Anda di halaman 1dari 23

Pemeriksaan Fisik Ibu

Hamil
OLEH :
JENNI PRADIETA
Pengertian
Pemeriksaan fisik ibu hamil merupakan pemeriksaan ibu
hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan
anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas sehingga
mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan
pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara
wajar (Manuaba, 2008).
Tujuan Umum
Tujuan utama pemeriksaan fisik ibu hamil adalah untuk memfasilitasi
hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan membina
hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi komplikasi-komplikasi
yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan memberikan
pendidikan (Marmi, 2011).
Tujuan Khusus

Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit-penyulit yang


terdapat saat kehamilan, persalinan, dan nifas.
Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan,
dan nifas.
Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal
Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan pada ibu hamil bertujuan untuk menilai keadaan umum ibu, status gizi,
tingat kesadaran, serta ada tidaknya kelainan bentuk badan. Selain itu pemeriksaan
umum juga meliputi pemeriksaan, jantung, paru, reflex, serta tanda-tanda vital
seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu dan pernafasan.
Umur kehamilan Tinggi fundus uteri
20 minggu 20 cm
24 minggu 24 cm
28 minggu 28 cm
32 minggu 32 cm
36 minggu 34- 46 cm
Pemeriksaan Kebidanan
Inspeksi
Dilakukan untuk menilai keadaan ada tidaknya cloasma gravidarum pada
muka/wajah, pucat atau tidak, pada selaput mata, ada tidaknya edema.
Pemeriksaan selanjutnya adalah leher untuk menilai ada tidaknya pembesaran
kelenjar gondok/kelenjar limfe. Pemeriksaan dada untuk menilai apakah perut
membesar kedepan atau kesamping dan pemeriksaan ekstremistar untuk menilai
ada tidaknya varises (dari ujung rambut hingga ujung kaki) (Hidayat, 2006).
Palpasi
Dilakukan untuk menentukan besarnya rahim dengan menentukan usia kehamilan serta
menentukan letak janin atau rahim. Pemeriksaan ini dilakukan dengan beberapa metode yaitu
:

