Anda di halaman 1dari 38

UKDI

IK KESEHATAN KULIT & KELAMIN


• Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke dokter
praktik umum dengan keluhan koreng pada alat kelamin.
Keluhan ini sudah dirasakan sejak 2 minggu yang lalu
disertai rasa nyeri. Dari pemeriksaan genital terlihat ulkus
lebih dari satu , dengan ukuran 2-3 cm, menyebar ke
perineum sampai anus, tepi tidak rata, tampak eksudat
nekrotik kuning keabuan.
• Apakah dugaan kuman penyebab yang paling mungkin
pada kasus di atas?
• (a) Trepanoma pallidum
• (b) Haemophylus ducreyi
• (c) Trepanoma pertenue
• (d) Neisseria gonorrhoe
• (e) Chlamydia trachomatis
CHANCROID

• Haemophilus ducreyi—a Gram-negative, facultative anaerobic


coccobacillus—is the causative agent

• Painful, soft ulcers with ragged undermined margins develop 1–2


weeks after inoculation (usually prepuce and frenulum in men and
vulva, cervix, and perianal area in women).

• The incubation period is between 3 and 7 days, rarely more than


10 days. No prodromal symptoms are known. The chancre begins
as a soft papule surrounded by erythema. After 24–48 hours it
becomes pustular, then eroded and ulcerated; vesicles are not seen.
The edges of the ulcers are often ragged and undermined. The
ulcer is usually covered by a necrotic, yellowish-gray exudate, and
its base is composed of granulation tissue that bleeds readily on
manipulation
• Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke dokter praktik
umum dengan keluhan nyeri saat buang air kecil. Keluhan
ini dirasakan sejak 2 hari yang lalu, Saat buang air kecil
terasa panas dan kadang-kadang disertai rasa gatal. Pasien
juga merasa demam tetapi tidak terlalu tinggi. Penderita
mengaku beberapa hari sebelumnya berkencan dengan
PSK. Pada pemeriksaan fisik genitalia ditemukan pus pada
orificium urethra externum dan tanda radang
(+).Kemudian dilakukan pemeriksaan berupa sekret uretra
ke laboratorium.
• Apakah kemungkinan penyebab bakteri di atas?
• (a) Trepanoma pallidum
• (b) Haemophylus ducreyi
• (c) Trepanoma pertenue
• (d) Neisseria gonorrhoe
• (e) Chlamydia trachomatis
• Seorang perempuan berusia 25 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan keputihan sejak 1 bulan yang lalu. Keputihan berwarna
kuning, kental, berbau dan jumlahnya bertambah banyak. Keluhan ini
tidak disertai gatal maupun nyeri saat buang air kecil. Sejak 5 hari ini
pasien juga mengeluh demam. Suami pasien pernah juga keluar
cairan yang sama dari kelaminnya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
kelenjar inguinal kanan dan kiri, terasa membesar dan nyeri tekan,
nyeri tekan perut bagian bawah. Status dermato venereology
menunjukkan labium mayor dan minor tidak ada kelainan, muara
vulva vagina tampak cairan kuning kental, bau (+), dinding vagina
hanya tampak cairan yang kuning kental, portio tampak edema,
hyperemi, sekret kuning kental, bau (+).
• Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus di atas?
• (a) Candidiasis Vulva Vaginalis
• (b) Non spesifik Genital Infection
• (c) Bakterial Vaginosis
• (d) Cervicitis Gonore
• (e) Trikomoniasis Vaginalis
• Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
keputihan sejak 1 bulan yang lalu. Keputihan berwarna kuning, kental, berbau
dan jumlahnya bertambah banyak. Keluhan ini tidak disertai gatal maupun
nyeri kencing. Sejak 5 hari inipasien juga mengeluh demam. Suami pasien
pernah juga keluar cairan yang sama dari kelaminnya. Pada pemeriksaan
ditemukan kelenjar inguinal kanan dan kiri membesar dan nyeri tekan, nyeri
tekan perut bagian bawah. Status dermatovenereologi menunjukkan labium
mayor dan minor tidak ada kelainan, muara vagina tampak cairan kuning
kental dan bau, orificium uretra externa tidak ada kelainan. Pemeriksaan
inspikulo menunjukkan pada dinding vagina hanya tampak cairan yang
kuning kental, portio : edema, hyperemi, sekret kuning kental dan berbau.
• Apakah pemeriksaan laboratorium sederhana yang dapat dilakukan untuk
menunjang diagnosis?
• (a) Pemeriksaan Gram
• (b) Pemeriksaan sediaan basah
• (c) Pemeriksaan KOH
• (d) Pemeriksaan pH vagina
• (e) Pemeriksaan Test Amin
GONOREA

• Neisseria gonorrhoeae, a Gram-negative, aerobic coccus-shaped


bacterium typically found in pairs

• acquired through sexual contact, or, much less commonly, as a result


of poor hygiene or the complementary/alternative “medical” use of
urine. It can also be transmitted vertically from mother to child during
normal vaginal birth, characteristically causing an inflammatory eye
infection (ophthalmia neonatorum).

