Anda di halaman 1dari 31

Gangguan Cemas

Riska Nazaria
Tia Aditya Rini
Syarifah Rizka Maulida

Pembimbing : dr. Lollytha C. Simanjuntak, Sp.KJ

SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA RS DUSTIRA CIMAHI


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2018
ABSTRAK melibatkan beberapa DAERAH
OTAK (amigdala, lokus seruleus,
dan korteks frontal) dan
beberapa TRANSMITER OTAK
yang mengatur tingkat
keparahan kecemasan (asam
gamma aminobutyric, serotonin,
dan dopamin, serta
neuropeptida, termasuk
KECEMASAN corticotrophin-releasing
hormone, substansi P,
neuropeptida Y, cholecystokinin,
dan vasopresin)

VARIABEL PREDISPOSISI meliputi faktor-faktor genetik, trauma


emosional, dan faktor lain yang dimediasi secara psikologis.
Pendahuluan

Gangguan kecemasan menjadi serius dikaitkan dengan:


1. MORBIDITAS (misalnya: PTSD)
2. KOMORBIDITAS dengan gangguan mental lainnya
• Prevalensi gangguan kecemasan selama 12-bulan adalah
sekitar 12% dan prevalensi seumur hidup hampir 20%.
• Fobia spesifik dan sosial adalah yang paling umum, dengan
tingkat prevalensi seumur hidup 6,7% dan 12,1%.
Para Substrat Neural dari Kecemasan

Antisipasi
negatif
(kecemasan)

amygdala

Ketakutan
akut
Para Substrat Neural dari Kecemasan

mengaktifkan
insting untuk
"melawan
atau lari"

lokus
seruleus, dan
amygdala

Ketakutan
akut
Para Substrat Neural dari Kecemasan

takikardia,
takipnea,
Pengaktifan
tremor,
sistem saraf
dan
simpatik
KORTEKS, diaforesis
terutama
dorsolateral
Ketakutan dan daerah
akut frontal
orbital
Para Substrat Neural dari Kecemasan

Asam gamma
aminobutyric terganggunya
(GABA), keseimbangan
serotonin dan satu atau lebih
hormon dari
corticotrophin modulator

efek menjaga menyebabkan


keseimbangan atau
aktivasi dan mempertahankan
inhibisi gangguan
kecemasan dan kecemasan
ketakutan
dalam situasi
mengancam
– Pengobatan farmakologi  mengaktifkan atau menambah
mekanisme alami penghambatan saraf. Contoh:
benzodiazepin.

– SEROTONIN dari nukleus Raphe di batang otak


berperan memediasi kecemasan.

– Serotonin adalah transmiter yang kompleks dalam SSP,


dengan subtipe reseptor yang memiliki beberapa fungsi
yang berlawanan.

– Aktivasi lokus seruleus (di batang otak): mekanisme


mediasi yang signifikan, dan lokus seruleus merupakan
struktur otak yang penting dalam kecemasan akut.
F 41 GANGGUAN ANXIETAS LAINNYA

Gejala Utama : manifestasi klinik


Dapat disertai :
– Gejala depresif
– Gejala obsesif
– Beberapa unsur anxietas fobik
 Bersifat sekunder, ringan
F 41.0 GANGGUAN PANIK (Anxietas
Paroksimal Episodik)
Gambaran esensial :
– Serangan anxietas berat (panik) yg berulang
– Tdk terbatas pada adanya situasi tertentu / suatu rangkaian kejadian
– Tidak terduga
– Gejala yg biasa dijumpai, onset mendadak :
– Palpitasi
– Nyeri dada
– Perasaan tercekik
– Pusing kepala
– Rasa menjadi gila
– Perasaan tidak riil (depersonalisasi/derealisasi)
– Rasa takut mati
– Kehilangan kendali
PEDOMAN DIAGNOSTIK

