMANNYA SETELAH JANGKA WAKTU PINJAMAN
BERAKHIR :
1. PASAL 1131 KUHPERDATA :
SEGALA HARTA KEKAYAAN DEBITOR, BAIK YG
BERGERAK MAUPUN YG TIDAK BERGERAK BAIK
YG SUDAH ADA MAUPUN YG BARU AKAN ADA DI
KEMUDIAN HARI MENJADI JAMINAN UNTUK
SEGALA PERIKATAN DEBITOR.
3
3
2. PASAL 1132 KUHPERDATA :
HARTA KEKAYAAN DEBITOR MENJADI AGUNAN
BERSAMA-SAMA BAGI SEMUA KREDITORNYA.
HASIL PENJUALAN HARTA KEKAYAAN ITU DIBAGI-
BAGI MENURUT KESEIMBANGAN, YAITU MENURUT
PERBANDINGAN BESAR KECILNYA TAGIHAN
MASING-MASING KREDITOR, KECUALI APABILA
DIANTARA PARA KREDITOR ITU TERDAPAT
ALASAN YANG SAH UNTUK DIDAHULUKAN
DARIPADA KREDITOR LAINNYA.
4
4
KEPERCAYAAN SEBAGAI DASAR PEMBERIAN
KREDIT :

1. KEMAUAN DEBITOR UNTUK MENGEMBALIKAN


UTANGNYA.
2. KEPERCAYAAN KREDITOR KEPADA DEBITOR .
.

5
5
DAPAT DINILAI
UANG, KARENA
UTANG YG DIJAMIN
O BERUPA UANG
B
Y
E MEMPUNYAI SIFAT DAPAT
K DIPINDAHTANGANKAN,
APABILA DEBITOR CIDERA UNSUR –UNSUR
JANJI BENDA YG DIJAMINKAN POKOK JAMINAN KREDIT
AKAN DIJUAL
J
A
M
I TERMASUK HAK YG DIDAFTAR
MENURUT PERATURAN
N TENTANG PENDAFTARAN TANAH
YG BERLAKU, ASAS PUBLISITAS
A (HAK PREFERENT DAN ADA
OBYEK
N JAMINAN YG TIDAK ADA
LEMBAGA PENDAFTARAN
(TIDAK ADA HAK PREFERENT)
HUKUM JAMINAN

HUKUM YANG MENGATUR HAK TANGGUNGAN ADALAH :


1. UUPA: PASAL 25, 33,39,51 : HM,HGU,HGB SEBAGAI OBYEK
HAK TANGGUNGAN .
2. UU NO.4 TAHUN 1996.
3. PP NO.24 TAHUN 1997 TENTANG PENDAFTARAN TANAH.
4. PERATURAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BPN
NO.3 TAHUN 1997 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN
PP 24 TAHUN 1997..
5. PERATURAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BPN
NO.4 TAHUN 1996 TENTANG PENETAPAN BATAS WAKTU
PENGGUNAAN SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK
TANGGUNGAN (SKMHT) UTK MENJAMIN PELUNASAN
KREDIT KREDIT TERTENTU

7
UU NO.4 TAHUN 1996
FUNGSI LEMBAGA HAK
JAMINAN ATAS TANAH

MEMENUHI ASAS
SELALU SPESIALITAS DAN MUDAH DAN
MEMBERI MENGIKUTI
KEDUDUKAN
PUBLISITAS PASTI
OBYEK YG SEHINGGA
DIUTAMAKAN DIJAMINKAN MENGIKAT PIHAK PELAKSANAAN
ATAU DLM TANGAN KETIGA DAN EKSEKUSINYA
MENDAHULU SIAPAPUN OBYEK MEMBERIKAN
KEPASTIAN HUKUM
KEPADA ITU BERADA
KEPADA PIHAK YG
PEMEGANGNYA BERKEPENTINGAN
PASAL 1131 •KEADILAN / JUSTICE PASAL 1132
KUH PERDATA •KEMANFAATAN (UTILITY) KUH PERDATA
•KEPASTIAN HUKUM

UU NO 4 TAHUN 1996
TENTANG HAK
TANGGUNGAN

1. ASAS DROIT DE PREFERENCE


2. ASAS DROIT DE SUITE
3. HAK TANGGUNGAN TDK DAPAT DIBAGI BAGI.
4. KEMUDAHAN DAN KEPASTIAN PELAKSANAAN
EKSEKUSINYA.
5. KEPASTIAN TGL KELAHIRAN HAK TANGGUNGAN.
6. ASAS SPESIALITAS
7. ASAS PUBLISITAS.
6. SIFAT ACCESSOIR
DAPAT DINILAI
UANG, KARENA UNSUR :
UTANG YG DIJAMIN
1. HT ADLH HAK
BERUPA UANG JAMINAN UTK
O PELUNASAN UTANG.

B 2. OBYEK HT ADALAH
HAK ATAS TANAH
Y MEMPUNYAI SIFAT DAPAT MENURUT UUPA.

E DIPINDAHTANGANKAN,
APABILA DEBITOR CIDERA UNSUR –UNSUR
3. HT DPT DIBEBANKAN
ATAS TANAH SAJA
K JANJI BENDA YG DIJAMINKAN POKOK HT TETAPI DPT PULA
AKAN DIJUAL DIBEBANKAN BERIKUT
BENDA LAIN YG
MERUP SATU
H KESATUAN.

T 4. UTANG YG DIJAMIN
HARUS SUATU UTANG
TERTENTU.
TERMASUK HAK YG DIDAFTAR
MENURUT PERATURAN 5. MEMBERIKAN
TENTANG PENDAFTARAN TANAH KEDUDUKAN YG
YG BERLAKU, ASAS PUBLISITAS DIUTAMAKAN

KEPADA KREDITOR
TERTENTU THDP
KREDITOR KREDITOR
LAIN.
EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN :

Menurut hukum, pada dasarnya setiap penyelesaian


hutang atau kredit macet yg bertujuan akhir
mengeksekusi jaminan hutang harus melalui gugatan
Pengadilan Negeri untuk mendapatkan putusan hukum
yang tetap.

Untuk menghindari penyelesaian melalui gugatan


Pengadilan Negeri yg berlarut-larut, UU memberikan
pengecualian mengenai cara penyelesaian hutang atau
kredit macet.
Pasal 6 UU Hak Tanggungan : (tanpa diperlukan
perintah Ketua PN).
menegaskan bahwa pemegang Hak Tanggungan
pertama mempunyai hak menjual obyek Hak
tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui
Pelelangan Umum serta mengambil pelunasan
piutangnya dari hasil penjualan jaminan tersebut.
Berdasarkan Sertifikat Hak Tanggungan yang
memiliki irah2 :
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG
MAHA ESA.
PASAL 14 UU HAK TANGGUNGAN :

Di dalam sertifikat Hak Tanggungan telah


memuat janji2 Hak Tanggungan
khususnya janji untuk menjual dengan
kekuasaan sendiri yg tercantum dalam
Akta Pemberian Hak Tanggungan,
disebut “PARATE EKSEKUSI “
LANJUTAN EKSEKUSI DENGAN
PASAL 14 UU HAK TANGGUNGAN :

Dengan memiliki Sertifikat HT , Kreditur


tidak perlu mengajukan gugatan kepada
debitor yg cidera janji tetapi dapat
mengajukan permohonan eksekusi oleh
kreditor pemegang HT kepada Ketua PN
dgn menyerahkan sertifikat HT sbg
dasarnya.
Eksekusi dilaksanakan atas perintah
Ketua PN melalui pelelangan umum yg
dilakukan oleh Kantor Lelang Negara.
PASAL 20 UU HAK TANGGUNGAN :

MENGATUR TENTANG KEMUNGKINAN EKSEKUSI


DI BAWAH TANGAN YAITU EKSEKUSI YANG
DILAKUKAN SENDIRI ATAS DASAR KESEPAKATAN
ANTARA KREDITUR DENGAN PEMBERI HAK
TANGGUNGAN (PEMILIK JAMINAN)
SYARAT EKSEKUSI DI BAWAH TANGAN :
1. Diberitahukan secara tertulis oleh
kreditur/pemegang Hak Tanggungan kepada
pihak-pihak yg berkepentingan atau diumumkan
sedikit-dikitnya melalui surat kabar yg beredar di
daerah dan/atau media massa setempat.
2. Dilakukan setelah 1 bulan sejak diberitahukan
secara tertulis kepada yg berkepentingan atau
sejak diumumkan melalui surat kabar tersebut.
3. Tidak ada pihak-pihak yg menyatakan
keberatan.
MUATAN WAJIB AKTA APHT

