Anda di halaman 1dari 26

SPESIFIKASI GEOMETRI

DAN DIMENSI KOMPONEN


Tujuan Pengukuran
Dalam menggambar teknik, pengukuran diperlukan
dalam hal:

1. Memastikan kesesuaian hasil produksi dengan


parameter standar yang digunakan.
2. Menguji kinerja mesin/ manusia/ tolls yang
digunakan, apakah terdapat perbedaan (deviasi)
ukuran benda kerja yang dihasilkan
3. Mengidentifikasi terjadinya defect dalam benda
kerja.
Atribut VS Variabel
Atribut ?
 Penanda keterangan suatu benda/ keadaan

◦ Contoh: max-min (fuel indicator), warna merah-hijau-


kuning (HP charger indicator),High-Low ( Temperatur
indicator kendaraan), dll

Variabel ?
 Penanda ukuran/ satuan suatu benda/ keadaan

◦ Contoh: nilai pressure gage, nilai temperatur dalam


termometer, voltase dalam AV meter, dll
International Units of Measurement

Quantity Name Symbol


Length Meter (metre) m
Mass Kilogram kg
Time Second s
Electric current Ampere A
Thermodynamic Degree celcius ˚C (˚K)
Amount of substance Mole mol
Luminous intensity Candle candela
Temperatur Standar Pengukuran

 Karena setiap logam memiliki nilai muai


terhadap temperatur, maka diperlukan
acuan temperatur standar dalam
pengukuran.

 Temperatur standar = 68˚F (20˚C)


Akurasi VS Presisi
 Akurasi ?
Kemampuan dalam menghasilkan ukuran yang ditetapkan/ direncanakan.

 Presisi ?
Kemampuan dalam mengulangi proses yang sesuai dengan ketetapan/ perencanaan.
target 1 target 2 target 3 target 4

Shoot them, how good are you ???


Allowance VS Tollerance
 Allowance ?
Kesesuaian ukuran antara 2 atau lebih benda kerja
yang berpasangan
Contoh : sebuah shaft memiliki lubang pasak dengan
clearence fits. Ini menunjukkan lubang pasak lebih kecil dari
diameter pasak.

 Tollerance ?
Penyimpangan ukuran benda kerja terhadap
Ø5 +0.1
0 diperbolehkan.
tujuan/ rencana yang masih
- 0.1

Contoh: Diameter sebuah lubang atau ditulis Ø50±0.1


Jenis-jenis Toleransi
 Jenis-jenis toleransi :
1. Toleransi linear
2. Toleransi umum
3. Toleransi ISO
4. Toleransi geometris
Toleransi linear
 Sampai saat ini, untuk membuat suatu benda kerja,
sulit sekali untuk mencapai ukuran dengan tepat,
hal ini disebabkan antara lain oleh :
◦ Kesalahan melihat alat ukur
◦ Kondisi alat/mesin
◦ Terjadi perubahan suhu pada waktu
penyayatan/pengerjaan benda kerja.
 Berdasarkan hal-hal diatas, setiap ukuran dasar
harus diberi dua penyimpangan izin yaitu
penyimpangan atas dan penyimpangan bawah.
Perbedaan antara penyimpangan atas dan
penyimpangan bawah adalah toleransi linear
Toleransi linear

Dengan:
Ud : Ukuran dasar TL : Toleransi lubang
Pa : Penyimpangan atas/ terbesar Umin : Ukuran minimum
Pb : Penyimpangan bawah/ terkecil Umak : Ukuran maksimum
Toleransi Umum
 Toleransi umum ialah toleransi yang mengikat beberapa
ukuran dasar, sedangkan toleransi khusus hanya mewakili
ukuran dasar dengan toleransi tersebut dicantumkan.
Toleransi Umum
 Jika ada sebuah gambar dengan spesifikasi berikut
bagaimana anda membacanya ?
Toleransi ISO
 Toleransi ISO (International Organization for
Standardization) yang menggunakan huruf dan
angka toleransi dengan mengikuti ketentuan
sebagai berikut :
1. Suhu ruang pengukuran diseragamkan yaitu 200C
2. Terdapat dua klasifikasi, yaitu :
a) Golongan lubang, antara lain lebar alur pasak,
lebar alur slot, lubang untuk pena
b) Golongan poros, antara lain poros, pasak slot.
Aturan Toleransi ISO
1. Kedudukan daerah toleransi terhadap garis nol
dilambangkan dengan huruf.
2. Huruf kapital untuk golongan lubang dan huruf kecil
untuk golongan poros.
3. Adapun huruf I, L, O, Q dan W beserta huruf kecilnya
tidak digunakan. Hal ini untuk menghindari kekeliruan
dengan angka ukur.
4. Daerah H dijadikan sebagai patokan untuk perancangan
bagian yang berpasangan (suaian/fits) karena
penyimpangan bawahnya berimpit dengan garis nol.
5. Adapun daerah h, penyimpangan atasnya yang berimpit
dengan garis nol. Kedudukan daerah toleransi lainnya
seperti kedudukan abjad terhadap huruf H.
Aturan Toleransi ISO

