Anda di halaman 1dari 9

PENGUNGKAPAN INFORMASI

KEUANGAN
IRFAN BASUKI 0115101132
FIKRI ZULFIKAR 0115101514
ZHARFAN RAYHAN 0115101326
PENGUNGKAPAN KEPADA SIAPA?
Laporan keuangan perusahaan ditujukan kepada pemegang saham, investor, dan kreditur. Disamping
ketiga pihak tersebut, pengungkapan juga diberikan kepada pegawai, konsumen, pemerintah dan masyarakat
umum, tetapi pihak-pihak ini dipandang sebagai penerima kedua dari laporan keuangan dan bentuk-bentuk lain
pengungkapan lainnya. Jika mengutip FASB:
“Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor yang sekarang
dan yang potensial serta para pemakai lain dalam mengambil keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa
secara rasional.”
Jika kita mendefinisikan pemegang saham dan investor lain sebagai kelompok vokal yang tepat untuk
akuntansi, pengungkapan dalam pelaporan keuangan dapat didefinisikan sebagai penyajian informasi yang
diperlukan untuk mencapai operasi yang optimum dalam pasar modal yang efisien.
• PENGUNGKAPAN KEPADA PEMEGANG ANDIL
Bagian-bagian lain dunia ini, khususnya eropa, cenderung memberikan jawaban yang lebih luas pada
pertanyaan, “Untuk siapa?” Khususnya, mereka cenderung menenmpatkan kepentingan pegawai dan Negara
setara dengan kepentingan pemegang saham. Arti penting kepemilikan pemegang saham dikalahkan oleh konsep
kepentingan pemegang andil (stakeholder) yang lebih luas. Dampaknya adalah berubahnya sifat pengungkapan.
Perseroan di perancis, misalnya diharuskan untuk menyajikan suatu neraca social kepada dewan kerja
perusahaan setiap tahunnya. Dewan terdiri atas pekerja dan manajemen.
TINGKATAN PENGUNGKAPAN
Tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan akan membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami
isi dan angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Terdapat tiga tingkatan pengungkapan yaitu:
1. Pengungkapan wajar
2. Pengungkapan cukup
3. Pengungkapan penuh
TINGKATAN PENGUNGKAPAN
• DALAMA PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NOMOR 1 TENTANG PENYAJIAN LAPORAN
KEUANGAN PARAGRAF 70 YANG MENJELASKAN SEBAGAI BERIKUT:
Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam
neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti
kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan juga mencakup informasi yang diharuskan
dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan serta pengungkapan-
pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.
Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan:
1. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan
ditetapkan terhadap peristiwa dan transaksi penting.
2. Informasi yang disajikan dalam PSAK tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas,
dan laporan perubahan ekuitas.
3. Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka
penyajian secara wajar.
4. Semakin lengkap informsi yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan (full disclosure) maka
pembaca laporan keuangan akan semakin mengerti kinerja keuangan perusahaan.
TINGKATAN PENGUNGKAPAN
• PENGUNGKAPAN SUKARELA VS DIPAKSAKAN
Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa
diharuskan oleh lembaga yang berwenang. Pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan yang satu
dengan yang lain akan berbeda. Hal ini dikarenakan belum adanya peraturan mengenai luas pengungkapan
sukarela. Sehingga perusahaan bebas memilih jenis informasi yang akan diungkapkan, yang dipandang
manajemen relevan dalam membantu mengambil keputusan.
Pengungkapan yang dipaksakan adalah sejumlah aturan atau pengungkapan oleh perusahaan yang
melalui lembaga yang berwenang. Seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan pengesahan oleh pihak
ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya pasar. Aturan akuntansi mencoba mengurangi
kemampuan manajer dalam mencatat transaksi-transaksi ekonomi dengan cara yang mewakili kepentingan
terbaik pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk memastikan bahwa
para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu, lengkap, dan akurat.
TINGKATAN PENGUNGKAPAN
• REGULASI PENGUNGKAPAN
Terdapat beberapa argumen yang mendukung perlunya regulasi dalam penyediaan informasi, yaitu
penyalahgunaan, eksternalitas, kegagalan pasar, asimetri informasi, dan keengganan manajemen.
Di Indonesia, pihak yang menjadi regulator adalah BAPEPAM (melalui Peraturan BAPEPAM) dan
profesi/IAI (melalui standar akuntansi). BAPEPAM berkepentingan dengan tingkat pengungkapan dan apa yang
harus diungkapkan terutama untuk kepentingan pendaftaran publik dan penawaran publik perdana.