1. Leopold I
Digunakan untuk menentukan usia kehamilan dan bagian apa yang ada dalam fundus.
2. Leopold II
Leopold II ini digunakan untuk menentukan bagian janin yang ada disebelah kanan atau kiri.
3. Leopold III
Leopold III ini digunakan untuk menentukan bagian janin yang ada dibawah uterus.
Leopold IV
Leopald IV ini digunakan untuk menentukan apa yanag menjadi bagian bawah dan seberapa
masuknya, bagian bawah tersebut ke dalam rongga panggul.
Auskultasi
Dilakukan umumnya dengan stetoskop monoaural untuk mendengarkan
bunyi jantung anak, bising pusat, gerakan anak, bising rahim, bunyi aorta, serta
bising usus. Bunyi jantung anak dapat didengar pada akhir bulan ke-5, walaupun
dengan ultrasonografi dapat diketahui pada pada akhir bulan ke-3. Bunyi jantung
anak dapat di dengar dikiri dan kanan dibawah pusat bila presentasi kepala.
Bila pada pihak berlawanan dengan bagian kecil, maka anak fleksi dan bila
sepihak maka defleksi. Dalam keadaan sehat, bunyi jantung antara 120-140 kali per
menit. Bunyi jantung dihitung dengan mendengarkannya selama satu menit penuh.
Bila kurang dari 120 kali per menit atau lebih dari 140 per menit, kemungkinan janin
dalam keadaan gawat janin.
Perkusi
Refleks Patela (KPR) : ketukan pada tendon patella dengan hammer. Respon : plantar
fleksi longlegs karena kontraksi m.quadrises femoris (Hidayat, 2006).
Peralatan Pemeriksaan
Alat :
1. Timbangan berat badan
2. Pengukur tinggi badan
3. Tensi meter
4. Stetoskop monokuler atau linec
5. Meteran atau midlen
6. Hamer reflek
7. Jangka panggul
8. Peralatan untuk pemeriksaan laboratorium kehamilan yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin,
protein urin, urin reduksi dll (bila diperlukan).
Prinsip Pelaksaan Pemeriksaan Fisik
1. Cuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan.
2. Pastikan bahwa kuku jari bersih tidak panjang, sehingga tidak menyakiti pasien.
3. Terlebih dahulu hangatkan tangan dengan air hangat sebelum menyentuh pasien atau gosok
bersama-sama kedua telapak tangan dengan telapak tangan satunya.
4. Jelaskan pada pasien secara umum apa yang akan dilakukan.
5. Gunakan sentuhan yang lembut tetapi,tidak menggelitik pasien dan cukup kuat untuk
memeperoleh informasi yamg akurat.
6. Buatlah pendekatan dan sentuhan sehingga menghargai jasmani pasien dengan baik, serta
sesuai dengan hak pasien terhadap kepantasan dan atas hak pribadi.
7. Tutupi badan pasien selama pemeriksaan dan hanya bagian yang di periksa yang terbuka.
Pemeriksaan Fisik Umum
1. Tinggi Badan
2. Berat badan
3. Tanda – tanda vital : tekanan darah, denyut nadi, suhu
Pemeriksaan Fisik Khusus
Kepala dan leher :
1. Edema diwajah
2. Ikterus pada mata
3. Mulut pucat
4. Leher : meliputi pembengkakan saluran limfe atau pembengkakan kelenjar
thyroid
Pemeriksaan Fisik Ekstremitas
Untuk melihat adanya edema pada jari (perhatikan apakah cincin menjadi terlalu sempit dan
tanyakan apakah lebih sempit dari biasanya, tanyakan juga apakah ia tidak mengenakan cincin
yang biasa ia kenakan karena sudah terlalu sempit, atau apakah ia memindahkan cinicin tersebut
ke jari yang lain).
Pemeriksaan ekstremitas bawah
1. Edema pada pergelangan kaki dan pretibia
2. Refleks tendon dalam pada kuadrisep (kedutan-lutut (knet-jerk)
3. Varises dan tanda humans, jika ada indikasi.
Payudara
1. Ukuran simetris
2. Putting menonjol / masuk
3. keluarnya kolostrom atau cairan lain
4. Retraksi
5. Massa
6. Nodul axilla
Abdomen
1. Letak, presentasi, posisi, dan jumlah(jika>36 minggu)
2. Penancapan (engagement)
3. Pengukuran tinggi fundus (jika>12 minggu)
4. Evaluasi kasar volume cairan amnion
5. Observasi atau palpasi gerakan janin.
6. Perkiraan berat badan janin (bandingkan dengan perkiraan berat badan pada
kinjungan sebelumnya)
7. Denyut jantung janin (catat frekuemsi dam lokasinya ) (jika>18 minggu)
Genitalia Luar (Externa)
1. Varises
2. Perdarahan
3. Luka
4. Cairan yang keluar
5. Pengeluaran dari uretra dan skene
6. Kelenjar bartholini : bengkak (massa), ciaran yang keluar
Genitalia Dalam (Interna)
1. Servik meliputi cairan yang keluar, luka (lesi), kelunakan, posisi, mobilitas,
tertutup atau terbuka
2. Vagina meliputi cairan yang keluar, luka, darah
3. Ukuran adneksa, bentuk, posisi, nyeri, kelunakan, massa (pada trimester
pertama)
4. Uterus meliputi : ukuran, bentuk, mobilitas, kelunakan, massa pada trimester
petama.
Pemeriksaan Panggul
Pemeriksaan dengan speculum jika wanita tersebut mengeluh terdapat rabas pervagina.
1. Perhatikan adanya tanda-tanda infeksi vagima yang muncul dan ambil materi untuk
pemeriksaan diagnostic dengan menggunakan preparat apusan basah; ambil specimen
gonokokus dan klamidia untuk tes diagnostic.
2. Evaluasi terapi yang telah dilakukan untuk mengatasi infeksi vagina (tes penyembuhan)
jika muncul gejala; evaluasi tidak perlu dilakukan bila wanita tidak menunjukkan gejala
3. Ulangi pap smear, jika diperlukan
4. Ulangi tes diagnostic gonokokus dan klamidia pada trimester ke tiga.
5. Konfirmasi atau singkirkan kemungkinan pecah ketuban dini
Pelvimetri klinis pada akhir trimester ketiga jika panggul perlu dievaluasi ulang atau
jika tidak memungkinkan untuk memperoleh informasi ini pada pemeriksaan awal
karena wanita tersebut menolak diperiksa.
Pemeriksaan dalam jika wanita menunjukkan tanda/ gejala persalinan premature
untuk mengkaji:
1. Konsistensi serviks
2. Penipisan (effacement)
3. Pembukaan
4. Kondisi membrane
5. Penancapan / stasiun
6. Bagian presentasi
Standar Operasional Prosedur
Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil
SOP pemeriksaan fisik ibu hamil.docx
Thanks For You’re Attantion