17
MUATAN WAJIB AKTA APHT

1. NAMA DAN IDENTITAS PEMBERI DAN PENERIMA


HT;
2. DOMISILI PIHAK-PIHAK TERSEBUT;
3. PENUNJUKAN SECARA JELAS UTANG ATAU UTANG-
UTANG YANG DIJAMIN, YANG MELIPUTI JUGA
NAMA & IDENTITAS DEBITOR KALAU MEMBERI HT
BUKAN/ DEBITOR;
4. NILAI TANGGUNGAN ;
5. URAIAN JELAS MENGENAI OBYEK HT.
JANJI-JANJI

JANJI FAKULATIF BISA JANJI YANG


YANG BOLEH BERKAITAN :
DIKURANGI ATAUPUN JANJI YANG
•PASAL 6 UUTH DILARANG PASAL 12
DITAMBAH, ASAL TIDAK •PASAL 1178 (2)
BERTENTANGAN KUHPER DATA
DENGAN KETENTUAN
UUHT (PASAL 2)
P
I HT UNTUK MENJAMIN PELUNASAN
U PIUTANG KREDITOR (PASAL 3)
T  SIFAT ACCESSOIR
A
N
PIUTANG YANG SUDAH ADA DAN
G
YANG DIPERJANJIKAN
 MISAL : BANK GARANSI SYARAT
Y
A SPESIALITAS
N JUMLAH PIUTANG :
G 1. NILAI HT
2. KEPASTIAN JUMLAH PIUTANG
D
I
J
A PEMBAHARUAN DAN PERUBAHAN PERJANJIAN KATA-KATA :
M PERJANJIAN UTANG PIUTANG TERSEBUT DIATAS DAN
I PENAMBAHAN, PERUBAHAN, PERJANJIAN SERTA
PEMBARUANNYA (SELANJUTNYA DISEBUT PERJANJIAN
N
UTANG PIUTANG)
PEMBERIAN HT AKTA DIBUAT OLEH PPAT :
1. PERAT MENT NEG
DENGAN AKTA
AGRARIA/KEPALA BPN NO. 3/
OTENTIK 1996
2. PASAL 96 (2) PERAT MENT 3/97 P
E
R S
DISEBUT SECARA JELAS :
PERLINDUNGAN 1. PIUTANG YANG DIJAMIN; L E
DEBITOR BAGI SYARAT 2. JUMLAH DAN NILAI HT; I I
DEBITOR,
PEMBERI SPESIALITAS 3. NAMA, IDENTITAS, DOMISILI N M
PEMBERI HT & KREDITOR; B
HUTANG DAN D
PIHAK KE III 4. URAIAN OBYEK HUTANG.
U A
N N
DIDAFTARKAN DI G G
SYARAT
PUBLISITAS KANTOR PERTANAHAN A
(PASAL 13 UUHT) N

JANJI YANG PASAL 12 DILARANG JANJI, APABILA


DILARANG DEBITOR CIDERA JANJI, KREDITOR
PASAL. 12, 18,19, AKAN MENJADI PEMILIK OBYEK
20, 22 HUTANG
UU NO 42 TAHUN 1999
TENTANG JAMINAN FIDUSIA

Pasal 1 UUJF :

Fidusia adalah pengalihan hak


kepemilikan suatu benda atas dasar
kepercayaan dengan ketentuan bahwa
benda yg hak kepemilikannya dialihkan
tetap dalam penguasaan pemilik benda.