• infection tends to involve mucous membranes predominantly lined by


columnar epithelial cells. The urethra, cervix, rectum, pharynx, and
conjunctiva are the areas most commonly involved.

• The incubation period in men is typically from 2 to 8 days, although it


may rarely be longer since most infections are symptomatic by 2 weeks
following exposure. Only about 10% of infections are asymptomatic in
men.
• gonococcal infection in men is urethritis, characterized by a
spontaneous, often profuse, cloudy or purulent discharge from the
penile meatus. Mucosal membrane inflammation in the anterior
urethra leads to pain or burning upon urination and meatal
erythema and swelling.

• In some cases, there is so much soft tissue inflammation that the


entire distal penis becomes swollen, so-called “bull head clap.”

• Testicular pain and swelling may indicate epididymitis or orchitis


and may be the only presenting symptom. However, epididymitis is
more commonly caused by Chlamydia trachomatis or by combined
infection with N. gonorrhoeae.

• Proctitis is a manifestation of gonococcal infection manifesting in


those who practice unprotected anoreceptive intercourse. Thus, it is
most common in MSM. Symptoms may include a rectal
mucopurulent discharge, pain on defecation, constipation, and
tenesmus.
• Seorang laki-laki berusia 35 tahun, belum menikah, datang ke
poliklinik dengan keluhan luka yang terasa nyeri di kelamin sejak 3
hari yang lalu. Luka awalnya berupa bintil-bintil merah yang terasa
panas dan berisi cairan bening kemudian pecah menjadi luka-luka
kecil. Dua hari sebelumnya pasien mengeluh nyeri saat buang air
kecil, badan demam, dan kepala pusing. Ada riwayat berhubungan
seksual 10 hari yang lalu dengan PSK. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan kelenjar inguinal kanan dan kiri teraba membesar dan
nyeri tekan. Pada penis terdapat ulkus dangkal multiple, tidak
mudah berdarah, pada muara uretra tidak tampak sekret, dan
skrotum tidak ada kelainan.
• Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas?
• (a) Uretritis non spesifik
• (b) Ulkus Mole
• (c) Herpes Genitalis
• (d) Sifilis stadium II
• (e) Ulkus durum
• Seorang perempuan berusia 30 tahun, sudah menikah. datang ke
puskesmas dengan keluhan luka di kelamin sudah 4 hari. Luka ini
dawali dengan muncul bintik-bintik merah yang berisi cairan dan
kemerahan kemudian pecah dan perih. Seminggu sebelumnya
pasien demam, buang air kecil juga perih, suami pernah juga
sakit seperti ini tapi sudah berobat dan sembuh. Pada pemeriksaan
status dermatovenerologi ditemukan vesikel dan ulkus dangkal
yang multipel, edem, dan hiperemi di daerah labium mayus,
labium minus, dan perineum. Kelenjar inguinal kanan dan kiri
teraba membesar dan nyeri tekan.
• Apakah diagnosis yang paling tepat?
• (a) Ulkus mole
• (b) Ulkus non spesifik
• (c) Ulkus durum
• (d) Herpes Genetalis
• (e) Sipilis
HERPES GENITALIS

• Herpes simplex viruses (HSVs) are common human DNA viral pathogens
that intermittently reactivate

• There are two types of HSV: HSV-1 and HSV-2. HSV-1 is mostly associated
with orofacial disease, whereas HSV-2 usually causes genital infection, but
both can infect oral and genital areas and cause acute and recurrent
infections.

• The clinical manifestations of HSV infection depend on the site of infection


and, as indicated in Immune Response (above), the immune status of the
host. Primary infections with HSV, namely those that develop in persons
without preexisting immunity to either HSV-1 or HSV-2, are usually more
severe, frequently with systemic signs and symptoms, and they have a higher
rate of complications, than recurrent episodes.

• Herpetic gingivostomatitis and pharyngitis are most commonly associated


with a primary HSV-1 infection. The symptoms of primary oral herpes may
resemble those of aphthous stomatitis and include ulcerative lesions
involving the hard and soft palate, tongue, and buccal mucosa
• Seorang wanita berusia 25 tahun, datang ke puskesmas dengan
keluhan keputihan yang disertai dengan rasa gatal dan berbau sejak
5 hari yang lalu. Kadang-kadang juga disertai dengan nyeri saat
buang air kecil. Selama keluhan itu muncul pasien mengeluh nyeri
saat berhubungan dengan suaminya. Lendir yang keluar dari
kemaluannya berwarna putih berbusa.
• Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas?
• (a) Metronidazole
• (b) Doksisiklin
• (c) Nistatin
• (d) Klindamisin
• (e) Azitromisin
• Seorang perempuan berusia 39 tahun datang ke praktek dokter
umum dengan keluhan keputihan sejak 7 hari yang lalu. Cairan
yang keluar berwarna kuning kehijauan dengan bau yang
lebih busuk dari biasanya. Keputihan dialami setiap hari dan
jumlahnya banyak. Pasien juga mengeluh gatal di daerah
kemaluan terutama malam hari bahkan sudah luka akibat
sering digaruk.
• Apakah kemungkinan penyebab kasus tersebut?
• (a) Trichomonas vaginalis
• (b) Candida albicans
• (c) Balastidium coli
• (d) Mycobacterium leprae
• (e) Schistosoma japonicum
• Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan perih dan gatal mendadak di leher sewaktu bangun
tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan ujud kelainan
kulitnya: plakat eritem, di bagian tengahnya terdapat nekrosis.
Riwayat kontak dengan bahan-bahan allergen disangkal.
Penderita juga bercerita kalau anaknya juga sakit seperti ini.
• Apakah diagnosis yang paling mungkin dari kasus di atas?
• (a) Dermatitis atopi
• (b) Dermatitis kontak iritans  DKI Toksik Primer
• (c) Insect bite
• (d) Neurodermatitis
• (e) Dermatitis kontak alergika
• Seorang laki-laki umur 35 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan perih dan gatal mendadak di leher sewaktu bangun tidur.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan ujud kelainan kulitnya: plakat
eritem, di bagian tengahnya terdapat nekrosis. Riwayat kontak
dengan bahan-bahan allergen disangkal. Penderita juga bercerita
kalau anaknya juga sakit seperti ini.
• Apakah terapi yang perlu diberikan pada penderita dengan kasus
di atas?
• (a) Kortikosteroid topical potensi sedang
• (b) Antibiotik oral
• (c) Antibiotic topical
• (d) Analgesic topical
• (e) Analgesic oral
• CLASSIFICATION

1. Completed inflammation:
a. Amoebiasis of the skin
b. Insect bites / paederus dermatitis

2. Incomplete inflammation:
•a. scabies
•b. larva migrans (creeping Eruption)
•c. pediculosis

 PAEDERUS DERMATITIS (PD) /linier dermatitis/


blister beetle dermatitis
 DERMATITIS CAUSED BY PEDERIN
 TAXONOMY:
 class insecta
 order Coleoptera
 family Staphylinidae
 genus Paederus (Rove beetles)

 Breeds in the banks of the river, wet soil and filed area 
tropical and hot climate
CLINICAL SIGN

• sudden appearance of vesicle – bulla and


erythematous based at exposed area
• Special lesion: an appearance like whiplash,
mirror image or kissing lesion

• Symptom: pain or burning sensation


• Heal with hyperpigmentation which come out after
inflammation
PAEDERUS DERMATITIS
ec insect poison
MANAGEMENT

• WET DRESSING/WASHING

• TOPICAL CORTICOSTEROID

• SYSTEMIC CORTICOSTEROID (In severe cases)


• Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik
umum dengan keluhan panas dan pedih pada kedua
tangannya sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengaku baru
mengganti detergennya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
tampak lesi berbatas tegas pada tangan yang biasa terkena
detergen saja.
• Apakah diagnosis yang paling mungkin dari kasus di atas?
• (a) Dermatitis Numularis
• (b) Dermatitis Kontak Alergika
• (c) Dermatitis Kontak Iritan
• (d) Dishidrosis
• (e) Dermatofitosis
• Seorang laki-laki umur 45 tahun datang ke poliklinik umum
dengan keluhan gatal pada kedua punggung kaki. Sehari-hari
pasien selalu memakai sandal jepit karet. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan, tampak lesi mengikuti bekas alur sandal jepit
tersebut. Untuk membantu menegakkan diagnosis dokter
melakukan tes tempel.
• Di manakah lokasi untuk melakukan tes tempel pada kasus di
atas?
• (a) Paha
• (b) Punggung badan
• (c) Punggung kaki
• (d) Dada
• (e) Lengan bawah
• Seorang laki-laki umur 25 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan gatal pada kedua tangan sejak 6 bulan yang lalu. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan macula eritem, papul, skuama
dan fisura yang simetris pada kedua telapak tangan. Pasien
bekerja pada pabrik pembuatan mebel di jepara selama 1 tahun
terakhir.
• Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas?
• (a) Dishidrosis
• (b) Dermatitits Kontak Alergi
• (c) Neurodermatitis
• (d) Dermatitis numularis
• (e) Dermatitis Atopik
• Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan gatal pada daerah tengkuk yang sering
kambuh terutama jika stress. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan Ujud Kelainan Kulit plakat hiperpigmentasi,
likenifikasi dan ekskoriasi.
• Apakah diagnosis yang paling mungkin?
• (a) Dermatitis venenata
• (b) Dermatitis atopi
• (c) Dermatitis seboroik
• (d) Neurodermatitis
• (e) Dermatitis eksematoid
• Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dibawa ke praktek dokter
umum dengan keluhan gatal pada sela jari dan genital. Gatal
terutama pada malam hari. Teman penderita di asrama ada yang
menderita keluhan serupa. Pada pemeriksaan fisik tampak
kanalikulus berwarna putih, lesi eritem milier disertai ekskoriasi.
• Apakah pemeriksaan penunjang yang paling sesuai?
• (a) Prick test
• (b) Test temple
• (c) Selotip test
• (d) Kerokan kulit dengan KOH 10%
• (e) Ig E total
• Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dibawa orang tuanya ke
praktek dokter umum dengan keluhan gatal-gatal disertai bintik
kemerahan sejak 5 hari yang lalu. Keluhan ini dirasakan pada sela
jari tangan, telapak tangan dan punggung tangan serta dada dan
perut. Gatal dirasakan terutama pada malam hari. Pada
pemeriksaan fisik tampak kanalikulus berwarna putih, lesi eritem
milier disertai ekskoriasi.
• Apakah agen penyebab yang mungkin?
• (a) Pediculus humanus
• (b) Pthirus pubis
• (c) Aspergilus sp
• (d) Trichopiton rubrum
• (e) Sarcoptes scabiei
• Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan timbul lepuh-lepuh di badan sejak 2 hari yang
lalu. Kelainan ini kemudian menyebar ke tangan dan wajah.
Lepuh-lepuh ini diawali dengan bintik-bintik merah kemudian
menjadi lepuhan yang berisi cairan. Pasien juga mengalami
demam yang tidak terlalu tinggi dan malaise. Sebelumnya
pasien pernah kontak dengan penderita kelainan kulit yang
sama. Pada status lokalis ditemukan makula eritematous,
sampai papula dan vesikula yang berada di atas makula
eritematus, menyebar dari badan ke ekstremitas dan wajah.
• Apakah terapi antivirus yang paling tepat?
• (a) gansiklovir
• (b) foskarnet
• (c) ribavirin
• (d) asiclovir
• (e) abacavir
• Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke UGD dengan
keluhan timbul bercak merah dikulit seluruh tubuh. Dari hasil
anamnesis didapatkan keterangan 5 hari yang lalu penderita minum
obat penurun panas dan antibiotic akibat sakit radang tenggorokan.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan lesi kulit makin lama makin luas
dan disertai demam, mata merah, berair dan bibir timbul krusta.
• Apakah diagnosis yang paling mungkin?
• (a) Toxic Epidermal Necrolysis
• (b) Pemfigus vulgaris
• (c) Steven Johnson Syndrom
• (d) Erupsi obat morbiliformis
• (e) Pemfigoid Bullosa
• Seorang anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ke puskesmas
oleh orangtua dengan keluhan biang keringat. Dari hasil
pemeriksaan dermatologi menunjukkan papul eritem, milier,
multiple diskret pada bagian dada dan punggung.
• Apakah vehikulum dasar obat topikal yang sesuai untuk kasus
tersebut?
• (a) Gel
• (b) Salep
• (c) Krim
• (d) Bedak
• (e) Lotio
Pemilihan obat topikal
PRINSIP:
“If it’s wet, dry it; if it’s dry, wet it”

Pemilihan basis yang sesuai dengan kondisi dermatosis


“Keringkan bila basah dan basahkan bila kering”

Tdk jarang pemakaian basis obat saja


telah memberikan hasil yg memuaskan
Bahan dasar obat topikal

 Bahan padat berbentuk serbuk/ bedak


 Lemak/ minyak
 Bahan cair
SERBUK
Pasta berlemak (S: 50-60%) Pasta berair (S: 60%)
Salep (S: 10-15%) Obat kocok (S: 25-40%)
Pasta zinsi oleosa Bedak kocok
Pasta zinsi Pasta

LEMAK CAIR
Krim
Krim W/O
Krim O/W
Pilihan obat topikal untuk penyakit kulit

Pasta berlemak
Zat Pasta Pasta Lotio Krem Serb.
STAD. + + Krem Salep
cair dingin berair lin. pasta lemak
minyak vaselin
Akut + + +
Subakut + +
Kronik + + + + + +