Anda di halaman 1dari 46

YULIANA FAJARIYANTI

22010116220338
1. Apa yang kamu ketahui tentang indikator keluarga sehat?
Sebutkan!
2. Sebutkan dan jelaskan tentang manajemen puskesmas!
3. SPM: Definisi, indikator, dan cara perhitungan
4. Apa yang kamu ketahui tentang vital statistic, AKI, AKB, AKN,
CFR, dan CDR?
5. Apa yang kamu ketahui tentang KLB, wabah, pandemi,
endemi?
Terdapat 12 indikator keluarga sehat yang tercantum dalam
pedoman PIS PK, yaitu :
Balita
Keluarga mengikuti Ibu melakukan Bayi mendapat Bayi mendapat mendapatkan
program Keluarga persalinan di imunisasi dasar ASI eksklusif pemantauan
Berencana (KB) fasilitas kesehatan lengkap selama 6 bulan pertumbuhan
Penderita tuberkulosis Penderita gangguan
Penderita hipertensi
paru mendapatkan jiwa mendapatkan
melakukan pengobatan
pengobatan sesuai pengobatan dan tidak
secara teratur
standar ditelantarkan

Anggota keluarga Keluarga sudah menjadi Keluarga mempunyai Keluarga mempunyai


tidak ada yang anggota Jaminan akses/memiliki sarana akses/menggunakan
merokok Kesehatan Nasional (JKN) air bersih jamban sehat
Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
keluarga merupakan pasangan usia subur, suami atau
isteri atau keduanya, terdaftar secara resmi sebagai
peserta/akseptor KB dan atau menggunakan alat
kontrasepsi

Pendukung Tersedianya pelayanan KB sampai ditingkat Desa/Kelurahan


keberhasilan
Promosi KB oleh NAKES/di FASKES
Promosi KB oleh pemuka2 agama
Pendidikan Kespro/KB di SLTA & Perguruan Tinggi
PNS, anggota POLRI & anggota TNI sebagai panutan ber-KB
Kampanye Nasional KB
Tersedianya pelayanan medis & KB sampai di PUSKESMAS
Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
di keluarga terdapat ibu pasca bersalin (usia bayi 0-
11 bulan) dan persalinan ibu tersebut, dilakukan di
fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah Sakit,
Puskesmas, Klinik, bidan praktek swasta)

Pendukung Tersedianya pelayanan PUSKESMAS berkualitas


keberhasilan

Tersedianya rumah tunggu kelahiran & “Ambulan”/alat


transportasi untuk bumil di tempat2 yang memerlukan
Tersedianya pelayanan ANC & senam bumil di
PUSKESMAS
Promosi oleh NAKES & kader PKK tentang persalinan di
fasilitas kesehatan
Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
di keluarga terdapat bayi (usia 12-23 bulan), bayi
tersebut telah mendapatkan imunisasi HB0, BCG, DPT-
HB1, DPT-HB2, DPT-HB3, Polio1, Polio2, Polio3, Polio4,
Campak

Pendukung Tersedianya pelayanan imunisasi dasar di PUSKESMAS & FKTP


keberhasilan lain
Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang imunisasi dasar

Promosi oleh pemuka2 agama & kader imunisasi dasar

Promosi oleh kader PKK tentang imunisasi dasar lengkap

Kampanye nasional imunisasi lengkap


Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
di keluarga terdapat bayi usia 7 – 23 bulan dan bayi
tersebut selama 6 bulan (usia 0-6 bulan) hanya diberi
ASI saja (ASI eksklusif)

Pendukung Tersedianya pelayanan konseling ASI di PUSKESMAS & FKTP


keberhasilan
Tersedianya ruang menyusui/ memerah & menyimpan ASI di
tempat2 umum & perkantoran/perusahaan
Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang ASI eksklusif

