Anda di halaman 1dari 59

Infertilitas primer et causa

mioma uteri
Oleh :
Yuni Asri Widyastuti
1310070100101

Preseptor :
dr. H. Helwi Nofira, Sp.OG (K)

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN OBSTETRI & GINEKOLOGI RSUD SOLOK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
2018
Infertilitas


Infertilitas adalah tidak
terjadinya kehamilan setelah
menikah 1 tahun atau lebih
dengan catatan pasangan
tersebut melakukan hubungan
seksual secara teratur tanpa
adanya pemakaian kontrasepsi.
Klasifikasi

Infertilitas Primer Infertilitas Sekunder

Belum pernah hamil pada Tidak terdapat kehamilan


wanita yang telah setelah berusaha dalam
berkeluarga meskipun waktu 1 tahun atau lebih
hubungan seksual dilakukan pada seorang wanita yang
secara teratur tanpa telah berkeluarga dengan
perlindungan kontrasepsi hubungan seksual secara
untuk selang waktu paling teratur tanpa perlindungan
kurang 12 bulan. kontrasepsi, tetapi
sebelumnya pernah hamil.
Etiologi

• Usia
Organik • Frekuensi senggama
• Pola hidup

• Masalah vagina
Non- • Masalah uterus
• Masalah tuba
organik • Masalah ovarium
• Masalah peritoneum
Mioma Uteri

Definisi

Tumor jinak miometrium


uterus dengan konsistensi padat
,kenyal, batas jelas, mempunyai
pseudokapsul, tidak nyeri, bisa
soliter atau multipel. Tumor ini
juga dikenal dengan istilah
fibromioma uteri, leimioma uteri,
atau uterine fibroid.
Epidemiologi
- Tumor uteri yang paling sering ditemui.
- Paling banyak ditemukan pada wanita berumur
35-45 tahun
- Belum pernah terjadi sebelum menarche
PATOFISIOLOGI
Menstimulasi sel-sel
Stimulasi estrogen
immature

Perubahan sel dan


kromosom

Mioma uteri

Mioma intramural Mioma submukosa Mioma subserosa


Mioma
Submukosa

Klasifikasi

Mioma Mioma
Subserosa Intramural
Faktor Risiko

• Usia
• Riwayat keluarga
• Ras
• Indeks massa tubuh
• Pola menstruasi
• Kehamilan
• Kebiasaan merokok
• Pemakaian kontrasepsi oral
Tanda dan Gejala

Perdarahan Abnormal
> Hipermenore, menoragia,
metroragia

Nyeri
> Dapat timbul karena
gangguan sirkulasi yang disertai
nekrosis setempat dan
peradangan.
Gejala penekanan :
- Penekanan vesika urinaria : poliuria
- Penekanan uretra : retensio urine
- Penekanan ureter : hidronefrosis
- Penekanan rectum : obstipasi
Disfungsi reproduksi :
- Infertilitas
- Resiko abortus
- Hambatan persalinan
- Inersia/atonia uteri
- Kesulitan pelepasan plasenta
- Gangguan masa nifas
Diagnosa

Anamnesa
- Perut terasa agak membesar
- Terasa ada benjolan kecil di
dalam perut yang makin lama
makin membesar
- Nyeri perut bagian bawah
- Haid tidak teratur
- Darah menstruasi lebih banyak
dari biasanya
- Nyeri pada saat haid
Pemeriksa
an Fisik

- Teraba massa
- Nyeri tekan
Pemeriksaan
Penunjang

- USG
- histerosalpingografi
- MRI
Penatalaksanaan

 Konservatif
Penanganan konservatif, bila mioma yang kecil
pada pra dan post menopause tanpa gejala. Cara
penanganan konservatif sebagai berikut :
 Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik
setiap 3-6 bulan.
 Bila anemia, Hb < 8 g% transfusi PRC.
 Pemberian zat besi.
 Progestin dan anti progestin
 Operatif
 bila ukuran tumor berat dari ukuran uterus dalam
kehamilan 12-14 minggu.
 Pertumbuhan tumor cepat
 Mioma geburt
 Penyulit kehamilan
 Hipermenore
 Penekanan organ sekitar
Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan

• Infertilitas
• Abortus
• Kelainan letak janin dalam rahim
• Mehalangi jalan lahir
• Inersia/atonia uteri
• Mempersulit lepasnya plasenta
Pengaruh kehamilan dan persalinan pada mioma uteri

• Tumor tumbuh lebih cepat dalam kehamilan


• Perdarahan
• Perubahan bentuk tumor
Laporan kasus
IDENTITAS
• Nama : Ny. N
• Umur : 47 tahun
• Pekerjaan : IRT
• No MR : 047146
• Alamat : Gantung Ciri
• Tgl. Masuk : 18 Desember 2017
ANAMNESA
Seorang pasien wanita umur 47 tahun masuk
bangsal kebidanan RSUD Solok pada tanggal 18
Desember 2017 pada pukul 11:45 WIB, kiriman poli
kebidanan dengan mioma uteri pada G0P0A0H0
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

• Pasien merasa ada teraba benjolan diperut bagian bawah


sejak 3 bulan yang lalu,semakin lama semakin membesar.
• Pasien mengeluhkan nyeri pada daerah bawah perut, nyeri
hilang timbul,tidak menjalar,serta tidak menganggu
aktivitas sejak 3 bulan yang lalu
• Pasien mengeluh setiap haid selalu nyeri perut
• Pasien juga sering mengkonsumsi obat penghilang nyeri
pada saat haid
• Pasien haid teratur, siklusnya 28 hari
• Pada saat haid, darah haid pasien keluar dalam batas
normal
• Tidak ada keluhan perdarahan setelah berhubungan
• BAK dan BAB dalam batas normal
• Pasien menikah yang pertama pada usia 35 tahun
dan tidak memiliki anak, dan pasien menikah
yang kedua pada usia 46 tahun dan tidak
mempunyai anak
• Riwayat demam dan trauma tidak ada
• Tidak ada penurunan nafsu makan dan berat
badan
Riwayat Penyakit Dahulu

• Pasien tidak ada riwayat penyakit


jantung,paru,hati,ginjal,DM,dan hipertensi
• Riwayat alergi obat dan makanan disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
• Tidak ada riwayat tumor pada perut dikeluarga,
penyakit keturunan, menular dan kejiwaan
• Riwayat Perkawinan
2 kali pada tahun
Yang pertama pada tahun 2005
Yang kedua pada tahun 2016
• Riwayat Kehamilan/Abortus/persalinan 0/0/0
• Riwayat KB : tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan umum : sedang


• Kesadaran : Compos Mentis
• Vital sign :
▫ Tekanan Darah : 120/80 mmHg
▫ Nadi : 82x/menit
▫ Nafas : 18x/menit
▫ Temperatur : 36,50C
PEMERIKSAAN FISIK
• Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak
ikterik (-/-)
• Leher :
▫ Inspeksi : JVP 5-2 cmH2O,
▫ Palpasi : Kelenjar tiroid tidak teraba membesar
• Kelenjar Getah Bening tidak teraba membesar
• Toraks :
• Jantung
▫ Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
▫ Palpasi : Ictus cordis teraba 1 jari medial LMCS RIC V
▫ Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
▫ Auskultasi : Reguler, bising (-), murmur (-)
• Paru-Paru
▫ Inspeksi : bentuk dan pergerakan simetris kiri =kanan
▫ Palpasi : Fremitus normal kiri = kanan
▫ Perkusi : Sonor kiri = kanan
▫ Auskultasi : Vesikuler normal +/+, ronkhi -/-, wheezing -
/-
• Abdomen : Status Ginekologi
• Genitalia : Status Ginekologi
• Ekstremitas : Edema -/-, RF +/+,
RP -/-
Status Ginekologi
• Abdomen
▫ Inspeksi : perut tampak agak membuncit,venektasi (-),
sikatrik (-)
▫ Palpasi :
 teraba massa (+), 4 jari dibawah pusat dengan kosistensi
padat,keras,tidak dapat digerakan, dengan permukaan
rata, ukuran sebesar bola kasti, nyeri (+),nyeri tekan (+), nyeri
lepas (-)
▫ Hepar : tidak teraba
▫ Lien : tidak teraba
• Perkusi : timpani
• Auskultasi : BU (+) Normal
Pemeriksaan fisik

• Genitalia
▫ Inspeksi
 Labia mayora : simetris, radang (-), tumor (-)
 Labia minora : tenang, radang (-), tumor (-),
laserasi (-)
 Perineum : tidak ditemukan kelainan
 PPV : (-)
▫ Palpasi :
Kelenjar limfe regional : tidak membesar
Labia mayora dan minora : tumor (-), nyeri tekan (-)
• Inspekulo
Vagina : tumor (-), laserasi(-), fluksus (-)
Portio : Nulipara, ukuran sebesar jempol
tangan orang dewasa, tumor (-), laserasi (-), fluksus
(-), OUE tertutup.

