Anda di halaman 1dari 40

Rizki Putri Andini

13-099
 Kanker serviks
 Kanker endometrium
 Kanker korpus uteri
 Sarkoma uteri
 Kanker ovarium
 Kanker vulva
 Kanker vagina
 Kanker tuba Falopii
 Merupakan peyakit kanker perempuan yg
menimbulkan kematian terbanyak,>>negara
berkembang
 500.000 kanker serviks baru di seluruh dunia
 Infeksi HPV >>Usia muda kanker serviks
>>30 tahun/lebih
 Etiologi: HPV terutama tipe 16, 18, 31, 45
 Faktor risiko:
- Aktivitas seksual usia muda (<16 tahun)
- Hub seksual multipartner
- Menderita HIV
- Perokok
 Manifestasi klinis:
- Tanda dini tdk spesifik seperti sekret vagina agak
berlebihan, kadang disertai bercak perdarahan
- Perdarahan pervaginam (pascasanggama, di luar haid) dan
keputihan
- Penyakit lanjut keluar cairan pervaginam berbau busuk,
nyeri panggul, nyeri pinggang & pinggul, sering berkemih,
BAK/BAB sakit
- Gejala penyakit residif: nyeri pinggang, edema kaki
unilateral, obstruksi ureter
 Anamnesis, px fisik & ginekologik termasuk
evaluasi KGB, px panggul dan rektal
 Tes Pap Smear direkomendasikan pada saat
mulai aktivitas seksual/setelah menikah: 3x
tiap tahun tiap 3 tahun sekali
 Biopsi serviks
 Foto paru-paru, pielogravi intravena/CT
scan melihat perluasan penyakit & adanya
obstruksi ureter
 Lab darah tepi, tes fungsi ginjal dan hati
 Pertumbuhan primernya dari serviks
 85% Ca sel skuamosa, 10% adenokarsinoma,
5% adenoskuamosa, sel jernih, sel kecil, sel
verukosa
 Derajat: diferensiasi baik, diferensiasi sedang,
diferensiasi buruk
 Pembedahan
- Dilakukan pada kanker serviks sampai
stadium IIA
- Stadium I A1tanpa invasi limfo-vaskuler:
konisasi serviks atau histerektomi total
simpel. Risiko metastasis ke KGB/residif 1%
- Stadium I A1 dengan invasi limfo-vaskuler,
stadium I A2: histerektomi radikal (tipe II) dan
limfadenektomia pelvik
- Stadium I B-II A: histerektomi radikal (tipe II)
dan limfadenektomia pelvik & paru-paru
 Radioterapi
- Pada semua stadium, terutama mulai stadium IIB sampai IV
- Teleterapi dgn radioterapi whole pelvic diberikan dgn fraksi
180-200 cGy per hari selama 5 minggu (dosis total 4500-5000
cGy) utk memberikan radiasi seluruh rongga panggul,
parametrium, KGB iliaka, & para-aorta
- Kemudian dilanjutkan brakiterapi dgn menginsersi tandem &
ovoid (dosis total ke titik A 8500 cGy dan 6500 cGy ke titik B)
utk memberikan radiasi dosis tinggi ke uterus, serviks, vagina,
dan parametrium
- Titik A: 2 cm superior dari ostium uteri eksterna & 2 cm lateral
daris tengah uterus, berada di parametrium
- Titik B: 2 cm superior dari ostium uteri eksterna & 5 cm lateral
daris tengah uterus, berada di dinding pelvis

