Anda di halaman 1dari 20

Mata Kuliah SIA-453

Optimasi Waduk

Prof. Dr. Drs. Waluyo Hatmoko, M.Sc.


Peneliti Utama Bidang Tata Kelola Sumber Daya Air
Puslitbang Sumber Daya Air, Badan Litbang PUPR
whatmoko@yahoo.com
08122103205
OPTIMASI WADUK
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
1. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar perencanaan
dan pengelolaan waduk;
2. Perencanaan tampungan waduk
3. Teknik simulasi operasi waduk
4. Teknik optimasi waduk
Deskripsi singkat Mata Kuliah:
Mata kuliah Optimasi Waduk berisi perencanaan tampungan
dan berbagai teknik operasi waduk dan optimasi waduk
Pokok Bahasan Mata Kuliah:
1. Tujuan dan pengertian waduk
2. Perencanaan waduk
3. Karakteristik tampungan
4. Perencanaan tampungan
5. Pola Operasi Waduk
6. Optimasi waduk
OPTIMASI WADUK
1. Pendahuluan: pengertian dan fungsi waduk
2. Neraca air waduk, operasi waduk
3. Perencanaan kapasitas waduk secara sederhana
4. Karakteristik waduk
5. Perencanaan tampungan aktif
6. Perencanaan tampungan mati
7. Perencanaan tampungan banjir
8. UTS
9. Pola operasi waduk untuk air baku
10. Pola operasi waduk untuk PLTA
11. Pola operasi waduk untuk banjir dan lainnya
12. Pola operasi waduk multiguna
13. Pola operasi waduk kaskade
14. Optimasi Rencana Tahunan Operasi Waduk
15. Optimasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (lanjutan)
16. Evaluasi akhir Semester
Dasar Hukum dan Acuan
• Permen PUPR 27/2015 tentang Bendungan
• Pd T-25-2004-A, Pedoman Pengoperasian Waduk
Tunggal
• Pd T-21-2004-A, Pedoman Pengoperasian Waduk
Kaskade Berpola Listrik-Listrik-Multiguna
• Wurb, R. A., 1996, Modeling and Analysis of Reservoir
System Operations
• Loucks, D. P., & Beek, E. van. (2017). Water Resource
Systems Planning and Management, An Introduction to
Methods, Models, and Applications. Cham, Switserland:
Deltares and UNESCO-IHE.
• Pusair-Delft Hydraulics, 1991. Integrated River Basin
Water Resources Planning Volume 7: DMI water supply,
flushing water supply, and hydropower (BTA-155)
Istilah Bendungan dan Waduk

• Bendung
• (Bangunan Sadap) atau Weir (Diversion Structure)
merupakan bangunan (komplek bangunan) melintasi
sungai yang berfungsi mempertinggi elevasi air sungai
dan membelokkan air agar dapat mengalir ke saluran
untuk irigasi dan lainnya.
• Bendungan
• bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, dan
beton, yang dibangun selain untuk menahan dan
menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan
dan menampung limbah tambang, atau menampung
lumpur sehingga terbentuk waduk
• Waduk
• Waduk adalah wadah buatan yang terbentuk sebagai
akibat dibangunnya bendungan
Bendung dan Bendungan
Komponen waduk
Tinggi muka air waduk
Data yang diperlukan untuk Simulasi Operasi Waduk
• Karakteristik tampungan waduk
• kaitan elevasi H (m), luas A (ha), volume V (juta m3)
• elevasi pintu, elevasi pelimpah
• Data hidrologi
• Air masuk ke waduk (inflow)
• Evaporasi, hujan, dan rembesan (seepage), mm/hari
• Kebutuhan air di hilir waduk
• Data lainnya
• Muka air awal
• Karakteristik pembangkitan energi
• Skenario kondisi iklim: normal, basah, kering
• Skenario kebijakan:
• air untuk kebutuhan di hilir
• utamakan muka air waduk, dll.
Skenario dan Kebijakan (Strategi)
• Skenario
• Kondisi yang tidak dapat dihindari, misal: kondisi
iklim
• Kita tidak dapat mengubah suatu skenario
• Skenario menjadi suatu asumsi (skenario tahun
kering)
• Kebijakan (Strategi)
• Ditentukan oleh pengelola waduk
• Mempengaruhi cara pengoperasian waduk
• Kebijakan wisata:
• Mempertahankan tinggi muka air waduk pada tingkat
tertentu
• Pemenuhan kebutuhan air di hilir waduk tidak penting
• Kebijakan penyediaan air di hilir waduk:
• berusaha memenuhi kebutuhan air di hilir waduk
1) semua kebutuhan air di hilir waduk akan dipenuhi; atau
2) untuk penghematan, kebutuhan air di hilir akan dipasok
sesuai dengan kondisi air di dalam waduk.
Neraca Air Waduk
Rumus umum neraca air
I – O = ∆S

I = In = air masuk
O = Out = air keluar
∆S = perubahan air dalam tampungan

dapat dituliskan sebagai berikut:

I – O = Sawal – Sakhir

Sakhir = Sawal + In - Out


Sakhir = Sawal+ Inflow – Outflow – Kehilangan
Neraca Air Waduk
• Rumus neraca air waduk
• Vakhir = Vawal + Inflow – Outflow – Kehilangan
• Jika Vakhir > Kapasitas maka Vakhir = Kapasitas
• Jika Vakhir < Tampungan mati maka Vakhir = Tampungan mati
• Untuk bulan berikut, Vawal = Vakhir bulan yang lalu

Limpas (spill)

Air Masuk AM (inflow)

Air Keluar AK (outlow)


Simulasi Operasi Waduk
Upaya
manusia Kebijakan / cara / pola
Air Keluar dari Waduk
(outflow)
untuk memenuhi kebutuhan air, hasil optimasi, dll

Umpan
Alam
balik

inflow TMA Waduk


Simulasi
Operasi Waduk
Skenario Air Masuk ke Waduk
• Basah
• Normal
• Kering Dampak
• Sesuai prediksi BMKG upaya
Langkah-langkah simulasi operasi waduk
• Simulasi operasi waduk
1. Outflow = Draft
2. Vakhir = Vawal + Inflow – Outflow – Kehilangan
3. Jika Vakhir > Vmax maka
• Spill = Vakhir - Kapasitas Catatan:
• Vakhir = Kapasitas Inflow = Air Masuk (AM)
• Outflow = Draft + Spill Outflow = Air Keluar (AK)
Vmax = kapasitas waduk
4. Jika Vakhir < Vmin maka
Vmin = tampungan mati (dead storage)
• Shortage = Vmin - Vakhir Shortage = kekurangan air
• Vakhir = Vmin
• Outflow = Draft - Shortage
5. Untuk bulan berikut, Vawal = Vakhir bulan yang lalu, dan kembali ke
langkah 1.
• Draft
• Rencana outflow
• Merupakan kebijakan (policy), dapat diperoleh dari
optimasi,intuisi, pengalaman, dll.
• Draft biasanya dibuat sama dengan kebutuhan air di hilir waduk,
atau kebijakan lain, hasil model optimasi, dll.
Bagan Alir Simulasi
Operasi Waduk
Contoh Soal Operasi Waduk

Bulan Inflow a) Jika kapasitas waduk hanya 2 juta


(juta m3/bulan) m3, apakah mampu memberikan
1 9 pasok / supply air sebesar 2 juta m3
2 7 / bulan sepanjang waktu?
3 6 b) Bagaimana jika permintaan 3 juta
4 5 m3 /bulan?
5 3 c) Berapa juta m3 kapasitas waduk
6 2 yang diperlukan untuk memberi
7 2 pasok air sejumlah 3 juta m3 /bulan
8 1 sepanjang waktu?
9 1 d) Berapa juta m3 kapasitas waduk
10 5 yang diperlukan untuk memberi
11 6 pasok air sejumlah 8 juta m3 /bulan
12 8 sepanjang waktu?
Contoh Soal Operasi Waduk

Bulan Inflow a) Jika kapasitas waduk hanya 2 juta


(m3/detik) m3, apakah mampu memberikan
1 9 pasok / supply air sebesar 2 m3 / s
2 7 sepanjang waktu?
3 6 b) Bagaimana jika permintaan 3 m3 /s?
4 5 c) Berapa juta m3 kapasitas waduk
5 3 yang diperlukan untuk memberi
6 2 pasok air sejumlah 3 m3 /s
7 2 sepanjang waktu?
8 1 d) Berapa juta m3 kapasitas waduk
9 1 yang diperlukan untuk memberi
10 5 pasok air sejumlah 8 m3 /s
11 6 sepanjang waktu?
12 8
Neraca Air Waduk
Rumus umum neraca air
I – O = ∆S
I – O = Sawal – Sakhir
Sakhir = Sawal + In - Out
Sakhir = Sawal+ Inflow – Outflow – Kehilangan

Kehilangan = evaporasi dari permukaan air di waduk


Kehilangan = A x E
A = luas permukaan waduk (hektar)
E = evaporasi (mm/hari)
Kaitan antara H, A dan V
Pada tinggi muka air waduk H (m), berkaitan dengan
• Luas permukaan waduk A (ha)
• Volume air di waduk (juta m3)
• Kaitan H, A, V dapat dinyatakan sebagai:
1. Tabel
2. Grafik
3. Rumus
H (m) A (ha) V (juta m3) A = 400
V=4xH
0 400 0
H=V/4
10 400 40

H (m) A (ha) V (juta m3) A = 40 x H


0 0 0 V=4xH
H=V/4
10 400 40
PR
• Data debit yang kecil 0.9
0.7
• Buat kurva yang menyatakan kemampuan 0.6
0.5
menyediakan air, dengan sumbu-x adalah volume 0.3
tampungan (juta m3), dan sumbu-y adalah 0.2
0.2
kemampuan air yang dapat diberikan oleh waduk, 0.1

yaitu draft (air keluar dari waduk) 0.1


0.5
Vol (juta Tinggi H Draft 0.6
m3) (m) (m3/s) 0.8

0 0 0.10
1 0.25 0.19
2

H (m) A (ha) V (juta m3) A = 40 x H


0 0 0 V=4xH
H=V/4
10 400 40

Anda mungkin juga menyukai