Anda di halaman 1dari 53

Journal Reading

KOTROL TEKANAN DARAH INTENSIF PADA PENYAKIT GINJAL


KRONIS HIPERTENSI

diajukan oleh :
Rio Mulya Riharta
13101037

Pembimbing:
dr. Budiman, Sp.PD

KKS ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU
RSUD BANGKINANG
2017
ABSTRAK
LATAR BELAKANG

Dalam penelitian observasional, hubungan antara tekanan darah dan

stadium akhir penyakit ginjal (ESRD) bersifat langsung dan progresif. Beban

penyakit ginjal kronis terkait hipertensi dan ESRD sangat tinggi di kalangan

pasien kulit hitam. Namun hanya sedikit percobaan yang menguji apakah

pengendalian tekanan darah intensif menghambat perkembangan penyakit

ginjal kronis di antara pasien kulit hitam.


I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Metode : Kami secara acak menugaskan 1094 pasien kulit hitam


dengan penyakit ginjal kronis hipertensi untuk menerima kontrol
tekanan darah intensif atau standar.
Hasil : Selama fase percobaan, tekanan darah rata-rata adalah
130/78 mmHg pada kelompok kontrol intensif dan 141/86 mmHg
pada kelompok kontrol standar. Selama fase kohort, tekanan
darah rata-rata yang sesuai adalah 131/78 mmHg dan 134/78
mmHg. Dalam kedua fase tersebut, tidak ada perbedaan antara
kelompok yang signifikan dalam risiko hasil primer.
Sekitar 7000 tenaga kesehatan di Indonesia terinfeksi hepatitis B

Sebanyak 4900 diantaranya karena tertusuk jarum suntik dan hanya


2200 yang terinfeksi karena populasi
I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

VHB dapat dicegah dengan kebersihan pribadi yang baik, penggunaan


pelindung diri dari pembuangan benda tajam, cairan tubuh, dan
limbah klinis lain di institusi pelayanan kesehatan.

Metode paling hemat biaya untuk mencegah dan mengendalikan


hepatitis B melalui pre-exposure vaksinasi dan kepatuhan tindakan
pencegahan standar.

Vaksin telah terbukti aman dan efektif melindungi diri seumur hidup
I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

RSUD Siak merawat 8.102 orang / tahun dirawat inap dan 3.420
orang/tahun di rawat jalan (Departemen Kesehatan [depkes],
2016).

9.698 orang/tahun menjalani perawatan di instalasi gawat


darurat (Departemen Kesehatan [depkes], 2016).

Jumlah tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten Siak 220 orang.


I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Kontak pasien & perawat atau tenaga


kesehatan sangat sering,

Peluang risiko tinggi tertular penyakit dari pasien


baik secara langsung maupun secara tidak langsung
cukup tinggi, salah satunya penularan penyakit
hepatitis B.

Pengetahuan tentang vaksinasi hepatitis B


dikalangan nakes seharusnya lebih baik dari
masyarakat awam karena pendidikannya sudah
membahas tentang hal tersebut. Namun belum
pernah diteliti mengenai status vaksinasi hepatitis
B nakes dan hubungan pengetahuan dengan
tindakan vaksinasi hepatitis B.
I PENDAHULUAN
Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada


hubungan pengetahuan tenaga kesehatan tentang hepatitis
B dengan tindakan tenaga kesehatan melakukan vaksinasi
hepatitis B di RSUD Kabupaten Siak.
I PENDAHULUAN
Tujuan Penelitian

• Mengetahui hubungan pengetahuan tenaga


Tujuan umum kesehatan tentang hepatitis B dengan tindakan tenaga
kesehatan melakukan vaksinasi hepatitis B di RSUD
Kabupaten Siak.

• Mengetahui gambaran pengetahuan tenaga


kesehatan di RSUD Kabupten Siak tentang
Tujuan Khusus hepatitis B.
• Mengetahui gambaran status vaksinasi
hepatitis B pada tenaga kesehatan di RSUD
Kabupaten Siak.
I PENDAHULUAN
Manfaat Penelitian

• Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi


Bagi responden yang bermanfaat dalam upaya pencegahan hepatitis B
sebagai risiko kerja yang harus di waspadai.

• Menjadi bahan perbandingan bagi penelitian lain yang


Bagi ilmu
berkaitan dengan hal-hal yang belum dikaji dalam
pengetahuan penelitian ini.