Untuk Diagnosis beberapa serangan anxietas berat disertai gejala otonomik


harus terjadi dalam periode kira-kira 1 bulan:
a. Pada keadaan-keadaan yg sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya
b. Tidak terbatas hanya pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat
diduga sebelumnya
c. Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala anxietas dalam periode
antara serangan-serangan panik (meskipun lazim terjadi anxietas
antisipatorik)

Termasuk : - serangan panik - keadaan panik


Adanya gangguan
Berulang
tidak terkontrol

Gangguan
panik

Disertai timbulnya kecemasan


yang dikaitkan dengan
Mendadak gangguan, atau penghindaran
dari situasi khusus dikarenakan
serangan tersebut
Ketakutan yang
sangat
mendadak

Ketakutan akan GANGGUAN Gejala dari


hilangnya PANIK aktivasi otonom
kontrol atau DITANDAI (mis: takikardi
kematian dan takipneu)

Gejala
kecemasan lain
(mis:
depersonalisasi)
KRITERIA DIAGNOSIS SERANGAN PANIK(DSM-IV-TR)

Sebuah periode terpisah dari rasa takut yang sangat atau


rasa tidak nyaman, di mana empat (atau lebih) gejala berikut
terjadi tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam waktu 10
menit:

• Palpitasi • Mual atau tekanan perut


• Berkeringat • Merasa pusing, goyah, pusing, atau
• Gemetar atau bergetar pingsan

• Sensasi sesak napas atau mencekik • Derealisasi atau depersonalisasi

• Merasa tersedak • Parestesia

• Nyeri dada atau ketidaknyamanan • Menggigil atau hot flushes


• Takut kehilangan kontrol
• Takut mati
Penatalaksanaan
– 70% respon terhadap pengobatan lebih Psikoterapi :
baik - Terapi kognitif-behaviour
– Pendidikan, jaminan, pengurangan - efektif untuk gangguan panik
kafein, alkohol, obat-obatan, stimulan
- koreksi keyakinan yang salah
– Terapi kognitif-perilaku
(kecenderungan mis-interpretasi sensasi-
Farmakologik : sensasi badan sebagai
– - Diazepam, Alprazolam (Xanax) serangan panik atau kematian)
– - Imipramin (Tofranil) - menjelaskan bahwa serangan panik itu
– - Buspiran (Buspar) terbatas waktunya dan tidak mengancam
– - Obat- SSRI, Paroxetine, Sertraline, kehidupan
fluoxetine. venlafaxine, trisiklik, MAOIs,
- relaksasi
– - valproate, gabapentin - desensitisasi
F 41.1 GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH

Gambaran esensial :
– Anxietas yang menyeluruh & menetap
– Tidak terbatas hanya pada setiap keadaan lingkungan yang tertentu saja
(misalnya sifat mengambang atau “free floating”)

Gejala yang sering dijumpai :


– Keluhan tegang yang berkepanjangan • Palpitasi

– Gemetaran • Pusing kepala

– Ketegangan otot • Keluhan epigastrik


• Ketakutan dirinya/ anggota kel
– Berkeringat
lain akan celaka/sakit
– Kepala terasa ringan • Khawatir & firasat lain
Pedoman Diagnostik
Harus menunjukkan gejala primer anxietas hampir setiap hari
selama bbrp minggu  bulan

Gejala-gejala :
a. Kecemasan ttg masa depan (khawatir akan nasib buruk,
perasaan gelisah seperti diujung tanduk, sulit berkonsentrasi)
b. Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tdk dpt
santai)
c. Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat,
tahikardi, keluhan epigastorik, pusing kepala, mulut kering, dsb)
Diagnostik Banding :
– Episode depresif (F 32)
– Gangguan panik (F 41.0)
– Gangguan obsesif-kompulsif (F 42)

Termasuk :
– Neurosis anxietas
– Reaksi anxietas
– Keadaan anxietas
Rasa
khawatir

ketakutan
berlebih
Gejala
mengenai
somatik
kehidupan
CIRI pasien
UTAMA

Konsentrasi
dan daya
Sulit tidur
ingat
menurun
KRITERIA DIAGNOSIS

A. Kekhawatiran dan kecemasan berlebih mengenai satu atau lebih aktivitas


beberapa hari sampai 6 bulan
B. Kesulitan mengontrol kekhawatiran
C. Kecemasan dan kekhwatiran yang berhubungan dengan 3 atau lebih hal
berikut ini:
- Kegelisahan
- Mudah capek
- Sulit konsentrasi
- Mudah tersinggung
- Kaku otot
- Gangguan tidur
Cont….

