Anda di halaman 1dari 54

Case Report

Seorang anak laki-laki usia 12 tahun dengan Skabies

Pembimbing :
Dr. Nadiah Soleman, Sp.KK, M.Kes

1
SCABIES
 Penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan penetrasi tungau
parasit Sarcoptes scabiei var. Hominis ke dalam epidermis

Penyakit ini banyak ditemukan di


daerah lembab, dan menyebabkan rasa
gatal yang hebat pada malam hari atau
kondisi dimana suhu tubuh meningkat
2
Nama: An. MH

Jenis kelamin: Laki-laki

Umur: 12 tahun

Alamat: Jalan. Kemuning RT 02 RW 03, Slerok

Agama: Islam

Suku: Jawa
Pekerjaan: Pelajar
Identitas Pasien
Pendidikan: Kelas II SMP (pesantren)

Status pernikahan : Belum menikah

Tanggal datang ke poli: 18 Desember 2018

No. RM: 936590

Ruang: Poliklinik Kulit Kelamin


3
Gatal-gatal di daerah sela-
sela jari tangan kanan dan
kiri, kedua tungkai, dan
alat kelamin sejak 6 bulan Keluhan
Utama

4
Riwayat Penyakit Sekarang
Gatal-gatal di sela-sela jari tangan kanan dan kiri, kedua
tungkai, dan alat kelamin sejak 6 bulan.

Memberat pada malam hari

Pasien tinggal di pesantren bersama teman-temannya.

Riwayat orang sekitar mengalami keluhan yang sama yaitu


teman-teman pasien.

Kebiasan mengganti sprei tidak tentu (lebih dari 4 minggu)

5
Riwayat Penyakit

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang
sama sebelumnya.

Tidak ada riwayat alergi terhadap makanan,


obat-obatan maupun debu.

Riwayat diabetes melitus disangkal.

6
Riwayat Penyakit
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama

Tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat asma, alergi


makanan, obat-obatan maupun debu.

Kebiasaan
Pasien mengaku biasanya mandi 2 kali sehari

Handuk terkadang dipakai bergantian dengan teman-temannya

Sprei diganti tidak menentu (kadang lebih dari 4 minggu)

Kasur jarang dijemur 7


Riwayat Penyakit

Status sosial ekonomi

Cukup

8
Pemeriksaan Fisik

9
Tanda Vital

Keadaan Umum CM, TSR


Tekanan darah (mmHg) 110/70 mmHg
Nadi (kali/menit) 84
Laju respirasi (kali/menit) 20
Suhu (oC) 36,5
Tinggi Badan 149 cm
Berat badan 41 kg
IMT 18,46
10
Kepala: Normosefali

Leher: Tidak ada pembesaran KGB dan Tiroid

Mata: Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-)

Telinga: Normotia, serumen (-/-), sekret (-/-), tinitus (-/-)

Tenggorok: T1 T1, faring tidak hiperemis

Mulut: Bibir kering (-), sianosis (-)

2
11
Cor Pulmo
• Inspeksi: Iktus kordis tak tampak • Inspeksi: Iktus kordis tak tampak
• Palpasi: Iktus kordis teraba di ICS • Palpasi: Vocal fremitus simetris
V 2 cm medial kanan dan kiri
• Perkusi: Konfigurasi jantung • Perkusi: Kedua paru sonor
dalam batas normal
• Auskultasi: BJ I dan II normal, • Auskultasi: Suara nafas vesikuler,
rhonki (-/-), wheezing (-/-)
murmur (-), gallop (-)

2
12
Abdomen Ekstremitas

• Inspeksi: Datar • Superior: Oedema (-/-), akral hangat


• Palpasi: Supel, hepar dan lien tidak (+/+), CRT < 2”
teraba, nyeri tekan (-) • Inferior: Oedema (-/-), akral hangat
• Perkusi: Timpani, balotemen (-), nyeri (+/+), CRT < 2”
ketuk CVA (-)
• Auskultasi: Bising usus (+) di ke-4 Kulit
kuadran
Sawo matang, tidak tampak sianosis,
tidak tampak ikterik.

