Anda di halaman 1dari 38

Fraktur Mandibula

Kelompok F
Bella Pratiwi Anzani
Pembimbing : Komang Yuditya Yuda
dr. Bobby Swadharma Putra, Sp.BP-RE Maharani Sekar Ningrum
Sindi Novita Sari
Zafira Pringgoutami

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
2018
Anatomi Mandibula
Mandibula

Tidak berpasangan
Ramus
terdiri dari :
Corpus mandibula  horizontal
Rami mandibula  vertikal

Corpus
Corpus Mandibula

Corpus adalah bagian horizontal tulang mandibula. Di anterior


corpus kiri dan kanan bergabung pada median line membentuk
tulang berbentuk U dan berbentuk seperti tapal kuda

Korpus • Permukaan Korpus • Pinggir atas


mempunyai eksternus mempunyai (alveolaris)
dua dua buah
permukaan, • Permukaan pinggir, • Pinggir
yaitu : yaitu :
internus bawah (basis)
Permukaan Eksternus Corpus Mandibula

Terdiri dari 2 bagian yang telah menjadi


satu pada bidang mediosagittal

Tempat penyatuan ditandai oleh suatu


cekungan

Batas bawah corpus mandibula menebal


→basis mandibula

Cranial basis mandibula →pars alveolaris


mandibula.

Bagian basis mandibula terdapat tonjolan


tulang → protuberantia mentalis.
Permukaan Internus Corpus Mandibula

 Pada bidang mediosatittal → 1 atau 2


spina mentalis
 Caudal dan lateral masing-masing
terdapat fossa digastrica,
 Sebelah cranial berjalan linea
mylohyoidea berbentuk huruf S.
 Cranial dari linea mylohyoidea → fovea Linea mylohyoidea
sublingualis
 Caudal dari linea mylohyoidea sebelah
lateral → fovea submandibularis.
 Mulai dari foramen mandibula ke arah
caudoventral → sulcus mylohyoideus.
Ramus Mandibula

Ramus mandibula pada permukaan lateralnya datar dan


ditandai oleh tonjolan miring pada bagian bawah, memberi
perlekatan pada hampir seluruh masseter

Ramus terdiri dari dua permukaan, yaitu :

• Ramus eksternus lateralis


• Ramus internus medialis
Permukaan Eksternus Ramus mandibula

 Lebar dan pipih


 Dorsal dari corpus mandibula
 Tegak lurus pada corpus
mandibula.
 Ujung cranialnya dibagi 2 oleh
adanya incisura mandibula
menjadi :
- processus coronoideus
(muscularis) di ventral
- processus condyloideus
(articularis) di dorsal.
Permukaan Internus Ramus Mandibula

 Pada angulus mandibula sebelah luar


→tuberositas masseterica,
 Pada permukaan dalam dari angulus
mandibula → tuberositas pterygoidea.
 Permukaan medial ramus mandibula di
tengah-tengahnya →foramen mandibulare
 Sebelah medial dari foramen mandibulare
dibatasi tonjolan tulang → lingual
mandibula.
 Dorsal molar 3 → trigonum
retromandibulare.
Vaskularisasi

 Untuk pembuluh darah yang melewati mandibula merupakan percabangan dari arteri
maxilaris (arteri mandibula merupakan salah satu percabangan dari arteri maxilaris yang
melewati mandibula). Arteri mandibular dibagi menjadi 5 yakni:
1. Arteri alveolar inferior . Turun ke ramus, memasuki foramen mandibula, dan bifurkasi sekitar
gigi premolar pertama untuk membentuk arteri insisivus dan arteri mental.
2. Arteri mylohyoid. Cabang dari arteri alveolar inferior sebelum memasuki kanalis mandibula.
Arteri ini memperdarahi otot mylohyoid.
3. Arteri gigi/dentales. Menyuplai darah ke akar dan ligamen periodontal dari gigi molar dan
premolar.
4. Arteri insisivus. Meneruskan ke bagian anterior untuk menyuplai darah ke akar dan ligamen
periodontal pada gigi anterior.
5. Arteri mental. Cabang dari arteri alveolar inferior, dan kemudian menyuplai darah ke dagu
dan bibir bawah
Inervasi