 Kemoterapi dengan Cisplatin


 Merupakan kanker ginekologik paling sering,
menempati urutan ke-4 setelah kanker
payudara, kolon, & paru pada perempuan
 Insiden 2/100.000 pada usia <40 th dan 40-
50/100.000 pada dekade ke-6, 7, 8
 Insiden di Asia Tenggara 4,8% dari 670.587
kanker pada perempuan
 Etiologi: idiopatik, merupakan kelanjutan lesi
prakanker dari neoplasia intraepitel
endometrium pd kebanyakan kasus
Mutasi p53 karsinoma serosum papiliferum
 Faktor risiko: obesitas, rangsangan estrogen
terus menerus, menopause terlambat (>52
tahun), nulipara, siklus anovulasi, obat
Tamoxifen, hiperplasia endometrium
 Manifestasi klinis: perdarahan uterus
abnormal berupa metroragia atau perdarahan
pascamenopause &/ keputihan
 Biopsi endometrium negtif palsu 5-10%
 kuretase diagnostik bila curiga infiltrasi ke
endoserviks
 Foto paru-paru, Pap smear, px lab darah
rutin (darah tepi, fungsi hati & giinjal)
 CT-scan menentukan lokasi primer kanker
 Std I: tumor terbatas pada korpus uteri
I A: tumor terbatas pada endometrium
I B: invasi <1/2 ketebalan miometrium
I C: invasi >1/2 ketebalan miometrium
 Std II: tumor menginvasi serviks tapi tidak meluas ke luar uterus
II A: keterlibatan kelenjar endoserviks saja
II B: invasi stroma serviks
 Std III: tumor menyebar lokal dan/ regional pelvis
III A: tumor menginvasi serosa/adneksa
III B: Invasi vagina (langsung ataupun metastasis)
III C: metastasis ke KGB pelvis dan/ para-aorta
 Std IV: tumor dengan metastasis jauh
IV A: tumor menginvasi mukosa kandung kemih/usus
IV B: metastasis jauh, tmsk KGB intra-abdominal dan/
inguinal
 G1 : derajat diferensiasi adenokarsinoma
adenomatosa baik (≤ 5% padat)
 G2 : derajat diferensiasi adenokarsinoma
adenomatosa dgn sebagian padat (5% sampai
50% padat)
 G3: sebagian besar padat atau seluruhnya
karsinoma undifferentiated (>50% padat)
 Std I: karsinoma terbatas pada uterus
I A: panjang uterus <8 cm
II B:panjang uterus >8 cm
 Std II: karsinoma menginvasi uterus dan
serviks
 Std III: karsinoma meluas ke luar uterus tapi
tdk keluar dari pelvis minor
 Std IV: karsinoma meluas ke luar pelvis minor
atau menginvasi ke mukosa kandung kemih
atau rektum
 75% endometrioid adenokarsinoma, 20%
adenoskuamosa, 5% serosum papiliferum & sel jernih
 Klasifikasi:
- Karsinoma endometrioid: adenokarsinoma,
adenokantoma (adenokarsinoma+metaplasia
skuamosa) dan karsinoma adenoskuamosa
(campuran adenokarsinoma & karsinoma sel
skuamosa)
- Adenokarsinoma musinosum
- Adenokarsinoma serosum papiliferum
- Adenokarsinoma sel jernih
- Karsinoma undifferentiated
- Karsinoma campuran
 Pembedahan: insisi vertikal abdomen,
pembilasan peritoneum eksplorasi thd proses
metastasis, histerektomi totalis, salpingo-
ooforetktomia bilateralis, kemudian pembelahan
& inspeksi uterus utk menetapkan kedalaman
invasi ke miometrium
- Stadium I dan II (kuret endoserviks +) tanpa
tanda klinis mengenai serviks: histerektomia
totalis & salpingo-ooforektomia bilateralis,
bilasan peritoneum dan/ pengangkatan KGB
pelvis & para-aorta
- Stadium II dan IV: tindakan pembedahan &/
radioterapi &/ kemoterapi
 Radioterapi
- Std IA derajat 1 atau 2 tdk memerlukan radiasi pascabedah
- Std IB, IC, IIA occult dan dan IIB: radioterapi mengurangi
residif
- Tumor menginvasi KGB dan organ yg jauh: radioterapi