22
JAMINAN FIDUSIA ADALAH :

HAK JAMINAN ATAS BENDA BERGERAK BAIK YG


BERWUJUD MAUPUN YG TIDAK BERWUJUD DAn
BENDA TIDAK BERGERAK KHUSUSNYA BANGUNAN YG
TIDAk DAPAT DIBEBANI HAK TANGGUNGAN
SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAm UU NO.4 TAHUN
1996 TENTANG HAK TANGGUNGAN YG TETAP BERADA
DALAm PENGUASAAN PEMBERI FIDUSIA, SEBAGAi
AGUNAN BAGI PELUNASAN UTANG TERTENTU, YG
MEMBERI KEDUDUKAN YG DIUTAMAKAN KEPADA
PENERIMA FIDUSIA TERHADAP KREDITOR LAINNYA.
Pasal 3 :
UUJF ini tidak berlaku terhadap :

a. Hak Tanggungan yg berkaitan dengan tanah dan


bangunan, sepanjang peraturan perundang-undangan
yg berlaku menentukan jaminan atas benda-benda tsb
wajib didaftar.
b. Hipotik atas kapal yg terdaftar dg isi kotor berukuran
20 M3 atau lebih.
c. Hipotik atas pesawat terbang.
d. Gadai.
Pasal 5 :
Pembebanan Jaminan Fidusia dengan Akta Notaris
dalam Bahasa Indonesia

Pasal 6 : Akta Jaminan Fidusia memuat :


a. Identitas pihak Pemberi dan Penerima Fidusia.
b. Data perjanjian pokok yg dijamin fidusia.
c. Uraian mengenai benda yg menjadi obyek jaminan
fidusia.
d. Nilai penjaminan.
e. Nilai benda yg menjadi obyek jaminan fidusia.
PASAL 11
Pendaftaran Jaminan Fidusia

Benda yg dibebani jaminan fidusia


wajib didaftarkan di Kantor
Pendaftaran Jaminan Fidusia.
PASAL 17
LARANGAN FIDUSIA ULANG

Pemberi Fidusia dilarang


melakukan fidusia ulang terhadap
benda yg menjadi obyek jaminan
fidusia yg sudah terdaftar.
USULAN LAW REFORM TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR
42 TAHUN 1999

AMANDEMEN

PASAL 11 UUJF PASAL 5 AKTA PASAL 17


PENDAFTARAN OBYEK JAMINAN FIDUSIA LARANGAN FIDUSIA
JAMINAN FIDUSIA NOTARIIL ULANG

SUDAH ADA SANKSI TEGAS DATABASE DI KANTOR


JANGKA WAKTU PENDAFTARAN JAMINAN
FIDUSIA HARUS BISA
DIAKSES

•KEADILAN PARA PIHAK


•PERLINDUNGAN KEPENTINGAN PARA PIHAK
•KEPASTIAN HUKUM
PERLINDUNGAN HUKUM

PARA PIHAK

KREDITOR / DEBITOR PEMBERI PIHAK LAIN


PENERIMA FIDUSIA/ •CALON PEMBELI
FIDUSIA PENJAMIN •CALON KREDITOR
( TAKE OVER)
•NOTARIS
SUBYEK JAMINAN FIDUSIA :
1. PEMBERI FIDUSIA :
Orang perseorangan atau korporasi pemilik benda yang
menjadi obyek jaminan fidusia.

- PEMBERI FIDUSIA dapat dilakukan oleh debitor sendiri dan


dapat juga dilakukan oleh pihak ketiga.

2. PENERIMA FIDUSIA :
Orang perseorangan atau korporasi yang mempunyai piutang yang
pembayarannya dijamin dengan jaminan fidusia.

Pendaftaran Jaminan Fidusia dilaksanakan di tempat


Kedudukan Pemberi Fidusia
PROSES TERJADINYA JAMINAN FIDUSIA :

1. PEMBEBANAN JAMINAN FIDUSIA.


- DIBUAT DENGAN AKTA NOTARIS dalam Bahasa
Indonesia dan merupakan Akta Jaminan Fidusia.

ALASAN UU DENGAN AKTA NOTARIS :


Akta Notaris adalah Akta Otentik sehingga memiliki
kekuatan pembuktian sempurna.

Dalam Akta Jaminan Fidusia selain dicantumkan hari dan tanggal,


juga dicantumkan waktu (jam) pembuatan akta tersebut.
AKTA JAMINAN FIDUSIA MEMUAT :

1. IDENTITAS PIHAK PEMBERI DAN PENERIMA FIDUSIA.


2. DATA PERJANJIAN POKOK YANG DIJAMIN
- Macam Perjanjian.
- Utang yang dijamin dengan fidusia.
3. Uraian mengenai benda yang menjadi obyek
jaminan Fidusia.
4. Nilai penjaminan.
5. Nilai benda yang dijadikan obyek jaminan fidusia.
2. PENDAFTARAN JAMINAN FIDUSIA.