 Untuk saraf yang melalui mandibula berasal dari nervus trigeminus dan bercabang menjadi 3,
yakni:
1. N. buccal  Melewati otot buccinator ke pipi, di mana nervus ini mempersarafi bukal mukosa
dan bukal gingiva, serta bukal molar mandibula.
2. N. lingual  Cabang turun dari saraf mandibula ke bagian bawah lidah dan meluas dari
posterior ke anterior mulut. Mempersarafi dasar mulut, sisi ventral lidah, dua pertiga
pengecap anterior lidah, dan lingual gingiva.
3. N. alveolar inferior  Bercabang ke n. mylohyoid yang mempersarafi otot mylohyoid dan
anterior belly dari otot digastrik. N. alveolar inverior ini masuk melalui foramen mandibula dan
berjalan melalui kanalis mandibula. Dalam kanal, saraf alveolar inferior mempersarafi gigi
mandibular (khususnya gigi premolar dan molar), gingiva, dan mukosa. Membagi menjadi 2
yakni:
a. N. Mental  mempersarafi dagu dan bibir bagian bawah.
b. N. Incisive  mempersarafi gigi anterior dan labial gingiva
Temporomandibular Joint

 Artikulasi terjadi antara tuberkulum


artikular dan bagian anterior dari fosa
mandibula tulang temporal di atas dan
kepala dari mandibula di bawah
(Gambar 11.33 dan 11.34). Permukaan
artikular ditutupi dengan fibrocartilage.
Gerakan TMJ
Epidemiologi

fraktur mandibula telah dilaporkan mencapai 36-70% dari semua


fraktur maksilofasial.

frekuensi yang lebih tinggi pada laki-laki berusia 21-30 tahun

Faktor-faktor lain yang berkontribusi, seperti status sosial ekonomi,


lingkungan, penggunaan alkohol, dan mekanisme trauma
Frekuensi fraktur mandibular
Etiologi
Kekerasan
49,1%

Kecelakaan
Pria kendaraan
bermotor 25,4 %

Jatuh 12,8 %

Etiologi
Kecelakaan
kendaraan
bermotor 53,7%

wanita Jatuh 23,7%

Kekerasan 14,5
%
Klasifikasi

Berdasarkan tipe fraktur

1. Berdasarkan tipe fraktur


Simple/ Compoun Comminut complicat
Greenstick Patologis Multiple Impacted Atrofi Indirect
tertutup d/ terbuka ed ed
2. Berdasarkan regio anatomis

Regio
Regio Body
Simfisis/parasimfisis

Regio Angle/Ramus Regio Koronoid

Regio Kondilar
Berdasarkan arah fraktur

Gaya otot yang “Unfavorable” “favorable”


bekerja pada (tidak (menguntungkan)
mandibula menguntungkan)
Diagnosis fraktur mandibula
Anamnesis

Pada pasien yang stabil, riwayat anamnesis yang lengkap harus diperoleh.

Bagaimana mekanisme cedera: tinju, tendangan, pemukul bisbol, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor?

Apakah terdapat penurunan kesadaran?

Adakah riwayat trauma atau fraktur wajah sebelumnya, apakah diobati atau tidak?

Apakah ada kondisi gigi yang sudah ada seperti kesulitan dalam membuka mulut atau keterbatasan membuka mulut

Perhatikan apakah terdapat distraksi superior dari segmen proksimal, fraktur mandibula/Dentoalveolar, gigitan silang, gigitan terbuka, atau
maloklusi lainnya; atau penggunaan gigi palsu sebagian atau lengkap?

Riwayat medis, alergi, dan pengobatan pasien, serta situasi dan kebiasaan sosial pasien. Pasien dengan riwayat alkohol atau penyalahgunaan
obat memiliki masalah kepatuhan pasca perawatan, yang membahayakan hasil pengobatan mereka

Usia fraktur saat kejadian juga penting. Fraktur compound yang terjadi 5–10 hari setelah cedera mungkin terinfeksi akut atau kronis, dan dapat
secara drastis mengubah pendekatan praktisi terhadap manajemen pengobatan.
Pemeriksaan fisik (ekstraoral)

 Area kontur wajah atau asimetri yang abnormal harus diperhatikan.


 Pembengkakan preauricular sering mengindikasikan fraktur kondilus.
 Perubahan sudut mandibula mungkin merupakan tanda fraktur Deviasi dagu sering menunjukkan fraktur kondilus
dengan deviasi terhadap sisi yang terluka.
 Ketajaman dagu yang berkurang dengan perubahan bentuk bibir dan pembengkakan preauricular bilateral
dapat mengindikasikan fraktur kondilus bilateral.
 Kulit wajah dan leher harus diperiksa untuk melihat kemerahan, ecchymosis, laserasi, atau hematoma. Laserasi kulit
harus dibersihkan dan diperiksa untuk perluasan ke tulang.
 Tidak ada luka yang harus diperbaiki secara komprehensif sebelum diagnosis definitif cedera tulang.
 Pasien harus ditanya apakah dia mengalami mati rasa atau parestesia dalam distribusi saraf alveolar inferior.
Meskipun tidak definitif diagnostik, itu bisa menjadi petunjuk untuk fraktur mandibula.
 Meatus akusticus eksternus harus diperiksa untuk melihat apakah terdapat darah, yang sering terlihat bersamaan
dengan fraktur kondilus.
 Pasien mungkin mengeluhkan kapasitas pendengaran berkurang. Pasien juga harus ditanya apakah dia
mengalami kesulitan membuka mulut, atau jika gigitan 'terasa' 'berbeda dari preinjury. Hal tersebut dapat
berkorelasi dengan penilaian berbagai gerakan mandibula, trismus, deviasi, atau ketidakmampuan untuk
menutup mulut. Berbagai kombinasi fraktur mandibula dapat menjelaskan berbagai perbedaan oklusal
Pemeriksaan fisik (intraoral)