 Kemoterapi
- Utk deseksi KGB para-aorta (+) atau metastasis jauh
- Doxorubicin dan cisplatin
- Paclitaxel dan cisplatin kasus residif atau std lanjut
- Derajat diferensiasi baik progesteon:
Devo-Provera 400 mg IM/hari
Provera tab 4x200 mg/hari
Megestrol asetat 4x800 mg/hari
 Jarang terjadi, berasal dari elemen
mesenkimal
 Insidens 1-2% per 100.000, 5% dari kanker
korpus uteri
 Insidens leiomiosarkoma 0,2-0,7%
 Faktor risiko:
- Riwayat radiasi sebelumnya
- >40 th
- Leimiosarkoma pada usia muda
- Tamoxifen yg diberikan pascapengobatan
kanker payudara
 Manifestasi klinis: perdarahn pervaginam,
nyeri pelvik, keluar jaringan nekrotik dari
kanalis servikalis, pemebsaran uterus
 Diagnosis: biopsi endometrium pd
perdarahan pervaginam atau adanya polip yg
keluar dari kanalis servikalis
 Std klinik awal: histerektomia totalis,
salpingo-ooforektomia bilateralis, bilasan
peritoneum, limfadenektomia pelvis & para-
aorta, dan omentektomi
 Pascabedah diberikan radioterapi pelvis
 Leiomisarkoma kemoterapi dgn
Doxorubicin
 Penyebab kematian tertinggi dari kanker alat genital
perempuan
 Di USA 22.220 kasus baru/tahun
 6% dari seluruh kanker pada perempuan & timbul pada
1/68 perempuan
 Faktor risiko:
- Faktor lingkungan: >>negara industri
- Faktor reproduksi: makin meningkat siklus haid ovulasi
makin meningkatkan risiko, induksi siklus ovulasi dgn
klomifen sitrat
- Faktor genetik: 5-10% herediter
1. Kanker ovarium site spesific familial
2. Sindrom kanker payudara-ovariummutasi gen BRCA1
3. Sindroma kanker Lynch tipe II
 Manifestasi klinis: 95% asimtomatik, keluhan
tdk spesifik spt perut membesar, ada
perasaan tekanan, dispareunia, BB meningkat
krn ada asites atau massa
 Diagnosis:
- Anamnesis, px fisik, px jenis penanda tumor
spt CA-125
- Px darah tepi, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal
- Foto paru, CT-scan abdomen pelvis
 Tumor terbatas pada ovarium
- IA: tumor terbatas pada 1 ovarium, kapsul utuh,
tdk ada tumor pd permukaan luar, tdk terdapat
sel kanker pd cairan asites atau pd bilasan
peritoneum
- IB: tumor terbatas pada kedua ovarium, kapsul
utuh, tdk tdp tumor pd permukaan luar, tdk tdp
sel kanker pd cairan asites atau bilasan
peritoneum
- IC: tumor terbatas pd satu atau dua ovarium dgn
satu dari tanda2: kapsul pecah, tumor pd
permukaan luar kapsul, sel kanker (+) pada
cairan asites atau bilasan peritoneum
 Tumor mengenai satu atau 2 ovarium dgn perluasan ke pelvis
- IIA: perluasan ke uterus dan atau tuba falopii, tdk ada sel kanker di
cairan asites atau bilasan peritoneum
- IIB: perluasan ke organ pelvis lainnya, tdk ada sel kanker di cairan asites
atau bilasan peritoneum
- IIC: tumor pada std IIA/IIB dgn sel kanker positif pd cairan asites atau
bilasan peritoneum
 Tumor mengenai satu atau dua ovarium dgn metastasis ke peritoneum
yg dipastikan secara mikroskopik di luar pelvis dan atau metastasis ke
KGB regional
- IIIA: metastasis peritoneum mikroskopik di luar pelvis
- IIIB: metastasis peritoneum makroskopik di luar pelvis, diameter terbesar
2cm atau kurang
- IIIC: metastasis peritoneum di luar pelvis, diameter terbesar >2cm dan
atau metastasis KGB regional
- IV: metastasis jauh di luar rongga peritonum, bila tdp effusi pleura maka
cairan pleura mengandung sel kanker, tmsk metastasis pd parenkim hati
 Jarang dijumpai dan merupakan 4% dari
kanker ginekologik
 Faktor risiko:
- Usia 65-75 th
- 15% usia <40 th
 Etiologi: HPV
 Manifestasi klinis: pruritus, benjolan di vulva,
nyeri, perdarahan, disuria, keputihan, ulkus
 Diagnosis: biopsi pada lesi; foto paru & CT-
scan utk stadium lanjut
 Stadium 0: karsinoma insitu
 Stadium I: tumor terbatas pada vulva dan perineum diameter
terpanjang tdk >2 cm
 Stadium IA: tumor terbatas pada vulva dan perineum diameter 2
cm atau kurang & dgn invasi stroma tdk >1 mm
 Stadium IB: tumor terbatas pada vulva dan perineum diameter 2
cm atau kurang & dgn invasi stroma >1 mm
 Stadium II: tumor terbatas pada vulva dan perineum diameter
terbesar >2cm
 Stadium III: tumor menginfiltrasi salah satu dari uretra bag
bawah, vagina, anus & atau metastasis KGB regional unilateral
 Stadium IVA: tumor menginfiltrasi salah satu dari mukosa
kandung kemih, mukosa rektum, mukosa uretra bag atas atau
telah sampai ke tulang panggul & atau metastasis KGB bilateral
 Stadium IVB: metastasis di organ tubuh jauh tmsk KGB pelvis
 Jarang ditemukan, 1-3% dari kanker
ginekologik
 Insidensi 1/100.000 perempuan
 Faktor risiko: infeksi HPV, radiasi, usia lanjut
 Manifestasi klinis: stadium awal biasanya
asimtomatik; stadium lanjut perdarahan,
massa tumor, keputihan berbau, nyeri daerah
panggul
 Stadium 0: karsinoma insitu, karsinoma
intraepitel
 Stadium I: karsinoma terbatas pada dinding
vagina
 Stadium II: karsinoma telah menyebar ke jaringan
submukosa tapi belum meluas ke dinding
panggul
 Stadium III: karsinoma telah meluas ke dinding
panggul
 Stadium IV: karsinoma telah keluar dari panggul
atau telah menginfiltrasi ke mukosa kandung
kemih dan/ rektum dan/ keluar panggul
 Sangat jarang dijumpai
 0,1-1,8% dari kanker ginekologik
 Di AS insidensi 3,6 dari satu juta perempuan
 >60% pada pascamenopause
 Faktor risiko: peradangan kronis tuba falopii,
tuberkulosis, penyakit radang pelvis, mutasi
gen BRCA1 dan BRCA2
 Manifestasi klinis: perdarahan prvaginam
terutama pada pascamenopause, nyeri perut
bagian bawah, massa tumor di pelvis, gbrn
psammoma body
 Pembedahan: histerektomi total dan
salpingo-ooforektomi bilateral, pemeriksaan
cairan asites/bilasan peritoneum dan
pengambilan sampel KGB utk tindakan bedah
yg optimal
 Kemoterapi pascabedah: kombinasi cisplatin
dan plaxitacel
 Ilmu kandungan Sarwono