Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KASUS

Tinea Corporis

Pembimbing:
dr. Herni Sp.KK
Oleh:
CHANDRA (I11112028)
KEPANITERAAN KLINIK
SMF ILMU KULIT DAN KELAMIN
RSUD SULTAN SYARIF MUHAMMAD ALQADRIE
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA 1
2017
Penyajian Kasus
• IDENTITAS
• Nama : Tn. AB
• Usia : 43 tahun
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Suku : Melayu
• Alamat : Jln. Husein Hamzah, Gg. Hasanah No.4,
Pontianak
• Pekerjaan : Swasta
• Tanggal MRS : 03 Desember 2017
ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan pada tanggal 06 Desember 2017
Keluhan Utama
Gatal di daerah perut, dada dan punggung
Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien konsulan dari rawat inap penyakit dalam dengan keluhan gatal di area dada,
perut dan punggung sejak ± 1 bulan yang lalu. Keluhan gatal dirasakan semakin
memberat sejak 1 minggu terakhir, terutama saat pasien berkeringat. Keluhan gatal
dirasakan sama saja pada siang dan malam hari. Keluhan dimulai dari area perut
dan kemudian menyebar ke punggung dan ke dada. Awalnya muncul sedikit-
sedikit saja, disertai warna kemerahan, terasa basah. Gatal di daerah kepala tidak
ada, gatal di antara jari- jari kaki juga tidak ada. Keluhan gatal setelah pasien
makan-makanan tertentu seperti ikan laut atau ayam potong disangkal.
• Sebelumnya pasien belum menggunakan obat apapun untuk menghilangkan
keluhannya. Pasien menyatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan
serupa dengannya. Pasien mandi menggunakan air PDAM dan menggunakan
sabun mandi.
Riwayat Penyakit Dahulu
• Riwayat gejala penyakit serupa ± 5 tahun yang lalu
• Riwayat penyakit jantung (+)
• Riwayat Diabetes Melitus disangkal
• Riwayat asma disangkal
• Riwayat alergi disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
• Riwayat gejala penyakit yang sama disangkal
• Riwayat asma disangkal
• Riwayat alergi disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
• Pasien merupakan seorang pekerja swasta, kesehariannya sebagai
penjual sembako di waarung milik keluarga. Pasien tinggal bersama 5
orang anggota keluarga lainnya, lingkungan rumah pasien padat, jarak
antar rumah hanya berkisar 1 meter. Pasien berobat menggunakan
BPJS.
Riwayat Kebiasaan
• Pasien mandi 2 kali/hari menggunakan sabun antiseptik dan air
PDAM
• Pasien mengganti pakaian setiap hari dan tidak pernah menggunakan
pakaian secara bergantian dengan orang lain
• Pasien mudah berkeringat saat beraktivitas sehari-hari
Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 06 Desember 2017
Pemeriksaan Fisik
• KU : Tampak baik
• Kesadaran : Compos mentis
• Vital Sign
• Tensi : 130/80 mm Hg
• Nadi : 110 kali/menit
• Nafas : 23 kali/ menit
• Suhu : 36,8oC
Status Dermatologis
• Regio ambomen dan
thorax
Hipopigmentasi

• Plak eritematosa plakat Plak eritematosa

sirkumskripta, dengan
skuama halus, dan tepi Tepi aktif
Central healing

lesi lebih aktif yang


terdiri dari papul dengan
susunan polisiklik.
Status Dermatologis Cont.....
• Regio lumbalis et
vertebralis
Hipopigmentasi

• Plak eritematosa plakat Plak eritematosa

sirkumskripta, dengan
skuama halus, dan tepi Tepi aktif
Central healing

lesi lebih aktif yang


terdiri dari papul dengan
susunan polisiklik.
Diagnosis
• Tinea Corporis

Diagnosis Banding
1. Psoriasis
2. Dermatitis Atopi
3. Pytiriasis Rosea
4. Dermatitis seboroik
TATALAKSANA
Non medikamentosa
• Jaga higienitas daerah lesi
• Lesi jangan digaruk
TATALAKSANA Cont.....

