Anda di halaman 1dari 11

Disusun oleh kelompok 1 :

•Nur Bila Ramadiyanti Wartabone


•Silvana Taher
•Melani Pakaya
•Inka Wahyuni Usman
•Wina Sunge
•Suryadi Buamona
•Ertimansi Hasyim
β
Pengertian paragraf narasi
Paragraf narasi merupakan salah satu jenis paragraf
yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa
berdasarkan urutan waktu. Secara sederhana, narasi dikenal
sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian
dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula
tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa
kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah
narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut
plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan
berdasarkan plot atau alur.

β
Ciri-ciri Paragraf Narasi

1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.


2. Dirangkai dalam urutan waktu.
3. Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
4. Ada konfiks.

β
Adapun ciri narasi yang lebih lengkap menurut atar
semi yakni :

1. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa


peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-
mata imajinasi atau gabungan keduanya.
2. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya
narasi tidak menarik.
3. Memiliki nilai estetika.
4. Menekankan susunan secara kronologis.

β
Pola Pengembangan Paragraf
Narasi
1. Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam
gagasan-gagasan penjelas.
2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas
kedalam gagasan-gagasan penjelas.

β
Perbedaan yang lebih jelas antara narasi fiktif dan nonfiktif adalah
sebagai berikut:
a. Narasi Fiksi:
1. Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai
sarana rekreasi rohaniah.
2. Menggugah majinasi.
3. Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna, kalau
perlu dapat diabaikan.
4. Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan
konotasi.

b. Narasi Nonfiksi:
1. menyampaikan informasi yang memperluas pengetahuan.
2. memperluas pengetahuan atau wawasan.
3. Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai
kesepakatan rasional.
4. Bahasanya cenderung informatif dan menitikberatkan β
penggunaan makna denotasi.
Berdasarkan materi pengembangannya, paragraf
narasi terbagi ke dalam dua jenis, yakni narasi fiksi
dan narasi nonfiksi. Narasi fiksi adalah narasi yang
mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif disebut
juga narasi sugestif. Contohnya: novel dan cerpen.
Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan
peristiwa-peristiwa faktual, suatu yang ada dan benar-
benar terjadi disebut juga narasi ekspositori.
Contohnya biografi dan laporan perjalanan.

β
Langkah-Langkah Menyusun Paragraf Narasi

1. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan


disampaikan.
2. Tetapkan sasaran pembaca kita.
3. Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan
ditampilkan dalam bentuk skema alur.
4. Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal,
perkembangan, dan akhir cerita.
5. Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-
detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
6. Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.
β
Jenis-jenis Paragraf Narasi

 Narasi Ekspositorik
 Narasi Sugesti

β
video
TERIMA KASIH