Promosi oleh Kader PKK tentang ASI ekslusif

Kampanye Nasional pemberian ASI ekslusif


Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
di keluarga terdapat balita (usia 2 – 59 Bulan 29 hari)
dan bulan yang lalu ditimbang berat badannya di
Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya dan dicatat
pada KMS/buku KIA

Pendukung Posyandu yang berfungsi dengan baik reguler (minimal 1 bulan sekali)
keberhasilan
Supervisi & bimbingan yang reguler dari PUSKESMAS ke Posyandu

Pemantauan pertumbuhan murid play group & taman kanak2

Promosi oleh kader PKK tentang pemantauan pertumbuhan BALITA

Promosi oleh NAKES tentang pemantauan pertumbuhan BALITA


Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika di
keluarga terdapat anggota keluarga berusia ≥15 tahun yang
menderita batuk dan sudah 2 minggu berturut-turut belum
sembuh atau didiagnogsis sebagai penderita tuberkulosis (TB)
paru dan penderita tersebut berobat sesuai dengan petunjuk
dokter/ petugas kesehatan

Pendukung Tersedianya pelayanan pengobatan TB Paru di PUSKESMAS,


keberhasilan FKTP, lain & rumah sakit
Tersedianya pengawas menelan obat (PMO) di rumah di tempat
kerja
Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang pengobatan TB Paru

Promosi oleh kader PKK tentang pengobatan TB Paru

Promosi di tempat2 umum tentang pengobatan TB Paru


Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
di dalam keluarga terdapat anggota keluarga berusia
≥15 tahun yang didiagnogsis sebagai penderita
tekanan darah tinggi (hipertensi) dan berobat teratur
sesuai dengan petunjuk dokter atau petugas
kesehatan
Pendukung Akses pelayanan terpadu PTM di FKTP
keberhasilan Tersedianya posbindu PTM disetiap desa/ kelurahan yang berfungsi dengan baik

Sistem pengawasan keteraturan menelan obat dari kader kesehatan

Tersedianya pelayanan konseling berhenti merokok di PUSKESMAS/FKTP & RS

Peningkatan kegiatan senam & aktivitas fisik dikalangan masyarakat

Pembatasan kandungan garam makanan & bahan tambahan makanan

Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang pengobatan hipertensi


Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
di keluarga terdapat anggota keluarga yang
menderita gangguan jiwa berat dan penderita tersebut
tidak ditelantarkan dan/atau dipasung serta
diupayakan kesembuhannya

Pendukung Akses pelayanan terpadu PTM di FKTP


keberhasilan
Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang pengobatan & perlakuan
terhadap penderita gangguan jiwa
Promosi di tempat2 kerja tentang pengobatan & perlakuan terhadap
penderita gangguan jiwa
Promosi oleh kader PKK tentang pengobatan & perlakuan terhadap
penderita
Promosi tentang pengobatan & perlakuan terhadap penderita
gangguan jiwa
Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
tidak ada seorang pun dari anggota keluarga tersebut
yang sering atau kadangkadang menghisap rokok atau
produk lain dari tembakau. Termasuk di sini adalah jika
anggota keluarga tidak pernah atau sudah berhenti dari
kebiasaan menghisap rokok atau produk lain dari
tembakau
Tersedianya pelayanan konseling berhenti merokok di PUSKESMAS/FKTP & RS
Pendukung
keberhasilan Pembatasan iklan rokok dalam berbagai bentuk
Pemberlakuan kawasan dilarang merokok di perkantoran/perusahaan/ tempat2 umum

Pemberlakuan kawasan dilarang merokok di sekolah/madrasah & perguruan tinggi

Kemberlakuan batas usia pembeli rokok

Kenaikan cukai rokok

Kampanye nasional tentang bahaya merokok


Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
seluruh anggota keluarga tersebut memiliki kartu
keanggotaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) Kesehatan dan/atau kartu kepesertaan
asuransi kesehatan lainnya

