Anda di halaman 1dari 20

Durroh Humairoh, S.Si., M.

Si
MASUKNYA JAMUR DALAM TUBUH
• Melalui :
1. Luka kecil / aberasi pada kulit.
2. Melalui saluran napas, menghisap elemen jamur.
3. Kontak tetapi tidak perlu ada luka.
CARA MENEGAKKAN DIAGNOSA
• Selain gejala-gejala khas setiap jamur (Gejala klinis).
• Pemeriksaan laboratorium
- Pemeriksaan preparat langsung.
- Pembiakan.
- Reaksi imunologis.
- Biopsi/histopatologi.
- Pemeriksaan dengan sinar wood.
PEMERIKSAAN PREPARAT LANGSUNG

• Terutama untuk melihat ada/tidak infeksi jamur.


• Sampel berasal dari kerokan kulit, rambut, dan kuku.
• Dibantu dengan KOH 10-40%
• Di Flamming di api
• Yang tampak berupa benang-benang hifa dan spora
• Pembersihan dengan alkohol 70%
• Dikerok dengan skalpel sehingga diperoleh skuama yang cukup
• Sampel yang diperiksa didapat dari:
1. Kulit  daerah pinggir  aktif. (10%)
2. Rambut  Terputus-putus, tidak mengkilat lagi. (20%)
3. Kuku  Masa detritus dari bawah kuku yang rusak. (20-40%)
PEMBIAKAN/KULTUR

• Media agar Saboraud, suhu kamar 25-30ºC  1 minggu 


Pertumbuhan jamur (Bentuk koloni, hifa dan spora ).
REAKSI IMUNOLOGIS (alergi)

• Antigen yang dibuat dari koloni  menyuntikkan secara intra kutan.

• Bila reaksi (+)  Ada infeksi oleh jamur.


a) Reaksi trikofitin (Trikofitosis  Trikofiton)
b) Reaksi histoplasmin (Histoplasma  Histoplasma)
c) Reaksi sporotrikin (Sporotricium schenkii  Sporotrikum)
BIOPSI/HISTOPATOLOGI
• Khusus pemeriksaan penyakit jamur golongan mikosis dalam.
• Pewarnaan khusus jaringan biopsi; Gram, HE, dan PAS
.
• Pemeriksaan histopatologi
Melihat reaksi jaringan akibat infeksi jamur.
Dapat mewarnai elemen jamur dalam jaringan
PEMERIKSAAN DENGAN SINAR WOOD
• Sinar ultraviolet  Melewati saringan wood  Merubah sinar
polikromatis menjadi monokromatis dengan panjang gelombang
3600A (sinar tidak dapat dilihat).
• Sinar diarahkan ke kulit / rambut yang terinfeksi jamur 
Memberikan warna kehijauan/fluoresensi.
• Fluoresensi (+)  Pemeriksaan sinar wood (+).
• Ex: Microsporum lanosum, Malassezia furfur
Patogenesis Fungi
• Ketika terjadi infeksi, maka komponen permukaan dinding sel
jamur dapat melekat pada hospes.
• Polisakarida dinding sel mengaktivasi komplemen dan
menimbulkan inflamasi.
• Dinding sel melepaskan antigen diagnostik.
• Akibat adanya patogenesis, maka akan terjadi mekanisme:
• Mikotoksikosis,
• Penyakit hipersensivitas,
• Infeksi invasif/ kolonisasi
Mikotoksikosis
• Fungi merupakan sumber banyak alkaloid dan metabolit toksik.
• Fungi tidak memproduksi endotoksin tetapi beberapa
menghasilkan eksotoksin yang dibentuk diluar tubuh manusia.
• Mikotoksikosis bisa terjadi akibat kecelakaan atau menelan fungi
(misetismus) dan metabolit (mikotoksin)
• Ex: Aflatoksin from Aspergillus flavus atau Aspergillus parasitcus
dapat menyebabkan Turkey X disease pada awal tahun 1960 di
Inggris. Toksin dapat merusak hepar dan menyebabkan kanker
hepar.
Penyakit Hipersensitive
• Air-born spore dan elemen
jamur dapat merangsang
produksi immunoglobulin
atau sensitized limfosit pada
individu tertentu
• Ex: hipersensitivity
pneumonitis, rhinitis, broncial
ashma
Infeksi invasif/ kolonisasi
• Organisme (fungi) yang masuk
kedalam tubuh akan
mengadakan kolonisasi tanpa
menyebabkan sakit
• Infeksi berat akan invasi ke
dalam jaringan dan
menyebabkan kerusakan
• Penyakit akibat infeksi fungi
disebut MIKOSIS
• Ex: mikosis superfisial,
mikosis kutan/ subkutan, dll
MIKOSIS
KUIS
Good Luck
Bagaimana cara jamur menginfeksi tubuh manusia?
Apa fungsi larutan KOH 10-40%?
Bagaimana mekanisme kinerja sinar wood dalam pemeriksaan
jamur??
Patogenitas dari fungi dapat mengakibatkan terjadinya....??
SEKIAN dan TERIMA KASIH
Durroh Humairoh