 Kualitas toleransi dibagi menjadi 18 tingkatan yaitu dari IT 01, IT 00, IT


1, IT 2, ………………., IT 16 (IT=International Tolerances), pada
penyajiannya dilambangkan dengan angka, misalnya 10H7, 12g6.
Untuk memudahkan pengertian, pada ukuran dasar yang sama dengan
kualitas berbeda maka harga penyimpangan izinnya akan berbeda pula.
Toleransi untuk bagian yang
berpasangan
Terdapat tiga jenis suaian :
1. Suaian longgar (clearance fits), setelah dipasang selalu ada
celah (clearance) karena lubang lebih besar dari poros.
2. Suaian paksa (sesak/interference fits), harus dipasang
dengan cara paksa (dipres) karena poros lebih besar dari
lubang (terdapat kesesakan).
3. Suaian transisi (tidak tentu/transition fits), kemungkinan
terjadi suaian longgar atau suaian paksa, tergantung dari
ukuran sesungguhnya, setelah benda kerja dibuat.
Suaian basis lubang

Contoh:
Suaian longgar (sliding fits) Ø40 H7h6
Suaian basis poros

Contoh:
Suaian sesak/paksa Ø30 h6P9
Toleransi Geometri (TG)
 Adalah penyimpangan bentuk benda kerja yang
diizinkan apabila dibandingkan dengan bentuk
yang dianggap ideal.
 Jenis-jenis toleransi geometris:

◦ T. Kerataan
◦ T. Tegak lurus
◦ T. Kelurusan
◦ T. Kesilindrisan
◦ T Bentuk lengkung
◦ T. Sudut
◦ dll
TG. Kesejajaran
TG. Tegak lurus
 TOLERANSI
SELENGKAPNYA
Geometry characterictic

1. DIA. Menunjukkan bahwa toleransi dikenakan pada bentuk


profil bulat/ lingkaran.
2. MMC (Max material condition). Menunjukkan bahwa toleransi
maksimal dikenakan berdasarkan jenis material.
3. LMC (Least material condition). Merupakan kebalikan dari
MMC
4. RFS (regardless of feature size). Menunjukkan bahwa
toleransi dikenakan pada berbagai ukuran yang dibuat.
Faktor-faktor pemilihan alat
inspeksi pengukuran
1. Gage capability. Merupakan kemampuan alat ukur dalam melakukan
inspeksi, umumnya dalam dunia industri ditetapkan bahwa tingkat
ketelitian alat ukur setidaknya 10x dari toleransi benda kerja yang
diukur.
2. Linearity. Faktor ini menitik beratkan pada tingkat ketelitian dari
kalibrasi alat ukur selama dipakai. Apakah menujukkan nilai yang
linier/ non linear.
3. Repeat accuracy. Kemampuan untuk memberikan tingkat ketelitian
yang sama ketika dipakai berulang-ulang.
4. Stability. Kemampuan alat ukur dalam melakukan inspeksi di segala
kondisi (temperatur dan kelembapan).
5. Magnification. Kemampuan alat ukur dalam meng-inspeksi ukuran
yang sangat kecil dan memperbesarnya sesuai skala sehingga dapat
diukur secara jelas.
6. Resolution/ sensitivity. Skala/ dimensi terkecil yang dapat diukur
oleh alat ukur.
Jangka Sorong

Ket Gambar :
1. Rahang ukur 5. Skala utama (inch)
2. Lidah ukur 6. Skala nonius (mm)
3. Ekor 7. Skala nonius (inch)
4. Skala utama (mm) 8. Knop geser

Ketelitian jangka sorong 0,01 mm atau 0,001 inch