Pendukung Tersedianya pelayanan kepersertaan Jaminan


keberhasilan Kesehatan JKN yang mudah & efisien
Tersedianya pelayanan kepersertaan FKTP & RS yang
bermutu & merata serta rujukan yang nyaman
Promosi tentang kepersertaan JKN tentang pengobatan
TB Paru
Kampanye nasional tentang kepersertaan JKN
Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
keluarga tersebut memiliki akses dan menggunakan
air leding PDAM atau sumur pompa, atau sumur gali,
atau mata air terlindung untuk keperluan sehari-hari

Pendukung Tersedianya sarana air bersih sampai ke


keberhasilan desa/kelurahan
Tersedianya sarana air bersih di sekolah/madrasah

Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang pentingnya


penggunaan air bersih
Promosi oleh Kader kesehatan/kader PKK tentang
pentingnya penggunaan air bersih
Keluarga yang termasuk dalam indikator ini adalah jika
keluarga tersebut memiliki akses dan menggunakan
air leding PDAM atau sumur pompa, atau sumur gali,
atau mata air terlindung untuk keperluan sehari-hari

Pendukung Tersedianya jamban sehat disetiap keluarga


keberhasilan

Tersedianya jamban sehat di sekolah/ madrasah &


perguruan tinggi
Promosi oleh NAKES/di FASKES tentang pentingnya
penggunaan jamban sehat
Promosi oleh kader kesehatan/kader PKK tentang
pentingnya penggunaan jamban sehat
Terselenggaranya berbagai Perlu ditunjang oleh
UKP dan UKM yang sesuai manajeman Puskesmas yang
dengan azas baik
penyelenggaraan Puskesmas

Rangkaian kegiatan yang bekerja secara


Definisi sistematik untuk menghasilkan luaran
Puskesmas yang efektif dan efisien

membentuk fungsi-fungsi manajemen

Perencanaan Pelaksanaan & Pengawasan &


Pengendalian Pertanggungjawaban
= Proses penyusunan rencana tahunan Puskesmas untuk mengatasi
masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
• Macam perencanaan :

UKM Esensial UKM Pengembangan UKP


o Pelayanan Promosi Kesehatan;  pelayanan kesehatan jiwa
o Pelayanan Kesehatan  pelayanan kesehatan gigi
Lingkungan; masyarakat
o Pelayanan KIA-KB;  pelayanan kesehatan
o Pelayanan Gizi; dan tradisional komplementer
o Pelayanan Pencegahan Dan  pelayanan kesehatan olahraga
Pengendalian Penyakit.  pelayanan kesehatan kerja, dll
• Langkah-langkah Identifikasi masalah
perencanaan : - Dengan Survey Mawas Diri (bersama masyarakat)
- Dengan teknik Delbeq (petugas puskesmas)

Menyusun Rencana Usulan


Kegiatan (RUK)

Mengajukan Rencana Usulan


Kegiatan (RUK)

Menyusun Rencana
Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
= Proses penyelenggaraan, pemantauan dan penilaian
= Penyelenggaraan rencana tahunan dalam mengatasi masalah
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas

• Langkah-langkah :

Pengorganisasian Penyelenggaraan Pemantauan Penilaian


= Proses memperoleh kepastian antara kesesuaian
penyelenggaraan dengan pencapaian tujuan terhadap rencana
& UU yang berlaku
Pengawasan Jenis : Pertanggungjawaban
• Pengawasan Internal (Atasan
Langsung) Laporan pertanggungjawaban
• Pengawasan External tahunan yang berisi :
(Masyarakat/Dinkes) a. Pelaksanaan kegiatan
b. Perolehan Sumber Daya
Ruang Lingkup : (Keuangan)
 Administratif c. Penggunaan Sumber Daya
 Keuangan
 Teknis Pelayanan
Definisi
• Standar dengan batas-batas tertentu untuk mengukur kinerja
penyelenggaraan kewenangan wajib daerah yang berkaitan
dengan pelayanan dasar kepada masyarakat yang mencakup
jenis pelayanan, indikator dan nilai
• Ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang
merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap
warga secara minimal
Indikator (1)
No. Jenis Indikator
Pelayanan
I. Pelayanan 1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4
Kesehatan 2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
Dasar 3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
kebidanan
4. Cakupan pelayanan ibu nifas
5. Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani
6. Cakupan kunjungan bayi
7. Cakupan Desa / Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
8. Cakupan pelayanan anak balita
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan
keluarga miskin
Indikator (2)
No. Jenis Indikator
Pelayanan
I. Pelayanan 10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
Kesehatan 11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
Dasar 12. Cakupan peserta KB aktif
13. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit
a. AFP Rate per 100.000 pddk < 15 tahun
b. Penemuan penderita Pneumonia Balita
c. Penemuan penderita baru TB BTA positif
d. Penderita DBD yang ditangani
e. Penemuan penderita Diare
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin
Indikator (3)

