Anda di halaman 1dari 20

BIOTEKNOLOGI DAN

GENETIKA

KELOMPOK 1
ARINI CATUR LINA 150351607152
DWI ROMADHONY 15035160
SESANTI 15035160
A. DEFINISI BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi adalah pemanfaatan
prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan
makhluk hidup untuk menghasilkan
produk dan jasa guna kepentingan
manusia.
B. PERKEMBANGAN
BIOTEKNOLOGI
Perkembangan bioteknologi dapat dibagi
menjadi 3 periode, yaitu:
1. Periode bioteknologi tradisional
(bioteknologi konvensional)
2. Periode bioteknologi ilmiah
3. Periode bioteknologi modern
1. Periode bioteknologi tradisional (bioteknologi konvensional)
Pada periode ini, merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme
secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim. Proses pembuatan makanan
dengan teknik konvensional ini masih sangat sederhana dan hanya dilakukan dalam skala
kecil. Manusia belum melakukan penelitian secara ilmiah bahwa pada peristiwa fermentasi
yang mengubah bahan dasar menjadi bahan makanan yang lebih tahan lama, merupakan
hasil dari proses metabolisme mikroorganisme. Pada periode ini, belum ada penelitian
mengenai fenomena yang terjadi, karena semua berawal dari ketidaksengajaan. Periode ini
ditandai dengan adanya peristiwa sebagai berikut:

1. Pada masa 8000 SM, bangsa Babilonia, Mesir dan Romawi telah mengenal cara
bercocok tanam yang baik dengan cara pengumpulan dan pemilihan benih untuk
ditanam. Selain itu, di bidang peternakan, mereka telah mengembangbiakkan hewan
ternak secara selektif untuk peningkatan kualitas ternak.
2. Pada masa 6000 SM, manusia mengetahui cara membuat minuman bir dan anggur
menggunakan teknik fermentasi. Selain itu, juga membuat roti dengan bantuan ragi.
3. Pada masa 4000 SM, bangsa Tionghoa telah membuat yogurt dan keju dari susu dengan
bakteri asam laktat.
4. Pada masa 1500 SM, bangsa Aztec memanfaatkan gangga sebagai sumber makanan
(Anonim, 2010).
2. Periode bioteknologi ilmiah
Pada perkembangan bioteknologi selanjutnya, manusia mulai menyadari bahwa fenomena yang terjadi pada
proses fermentasi tidak terjadi dengan sendirinya. Oleh karena itu, rasa ingin tahu mendorong mereka untuk
melakukan penelitian yang menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. Periode bioteknologi ilmiah ditandai dengan
munculnya banyak penelitian ilmiah dalam berbagai bidang, antara lain yaitu:
Ø Pada tahun 1665, penemuan sel oleh Robert Hooke pada sayatan gabus yang diamati dengan mikroskop sederhana.
Ø Pada tahun 1670, pemanfaatan mikroba dalam usaha penambangan tembaga di Rio Tinto, Spanyol
Ø Pada tahun 1686, ditemukan lensa mikroskop yang lebih maju oleh Antony Van Leeuwenhoek yang dapat digunakan
untuk melihat mikroba. Karena penemuannya tersebut, Antony menjadi manusia pertama yang melihat mikroba.
Setelah penemuan lensa mikroskop tersebut, penelitian tentang mikroorganisme semakin berkembang pesat.
Ø Tahun 1800, Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian yang komprehensif tentang perkembangbiakan hewan.
Ø Tahun 1856 - 1865, Gregor Mendel mengawali penelitian genetika tumbuhan dengan menggunakan tanaman kacang
ercis. Pada akhirnya dari penelitian tersebut Mendel menemukan hukum pewarisan sifat induk pada turunannya.
Ø Tahun 1870, ditemukannya mikroba dalam makanan dan minuman oleh Louis Pasteour, yang merupakan awal
berkembangnya bidang mikrobiologi
Ø Tahun 1890, ditemukannya alkohol yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor
Ø Tahun 1897, ditemukannya enzim dari ekstrak ragi yang dapat mengubah gula menjadi alkohol oleh Eduard Buchner
Ø Tahun 1912 -- 1915, pada tahun inilah ditemukan teknik pengelolahan limbah dengan menggunakan mikroba. Selain
itu, mulai ditemukan pula produksi aseton, butanol, dan gliserol dengan menggunakan bakteri
Ø Tahun 1919, mulailah digunakan kata “bioteknologi” oleh seorang insinyur berkebangsaan Hongaria bernama Karl
Ereky
Ø Tahun 1928, merupakan tahun ditemukannya zat antibiotik “penisillin” oleh Alexander Fleeming
Ø Tahun 1953, ditemukannya struktur asam deoksiribo nukleat ( ADN ) oleh Crick dan Watson
Ø Pada tahun 1994, mulailah diproduksi penisillin dalam jumlah besar
3. PERIODE BIOTEKNOLOGI MODERN
Perkembangan bioteknologi modern berdasarkan atas hasil penelitian ilmiah
diketahui orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien.
Periode bioteknologi modern diawali dengan perkembangan pesat dalam bidang
genetika, yaitu:
Ø Teknik rekayasa genetik pada tahun 1970-an. Era rekayasa genetik dimulai dengan
penemuan enzim endonuklease restriksi oleh Dussoix dan Boyer. Adanya enzim
tersebut memungkinkan kita dapat memotong DNA pada posisi tertentu,
mengisolasi gen dari kromosom suatu organisme, dan menyisipkan potongan DNA
lain yang dikenal dengan teknik DNA rekombinan.
Ø Setelah penemuan enzim endonuklease restriksi, pada tahun 1976 dimulai program
bahan bakar alkohol dari Brazil dan teknologi hibridoma yang menghasilkan antibodi
monoklonal.
Ø Pada tahun 1980, Rank Hovis Mc. Dougall diberikan izin untuk memasarkan produk
jamur yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Ø Peran teknologi rekayasa genetik pada era ini semakin terasa dengan diizinkannya
penggunaan insulin hasil percobaan rekayasa genetik untuk pengobatan penyakit
diabetes di Amerika Serikat pada tahun 1982. Insulin buatan tersebut diproduksi oleh
perusahaan Eli Lilly Company.
Ø Pada tahun 2000-2005, proyek genom manusia dimulai dan berhasil dilakukan,
sehingga peta genom manusia dapat dibuat secara utuh. Hingga saat ini, penelitian
dan penemuan yang berhubungan dengan rekayasa genetik terus dilakukan. Misalnya
dihasilkan organisme transgenik penelitian genom makhluk hidup (Anonim, 2008).
C. SEJARAH BIOTEKNOLOGI
1. Era Pra Pasteur/zaman industri pangan (sebelum
1865)
Berkembangnya industri fermentasi tradisonal
misal bir,wine, yogurt, cuka dan keju.
2. Era Pasteur (1865-1940)
Berkembangya industri zat kimia seperti
pembuatan butanol,aceton. Selain itu
berkembangnya teknologi pengolahan air limbah.
3. Era Antibiotika (1940-1960)
Berkembangnya vaksin, teknologi kultur sel
hewan, dan antibiotik lainnya.
4. Era Pasca Antibiotika (1960-1973)
Berkembangnya industri asam amino, SCP
(single cell protein), enzim untuk detergen.
Serta telah ,ulai dikenal rekombinan DNA.
5. Era Bioteknologi Modern/Baru (1973-
sekarang)
Dikembangkannya teknik rekayasa genetika
secara meluas pada berbagai aspek
kehidupan, GMO (genetically modified
organism), kloning gen.
D. JENIS BIOTEKNOLOGI
KELEBIHAN
 Biaya produksi murah
BIOTEKNOLOGI  Teknologi menggunakan peralatan
KONVENSIONAL sederhana
 Pengaruh jangka panjang sudah diketahui