2
13
Status Dermatologis

Distribusi: regional

Ad regio: genitalia, interdigitalis bilateral, dorsum manus


bilateral, dan cruris bilateral

Lesi: multipel, berbentuk bulat, tidak teratur, berbatas tidak


tegas, ukuran miliar-lentikular, tidak tampak lesi tepi yang aktif

Efloresensi: makula eritematosa hingga hiperpigmentasi,


papul eritematosa, pustul, dan ekskoriasi.
14
Gambar
2 1. Lesi pada interdigitalis bilateral dan dorsum 18/12/2018 15

manus bilateral
2
Gambar 2. Lesi pada cruris bilateral 18/12/2018 16
Diagnosis banding

Skabies

Prurigo hebra

Dermatitis

17
Diagnosis kerja :
Skabies

18
Usulan Pemeriksaan

Menemukan tungau
dengan jarum

Kuretase terowongan

19
Tatalaksana

Medikamentosa

Sistemik:

Cetirizin 75 mg 1x1

Topikal:

Krim permethrin 5% dioleskan jam 18.00 wib (mandi sore) dan boleh terkena air lagi jam 05.00 wib
(mandi pagi),didiamkan selama 8-10 jam, ulangi dalam 7 hari.
20
Non Medikamentosa

Promotif:

Edukasi kepada pasien : penyakit ini disebabkan infestasi parasit berhubungan dengan higienitas yang rendah.

Menjemur kasur, karpet, dan sofa dibawah sinar matahari.

Ganti pakaian, handuk, sprei, yang telah pasien gunakan, bila perlu direndam dengan air panas.

2
21
Non Medikamentosa

Preventif:
• Edukasi kepada pasien dan keluarga untuk meningkatkan kebersihan
perorangan dan lingkungan.
• Hindari penggunaan pakaian, handuk, sprei bersama anggota keluarga
serumah.
• Setiap anggota keluarga serumah sebaiknya mendapatkan pengobatan yang
sama dan ikut menjaga kebersihan.

2
22
Prognosis

Ad vitam: bonam

Ad functionam: bonam

Ad sanationam: dubia ad bonam

23
PEMBAHASAN

24
Diagnosis pada kasus ini berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan.

Dari anamnesis didapatkan bintik


kemerahan yang gatal timbul pada sela-
sela jari kedua tangan, kedua tungkai,
dan alat kelamin.

Keluhan gatal dirasakan semakin hebat


pada malam hari.

Pasien tinggal di pesantren bersama


teman-temannya.

2
25
Pasien didiagnosis penyakit skabies, dimana hal ini sesuai dengan teori yang ada bahwa
dengan ditemukannya 2 dari 4 tanda kardinal skabies maka diagnosis klinis dapat
ditegakkan. Tanda kardinal tersebut antara lain:

Proritus nokturna : gatal pada malam hari karena aktivitas tungau lebih tinggi pada malam
hari

Ditemukan pada sekelompok manusia, misalnya mengenai seluruh keluarga, sebagian


tetangga yang berdekatan

Ditemukannya kanalikulus pada tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan,
berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan
ditemukan papul atau vesikel

Menemukan tunggau : merupakan hal yang paling diagnostik


2
26
Tanda kardinal yang ditemukan pada pasien
adalah pruritus nokturna, adanya orang
disekitar pasien yang mempunyai riwayat
keluhan yang sama dan ditemukannya
kanalikulus.
2
27
Dari status dermatologis didapatkan lesi yang letaknya regional pada regio genitalia,
interdigitalis bilateral, dorsum manus bilateral, dan cruris bilateral.

Lesi multipel, berbentuk bulat, tidak teratur, berbatas tidak tegas, ukuran miliar-lentikular,
tidak tampak lesi tepi yang aktif.