• Sistemik
• Terbinafine tablet 1x 250 mg
• Cetirizine tablet 1x10 mg

• Topikal
• Terbinafine cream 30 gr oles 1x1
• Momethasone furoate cream 30 gr oles 1x1
EDUKASI
• Cara penggunaan obat
• Mencuci semua pakaian yang telah dipakai sebelumnya namun belum
dicuci
• Menghindari menggaruk daerah yang terkena
• Mandi dengan sabun dan jangan menggunakan sabun padat bersama-
sama
• Jangan memakai handuk dan pakaian bersama-sama
• Semua anggota keluarga atau orang seisi rumah yang berkontak
dengan penderita harus diperiksa dan bila menderita penyakit yang
sama harus segera diobati.
PROGNOSIS
• Quo ad vitam : ad bonam
• Quo ad fungsionam : ad bonam
• Quo ad sanam : ad bonam
Follow Up Pasien
Hari Ke- S O A P
1 Gatal (+) Kesadaran : CM  Tinea corporis  PO Terbinafine tablet 1x 250 mg
06/12/17 Tensi : 130/80 mmHg
Rawat HR: 110 kali/menit, teraba kuat  PO Cetirizine tablet 1x10 mg
Inap RR: 23 kali / menit  Terbinafine cream 20 gr oles 1x1
Penyakit Suhu: 36,8 oC
dalam Status Dermatologis  Regio Abdomen, Thorax,  Momethasone furoate cream 30 gr oles 1x1
Lumbalis et Vertebralis:

Plak eritematosa plakat sirkumskripta, dengan skuama


halus, dan tepi lesi lebih aktif yang terdiri dari papul
dengan susunan polisiklik.
Hari Ke- S O A P
2 Gatal (+) Kesadaran : CM  Tinea corporis  PO Terbinafine tablet 1x 250 mg
07/12/17 berkurang dari Tensi : 130/80 mmHg
Rawat hari sebelumnya HR: 113 kali/menit, teraba kuat  PO Cetirizine tablet 1x10 mg
Inap RR: 21 kali / menit  Terbinafine cream 20 gr oles 1x1
Penyakit Suhu: 36,7 oC
dalam Status Dermatologis  Regio Abdomen, Thorax,  Momethasone furoate cream 30 gr oles 1x1
Lumbalis et Vertebralis:
Plak eritematosa plakat sirkumskripta, dengan skuama
halus, dan tepi lesi lebih aktif yang terdiri dari papul
dengan susunan polisiklik.
Tinjauan Pustaka
• Gangguan kulit yang terjadi pada orang dari segala usia yang
disebabkan oleh jamur dermatofit yaitu Trichophyton, Microsporum,
dan Epidermophyton, yang lebih umum menyebabkan tinea korporis
adalah T.rubrum, T.mentagrophytes, dan M.canis

• Trichophyton Microsporum Epidermohyton


-T. Rubrum - M. Canis
-T. Mentagrophytes
Patogenesis
Kolonisasi hifa di
Enzim Difusi ke dalam
Jamur dalam jar. Keratin
yang mati keratolitik jaringan

Merusak
keratinosit

Bag. Tepi aktif Proses


proliferasi sel Berkembang dalam masa
berkembang dan Skuama epidermis
central healing inkubas 1-3 minggu
meningkat

Ringworm
Manfestasi Klinis
- Gatal
- Lesi berbatas tegas
- Tepi lesi tampak radang
lebih aktif
- Bagian tengah cenderung
menyembuh
- Pola polisiklik

- Lesi besar
- Plak bersisik
- eritema
Wolff K, Johnson RA, Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology,
sixth edition, Mc Graw Hill, USA: 2009.
Penegakan diagnosis
• Anamnesis
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Penunjang :
- Kerok Kulit KOH 20%
- Kultur

