Anda di halaman 1dari 21

Basic Science Matra Udara

Rizki Putri Andini


13-099
Atmosfer
• Adalah campuran gas-gas yang menyelimuti bumi
• Susunan: N2 (78,09%), O2 (20,95%), argon (0,93%), helium, H2,
neon, xenon, krypton, dll

• Pembagian atmosfer berdasarkan sifat:


- Troposfer : 0-10 km
- Stratosfer : 10-50 km
- Ionosfer : 50-600 km
- Eksosfer : 600-1200 km

• Pembagian atmosfer berdasarkan fisiologi:


- Physiological zone
- Physiological defficient
- Space equivalent
Tekanan Atmosfer
• Berat 1 m3 udara pada permukaan laut dengan tekaan
760 mmHg dan suhu 0°C adalah 1.293 gram
• 1 feet2 udara pada permukaan laut = 2.117 pounds
• 1 inchi2 udara = 14,7 Psi
• 1 atm = 760 mmHg = 14,7 Psi
• Berat udara tiap permukaan/bidang di dalam
atmosfer menerima tekanan yang besarnya sesuai
berat udara di atasnya tekanan barometer (untuk
tiap cm2) 1,033 kg/cm (permukaan laut)
• Makin tinggi tekanan barometer↓
Tekanan Parsial Gas
• Gas-gas yang menyusun udara memiliki berat
masing-masing tekanan masing-masing,
disebut tekanan parsial gas
• Jadi, tekanan barometer adalah jumlah
tekanan parsial gas-gas yang berada di udara
• Persentase tekanan gas tetap sampai 110 km
(PO2=21%)
Atmosfer Standar
• Sifat atm berubah-ubah dibuat tabel atm standar (tekanan
& temperatur)
Suhu Atmosfer
• Makin tinggi, temperatur makin rendah
• Pada troposfer: turun 2°C/300 m
• Pada stratosfer: tetap 55°C
• Pada ionosfer: 2000°C
Radiasi
• Makin tinggi, radiasi meningkat
• Sebagian besar dipantulkan kembali dan
diabsorbsi oleh atmosfer dan lapisan ozon
di permukaan bumi tidak berbahaya
Hukum Gas
• Hukum difusi gas
Gas berdifusi dari tekanan parsial tinggi ke tekanan parsial
rendah, yang kecepatannya ditentukan oleh besarnya selisih
tekanan parsial tersebut dan tebalnya dinding pemisah

• Hukum Boyle
Volume gas berbanding terbalik dengan tekanannya: P.V = C

• Hukum Dalton
Tekanan total suatu campuran gas sama dengan jumlah
tekanan parsial gas-gas penyusun campuran tsb
Ptot = P1 + P2 + P3 + … + Pn
Hukum Gas
• Hukum Henry
Jumlah gas yang larut dalam suatu cairan tertentu
berbanding lurus dengan tekanan parsial gas
tersebut pada permukaan cairan itu
P1/P2 = A1/A2 A=jml gas yg larut
P=tek parsial gas pada permukaan cairan

• Hukum Charles
Pada tekanan tetap, volume gas berbanding lurus
dengan suhunya
P1/P2 = T1/T2
Pengungsian Medik Udara
• PMU adalah kegiatan pemindahan korban, dari
suatu tempat ke tempat lainnya yang mempunyai
fasilitas kesehatan yang lebih baik dengan
menggunakan pesawat terbang agar mendapat
pertolongan medik maksimal dalam waktu
sesingkat-singkatnya
• Tujuan:
- Mendapatkan perawatan lebih baik
- Mengurangi penderitaan
- Mengupayakan kelangsungan hidup korban
Pengungsian Medik Udara
• Faktor yang mempengaruhi
- Jenis penyakit
- Jenis pesawat: sayap tetap, sayap putar/helikopter
- Ketinggian terbang, jarak, lamanya terbang,
tekanan parsial oksigen, suhu udara, cuaca
- Personil medik/para medik yang terlatih
- Obat-obatan dan peralatan yang tersedia

• Pembagian tugas
- Tim P.M.U. I di pangkalan udara awal
- Tim P.M.U. II di dalam pesawat terbang selama penerbangan
- Tim P.M.U. III di pangkalan udara tujuan
Personil Medik PMU
• PMU I • PMU II
- Siapkan form, kartu, label - Ikut pre flight briefing
- Siapkan ambulans dan rute - Periksa pasien
- Seleksi korban - Rencana penempatan pasien
- Siapkan obat/alkes - Terima log dan adm
- Siapkan makanan - Beri obat dan makanan pasien
- Rencana pemempatan pasien - Tukar tandu
- Siapkan kondisi fisik & mental - Serahkan log dan adm pada
pasien PMU III
- Angkut pasien dan bantu - Laksanakan rawat di udara dan
loading catatan medis
- Serahkan form adm pada tim - Hubungi PMU I ±1 jam
PMU II sebelum mendarat
- Membuat laporan - Membuat laporan
Personil Medik PMU
• PMU III
- Siapkan tempat rawat - Stabilisasi pasien yang
- Siapkan ambulans dan gawat
rute jalan - Bawa pasien dengan
- Siapkan tenda & ambulan ke RS
alkesnya - Membuat laporan
- Terima log dan adm dari
PMU II
Pengungsian Medik Udara
• Permasalahan pada transportasi udara:
- Permasalahan vibrasi dan kebisingan
- Ketersediaan alat dan obat

• Hal khusus penggunaan helikopter:


- Tersedia helipad
- Bila baling-baling masih berputar, dilarang membawa
korban dari arah belakang pesawat
- Selalu menundukkan kepala saat mendekati helikopter
- Gunakan pelindung telinga
Pengungsian Medik Udara
• Peralatan medik:
- Tabung oksigen
- Outlet listrik
- Transportasi inkubator
- Ketentuan penerbangan ke luar negeri

• Persiapan korban:
- Stabilisasi fungsi vital korban
- Persiapan untuk mencegah timbulnya penyulit
- Intubasi sebelum penerbangan, bila ada masalah
pernapasan
Persiapan Alat Medis untuk Evakuasi
• Peralatan untuk resusitasi • Peralatan khusus:
- Bag resusitasi, masker - EKG
- Laryngoskop - Pulse oksimeter
- ETT - Syringe pump
- Pipa orofaring atau - Ventilator transport
nasofaring - Alat suction manual, pipa
- Tensimeter suction
- Peralatan IV line - Inkubator transport
- Stetoskop - Vital sign monitor
REFERENSI
• Kuliah pakar matra udara - dr. Budiono
• Kepmenkes RI No.882/Menkes/SK/X/2009
tentang Pedoman Penanganan Evakuasi Medik