Atau disebut juga bioteknologi


tradisional masih menggunakan KELEMAHAN
teknik dan peralatan yang  Perbaikan genetik tidak terarah
sederhana. Pada bioteknologi ini  Memerlukan waktu relatif lama
prosesnya memanfaatkan  Belum ada pengkajian prinsip-prinsip
mikroorganisme, proses biokimia, ilmiah
dan proses genetik alami. Ciri  Hasil tidak dapat diperkirakan sebelunya
khas yang tampak pada  Hanya diproduksi dalam skala kecil
bioteknologi konvensional, yaitu  Tidak dapat mengatasi ketidaksesuaian
adanya penggunaan makhluk genetik
hidup secara langsung dan belum  Prosesnya relatif belum steril sehingga
tahu adanya penggunaan enzim. kualitas hasilnya belum terjamin
pembuatan minuman anggur merah
BIOTEKNOLOGI
MODERN
Pada bioteknologi modern, manipulasi tidak hanya dilakukan pada kondisi
lingkungan maupun media tumbuh, tetapi manipulasi juga dilakukan pada
susunan gen dalam kromosom makhluk hidup yang digunakan (rekayasa
genetika).
KELEBIHAN
 Hasil dapat diperhitungkan
 Dapat mengatasi kendala ketidaksesuaian genetik
 Perbaikan sifat genetik dapat dilakukan secara terarah
 Dapat menghasilkan organisme yang sifat barunya tidak ada pada
sifat alaminya

KELEMAHAN
 Biaya produksi relatif lebih mahal
 Memerlukan teknologi canggih
 Pengaruh jangka panjang belum diketahui
1. Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan teknik
perbanyakan tanaman secara vegetatif
buatan yang didasarkan pada sifat
totipotensi pada tumbuhan. Prinsip kultur
jaringan adalah menumbuhkan jaringan
maupun sel tumbuhan dalam suatu media
buatan secara aseptik.
Tahap Kultur Jaringan
1. Sterilisasi eksplan
dengan cara merendam
eksplan dalam bahan
kimia (sterilan) selama
beberapa menit
kemudian dicuci
dengan air steril.
Sterilisasi bertujuan
untuk membunuh
mikrobia yang
menempel pada
eksplan.
2. Penanaman eksplan
pada media kultur
yang terbuat dari agar-
agar dan dilengkapi
dengan unsur makro
dan mikro.

3. Meletakkan botol yang


berisi eksplan pada
ruangan yang suhu dan
penyinarannya
terkontrol hingga
terbentuk kalus.
4. Subkultur dilakukan
beberapa kali sampai
kalus tumbuh menjadi
plantet.

5. Plantet dikeluarkan dari


botol dan akarnya
dibersihkan dengan air
bersih.
6. Planted ditanam ke
dalam pot-pot kecil dan
diletakkan ditempat
yang tidak terkena
cahaya matahari
langsung.

7. Apabila plantet sudah


tumbuh kuat, tanaman
bisa dipindahkan ke
media tanah atau lahan
pertanian yang terkena
matahari langsung.
Keunggulan Teknik Kultur Jaringan
1. Tidak memerlukan lahan yang luas untuk
memproduksi banyak bibit tanaman.
2. Menghasilkan bibit tanaman yang sifatnya
identik dengan sifat induknya.
3. Menghasilkan bibit tanaman bibit
tanaman dalam jumlah banyak dan dalam
waktu singkat.
2. Kloning
Kloning/transaplatasi/pencangkokan nukleus
digunakan untuk menghasilkan individu yang
secara genetik identik dengan induknya. Proses
kloning dilakukan dengan cara memasukkan inti
sel donor ke dalam sel telur yang telah
dihilangkan inti selnya. Selanjutnya, sel telur
tersebut diberi kejutan listrik atau zat kimia untuk
memacu pembelahan sel. Ketika klon embrio
telah mencapai tahap yang sesuai, embrio
dimasukkan ke dalam rahim hewan betina lainnya
yang sejenis. Hewan tersebut selanjutnya akan
mengandung embrio yang ditanam dan
melahirkan anak hasil kloning.