KOH, 20% dengan perbesaran 400 x : Hifa Bercabang dan


Bersepta
PEMBAHASAN
• Pasien mengeluhkan rasa gatal. Keluhan dirasakan memberat saat
pasien berkeringat. Lesi ditemukan berupa plak eritematosa dan
hipopigmentasi dan tepi lesi lebih aktif

Rasa gatal yang muncul akibat terjadinya respon inflamasi karena


keberadaan fungi yang merusak keratin kulit. Lesi yang ditemukan pada
pasien dengan tinea akan semakin meluas secara sentrifugal dikarenakan
penyebaran infeksi secara senrifugal yang akan menyebabkan gambaran lesi
menjadi central healing
Gejala tinea korporis
subjektif objektif

• Gatal, terutama bila • Makula eritematosa


berkeringat hiper/hipogmentasi dengan
central healing
Diagnosis Banding Infeksi Tinea Corporis
Diagnosis Banding Karakter Pembeda
Tinea korporis  (berbentuk anular, skuama, batas kemerahan dan biasanya gatal)
Psoriasis Skuama berwarna abu-abu atau perak, pitting nail, 70% mengenai anak
dengan keluarga menderita psoriasis
Dermatitis Terdapat riwayat atopi pada diri sendiri atau keluarga, jarang memiliki
atopic tepi aktif dengan bagian tengah menyembuh, lesi dapat mengalami
likenifikasi
Pytiriasis rosea Tipikal pada dewasa muda dengan lesi tunggal di leher, badan,
hearld patch ekstremitas proksimal; jarang terdapat gatal pada herald patch,
berkembang menjadi kemerahan menyeluruh dalam satu sampai tiga
minggu
Dermatitis Skuama berminyak dengan dasar eritem dengan khas terdistribusi pada
seboroik lipatan nasobial, perbatasan rambut kepala, alis, lipatan telinga
belakang, dada; jarang berbentuk lesi anular
Psoriasis
 Penyakit autoimun, kronik & residif,
 Bercak-bercak eritema dengan skuama
berbatas tegas dengan skuama transparan
berlapis, titik-titik perdarahan bila skuama
dilepas
 Diawali dengan adanya fenomena tetesan lilin,
Auspitz, dan Kobner
Dermatitis Atopik
 Keadaan peradangan kulit kronis dan
residif, disertai gatal, yang umumnya sering
terjadi selama masa bayi dan anak-anak, sering
berhubungan dengan peningkatan kadar IgE
dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga
atau penderita (DA,rinitis alergik, dan atau
asma bronkial)
Dermatitis Atopik Cont.....

Wolff K, Johnson RA, Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology, sixth
edition, Mc Graw Hill, USA: 2009.
Pytiriasis rosea
 Erupsi kulit akut yang dapat sembuh sendiri,
dimulai dengan sebuah lesi inisial berbentuk
eritema dan skuama halus
 Tempat predileksi batang tubuh, lengan
atas proksimal, tungkai atas shg
menyerupai pakaian renang
 Gatal ringan
 Lesi pertama (herald patch) umumnya
dibadan, soliter, bentuk oval dan anular,
diameter + 3 cm
 Ruam  eritema, skuama halus dipinggir
HERALD PATCH
Dermatosis seboroik
• Kelainan kulit papuloskuamosa
• Predileksi di daerah kaya kel. Sebasea
 skalp, wajah dan badan
Skuama kuning berminyak, eksematosa
ringan, kadang disertai rasa gatal dan
menyengat Dermatitis Seboroik pada Dada

Dermatitis Seboroik Annular


TATALAKSANA
• Pada kasus ini diberikan tatalaksana
kombinasi antifungal oral dan topikal
 dipertimbangkan karena lesi
mengenai lebih dari 1 regio tubuh
• Dipilih penggunaan terbinafine oral
1x 250mg dan terbinafine cream

Wolff K, Johnson RA, Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology, sixth
edition, Mc Graw Hill, USA: 2009.
TERIMA KASIH