• Penelitian ini juga diharapkan memberikan tambahan


Bagi peneliti pengalaman bagi peneliti dalam melakukan penelitian
yang baik dan benar.

• Memberi gambaran bahwa tenaga kesehatan yang


bekerja di rumah sakit hendaknya melakukan
Bagi Rumah Sakit pencegahan terhadap risiko transmisi hepatitis B melalui
kontak pasien hepatitis dan tenaga kesehatan saat
bekerja, salah satunya dengan vaksin.
I PENDAHULUAN
Orisinilitas Penelitian
No. Judul, peneliti dan tahun Desain Studi Hasil penelitian
penelitian
1 Pengetahuan vaksin hepatitis B Cross sectional Pada penelitian ini, 64,7% responden yang beisiko mendapatkan infeksi
dan status vaksinasi pada tenaga hepatitis B sangat tinggi atau tinggi. Hanya 52% responden yang memiliki
layanan kesehatan di Administrasi pengetahuan tentang infeksi hepatitis B. Dalam penelitian ini, hanya 62% dari
Kota Bahir Dar, Northwest tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan tentang vaksin hepatitis B. Dari
Ethiopia: studi Cross sectional total 370 responden, hanya 20 (5,4%) mendapat tiga atau lebih dosis vaksin
(Abaje dan Azage, 2015) hepatitis B.
2 Gambaran Pengetahuan tenaga Cross sectional Dari 60 orang tenaga kesehatan terdapat 56 orang yang memiliki pengetahuan
Kesehatan Terhadap Hepatitis B di baik tentang hepatitis B. tenaga kesehatan dengan pengetahuan yang cukup
RSUP Prof. R.D. Kandou terhadap hepatitis B berjumlah 4 orang.
Manado(Hutapea et al, 2014)
3 Prevalensi infeksi virus hepatitis B Cross sectional Prevalensi keseluruhan infeksi VHB kronis (HBsAg +, anti-HBc +, anti-HBs-
di antara tenaga kesehatan di adalah 7,0% (42/598). Infeksi ditemukan pada 7,4% dari rHCW dibandingkan
rumah sakit tersier di Tanzania 5,6% dari nrHCW. tenaga kesehatan rentan terhadap VHB (HBsAg-, anti- HBc-
(Mueller et al, 2015) , anti-HBs-) terdiri 31,3%. Hanya 77,1% dari tenaga kesehatan yang mendapat
vaksinasi lengkap. Ada risiko secara signifikan lebih tinggi untuk tertular
VHB (anti-HBc +) diantara tenaga kesehatan dalam risiko kerja, dari usia yang
lebih tua (Odds Ratio (OR) 3,297, dan di antara mereka tenaga kesehatan yang
bekerja lebih dari 11 tahun (OR 2.51).

4 Vaksinasi virus Hepatitis B Cross sectional Cakupan vaksinasi VHB pada pelajar cukup tinggi (83%), yang lebih tinggi di
mencakup Kedokteran, kalangan mahasiswa kedokteran (88,1%, dibandingkan 81,4% di kalangan
Keperawatan, dan Mahasiswa keperawatan dan 80,1% di kalangan siswa paramedis. Tingkat imunisasi siswa
Kesehatan : Studi Cross-Sectional, kesehatan dilaporkan lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja kesehatan,
Multi-Centered di Yunani tetapi ini untuk siswa dari satu decade terakhir.
(Papagiannis et al, 2016)
I PENDAHULUAN
Orisinilitas Penelitian

Perbedaan penelitian yang akan dilakukan


dengan penelitian-penelitian di atas adalah :

Penelitian ini akan menghubungkan pengetahuan tenaga


kesehatan tentang hepatitis B dengan tindakan tenaga kesehatan
melakukan vaksinasi hepatitis B sebagai pencegahan dan
perlindungan diri, menggunakan uji korelasi.

Tempat penelitian yang akan dilakukan adalah di RSUD


Kabupaten Siak.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori

• Merupakan hasil dari “tahu”, yang terjadi


Definisi setelah orang melakukun pengindraan
terhadap suatu obyek tertentu, Sebagian
Pengetahuan besar pengetahuan diperoleh melalui mata
dan telinga (Notoatmodjo, 2012).

