Anda di halaman 1dari 11

UJI MIKROBIOLOGIS

BAHAN DAN SEDIAAN


FARMASI
Oleh :
Kelompok 11
Teori Umum

• Makanan minuman berasal dari dua sumber dari tumbuhan dan binatang.
Oleh karena itu tidak mengherankan apabila dalam sediaan makanan dan
minuman sejak dari bahan baku sampai menjadi bahan makanan tidak akan
bebas dari pengaruh adanya mikroba
• Uji mikrobiologis makanan dan minuman adalah uji yang ditujukan untuk
menentukan apakah sediaan tersebut telah tercemar mikroba atau tidak,
sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat. Pengujian ini biasanya
dilakukan oleh Balai Pemeriksaan Makanan dan Minuman terhadap produk
baru atau produk yang beredar di pasaran. Uji Mikrobiologis dibagi menjadi 2,
yaitu uji kualitatif dan uji kuantitatif.
• Pada pengujian mikrobiologis suatu sediaan seperti makanan, minuman, obat
tradisional, maka pengawetnya harus diinaktifkan terlebih dahulu agar tidak
menghambat pertumbuhan mikroba. Untuk sediaan berupa makanan dan
minuman, penginaktifan pengawet dapat dilakukan dengan mengencerkan
sampel dengan aquadest steril sampai beberapa kali, sebab pengawet pada
suatu sediaan akan berfungsi dengan baik bila berada pada konsentrasi
tertentu.
Uji Mikrobiologi

• Uji batas mikroba


• Uji Batas Mikroba dilakukan untuk memperkirakan jumlah mikroba aerob
viabel di dalam semua jenis perbekalan farmasi, mulai dari bahan baku
hingga sediaan jadi, untuk mengyatakan perbekalan farmasi tersebut bebas
dari spesies mikroba tertentu. Otomatisasi dapat digunakan sebagai
pengganti uji yang akan disajikan, dengan ketentuan bahwa cara tersebut
sudah divalidasi sedemikian rupa hingga menunjukkan hasil yang sama atau
lebih baik. Selama menyiapkan dan melaksanakan pengujian, specimen
harus ditangani secara aseptik. Jika tidak dinyatakan lain, jika disebut
”inkubasi”, maka yang dimaksud adalah menempatkan wadah di dalam
ruangan terkendali secara termostatik pada suhu 30° dan 35° selama 24 jam
sampai 48 jam. Istilah “tumbuh” ditunjukan untuk pengertian adanya dan
kemungkinan adanya perkembangan mikrona viabel
• Uji efektivitas pengawet
• Pengawetan dalam bidang farmasi bertujuan untuk mencegah pertumbuhan
mikroorganisme. Pengawet antimikroorganisme adalah zat yang ditambahkan
pada sediaan obat untuk melindungi sediaan tersebut terhadap kontaminasi
mikroorganisme. Bahaya dari pencemaran mikroorganisme baik bakteri, jamur
ata khamir terdapat dimana – mana selama pembuatan, pengemasan,
penyimpanan, dan penggunaan obat, dimana manusia, lingkungan (ruangan,
udara), bahan obat dan bahan pembantu, alat – alat kerja seperti mesin –
mesin dan bangahan pengemas primer merupakan sumber kontaminasi
utama.
• Uji sterilitas
• Uji sterilitas sterilitas dilakukan untuk mengetahui apakah bahan atau sediaan
yang harus steril sudah memenuhi syarat atau tidak. Uji sterilitas dilakukan
secara mikrobiologi dengan menggunakan medium pertumbuhan tertentu.
Media untuk pengujian diperlukan dalam uji ini. Tujuan untuk uji ini adalah
untuk menentukan apakah sesediaan atau alat yang harus berada dalam
keadaan steril adalah kondisi mutlak yang tercipta sebagai akibat
penghancuran dan penghilangan semua mikroorganisme hidup. Konsep ini
menyatakan bahwa steril adalah istilah yang mempunyai konotasi relative,
dan kemungkinan menciptakan kondisi mutlak bebas dari mikroorganisme
hanya dapat di duga atas dapat proyeksi kinetis angka kematian mikroba.
Bahan Baku Farmasi / Bahan Alam

• Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, simplisia
merupakan bahan yang dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia nabati,
simplisia hewani dan simplisia pelikan atau mineral.
Sediaan Farmasi

• Aerosol adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat


aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan.
Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk
pemakaian lokal pada hidung (aerosol nasal), mulut (aerosol lingual) atau
paru - paru (aerosol inhalasi).
• Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras
atau lunak yang dapat larut. Digunakan untuk pemakaian oral.
• Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa
bahan pengisi.
• Implan atau pelet adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil,
berisi obat dengan kemurnian tinggi ( dengan atau tanpa eksipien ), dibuat
dengan cara pengempaan atau pencetakan. Implan atau pelet dimaksudkan
untuk ditanam di dalam tubuh ( biasanya secara sub kutan ) dengan tujuan
untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka
waktu lama.
• Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia
nabati dengan air pada suhu 90O selama 15 menit.
• Injeksi adalah sediaan steril untuk kegunaaan parenteral, yaitu di bawah atau
menembus kulit atau selaput lendir.
• terimakasih