Anda di halaman 1dari 14

Toxoplasma gondii

Arsi Tiara kusuma (3161005)


Hilda Zuhria(3161009)
Rizky Adhi P (3161018)
Klasifikasi Toxoplasma gondii
• Kingdom : Protista
• Subkingdom : Protozoa
• Filum : Apicomplexa
• Kelas : Sporozoa
• Ordo : Coccidida
• Famili : Falidae
• Genus : Toxoplasma
• Spesies : Toxoplasma gondii
Morfologi takizot
• Bentuk menyerupai bulan sabit dengan salah
satu ujung runcing dan ujung lainnya
membulat
• Ukuran panjang : 4-8 mikron lebar : 2-4
mikron
• Mempunyai selaput sel
• Inti 1 di tengah
• Memiliki organel lain seperti badan golgi dan
mitokondira
Morfologi kista
• Ukurannya berbeda-beda
• Berbentuk bulat atau lonjong tetapi dalam
otot bentuknya mengikuti bentuk sel otot
• Berisi bradizoit
• Menjadi stadium istirahat
• Ditemukan seumur hiduo di tubuh hospes
terutama di otak, otot jantung dan otot lurik
Morfologi ookista
• Berbentuk lonjong
• Ukuran 11-14 x 9-11 mikron
• Memiliki dinding
• Berisi 1 sporoblas yang akan membelah
menjadi 2 sporoblas dan selanjutnya hingga
menjadi sporokista
• Masing-masing sporokista berisi 4 sporozoit
yang berukuran 8-2 mikron serta sebuah
residu
Siklus hidup
• Secara garis besar siklus hidup T. gondii
terbagi menjadi 2 yaitu seksual (shizogoni)
dan aseksual (gametogoni). Kedua siklus ini
terjadi pada inang definitif (famili Felidae),
sedangkan pada hospes perantara (mamalia,
burung, termasuk manusia) hanya terjadi
siklus hidup secara aseksual.
• Didalam usus kecil kucing sporozoit
menembus sel epitel dan tumbuh menjadi
tropozoit, inti tropozoti membelah menjadi
banyak membentuk schizont. Schizont yang
matang akan pecah menghasilkan merozoit
(skizogoni), siklus aseksual ini dilanjutkan
dengan siklus seksual.
• Makro dan mikro gametosit bergabung
menjadi gametogoni, setelah terjadi
pembuahan akan terbentuk ookista yang akan
• Diluar tubuh kucing, ookista akan
mengkontaminasi tanah dan berkembang
membentuk 2 sporokista (masing-masing
berisi 4 sporozoit). Bila ookkista tersebut
tertelan oleh manusia, mamalia atau burung
akan terjadi siklus aseksual dimana sporozoit
akan berkembang menjadi takizoit. Takizoit
akan membelah kemudian membentuk kista
yang mengandung bradizoit. Bradizoit dalam
kista akan menetap diantara sel tubuh dan
Penularan Toxoplasma gondii
• Memakan daging mentah atau setengah
matang yang mengandung kista berisi
bradizoit
• Ibu hamil yang menderita toxoplasmosis
menularkan ke janinnya lewat plasenta
• Ookista yang tertiup angin dan terhirup
manusia atau ookista mencemari air yang
dikonsumsi manusia (infeksi langsung)
Patofisiologi
• Penderita toxoplasmosis menunjukkan
adanya nodul-nodul nekrosa dalam paru-paru,
hati, limpa dan ginjal
• Di dalam jaringan otak, parasit ini ditemukan
dalam sel-sel glia atau neuron (parasit
intraseluler)
• Dapat dijumpai pula sel-sel linfosit dalam
ruang virchow robin dan terjadi nekrosis lokal
pada jaringan otak, banyak terjadi perubahan
ada cortex cerebralis
Gejala klinis toxoplasmosis
• Pada manusia bersifat non spesifik atau sering
kali tidak menimbulkan manifestasi klinis yang
jelas
• Masa inkubasi 2-3 minggu
• Gejala umun yang muncul demam,
pembesaran kelenjar limfe di leher belakang
• Bila infeksi mengenai SSP akan terjadi
enchepalitis (toxoplasma cerebralis akut)
• Bila parasit masuk ke otot jantung
menyebabkan peradangan
• Lesi pada mata akan mengenai khorion dan
retina sehingga menimbulkan irridosklitis dan
khorioditis (toxoplasmosis optical micuta)
• Bayi dengan toxoplasmosis kongenital dapat
lahir sehat atau timbul gambaran
eritroblastosis foetalis dan hidrop foetalis
Diagnosa
• Gold standar pemeriksaan toxoplasmosis
adalah menemukan parasit dalam biopsi atau
jaringan dan sel tubuh penderita
• Pemeriksaan penunjang lain dilakukan uji
serologis untuk mendeteksi antibodi atau
antigen dari Toxoplasma gondii menggunakan
IHA (Indirect Hemaglutination Assay), DAT
(Direct Aglutination Test), IFA (Inhibition
Flourescent Assay), ELISA (Enzym Linked
Immunosorbent Assay)
Terima kasih