Efloresensi makula eritematosa hingga hiperpigmentasi, papul eritematosa, pustul, dan


ekskoriasi.

Hal ini sesuai dengan diagnosis skabies, dimana pada teori dikatakan bahwa predileksi
terjadinya pada daerah dengan stratum korneum yang tipis maka penyebarannya dapat
bersifat atipikal.

2
28
Pada kasus ini dipikirkan diagnosis banding yaitu pruritus hebra yaitu
penyakit kulit kronis dimulai sejak bayi atau anak, sering terdapat pada anak
dengan tingkat sosial ekonomi dan hygiene yang rendah.

Penyebab pasti belum diketahui, diduga sebagai penyakit herediter akibat


kepekaan kulit terhadap gigitan serangga.

Tanda khasnya adalah adanya papul-papul miliar tidak berwarna, berbentuk


kubah, sangat gatal.

Tempat predileksinya di ekstremitas bagian ekstensor dan simetris. Diagnosis ini


dapat disingkirkan karena pasien baru mengalami.

2
29
Sedangkan pada dermatitis, meskipun memberikan kelainan kulit yang
hampir sama namun pada dermatitis tidak akan ditemukan kanalikuli dan
pada anamnesis tidak didapatkan adanya anggota keluarga atau orang sekitar
yang menderita keluhan yang sama.

2
30
Penatalaksanaan pada kasus skabies dapat dilakukan dengan non medikamentosa dan
medikamentosa.

Penatalaksanaan non medikamentosa: memberikan edukasi seperti rajin melakukan


pengobatan dan seluruh anggota keluarga atau orang sekitar yang mengalami keluhan yang
serupa harus diobati, menjaga kebersihan pasien dan keluarga, seluruh pakaian di rumah dicuci
dengan menggunakan air hangat, kasur, bantal dan benda-benda lain yang tidak dapat dicuci
harus dijemur, kontrol seminggu sekali untuk melihat hasil terapi dan perkembangan penyakit.

2
31
Penatalaksanaan medikamentosa pada pasien ini adalah dengan memberikan
obat secara topikal dan sistemik.

Obat topikal yang diberikan permetrin 5% krim dioleskan ke seluruh tubuh


pada malam hari baik yang gatal maupun tidak didiamkan selama 8-10 jam,
dan dioleskan setiap satu kali dalam seminggu.

2
32
Pada teori yang telah dikemukakan bahwa obat topikal yang paling baik
diberikan pada anak-anak berupa permetrin 5% krim mengingat efektif
pada semua stadium skabies dan toksisitasnya yang rendah serta
penggunaanya yang mudah dan dapat diperoleh dengan mudah di apotek.

Target utama pengobatan permetrin adalah membran sel skabies.

2
33
Obat ini membuat ion Cl masuk ke dalam sel secara berlebihan, membuat sel saraf
sulit depolarisasi dan parasit akan paralisis/lumpuh.

Obat ini efektif membunuh parasit, tetapi tidak efektif untuk telur.

Oleh karena itu, penggunaan permetrin hingga 3 kali pemberian sesuai siklus hidup
tunggau. Pemberian kedua dan ketiga dapat membunuh tunggau yang baru menetas.

Obat sistemik yang diberikan berupa cetirizin yang merupakan obat golongan
antihistamin sehingga dapat mengurangi rasa gatal pasien.

2
34
Prognosis dari skabies yang diderita pasien pada umumnya
adalah baik bila diobati dengan benar dan juga menghindari
faktor pencetus dan predisposisi, demikian juga sebaliknya.

Selain itu, perlu juga dilakukan pengobatan kepada anggota


keluarga atau orang sekitarnya yang mengalami keluhan
yang sama.

Bila dalam perjalanannya skabies tidak diobati dengan baik


dan adekuat maka Sarcoptes scabei akan tetap hidup dalam
tubuh manusia karena manusia merupakan host definitive dari
parasit tersebut.