Tujuan pendaftaran :
a. Melahirkan jaminan fidusia bagi Penerima
Fidusia.
b. Memberi kepastian kepada kreditor lain
mengenai benda yang telah dibebani
jaminan fidusia.
c. Memberikan hak yang didahulukan
terhadap kreditor.
d. Asas publisitas karena kantor pendaftaran
terbuka untuk umum.

Jaminan Fidusia lahir pada tanggal yang sama dengan


tanggal dicatatnya jaminan fidusia pada Buku Daftar
Fidusia.
HAPUSNYA JAMINAN FIDUSIA
1. Hapusnya utang yang dijamin dengan
fidusia.
2. Pelepasan hak atas jaminan fidusia
oleh Penerima Fidusia.
3. Musnahnya benda yang menjadi obyek
jaminan fidusia.
Apabila diasuransikan maka klaim
asuransi menjadi pengganti.
Apabila Jaminan Fidusia hapus, Penerima Fidusia
memberitahukan kepada Kantor Pendaftaran Fidusia
dengan melampirkan pernyataan mengenai hapusnya
utang, pelepasan hak, atau musnahnya obyek jaminan
fidusia.
Dengan hapusnya Jaminan Fidusia, Kantor Pendaftaran
Fidusia mencoret pencatatan jaminan fidusia dari Buku
Daftar Fidusia, selanjutnya Kantor Pendaftaran Fidusia
menerbitkan surat keterangan yg menyatakan Buku
Pendaftaran Fidusia yg bersangkutan tsb tidak berlaku
lagi. ( Sekarang dilakukan secara on line dengan ROYA on
line )
EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA :
1. Pelaksanaan Titel Eksekutorial oleh
Penerima Fidusia.
2. Penjualan benda yang menjadi obyek jaminan
fidusia atas kekuasaan Penerima Fidusia melalui
pelelangan umum, serta mengambil pelunasan
piutangnya dari hasil penjualan.

3. Penjualan di bawah tangan yang dilakukan berdasarkan


kesepakatan antara Pemberi dan Penerima Fidusia jika
dengan cara demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang
menguntungkan para pihak.
SYARAT : 1. Setelah lewat waktu 1 (satu) bulan sejak
diberitahukan secara tertulis.
2. Diumumkan sedikitnya dalam 2 *dua) surat kabar.
KETENTUAN PIDANA :
PASAl 35 DAN 36 UUJF

BERTUJUAN :

1. Memperkuat norma
kelembagaan.
2. Moralitas Individu dan sosial.
3. Melindungi pihak2 yang
beritikad baik.
CONSTITUTUM POSSESSORIUM
PENYERAHAN HAK MILIK ATAS BENDA
JAMINAN DARI PEMBERI JAMINAN KEPADA
KREDITUR DILAKSANAKAN SECARA FORMAL
SAJA.

ARTI :

KESEMUANYA HANYA DINYATAKAN DALAM AKTA SAJA,


SECARA RIIL BENDA JAMINAN TETAP SAJA ADA
DALAM PENGUASAAN PEMBERI JAMINAN.

HAK MILIKNYA DISERAHKAN TETAPI BENDANYA TETAP


DIKUASAI OLEH PEMBERI JAMINAN.
USULAN LAW REFORM TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR
42 TAHUN 1999

DALAM BENTUK
AMANDEMEN UU

PASAL 11 UUJF PASAL 5 AKTA


JAMINAN FIDUSIA PASAL 7 LARANGAN
PENDAFTARAN OBYEK
JAMINAN FIDUSIA NOTARIIL FIDUSIA ULANG

ADA JANGKA DATABASE DI KANTOR


SANKSI TEGAS PENDAFTARAN
WAKTU
JAMINAN FIDUSIA

•KEADILAN PARA PIHAK


•PERLINDUNGAN KEPENTINGAN PARA PIHAK
•KEPASTIAN HUKUM
PERLINDUNGAN HUKUM

PARA PIHAK

KREDITOR / DEBITOR PEMBERI PIHAK LAIN


PENERIMA FIDUSIA/ •CALON PEMBELI
FIDUSIA PENJAMIN •CALON KREDITOR
( TAKE OVER)
•NOTARIS
BORGTOCHT (PENJAMINAN UTANG ) BUKU III BAB XVII
PASAL 1820-1850
SIFAT-SIFAT BORGTOCHT