BENTUK-BENTUK PENGUNGKAPAN
• RAMALAN KEUANGAN
Struktur akuntansi biaya historis selama ini dianggap sebagai review atas peristiwa-peristiwa
masa lalu. Salah satu pandangan adalah bahwa akuntan hanya harus menyajikan informasi historis dan
kini yang memungkinkan investor membuat prediksi mereka sendiri tentang masa depan. Dengan
dipublikasikannya ramalan informasi akuntansi keuangan dan informasi lain yang berhubungan dengan
perusahaan, asumsi-asumsi dasar yang berhubungan dengan perekonomian dan faktor-faktor eksternal
perlu diungkapkan agar pemakai ramalan dapat mengevaluasi keandalannya dengan lebih baik.
Manajemen masih enggan untu mengumumkan proyeksi khusus kepada masyarakat karena sejumlah
alasan:
1. Proyeksi dapat memberi kesan akurasi yang tidak berdasar.
2. Proyeksi sudah pasti akan sangat cepat menjadi kuno.
3. Ramalan dan proyeksi dapat digunakan oleh pesaing sehingga merugikan satuan usaha yang
melaporkan.
4. Manajemen mungkin merasa dipaksa untuk memenuhi ramalan yang diumumkan sampai
harus membuat keputusan jangka pendek yang bukan untuk kepentingan terbaik pemegang
saham.
5. Kegagalan perusahaan untuk memenuhi proyeksinya dapat menimbulkan ketidakpuasan
pemegang saham dan mungin menyebabkan adanya tuntutan hukum.
BENTUK-BENTUK PENGUNGKAPAN
• KEBIJAKAN AKUNTANSI
Dengan berkembangbiaknya prosedur akuntansi yang digunakan oleh berbagai perusahaan dan bahkan
di dalam perusahaan yang sama, komparabilitas langsung antara laporan-laporan keuangan menjadi lebih sukar.
Salah satu solusi diusulkan adalah suatu upaya untuk mengurangi jumlah alternative dengan harapan bahwa
keseragaman akan secara otomatis memungkinkan komparabilitas. Solusi alternatif selain pengurangan
alternatif-alternatif yang tersedia adalah mengungkapkan dalam setiap kasus metode-metode spesifik yang
digunakan dengan asumsi bahwa dengan demikian pembaca akan dapat menyajikan kembali laporan akuntansi
itu guna mencapai komparabilitas. Walaupun demikian, pegungkapan kebijakan akuntansi dapat membantu
yaitu dengan memungkinkan dicapainya penafsiran yang lebih baik atas laporan keuangan untuk setiap
perusahaan dan karenanya mempengaruhi keputusan investasi.
• PERUBAHAN AKUNTANSI
Penggunaan prinsip dan prosedur akuntansi secara konsisten sudah lama dianggap esensial dalam
evaluasi atas aktivitas perusahaan dan dalam proyeksi aktivitas masa depan. APB 20 mendukung pandangan ini
tetapi menyatakan bahwa laporan keuangan dibenarkan, perubahan semacam itu harus diungkapkan dalam
laporan keuangan ketika perubahan dilakukan. Hal ini harus disertai justifikasi untuk perubahan itu. Perubahan
akuntansi mencakup perubahan dalam prinsip akuntansi, dalam estimasi akuntansi, dan dalam satuan usaha
yang melaporkan. Pengungkapan perubahan-perubahan ini, seperti pengungkapan kebijakan akuntansi, esensial
bagi keputusan investasi yang optimal.
BENTUK-BENTUK PENGUNGKAPAN
• PENGUNGKAPAN PERISTIWA PASCA LAPORAN
Ada dua jenis peristiwa yang relevan yang mungkin terjadi setelah tanggal laporan dan sebelum
selesainya laporan:
1. Peristiwa yang secara langsung mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
2. Peristiwa yang mengubah secara material kesinambungan keabsahan nilai-nilai neraca atau hubungan di
antara pemegang ekuitas, atau secara material mempengaruhi kegunaan aktivitas tahun lalu yang
dilaporkan sebagai prediksi periode berjalan.
Peristiwa jenis pertama timbul dari tidak cukupnya pengetahuan selama periode akuntansi dan
mnghasilkan perubahan dalam estimasi nilai akibat pengetahuan yang diperoleh setelah tanggal neraca.
Peristiwa dari jenis kedua tidak mempunyai dampak langsung pada laporan keuangan tahun sebelumnya, tetapi
kemungkinan mempengaruhi secara material keputusan yang didasarkan pada laporan ini. Peristiwa ini
mencakup:
1. Peristiwa yang secara material mempengaruhi struktur keuangan perusahaan atau hubugan sekarang
atau masa depan di antara pemegang ekuitas.
2. Peristiwa yang mempengaruhi penghasilan atau kemungkinan distribusi dividen untuk periode setelah
periode yang dicakup dalam laporan atau dalam periode-periode sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai