Anda di halaman 1dari 25

SKALA PENGUKURAN DAN

INSTRUMEN PENELITIAN

NAMA : IRMA YUNITA


NIM : PO714241151017
PRODI: D.IV FISIOTERAPI

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


TA. 2018/2019
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan
instrumen untuk mengumpulkan data, sedangkan dalam
penelitian kualitatif-naturalistik, peneliti akan lebih banyak
menjadi instrumen, karena dalam penelitian kualitatif peneliti
merupakan key instruments.
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai
variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrumen yang
akan digunakan untuk penelitian akan tergantung pada jumlah
variabel yang akan diteliti. Instrumen Penelitian digunakan
untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data
kuantitatif yang akurat, maka setiap instrumen harus mempunyai
skala.
1. Skala Nominal
Skala nominal adalah skala pengukuran paling sederhana. skala yang
memungkinkan peneliti mengelompokkan objek, individual atau
kelompok kedalam kategori tertentu dan disimbolkan dengan label
atau kode tertentu, selain itu angka yang diberikan kepada obyek
hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukan
tingkatan.
• Skala nominal bersifat mutually excusive atau setiap objek hanya
memiliki satu kategori (Lababa : 2008).
• Contoh umum yang biasa dipakai yaitu variabel jenis kelamin .
Dalam hal ini hasil pengukuran tidak dapat diurutkan (wanita lebih
tinggi dari pada lak-laki, atau sebaliknya), tetapi lebih pada
perbedaan keduanya.
2. Skala Ordinal
Skala nominal tidak hanya menyatakan kategori tetapi juga
menyatakan peringkat kategori tersebut (Septyanto : 2008). Hasil
pengukuran skala ini dapat menggambarkan posisi atau peringkat
tetapi tidak megukur jarak antar peringkat.
Tingkat pendidikan atau kekayaan, dalam pengukuran yang
mengelompakan status sosial, hasil pengukuran tidak dapat
memberikan informasi mengenai perbedaan antara status sosial (tinggi
ke rendah, rendah ke sedang dan tinggi ke sedang) belum tentu sama.
• Tingkat keparahan penyakit
• Tingkat kesembuhan
• Derajat keganasan kanker
3. Skala Interval
Skala interval adalah suatu skala pemberian angka pada
klasifikasi atau kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran
ordinal, ditambah satu sifat lain yaitu jarak atau interval yang sama
dan merupakan ciri dari objek yang diukur. Sehingga jarak atau
intervalnya dapat dibandingkan.
Skala interval bisa dikatakan tingkatan skala ini berada diatas
skala ordinal dan nominal. Selanjutnya skala ini tidak mempunyai
nilai nol mutlak sehingga tidak dapat diinterpretasikan secara penuh
besarnya skor dari rasio tertentu.
Contoh Skala Interval:
• Suhu
• Tingkat kecerdasan (IQ)
• Beberapa indeks pengukuran tertentu
4. Skala Rasio (Skala Nisbah)
Skala rasio mempunyai semua sifat skala interval
ditambah satu sifat yaitu memebrikan keterangan tentang nilai
absolut dari objek yang diukur. Skala rasio merupakan skala
pengukuran yang ditujukan pada hasil pengukuran yang bisa
dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak tertentu, dan bisa
dibandingkan (paling lengkap, mencakup semuanya dibanding
skala-skala dibawahanya).
Contoh : Bila kita ingin membadingkan berat dua orang .
Berat Fulan1 40Kg dan Fulan2 80Kg. Kita dapat tahu bahwa
fulan2 dua kali lebih berat daripada Fulan1, karena nilai variabel
numerik berat mengungkapkan rasio dengan nilai nol sebagai
titik bakunya.
1. Skala Likert
Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena
pendidikan. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan
yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap
positif, dan pernyataan negative yang berfungsi untuk mengukur
sikap negative objek sikap.
Jawaban dari setiap instrumen yang mengguakan skala
Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat
negatif yag dapat berupa kata-kata antara lain : sangat setuju,
setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju ; selalu,
sering, kadang-kadang, tidak pernah
2. Skala Guttman
Yaitu skala yang menginginkan tipe jawaban tegas, seperti
jawaban benar – salah, ya – tidak, pernah – tidak pernah, positif
– negative, tinggi – rendah, baik – buruk, dan seterusnya. Pada
skala Guttman, hanya ada dua interval, yaitu setuju dan tidak
setuju.
3. Semantik Differensial
Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi
bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi
tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang
sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang
sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
4. Skala Thurstone
Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan
memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir
memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan
nilai yang berjarak sama. Skala Thurstone dibuat dalam bentuk
sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang
hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20-40) orang menilai
relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang
hendak diukur.
5. Rating Scale
Dalam rating scale, data yang diperoleh adalah data
kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian
kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale
responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang
telah disediakan. Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk
mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur
persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala
untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan,
kemampuan, dan lain-lain.
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran,
maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur penelitian disebut
instrumen penelitian.
1. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat
lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu
atau kelompok.
Bebrapa macam tes, contohnya:
• Tes kepribadian
• Tes bakat
• Tes intelegensi
• Tes sikap
• Tes minat
• Tes prestasi
2. Angket atau kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-
hal yang ia ketahui.
Kuesioner dapat dibedakan atas bebrapa jenis , tergantung pada sudut
pandang.
• Dari cara menjawab:
• Kuesioner terbuka, responden dapat menjawab dengan kalimatnya
sendiri
• Kuesioner tertutup, adanya pilihan jawaban
• Jawaban yang diberikan:
• Kuesioner langsung, responden menjawab tentang dirinya
• Kuesioner tidak langsung, responden menjawab tentang orang lain .
• Dari bentuknya;
• Kuesioner pilihan ganda
• Kuesioner isian
• Check list
• Rating Scale
3. Interview atau wawancara
Interview yang sering disebut dengan wawancara atau
kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan
seseorang. Misalnya untuk mencari data tentang variabel latar
belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap
sesuatu.
4. Observasi
Observasi sebagai suatu aktivitas yang sempit, yakni
memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Didalam
pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan
pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap
sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Apa yang
dikatakan ini sebenarmya adalah pengamatan langsung. Didalam
artian penelitian observasi dapat dilakukan dengan tes,
kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara.
5. Skala Bertingkat atau Rating Scale
Skala bertingkat adalah suatu ukuran subjektif yang
dibuat berskala. Walaupun bertingkat ini menghasilkan data
yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu program
atau orang. Instrumen ini dapat dengan mudah memberikan
gambaran penampilan, terutama penampilan didalam orang
menjalankan tugas, yang menunjukan frekuensi munculnya
sifat-sifat.
Rating scale dapat juga menghasilkan gambaran yang
kasar dari jawaban responden sehingga tidak mudah percaya
begitu saja. Hal-hal yang mempengaruhi tersebet antara lain
persahabatan, kecepatan menerka, cepat memutuskan, jawaban
kesan pertama, dan sebagainya
6. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya
barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode
dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti
buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen
rapat, catatan harian,dan sebagainya
Instrumen yang reliabel belum tentu valid. Reliabilitas
instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas
instrumen. Oleh karena itu walaupun instrumen yang valid
umumnya pasti reliabel, tetapi pengujian reliabilitas instrumen
perlu dilakukan.
Pada dasarnya terdapat dua macam instrumen, yaitu
instrumen yang berbentuk test untuk mengukur prestasi belajar
dan instrumen yang non-test untuk mengukur sikap.
Instrumen yang valid harus mempunyai validitas internal
dan eksternal. Instrumen yang mempunyai validitas eksternal
bila kriteria didalam instrumen disusun berdasarkan fakta-fakta
empiris yang telah ada. Kalau validitas internal instrumen
dikembangkan menurut teori yang relevan.
Pengujian Validitas Instrumen
• Pengujian Validitas Konstruksi (construct validity)
• Pengujian validitas isi (Content validity)
• Pengujian validitas eksternal
Pengujian reliabilitas Instrumen
• Test-retest
• Ekuivalen
• Gabungan
• Internal Consistency.
• Menyusun spesifikasi alat ukur termasuk kisi-kisi dan
indikator
• Menulis pertanyaan
• Menelaah pertanyaan
• Melakukan uji coba
• Menganalisis butir instrumen
• Merakit instrument dan memberi label
• Kejelasan perintah yang ada dalam instrumen.
• Variasi-variasi dalam administrasi.
• Variasi-variasi situasi.
• Respons menyebabkan bias.
• Faktor-faktor pribadi yang sementara.
• Sampling respons.