No. Jenis Pelayanan Indikator


II. Pelayanan Kesehatan 15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien
Rujukan masyarakat miskin
16. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus
diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota

III. Penyelidikan Epidemiologi 17. Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan
dan Penanggulangan KLB penyelidikan epidemiologi < 24 jam

IV. Promosi Kesehatan dan 18. Cakupan Desa/Kelurahan Siaga aktif


Pemberdayaan Masyarakat
Cara Perhitungan

Indikator Cara Perhitungan


1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4

2. Cakupan komplikasi kebidanan yang


ditangani

3. Cakupan pertolongan persalinan oleh


tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan
4. Cakupan pelayanan ibu nifas
Cara Perhitungan
Indikator Cara Perhitungan
5. Cakupan neonatal dengan komplikasi yang
ditangani

6. Cakupan kunjungan bayi

7. Cakupan Desa / Kelurahan Universal Child


Immunization (UCI)
8. Cakupan pelayanan anak balita

9. Cakupan pemberian makanan pendamping


ASI pada anak usia 6 – 24 bulan keluarga
miskin
Cara Perhitungan
Indikator Cara Perhitungan
10. Cakupan balita gizi buruk
mendapat perawatan

11. Cakupan penjaringan kesehatan


siswa SD dan setingkat

12. Cakupan peserta KB aktif


Indikator Cara Perhitungan
13. Cakupan penemuan dan penanganan
penderita penyakit
a. AFP Rate per 100.000 pddk < 15 tahun
b. Penemuan penderita Pneumonia Balita

c. Penemuan penderita baru TB BTA positif

d. Penderita DBD yang ditangani

e. Penemuan penderita Diare


Indikator Cara Perhitungan
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien
masyarakat miskin
15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan
pasien masyarakat miskin

16. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1


yang harus diberikan sarana kesehatan (RS)
di Kabupaten/Kota
17. Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi
< 24 jam
18. Cakupan Desa/Kelurahan Siaga aktif
• Statistik mengenai kesehatan
• Tujuan : mempublikasikan data kesehatan
• Kegunaan : evaluasi aktivitas, perencanaan, dasar tindak lanjut
suatu pemantauan dan penelitian

Merupakan salah satu teknik untuk menilai status kesehatan


masyarakat dalam kesatuan populasi tertentu.

Hasil : ukuran dalam penafsiran akan fakta kesehatan dan statistik kesehatan
 ukuran tentang kejadian dalam kehidupan manusia dari konsepsi sampai mati
Banyaknya kematian perempuan pada saat hamil
sampai dengan selama 42 hari sejak terminasi
kehamilan tanpa memandang lama dan tempat
Definisi
persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya
atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-
sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup

AKI = Jumlah kematian ibu hamil s/d nifas x 100.000


Rumus Jumlah kelahiran hidup
Banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu
Definisi tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun
tertentu

AKB = Jumlah kematian bayi (<1 tahun) x 1.000


Rumus
Jumlah kelahiran hidup
Banyaknya kematian bayi berusia 0-28 hari per
Definisi
1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu

AKN = Jml kematian neonatus (0-28 hari) x 1.000


Rumus
Jumlah kelahiran hidup
Perbandingan antara jumlah kematian terhadap
penyakit tertentu yang terjadi dalam 1 tahun dengan
Definisi
jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut
pada tahun yang sama

CFR = Jumlah kematian terhadap penyakit tertentu


Rumus Jumlah penduduk yang menderita penyakit
tersebut pada tahun yang sama
Jumlah kematian yang dicatat selama 1 tahun per
1000 penduduk pada pertengahan tahun yang
sama. Disebut kasar karena angka ini dihitung
Definisi
secara menyeluruh tanpa memperhatikan kelompok-
kelompok tertentu di dalam populasi dengan tingkat
kematian yang berbeda-beda

CDR = Jml kematian dalam tahun tertentu x 1.000


Rumus
Jumlah penduduk pertengahan tahun
• Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna
Definisi secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu

• Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004 tentang


Diatur Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa
dalam

• Menurut Keputusan Dirjen No. 451/91, tentang Pedoman Penyelidikan dan


Penanggulangan Kejadian Luar Biasa :
• Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal
• Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-
Kriteria turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
KLB • Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan
periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
• Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila
dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
• Penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar
orang di daerah yang luas ( KBBI,1989 )
• Peningkatan kejadian kesakitan atau kematian yang telah meluas secara
cepat, baik jumlah kasusnya maupun daerah terjangkit ( Departemen
Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan
Penyehatan Lingkungan Pemukiman, 1981)
Definisi • Kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang
jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan
yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan
malapetaka (Undang-undang RI No 4 th. 1984 tentang wabah penyakit
menular)

Kriteria • Pernyataan adanya wabah hanya boleh ditetapkan oleh Menteri Kesehatan
Wabah
• Epidemi penyakit menular yang menyebar melalui populasi manusia di
kawasan yang luas, misalnya benua, atau bahkan di seluruh dunia
• Kondisi dimana terjangkitnya penyakit menular pada banyak orang
Definisi dalam daerah geografi yang luas

• Menurut WHO, pandemi dinyatakan bila 3 syarat terpenuhi :


• Timbulnya penyakit bersangkutan merupakan suatu hal baru pada
populasi bersangkutan,
Kriteria • Agen penyebab penyakit menginfeksi manusia dan menyebabkan sakit
Pandemi serius,
• Agen penyebab penyakit menyebar dengan mudah dan berkelanjutan
pada manusia
• Penyakit menular yang terus menerus terjadi di suatu tempat atau
prevalensi suatu penyakit yang biasanya terdapat di suatu tempat dalam
kurun waktu tertentu (minimal 3 tahun)
• Suatu keadaan dimana suatu penyakit atau agen infeksi tertentu
Definisi ditemukan disuatu wilayah tertentu secara terus menerus/frekuensinya
menetap dalam waktu yang lama
• Suatu penyakit yang umum ditemukan disuatu wilayah

• Hyperendemis  penyakit tertentu selalu ditemukan di suatu wilayah


dengan insiden yang tinggi.
Jenis lain • Holoendemis  suatu penyakit selalu ditemukan di suatu wilayah dengan
Endemi prevalensi yang tinggi, awalnya menyerang penduduk usia muda dan
menimpa sebagian besar penduduk contohnya malaria di daerah tertentu.
• Kemenkes RI. Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga edisi 2. 2017.
• Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
edisi 2. 2017.
• Slide kuliah Manajemen Puskesmas Modul 5.3. 2015.
• Slide kuliah Standar Pelayanan Minimal di Puskesmas Modul 5.3. 2015.
• Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH. Kuliah Statistik Vital. 2010.
• Slide kuliah Fertilitas dan Mortalitas Modul 5.3 oleh Dea Amarilisa Adespin. 2015.
• Slide kuliah Investigasi Wabah Modul 5.3 oleh Team Teaching of Epidemiology.
2015.
• Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa.
Yuliana Fajariyanti