Pengetahuan merupakan domain kognitif yang sangat penting dalam


membentuk tindakan seseorang (overt behavior).
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori

Pendidikan

Faktor internal Pekerjaan

Faktor yang mempengaruhi Umur


pengetahuan

Lingkungan
Faktor
Eksternal
Sosial Budaya
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori

Pengukuran Kategori pengetahuan dapat


pengetahuan ditentukan dengan kriteria :

• Menurut Notoatmodjo
• Pengetahuan baik : jika
(2012), pengukuran
jawaban benar 76 – 100 %
pengetahuan dapat
dilakukan dengan
wawancara atau angket • Pengetahuan cukup : jika
yang didalamnya jawaban benar 56 – 75 %
menanyakan tentang isi
materi yang akan diukur • Pengetahuan kurang : jika
dari subjek penelitian atau jawaban benar < 56 %
responden.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori

Perilaku
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme
(makhluk hidup) yang bersangkutan.

dari segi kepentingan kerangka analisis, perilaku adalah apa


yang dikerjakan oleh organisme tersebut baik dapat diamati
secara langsung maupun tidak langsung.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori

Pengetahuan

Bentuk
perilaku

Tindakan Sikap
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
• Hepatitis B

• Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi


Definisi mengancam jiwa yang disebabkan oleh virus hepatitis
B (VHB).

• Infeksi hepatitis B, disebabkan oleh virus hepatitis B


(VHB), jenis hepadnavirus
Etiologi
• Ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air
mani, dan cairan vagina.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
• Faktor Risiko Hepatitis B

Melakukan hubungan
seksual dengan orang Bayi yang lahir dari ibu
yang terinfeksi yang terinfeksi

Suntikan obat atau memakai


jarum bekas, jarum suntik, atau
peralatan obat lainnya

Terkena darah pada saat Perjalanan ke negara-negara


melakukan pekerjaan dengan tingkat hepatitis B
sedang hingga tinggi
Patogenesis

pathogenesis+hepatitis+b+medscape&client=firefox.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
Manifestasi klinis

• Gejala penyakit akut dan bisa tanpa gejala

• Pasien dengan hepatitis kronis aktif, terutama selama masa replikasi,


mungkin memiliki gejala mirip dengan hepatitis B akut.

• Ikterik dikaitkan dengan masa prodromal.

• Gejalanya antara lain anoreksia, mual, muntah, demam ringan, mialgia,


kelelahan, nyeri kuadran kanan atas dan nyeri epigastrium (intermiten, ringan
sampai sedang).

• Pasien dengan hepatitis fulminan dan subfulminan dapat datang dengan


ensefalopati hepatik, mengantuk, gangguan pada pola tidur, kebingungan
mental, koma, asites, perdarahan gastrointestinal, koagulopati.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
• Vaksin Hepatitis B

Vaksin hepatitis B terdiri atas partikel HbsAg yang tidak terglikosilasi

Pemberian vaksinasi dibedakan menjadi pencegahan sebelum pajanan dan


setelah pajanan.

Profilaksis sebelum pajanan umumnya diberikan kepada pekerja


kesehatan, pasien hemodialisis dan staf yang bertugas, pengguna obat-
obatan jarum suntik & Pasien yang tinggal di area yang sangat endemik

Pemberian diberikan secara intramuskular di daerah deltoid, sebanyak 3


kali, pada bulan ke-0, 1, dan 6, dengan dosis bervariasi, tergantung jenis
vaksin.

Vaksinasi hepatitis B dapat melindungi 80-90% pasien selama 5 tahun dan


60-80% selama 10 tahun.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
• Tenaga kesehatan

Tenaga Kesehatan Pengelompokan


(nakes) tenaga kesehatan
• Tenaga medis
• adalah setiap orang yang
• Tenaga psikologi
mengabdikan diri dalam bidang
klinis
kesehatan serta memiliki
pengetahuan dan/atau keterampilan • Tenaga keperawatan
melalui pendidikan di bidang • Tenaga kebidanan
kesehatan yang untuk jenis tertentu • Tenaga kefarmasian
memerlukan kewenangan untuk • Tenaga kesehatan
melakukan upaya kesehatan. masyarakat, dan
tenaga kesehatan
lain.
II TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori

Kerangka Teori
Pengetahuan Hepatitis B

Perilaku Sikap

Tindakan Vaksinasi hepatitis B

Kerangka Konsep

Pengetahuan tentang Tindakan vaksin hepatitis B


Hepatitis B tenaga kesehatan
II TINJAUAN PUSTAKA

Hipotesis Penelitian

Ada hubungan
pengetahuan tenaga
kesehatan tentang hepatitis
B dengan tindakan tenaga
kesehatan melakukan
vaksinasi hepatitis B.
III Metode Penelitian
Desain Penelitian

Desain • observasional analitik

Pendekatan • cross sectional.

Observasional analitik yang didasarkan pada pengamatan


sekelompok tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Digunakan pendekatan cross sectional karena pada penelitian


ini hanya dilakukan sekali pengamatan dalam satu waktu,
tanpa melakukan pemantauan ulang
III Metode Penelitian
Variabel Penelitian

Variabel Variabel
independen dependen
• faktor yang • adalah tindakan
mempengaruhi melakukan vaksinasi
tindakan melakukan hepatitis B pada tenaga
vaksinasi hepatitis B kesehatan.
pada tenaga kesehatan
yaitu faktor
Pengetahuan.
III Metode Penelitian
Definisi Operasional

No Variabel Definisi operasional Alat ukur Aspek Skala


pengukuran
1 Pengetahuan Pengetahuan petugas Kuesioner (76 – 100%) Baik Ordinal
petugas kesehatan tentang infeksi (56 – 75%) Cukup
kesehatan hepatitis B, penularan, dan (< 56%) Kurang
tentang penyakit pencegahan
hepatitis B

2 Tindakan Status vaksinasi hepatitis B Kuesioner 1. Tidak Nominal


melakukan pada petugas kesehatan melakukan
vaksinasi RSUD Kabupaten Siak vaksinasi
hepatitis B (dokter, perawat, bidan, hepatitis B
nakes lainnya) selama 2. Melakukan
bekerja
vaksinasi
hepatitis B
III Metode Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Rumah


Sakit Umum Daerah Kabupaten Siak pada
bulan April 2017.
Populasi dan Sampel

Populasi Sampel
• Seluruh tenaga kesehatan • Sampel penelitian adalah
Rumah Sakit Umum populasi terjangkau yang
Daerah Kabupaten Siak memenuhi kriteria inklusi. Cara
yang berkontak langsung pengambilan sampel yaitu
dengan pasien selama Stratified Random Sampling.
periode penelitian yaitu Stratified Random Sampling
220 orang. yaitu pengambilan sampel
anggota dari populasi yang
dilakukan secara acak dengan
memperhatikan strata yang ada
dalam populasi itu (Sugiyono,
2013 disitasi oleh Susila dan
Suyanto, 2014).
Besar Sampel

Rumus Taro Yamane Jumlah sampel


220
N n
n 1  220(0,05) 2
1  N (d ) 2 •
n  142
Penentuan sampel dilakukan secara Stratified random
• Keterangan : sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari
populasi yang dilakukan secara acak dengan
• N : besar populasi
memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Dari
• n : besar sampel 220 jumlah populasi nakes sebanyak 19% adalah dokter,
• d : jumlah presisi 5% d = 0,05 50% perawat, 24% bidan, dan 7% petugas laboratorium.
Sehingga untuk pengambilan sampel tiap kelompok
adalah sebagai berikut :
• Dokter: 19% × 142 = 26.98 = 27 orang
• Perawat: 50% × 142 = 71 = 71 orang
• Bidan: 24% × 142 = 34,08 = 34 orang
• Petugas laboratorium: 7% × 142 = 9,94 = 10 orang
Kriteria Inklusi dan Eksklusi

• Tenaga kesehatan yang


berhadapan langsung dengan
Kriteria inklusi pasien, dan langsung terekspose
terhadap darah manusia dan
cairan tubuh lainnya.

Kriteria • Tenaga kesehatan yang sedang


eksklusi tidak aktif dan yang alergi vaksin.
III Metode Penelitian
Sumber Data

Data yang digunakan adalah data primer diambil dengan instrumen


kuesioner.

Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner dari penelitian Giri dan


Phalke (2013).

Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

Pengumpulan data akan dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh


petugas rumah sakit yang telah dijelaskan terlebih dahulu mengenai
prosedur dan tata cara penelitian.

Sebelum memberikan kuesioner pada responden, peneliti akan menjelaskan


terlebih dahulu cara mengisi kuesioner, tujuan, dan maksud pengisian
kuesioner.
III Metode Penelitian
Rencana Manajemen Data

Editing (pemeriksaan)

Koding (pengkodean)
Entry (memasukkan data)
Cleaning (merapikan data)
Processing (pengolahan data)
Analyzing (penilaian)
III Metode Penelitian
Analisis Data

Univariat Bivariat
•Setiap data dari setiap variabel dari hasil •Menggunakan uji korelasi untuk mengetahui
penelitian akan dianalisis menggunakan hubungan variabel independen yaitu pengaruh
statistik deskriptif untuk mendapatkan pengetahuan dengan variabel dependen yaitu
bentuk tabulasi tindakan vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD
Kabupaten Siak.
•Seluruh data dimasukkan kemudian diolah
secara statistik deskriptif dan melaporkan •Di gunakan analisis korelasi Spearman’s Rho
hasil dalam bentuk distribusi, frekuensi, dan dengan memperhatikan p-value. Jika p-value <0,05
presentase. maka ada korelasi yang signifikan sedangkan jika
p-value >0,05 maka tidak ada korelasi yang
signifikan.
III Metode Penelitian
Alur Penelitian

Pengambilan data jumlah tenaga kesehatan di RSUD Siak

Sampel diambil dari data tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten


Siak dengan teknik stratified random sampling

Pengambilan data dari sampel dengan kuesioner

Olah data

Analisis

Analisis Univariat Analisis Bivariat


Jadwal Penelitian

Penyiapan Seminar Hasil


proposal proposal penelitian
Prepenelitian

Desember Januari April Juni

Penyiapan Penelitian Sidang


proposal skripsi
IV Hasil dan Pembahasan
Hasil

Taro Yamane Stratified


random sampling
Pekerjaan Jumlah Jumlah Persentase (%)
sampel didapat

220 142 dokter 27 17 63

perawat 71 71 100

bidan 34 34 100

132 petugas lab 10 10 100

Total 142 132 93%


Uji Validitas
Pertanyaan r hitung r tabel Hasil

P1 0,535 0,361 Valid

P2 0,405 0,361 Valid

P3 0,507 0,361 Valid

P4 0,458 0,361 Valid

P5 0,607 0,361 Valid r hitung ≥ r tabel = valid


P6 0,449 0,361 Valid

P7 0,373 0,361 Valid

P8 0,363 0,361 Valid

P9 0,375 0,361 Valid

P10 0,468 0,361 Valid

P11 0,556 0,361 Valid

P12 0,499 0,361 Valid


Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
r tabel = 0,614
Cronbach’s Alpha N of Items

Alpha ≥ r tabel = reliabel


0.691 12
Analisis Univariat
Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
tentang hepatitis B

kurang
10%

• dari total 132 responden, sebanyak 67


responden (51%) berpengetahuan
baik tentang hepatitis B, 51
baik responden (39%) berpengetahuan
51% cukup cukup, dan 14 responden (10%)
39% berpengetahuan kurang.
Distribusi responden berdasarkan tindakan
tentang hepatitis B

Tidak
32% • dari total 132 responden yang
melakukan vaksinasi hepatitis B
adalah sebanyak 90 responden (68%)
sedangkan yang tidak melakukan
Ya vaksinasi sebanyak 42 responden
68% (32%).
Pengetahuan responden
berdasarkan pekerjaan

Pengetahuan Pekerjaan
tentang Dokter Bidan Perawat Petugas lab Total
hepatitis B

n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

Kurang 0 (0) 8 (23,5) 6 (8,5) 0 (0) 14 (10)

Cukup 4 (23,5) 20 (58,8) 26 (36,6) 1 (10) 51 (39)

Baik 13 (76,5) 6 (17,6) 39 (54,9) 9 (90) 67 (51)

Total 17 (100) 34 (100) 71 (100) 10 (100) 132 (100)


Tindakan vaksinasi berdasarkan
pekerjaan

Tindakan Pekerjaan
vaksinasi Dokter Bidan Perawat Petugas Total
hepatitis B lab

n(%) n(%) n(%) n(%) n(%)

Tidak 0 (0) 21 (61,8) 20 (28,2) 1 (10) 42(32)

Ya 17(100) 13 (38,2) 51 (71,8) 9 (90) 90(68)

Total 17 (100) 34 (100) 71 (100) 10 (100) 132(100)


Analisis Bivariat
Hubungan Antara pengetahuan
tentang Hepatitis B dengan tindakan
vaksinasi hepatitis B

Pengetahuan Tindakan vaksinasi hepatitis B


tentang Tidak Melakukan Total p rs
hepatitis B melakukan

n(%) n(%) n(%)

Kurang 14(100) 0 14(100)


0,00 0,55
Cukup 21(41,18) 30(58,82) 51(100)

Baik 7(10,45) 60(89,55) 67(100)

Total 42(31,82) 90(68,18) 132(100)


