Anda di halaman 1dari 19

Kecurangan Karyawan

dan Manajemen

Tiara Maulia Rizkiany 022115199


Riza Permatasari 022115188
Kartika Amalia Putri 022115178
Siti Nursobarianti 022115170
SIFAT

Kecurangan

Kejahatan
Penggelapan
Kerah Putih
Unsur-Unsur Kecurangan

• Representasi yang salah atas


fakta yang material, ataupun
opini dalam dalam beberapa
kasus tertentu.
Kecurangan • Dibuat dengan pengetahuan
akan kepalsuannya atau tanpa
memiliki cukup pengetahuan
• Seseorang yang bertindak atas
representasi tersebut.
• Bermaksud untuk melakukan sebuah
tindakan kejahatan atau untuk mencapai
tujuan yang tidak sesuai dengan kebijakan
hukum maupun publik.
• Menyamarkan tujuan melalui pemalsuan
Kejahatan dan representasi yang tidak benar yang
digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kerah • Ketergantungan pelaku kejahatan pada
ketidaksadaran ataupun kesembronoan dari
Putih korban.
• Tindakan secara sukarela yang dilakukan
oleh korban untuk membantu pelaku
kejahatan sebagai hasil dari praktik
penipuan yang dilakukan.
• Penutupan tindakan kriminal.
Kontrol-kontrol preventif meliputi hal-hal
seperti :

• Penyeleksian karyawan
• Definisi tugas
• Pemisahan tugas
• Akses ganda

Kejahatan • Etika profesional


• Lisensi
• Kontrol atas perancangan sistem
Komputer • Keamanan atas akses fisik
• Keamanan atas akses elektronik
• Kontrol dan pengeditan internal
• Ketakutan akan deteksi
Forensik dalam Investigasi
Kecurangan

Untuk mengingatkan para pembaca terhadap kenyataan bahwa


terdapat aspek-aspek kejahatan yang sebaiknya direferensikan
kepada seorang ahli forensik. Ahli forensik juga dilatih untuk
mendeteksi dokumen-dokumen palsu dengan menggunakan
metode-metode optik dan tidak merusak.
Analisis Risiko
Maksud dan tujuannya adalah untuk mengarahkan kegiatan audit
ke area-area dengan resiko terbesar dan dianggap tempat
dimana audit dapat memberikan produktivitasnya yang tertinggi.
Risiko terdiri dari dua unsur, yaitu peluang-kemungkinan
terjadinya kerugian; eksposur-jumlah kemungkinan kerugian.
Yang menjadi subjek penelitian paling awal adalah operasi yang
memberikan nilai tertinggi untuk dijadikan objek kecurangan
misalnya likuiditas seperti uang kas.
Tanggung Jawab
Menurut Statement on Internal Auditing Standards No. 3, tugas
utama dari seorang auditor internal adalah :
• Pencegahan Kecurangan
• Deteksi Kecurangan
• Investigasi Kecurangan
Pelaporan Kecurangan
Auditor internal tidak dapat semata-mata hanya melaporkan
kelalaian dalam kontrol ini kepada manajemen operasional dan
meninggalkannya.
Pertama, manajemen mungkin tidak terlalu berorientasi pada
kontrol.
Kedua, manajer unit bisa saja ikut terlibat dalam penyelewengan
tersebut.
Ketiga, manajer sering kali sulit untuk percaya bahwa orang-orang
yang mereka beri kepercayaan dapat secara sengaja dinyatakan
bersalah telah melakukan penyelewangan.
Jadi auditor internal harus memberitahukan kepada pihak-pihak
yang berwenang di dalam organisasi lalu selanjutnya auditor
menindaklanjuti untuk melihat apakah kewajiban dari
departemen audit internal telah dipenuhi.
Wewenang
Auditor internal tidak dapat diharapkan untuk merambah jauh
dari bidangnya jika mereka terikat oleh batasan-batasan. Sama
pentingnya pula, auditor internal tidak dapat dianggap
bertanggung jawab atas kewajiban yang sebenarnya berada di
tangan manajer atau mencari wewenang untuk memenuhi
kewajiban seperti itu.
Auditor internal akan bertanggung jawab untuk menetapkan
apakah seluruh tindakan-tindakan di atas telah dilaksanakan dan
apakah seluruh tindakan tersebut dilaksanakan dengan efisien
dan efektif.
Beberapa tugas yang dilakukan auditor internal untuk
menginvestigasi penyelewengan di dalam organisasi:
• Menelehaan dan memberikan komentar atas laporan tahunan
dari manajer-manajer di setiap bagian,
• Mengaudit seluruh perjanjian konsultasi dan mengevaluasi
baik dokumentasi maupun justifikasinya,
• Menganalisis prosedur dan praktik organisasi untuk membuka
dan memelihara rekening bank,
• Menelaah transaksi yang telah disetujui oleh pihak eksekutif,
• Memiliki akses ke tindakan-tindakan dari dewan komisaris.
Faktor yang Berhubungan dengan
Kecurangan

• Situasi akan kebutuhan,


• Lingkungan yang mengundang terjadinya penggelapan,
• Karakteristik perilaku seseorang.
Deteksi
Jika auditor internal ingin berhasil dalam mendeteksi kecurangan,
mereka harus mengembangkan kewaspadaan yang tinggi
mengenai bagaimana kecurangan dapat terjadi dan mengapa.
Langkah pertama adalah meluangkan lebih banyak waktu untuk
menilai bagaimana sistem kontrol komputer yang ada dan risiko-
risiko apa yang sedanga atau sebaliknya dijauhkan. Selanjutnya
auditor harus menentukan apakah dalam praktik nyata di
lapangan, prosedur-prosedur kontrol telah mengalami
pelanggaran.
Proses Investigatif
Tujuan-tujuan investigatif :
• Melindungi yang tidak bersalah, menetapkan fakta-fakta dan
membersihkan suasana
• Mengidentifikasi dan mewawancarai para aksi
• Mengidentifikasi pola-pola tindakan dan perilaku
• Mempertanggungjawabkan dan mengembalikan aktiva
Langkah-langkah dalam proses
investigasi :
1. Menetapkan bahwa memang telah terjadi kerugian.
2. Menetapkan fakta-fakta
3. Melakukan wawancara
Program Audit untuk
Pemeriksa Kecurangan
1. Pengumpulan data-data industri
2. Analisis keuangan
3. Penelaahan kontrol internal
4. Pengumpulan bukti
5. Pengevaluasian
6. Pelaporan temuan kepada pihak-pihak yang tepat
Kecurangan Manajemen
Merupakan sebuah bentuk kecurangan yang berada di luar
definisi hukum yang sempit atas penggelapan, kecurangan, dan
pencurian yang biasanya dilakukan oleh para manajer.
Alasan dibalik kecurangan manajemen bisa terjadi karena
tekanan yang berbeda-beda dan juga ambisi yang berlebihan.
Gejala-gejala Kecurangan
Manajemen
• Laporan yang selalu terlambat,
• Para manajer yang secara rutin mengerjakan tugas
bawahannya,
• Ketidakpatuhan terhadap aturan dan prosedur perusahaan,
• Pembayaran kepada kreditor-kreditor dagang yang didukung
oleh dokumen salinan dan bukannya dokumen asli,
• Memo debit negatif,
• Komisi yang tidak sejalan dengan peningkatan penjualan.
Mengontrol Kecurangan
Manajemen
• Menetapkan standar, anggaran dan statistik, serta melakukan
investigasi untuk seluruh penyimpangan material yang terjadi,
• Menggunakan teknik-teknik analitis dan kuantitatif untuk
menyoroti perilaku yang menyimpang dari kebiasaan,
• Membandingkan kinerja dengan standar normal industri
sekaligus dengan kinerja dari pusat laba lain yang dapat
diperbandingkan di dalam organisasi,
• Mengidentifikasi indikator-indikator proses yang kritis,
• Secara seksama menganalisis kinerja yang terlihat terlalu
bagus dan juga kinerja yang tidak memenuhi standar,
• Membuat suatu departemen audit internal yang profesional.

Anda mungkin juga menyukai