• VT Bimanual
Vagina : Tumor (-)
Portio : Nulipara, ukuran sebesar jempol
tangan dewasa, tumor (-), OUE tertutup, nyeri
goyang (-)
CUT : ukuran sebesar tinju dewasa
AP : lemas kiri dan kanan, tumor (-)
CD : tidak menonjol
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Laboratorium :
▫ Hemoglobin : 14,1 gr%
▫ Leukosit : 4,870mm3
▫ Hematokrit : 41,9 %
▫ Trombosit : 227.000 mm3
▫ HBsAg : negative
• DIAGNOSA
mioma uteri pada G0P0A0H0

• Sikap :
▫ Rawat dibangsal kebidanan
▫ Kontrol KU, VS, PPV
▫ Rencana: Miomektomi
FOLLOW UP
• Tanggal 19 Desember 2017 jam 07.00 WIB
S : keluar darah dari vagina (-)
BAK Normal,BAB normal
Demam (-)
PF : KU Kes TD Nd Nfs T
Sdg CMC 120/60 80x/i 20x/i 36,50
• Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak
ikterik (-/-)
• Abdomen: Nyeri tekan(+), nyeri lepas (-)
• Genitalia :
• Inspeksi : V/U tenang, PPV (-)
• Diagnosis :
mioma uteri pada G0P0A0H0

Terapi
Kontrol KU, VS, PPV
IVFD RL 500 cc/ 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 1x2 gr
Rencana miomektomi
Puasa
Observasi
Tanggal 19 Desember 2017 jam 12.30 WIB
• Dilakukan Miomektomi
• Pasien tidur terlentang dalam spinal anastesi
• Dilakukan tindakan aseptik dan anti septik
• Dipasang duk steril untuk memperkecil lapangan operasi
• Dilakukan insisi abdomen secara linea mediana terus lapis
demi lapis sampai peritoneum
• Diidentifikasi di dapatkan mioma uteri dua buah
• Dilakukan miomektomi didapatkan jaringan 3x5x2 cm,
yang kedua 4x3x2 cm
• Dilakukan penjahitan di bekas miomektomi dipastikan
tidak ada perdarahan
• Abdomen di tutup lapis demi lapis, di jahit secara
subkutikuler
• Perdarahan selama tindakan lebih kurang 100 cc
• Diagnosis :
Post miomektomi a.i mioma uteri pada
G0P0A0H0

• P/ Awasi pasca tindakan


Mioma

Jaringan kedua
Jaringan pertama
Follow Up Post OP
Selasa, 19 Desember 2017 16.00 WIB
S/ nyeri luka operasi (+)
demam (-)
BAB(-),BAK via kateter

PF : KU Kes TD Nd Nfs T
Sdg CMC 110/70 72x/i 19x/i 36,3 0
▫ Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak ikterik (-/-)
▫ Abdomen: Nyeri tekan(+), nyeri lepas (-),defans muscular (-)
▫ Genitalia :
 Inspeksi : V/U tenang, PPV (+)
• Diagnosis :
Post miomektomi ai mioma uteri pada G0P0A0H0

• Terapi
Kontrol KU, VS, PPV
IVFD RL 500 cc/ 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1
Asam mefenamat 3x500 mg
SF 1x300 mg
Vit.C 3x50 mg
Rabu, 20 desember 2017, Pukul 07.00
S/ nyeri luka operasi (+)
demam (-)
BAB(-) ,BAK via kateter

PF : KU Kes TD Nd Nfs T
Sdg CMC 120/80 84x/i 20x/i 36,80
▫ Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak ikterik (-/-)
▫ Abdomen: Nyeri tekan(+),nyeri lepas (-),defans muscular (-)
▫ Genitalia :
 Inspeksi : V/U tenang, PPV (-)
• Diagnosis :
Post miomektomi ai mioma uteri pada G0P0A0H0

• Terapi
Kontrol KU, VS, PPV
IVFD RL 500 cc/ 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1
SF 1x300 mg
as. mefenamat 3x500 mg
vit C 3x50 mg
Kamis, 21 desember 2017, Pukul 07.00
S/ nyeri luka operasi (+)
demam (-)
BAB(-) ,BAK via kateter