Pembahasan
Analisis Univariat
Abeje dan
83,3% 51% Azage
(2015)
Giri dan
Phalke Pengetahuan 64,7
tentang hepatitis B
(2013)

1,8% Africa et al,


2010
Faktor yang • Pengetahuan terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap
mempengaruhi suatu obyek tertentu, pengetahuan
pengetahuan terjadi melalui panca indera manusia,
yaitu:
o Indera penglihatan
Faktor internal o Pendengaran
o Penciuman
•Pendidikan
•Pekerjaan
o Rasa dan raba.
•Umur Notoatmodjo (2012)

Faktor Eksternal
•Lingkungan
•Sosial Budaya

Wawan dan Dewi (2010)


Analisis Univariat

10%
Abeje dan 5,4%
Azage (2015)
68%
Perilaku dapat dipengaruhi oleh faktor
Tindakan predisposisi yaitu pengetahuan, sikap
vaksinasi masyarakat terhadap kesehatan, tradisi dan
hepatitis B kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal
yang berkaitan dengan kesehatan, sistem
Giri dan nilai yang dianut masyarakat, tingkat
pendidikan, tingkat sosial ekonomi, dan
Phalke sebagainya. Selain faktor predisposisi
(2013) terdapat faktor-faktor lain yaitu faktor
87% pemungkin dan faktor penguat.
(Notoatmodjo (2012)
Analisis Bivariat

p=0.008 (p<0.05)

Ismail di RSUP
Haji Adam Malik
Medan (2011)

Hubungan pengetahuan
tentang hepatitis B
dengan tindakan
melakukan vaksinasi
hepatitis B

p-value = 0,00 (p < 0,05) dan koefisien


korelasi (rs) = 0,55
Analisis Bivariat

Hal ini juga didukung oleh teori Notoatmodjo (2012). Setelah


seseorang mengetahui stimulus atau objek kesehatan, kemudian
mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui,
proses selanjutnya diharapkan ia akan melaksanakan atau
mempraktekkan apa yang diketahui atau disikapinya (dinilai baik). Hal
ini yang disebut praktik (practice) kesehatan. Pengetahuan merupakan
domain kognitif yang sangat penting dalam membentuk tindakan
seseorang (overt behavior) (Notoatmodjo, 2012). Karena dari
pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasarkan oleh
pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak
didasari oleh pengetahuan.
Keterbatasan Penelitian

Pada saat mengisi kuesioner hanya mengandalkan kejujuran responden


dalam mengisi

Pada penelitian ini sampel yang seharusnya adalah 142 responden


tetapi pada saat hari dilakukan penelitian sampel yang didapatkan
hanya 132 responden, hal ini disebabkan karena 10 responden tidak
bisa mengisi kuesioner disebabkan sedang bekerja dan memang tidak
bersedia untuk mengisi kuesioner

Pada penelitian selanjutnya diharapkan bisa menambahkan variabel lain


seperti sikap. Selain itu juga bisa dilakukan penelitian komparasi yang
membandingkan pengetahuan nakes yang melakukan vaksinasi hepatitis B
dengan yang tidak melakukan vaksinasi hepatitis B
V Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Gambaran pengetahuan tenaga kesehatan (nakes) tentang
hepatitis B di RSUD Kabupaten Siak mayoritas baik yaitu, 67
responden (51%).

Tindakan vaksinasi hepatitis B pada nakes di RSUD Kabupaten Siak yaitu sebanyak 90
responden melakukan vaksinasi (68%) sedangkan yang tidak melakukan vaksinasi
sebanyak 42 responden (32%).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan


antara pengetahuan tentang hepatitis B dengan tindakan melakukan
vaksinasi hepatitis B dengan kekuatan hubungan yang cukup.
Saran

• Pada responden diharapkan mendapat tambahan


Bagi responden referensi mengenai hubungan pengetahuan tentang
hepatitis B dengan tindakan vaksinasi hepatitis B.

• Penelitian ini diharapkan menjadi bahan perbandingan


Bagi ilmu
bagi penelitian lain yang berkaitan dengan hal-hal yang
pengetahuan belum dikaji dalam penelitian ini.

• RSUD Kabupaten Siak diharapkan untuk selalu


memberikan edukasi kepada tenaga kesehatannya
Bagi Rumah Sakit tentang pencegahan terhadap risiko transmisi hepatitis B
melalui kontak pasien hepatitis dan tenaga kesehatan
saat bekerja, salah satunya dengan vaksin.