D. Fokus dari kecemasan dan kekhawatiran tidak terbatas


pada gejala gangguan Axis I

E. Kekhawatiran dan kecemasan menyebabkan gangguan


dalam fungsi sosial, pekerjaan dan lainnya.

F. Kerusakan ini tidak disebabkan oleh langsung oleh suatu


zat seperti obat-obatan dan tidak terjadi secara eksklusiv
selama gangguan mood, gangguan psikotik.
Epidemiologi

• Prevalensi : 2-5% dari seluruh gangguan jiwa.


(Kadang tidak terdiagnosa)
• Wanita>pria
• Sering berkomplikasi dengan :
Gangguan depresi
Gangguan kecemasan lain
Dan Gangguan psikosomatik
ETIOLOGI

• Kecenderungan untuk diturunkan dgn


pengaruh besar tetap pada faktor
Faktor genetik lingkungan
dan biologi • Terjadi sebagian besar pada orang
yang emosional
• Disregulasi serotonin dan GABA

• adanya antisipasi terhadap


kemungkinan kejadian buruk pada
Faktor masa depan disertai dengan rencana-
Psikologi rencana untuk menghadapi hal yang
dipikirkan tersebut
Penatalaksanaan
Jenis Obat Dosis Awal Dosis harian
SSRIs
 Paroxetine 10 mg qd (once 20-50 mg
 Escilatopram daily) 10-20 mg
10 mg qd
Buspirone 7,5 mg bid (twice 20-30 mg div bid/tid
daily)
SNRI/SSRI
 Venlafaxine XR 37,5 mg qd 75-225 mg
TERAPI PSIKOLOGIS

PSIKO
TERAPI

PSIKO
EDUKASI
DIAGNOSIS BANDING
Gangguan depresi

Gangguan obsesif kompulsif

Serangan panik

Fobia spesifik

PTSD

Penyakit fisik

Penggunaan zat
PROGNOSIS

Berat Intervensi
Prognosis
penyakit terapetik
F 41.2 GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS & DEPRESIF

Terdapat gejala anxietas dan depresi yg masing-masing tidak menunjukkan rangkaian


gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosa tersendiri.

Beberapa gejala otonomik harus ditemukan :


–Tremor
–Palpitasi
–Mulut kering
–Sakit perut (mulas), dsb

Epidemiologi
Sebanyak 2/3 dari semua pasien memiliki gejala dan 1/3 memenuhi kriteria diagnosis
Para peneliti melaporkan 20-90% memiliki episode gangguan depresi mayor
Diagnosa Banding :
Gangguan penyesuaian F 43.2
Depresi anxietas menetap (dstimia) F 34.1
Termasuk : depresi anxietas (ringan atau tak menetap)

Tatalaksana
Pengobatan depresi dan kecemasan belum tersedia, terapi
simptomatis. Obat yang disarankan golongan benzodiazepine,
SSRI
F 41.3 GANGGUAN ANXIETAS CAMPURAN LAINNYA
Gangguan yg memenuhi kriteria gangguan anxietas menyeluruh (F 41.1)
dan yg menunjukkan ciri2 yg menonjol dari gangguan lain dlm F 40-F 49
F 41.8 GANGGUAN ANXIETAS LAINNYA TDT
Termasuk : histeria anxietas

F 41.9 GANGGUAN ANXIETAS YTT


Termasuk : anxietas YTT
THANK YOU  