PF : KU Kes TD Nd Nfs T
Sdg CMC 110/70 80x/i 19x/i 36,60
▫ Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak ikterik (-/-)
▫ Abdomen: Nyeri tekan(+),nyeri lepas (-),defans muscular (-)
▫ Genitalia :
 Inspeksi : V/U tenang, PPV (-)
• Diagnosis :
post miomektomi ai mioma uteri pada G0P0A0H0
• Terapi
Kontrol KU, VS, PPV
IVFD RL 500 cc/ 20 tpm
Kateter (AFF)
Inj. Ceftriaxone 2x1
SF 1x300 mg
as. mefenamat 3x500 mg
vit C 3x50 mg
Jum’at, 22 desember 2017, Pukul 07.00
S/ nyeri luka operasi (+)
demam (-)
BAB(-) ,BAK (+)

PF : KU Kes TD Nd Nfs T
Sdg CMC 110/70 80x/i 19x/i 36,60
▫ Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera tidak ikterik (-/-)
▫ Abdomen: Nyeri tekan(+),nyeri lepas (-),defans muscular (-)
▫ Genitalia :
 Inspeksi : V/U tenang, PPV (-)
• Diagnosis :
post miomektomi ai mioma uteri pada G0P0A0H0
• Terapi
IVFD RL 500 cc (AFF)
Cefadroxil 2x500 mg
Asam mefenamat 3x500 mg
SF 1x300 mg
Vit.C 3x50 mg
• Rencana : Pasien dibolehkan pulang
ANALISA KASUS

Seorang pasien wanita umur 43 tahun masuk bangsal


kebidanan RSUD SOLOK pada tanggal 18 Desember 2017
jam 11.45 WIB,kiriman poli kebidanan dengan diagnosa
mioma uteri.
Dari hasil anamnesa yang dilakukan pada pasien,
pasien mengeluh teraba benjolan diperut bagian bawah
sejak 3 bulan yang lalu, semakin lama semakin membesar,
pasien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah, nyeri
hilang timbul, tidak menjalar, serta tidak mengganggu
aktivitas sejak 3 bulan yang lalu, pasien mengeluh setiap
haid selalu nyeri perut, dan sering mengkonsumsi obat
penghilang nyeri haid.
Haid pasien teratur, siklusnya setiap 28
hari,pada saat haid darah haid pasien keluar dalam
batasan normal, tidak ada keluhan perdarahan
setelah berhubungan, BAK dan BAB dalam batas
normal. Riwayat demam dan trauma tidak ada,
tidak ada penurunan nafsu makan.
Dari pemeriksaan fisik abdomen teraba massa 4 jari
dibawah pusat dengan konsistensi padat, keras,
tidak dapat digerakkan, nyeri tekan (+), nyeri lepas
(-)
• labia mayora : simetris, radang (-), tumor (-) labia
minora : tenang, radang (-), tumor (-), laserasi (-),
PPV (-).
Kelenjer limfe regional : tidak membesar
Dari pemeriksaan penunjang didapatkan :
Hemoglobin : 14,1 gr/dl
Leukosit : 4870 mm3
Hematokrit : 41,9%
Trombosit : 227.000 mm3
HBsAg : negative
Berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik,
dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosa
dengan mioma uteri pada G0P0A0H0. Sebelum
dilakukan tindakan di kontrol dahulu KU, VS, PPV.
KESIMPULAN

Infertilitas atau kemandulan menjadi salah satu


masalah kesehatan reproduksi yang sering
berkembang menjadi masalah sosial karena pihak
wanita (istri) selalu dianggap sebagai penyebabnya
(40-50% disebabkan pada wanita). Akibatnya
wanita sering terpojok dan mengalami kekerasan,
terabaikan kesehatannya, serta diberi label sebagai
wanita mandul sebagaimasalah hidupnya
Mioma Uteri adalah Neoplasma jinak yang
berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang
menumpangnya. Istilah lain FIBROMIOMA,
LEIOMIOMA, dan FIBROID.Klasifikasi Mioma uteri
terbagi 3,yaitu: pertama, mioma submukosa yang
terletak berada dibawah endometrium dan
menonjol ke dalam rongga uterus.Kedua,mioma
intramural,yaitu mioma yang terdapat di dinding
uterus di anara serabut miometrium.ketiga adalah
mioma subserosum,yaitu mioma yang tumbuh
keluar uterus sehingga menonjol pada permukaan
uterus dan diliputi oleh serosa.
• menegakkan diagnosa mioma uteri adalah
ditemukan pada anamnesa yaitu,terasa benjolan
di perut bagian bawah,haid tidak teratur,dan
perut terasa berat.diangosa mioma uteri
ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan USG.
TERIMA KASIH