Kelas I: hubungan molar


normal tetapi garis oklusi
yang salah karena rotasi
gigi, atau gigi malposisi

Kelas II: molar mandibula


posisi distal relatif
terhadap molar maksila

Kelas III: molar mandibula


diposisikan secara mesial
relatif terhadap molar
maksila
Pemeriksaan penunjang
Indikasi ct scan

 Pertama pada semua pasien yang tidak


stabil di mana terdapat kecurigaan fraktur
mandibula.
 Kedua, pasien yang diindikasikan ketika
ada kekhawatiran fraktur meskipun tidak
ditunjukkan pada X-ray.
 Terakhir, pencitraan CT akan dilakukan
pada semua pasien yang memiliki diagnosis
X-ray dari suatu fraktur yang bias digunakan
untuk reduksi tertutup maupun terbuka.
 Hal ini disebabkan oleh detail gambar yang
lebih tinggi yang memungkinkan
perencanaan operasi yang lebih baik
Manejemen
Bedah

Tatalaksana
Lokasi
Fiksasi Rehabilitasi
Fraktur
Bila ditemukan fraktur nondisplaced tanpa bukti
mobilitas dengan palpasi manual, diet lunak
selama 4 sampai 6 minggu merupakan
pengobatan yang adekuat.
Fiksasi

Fiksasi internal : load-bearing dan load-sharing.

Fiksasi Load-bearing: menunjukkan sebuah konstruk yang mampu menahan


semua beban yang dihasilkan oleh fungsi mandibula seperti tulang asli

Penggunaan Fiksasi load-bearing bila terjadi fraktur defek, fraktur kominutif,


dan fraktur pada mandibula atrofi yang berat (fraktur kompleks)

Ex: Plat rekonstruktif besar ke batas inferior mandibula (Gambar kiri) pada
tulang yang tidak mencukupi di lokasi fraktur
Fiksasi load-sharing mencirikan skema fiksasi di mana beban fungsional dibagi antara fiksasi
perangkat dan tulang di sepanjang lokasi fraktur

Fiksasi load-sharing: rigid dan non-rigid

Non-rigid: memungkinkan beberapa gerakan (micromotion) di lokasi fraktur dan terjadinya


pembentukan kalus . Ex: miniplate tunggal (Gambar tengah)

Rigid: membatasi micromotion dan memungkinkan penyembuhan tulang primer tanpa


pembentukan kalus. Ex: dua miniplates (Gambar kanan), beberapa sekrup lag, atau plate
rekonstruksi (Gambar kiri)

Penggunaan Fiksasi load-sharing bila terjadi fraktur sederhana terisolasi dengan baik bone to-
bone contact di garis fraktur
(Kiri) Fraktur corpus mandibula dengan dua miniplates untuk fiksasi rigid. (Tengah)
Sudut fraktur dengan single miniplate di sepanjang oblique ridge mandibular.
(Kanan) Fraktur comminuted dengan plat rekonstruksi sepanjang perbatasan
mandibula inferior untuk fiksasi load-bearing.
Lokasi Fraktur

 Body/Corpus
Menggunakan single large plate di sepanjang perbatasan inferior atau dengan dua
miniplate (Gambar, kanan), satu di perbatasan inferior dan yang lain ditempatkan tepat
di bawah akar gigi di atas
 Symphysis / Parasymphysis
Menggunakan dua miniplate dengan menggunakan dua lag screw (sekrup panjang)
untuk fiksasi sehingga mencegah adanya maloklusi baru
 Angle/Sudut
Menggunakan satu plate di sepanjang oblique ridge mandibular, dua plate di
perbatasan lateral, atau miniplate tipe matriks pada batas lateral.
 Condylus
- Menggunakan bar lengkung (arch bar) rahang atas dengan intermaxillary elastics,
memungkinkan pasien untuk membuka dan menutup rahang
ATAU
- Fiksasi internal
Rehabilitasi

 Diet – dibatasi sesuai dengan stabilitas fiksasi.


 Kebersihan mulut - gigi dan gusi dibersihkan dengan sikat gigi yang lembut dan bilasan
klorheksidin oral (obat kumur) tiga kali sehari.
 Fisioterapi.