Anda di halaman 1dari 19

Oleh:

Grecia Sintya D. Sunur, S.Ked

Pembimbing:
Dr. Eunike Cahyaningsih, Sp.M
Dr. Indriani Kartika Dewi, Sp.M
Oklusi vena retina sentral atau Central Retinal Vein
Occlusion (CRVO)  Penyakit pembuluh darah
retina yang sering dijumpai, yang merupakan
penyumbatan vena retina yang mengakibatkan
gangguan perdarahan di dalam bola mata.

Oklusi vena retina merupakan salah satu penyebab


penurunan ketajaman penglihatan pada orang tua
yang umum terjadi  Penyebab tersering kedua
setelah retinopati diabetk

Secara klinis, CRVO ditandai dengan kehilangan


visus yang bervariasi; pada daerah fundus dapat
terlihat pendarahan pada retina, berdilatasinya
vena retina yang berliku-liku, cotton-wool spots,
edema makula, dan edema pada diskus optikus
Definisi
Oklusi vena retina sentral adalah penyumbatan vena
retina yang mengakibatkan gangguan perdarahan di
dalam bola mata, dan sering ditemukan pada usia
pertengahan
Terdapat 2,5 juta kasus CRVO di dunia. Insiden CRVO
dilaporkan berkisar antara 0,1 - 0,7% dibeberapa studi
populasi dan mencapai 1,3% pada orang yang berusia 65
tahun keatas. Tipe Non-iskemik CRVO, adalah tipe yang paling
banyak ditemukan, yaitu sekitar 75 % dari semua kasus CRVO.
CRVO Sering terjadi / ditemukan pada usia 60 tahun ke atas
• Akibat kompresi dari luar terhadap vena tersebut seperti yang
terdapat pada proses arteriosklerosis atau jaringan pada
lamina kribrosa.
• Akibat penyakit pada pembuluh darah vena sendiri seperti
fibrosklerosis atau endoflebitis.
• Akibat hambatan aliran darah dalam pembuluh vena tersebut
seperti yang terdapat pada kelainan viskositas darah,
diksrasia darah, atau spasme arteri retina yang berhubungan.
• Abnormalitas darah itu sendiri (sindrom hiperviskositas dan
abnormalitas koagulasi).
• Abnormalitas dinding vena (inflamasi).
1. Tipe Non-Iskemik
2. Tipe Iskemik
Patofisiologi dari CRVO sendiri belum diketahui secara pasti.
- Arteri dan Vena berjalan bersamaan keluar dari N. Optikus 
lamina kribosa yang sempit  keterbatasan tempat bila
terjadi displacement  predisposisi terbentuknya trombus
pada vena retina sentral  perlambatan aliran darah,
perubahan pada dinding darah, perubahan darah itu sendiri
 oklusi vena retina sentral
- Arteriosklerotik pada arteri retina sentral  mengubah struktur
arteri menjadi kaku  bergesek dan mengenai vena sentral
yang lunak  disturbansi hemodinamik  kerusakan endotelial
 pembentukan trombus  oklusi vena retina sentral
Pasien akan mengeluhkan kehilangannya penglihatan parsial
atau seluruhnya secara mendadak. Penurunan tajam
penglihatan sentral ataupun perifer mendadak dapat
memburuk sampai hanya tinggal persepsi cahaya. Tidak
terdapat rasa sakit. Dan hanya mengenai satu mata.
1. Ketajaman penglihatan merupakan salah satu indikator
penting pada prognosis penglihatan akhir sehingga usahakan
untuk selalu mendapatkan ketajaman penglihatan terkoreksi
yang terbaik.
2. Reflex pupil bisa normal dan mungkin ada dengan reflex
pupil aferen relative.
3. Konjungtiva: kongesti pembuluh darah konjungtiva dan siliar
terdapat pada fase lanjut.
4. Iris dapat normal. Pada fase lanjut dapat terjadi
neovaskularisasi.
5. Pada pemeriksaan funduskopi terlihat vena berkelok-kelok,
edema macula dan retina, dan perdarahan berupa titik
terutama bila terdapat penyumbatan vena yang tidak
sempurna. Perdarahan retina dapat terjadi pada keempat
kuadran retina. Perdarahan bisa superfisial, dot and blot, dan
atau dalam.
6. Pemeriksaan FFA (Fundus Fluorescein Angiografi) menunjukkan
lebih dari 10 area diskus diretina yang mengalami
perdarahan dilihat dalam 7 lapang pandang
7. Cotton wool spot umumnya ditemukan pada iskemik CRVO.
Biasanya terkonsentrasi di sekitar kutub posterior. Cotton wool
spot dapat menghilang dalam 2-4 bulan.
8. Neovaskularisasi disk (NVD): mengindikasikan iskemia berat
dari retina dan bisa mengarah pada perdarahan
preretinal/vitreus.
9. Perdarahan dapat terjadi di tempat lain (NVE:
Neovascularization of elsewhere)
10. Perdarahan preretinal/vitreus
11. Edema macula dengan tanpa eksudat.
12. Cystoid macular edema.
13. Lamellar or full –thickness macular hole
14. Optic atrophy.
15. Perubahan pigmen pada makula.
• Oklusi vena retina cabang (BRVO)
• Neuritis optic
• Ablasio retina
• Diabetic retinopati
• Oklusi arteri retina sentral (CRAO)
1. Evaluasi dan Manajemen
2. Pembedahan dan Farmakologi
3. Iris Neovascularization
Oklusi vena retina sentral dapat menimbulkan terjadinya
pembuluh darah baru yang dapat ditemukan di sekitar papil,
iris, dan retina (rubeosis iridis). Rubeosis iridis dapat
mengakibatkan terjadinya glaukoma sekunder, dan hal ini
dapat terjadi dalam waktu 1-3 bulan. Penyulit yang dapat
terjadi adalah glaukoma hemoragik atau neovaskular.
• Ad vitam : Bonam
• Ad functionam : Malam
• Ad sanationam :
Thank You