BESARNYA
PENJAMINAN
TIDAK SEBESAR HUTANG
BERSIFAT JAMINAN MEMPUNYAI
PERORANGAN POKOK
ACCESSOIR HAK ( PASAL 1822 KUH
PREFERENT PERDATA)
AKTA PENJAMINAN ATAU AKTA BORGTOCHT

ISI AKTA BORGTOCHT

DASAR PERJANJIAN
IDENTITAS KREDIT
NILAI
DAN DATA-DATA PENJAMINAN JANJI-JANJI DARI
PENJAMIN PERJANJIAN ARTINYA PENJAMIN
DAN KREDITUR DAN URAIAN BESARNYA
NAMA
YG LENGKAP DEBITUR :
HUTANG YG
PERJANJIAN DIJAMIN
POKOK.
JANJI-JANJI PENJAMIN :
1. Penegasan dari penjamin :
Melepaskan hak istimewa , contoh melepaskan hak istimewa dalam
Pasal 1831 KUH Perdata.
2. Melepaskan hak istimewa yg dimiliki penjamin utk menuntut kepada
kreditur agar dilakukan pemecahan utang atau membagi utang.
3. Janji dari penjamin tidak meminta kepada kreditur agar diberhentikan dari
kedudukan sebagai penjamin.
4. Janji tidak dibagi. Janji ini terjadi bila penjamin meninggal dunia. Secara
hukum dengan meninggalnya penjamin maka kreditur dapat menuntut
kepada setiap ahli waris pemenuhan seluruh piutangnya tanpa melakukan
pembagian kepada setiap ahli waris.
5. Janji dari penjamin adanya kuasa yg tidak dapat ditarik kembali untuk
melaksanakan hak regres. ( lihat pasal 1839 KUHPerdata:Hak regres)
OBYEK GADAI

BENDA BENDA BERGERAK


BERGERAK TIDAK BERWUJUD
BERWUJUD

GADAI

GADAI ADALAH :
SUATU HAK YANG DIPEROLEH SEORANG
KREDITUR/BERPIUTANG ATAS SUATU BARANG BERGERAK
YG DISERAHKAN KEPADANYA OLEH SEORANG
BERHUTANG/DEBITUR ATAU OLEH ORANG LAIN ATAS
NAMANYA DAN YG MEMBERIKAN KEKUASAAN KEPADA SI
KREDITUR/BERPIUTANG UNTUK MENGAMBIL PELUNASAN
DARI BARANG TSB SECARA DIDAHULUKAN DARIPADA
KREDITUR/BERPIUTANG LAINNYA.

SYARAT SAHNYA GADAI ADALAH BENDA YG DIGADAIKAN


DITARIK DARI KEKUASAAN PEMBERI GADAI/DEBITUR
DAN KEMUDIAN BERADA DALAM KEKUASAAN
PEMEGANG GADAI/KREDITUR.
T
A
H
TAHAP I SIFAT:
A
P PEMBUATAN 1. SIFAT ACCESSOIR,
JAMINAN GADAI
PERJANJIAN KEBERADAANNYA
P KREDIT TERGANTUNG
E PERJANJIAN POKOK.
M
2. MEMBERIKAN HAK
B PREFERENT.
E
B • MEMPUNYAI HAK
A TAHAP II EKSEKUTORIAL.
N PEMBUATAN AKTA GADAI PEMEGANG GADAI
SIFAT2 ATAS KEKUASAAN
A ( DI BAWAH TANGAN / SENDIRI MEMP. HAK
N AKTA NOTARIIL) GADAI UTK MENJUAL BENDA
YG DIGADAIKAN
J
4. HAK GADAI TDK
A
DAPAT DIBAGI BAGI.
M
I 5. BENDA GADAI DALAM
N KEKUASAAN
A TAHAP III KREDITUR.
N BENDA YG DIGADAIKAN 6. MEMBERIKAN
HARUS DITARIK DARI JAMINAN PELUNASAN
G UTANG
A KEKUASAAN PEMBERI
D GADAI/DEBITUR
A (INBEZZITSTELLING)
I