2
35
TINJAUAN PUSTAKA

36
DEFINISI

Skabies adalah penyakit kulit yang


disebabkan oleh infestasi dan
sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei
var, hominis, dan produknya.

37
EPIDEMIOLOGI

> 300 juta orang di seluruh dunia terinfeksi skabies

Semua umur, terutama remaja

Laki-laki=Wanita

Faktor penunjang : sosek rendah, higiene buruk

38
ETIOLOGI
- Sarcoptes scabiei var.hominis termasuk filum
Arthropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, super
famili Sarcoptes

Morfologi :
- Tungau kecil, Bentuk oval, punggung cembung perut
rata
-Tungau translusen, putih kotor, tidak bermata
-Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki

2
39
Siklus Hidup Sarcoptes scabiei

Jantan & betina

2
40
PATOGENESIS Infestasi Kulit

Sarcoptes Masuk ke 2-4


Scabiei dalam kulit minggu

Garukan Host tersensitisasi


tungau dan produknya
Pruritus lalu menimbulkan hiper
sensitivitas

Erosi, ekskoriasi, krusta,


2
dan infeksi sekunder 41
Patogenesis
Cara penularan

Kontak langsung Kontak tidak


langsung (melalui
(kulit dg kulit) benda)

Melalui
Berjabat pakaian,
tangan handuk, sprei,
bantal, dll

Tidur
bersama

Hubungan
2 seksual
42
Klasifikasi Skabies

Skabies Norwegia (skabies berkrusta)


Bentuk skabies ini ditandai dengan dermatosis berkrusta pada tangan
dan kaki, kuku yang distrofik, serta skuama yang generalisata.

Skabies Nodular
Skabies dapat berbentuk nodular bila lama tidak mendapat terapi, sering
terjadi pada bayi dan anak-anak, atau pada pasien dengan
imunokompremais.

2
43
GEJALA KLINIS

Pruritus noktura

Menyerang secara kelompok

Terdapat terowongan pada tempat predileksi berwarna


putih/keabu-abuan, berbentuk garis lurus/berkelok, pada
ujung terowongan ditemukan papul / vesikel

Menemukan tungau
2
44
Predileksi :

Tempat predileksi dari Skabies yaitu sela-sela jari, telapak tangan,


pergelangan tangan bagian volar, siku, ketiak, aerola mammae, daerah
pusar dan perut bawah, daerah genitalia eksterna dan pantat.

Pada anak bayi dapat mengenai bagian lain seperti telapak kaki, telapak
2
45
tangan, bahkan seluruh permukaan kulit.
2
46
Gambar lesi skabies pada sela jari tangan dan
punggung.

2
47
Gambar lesi skabies pada mamae dan
penis.

2
48
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan mikroskopik
untuk menemukan
tungau, telur, dan atau
larva dari Sarcoptes scabei
yaitu dengan mengerok
lesi kulit dasar vesikula,
pustula atau terowongan
kemudian ditetesi minyak
emersi/gliserin.

2
49
PENATALAKSANAAN
Semua anggota keluarga/seisi rumah yang kontak dengan penderita harus diperiksa dan
bila menderita skabies diobati bersamaan agar tidak terjadi penukaran kembali

Semua baju dan alat tidur dicuci dengan air panas.

Topikal:

Permethrin 5% cream

Sulfur Presipitatum 4-20% salep/cream

Krotamiton 10% cream/lotion

Gama benzena heksa klorida (gameksan = gammexane) kadarnya 1 % crem / lation

Sistemik:

Antihistamin
2 antibiotika
50
Pengobatan Topikal Skabies
Jenis Obat Dosis Keterangan
Permetrin 5% krim Dioleskan selama 8-14 jam, diulangi selama 7 hari. Terapi lini pertama di US dan kehamilan kategori B.

Lindane 1% lotion Dioleskan selama 8 jam setelah itu dibersihkan, olesan Tidak dapat diberikan pada anak umur 2 tahun kebawah, wanita
kedua diberikan 1 minggu kemudian. selama masa kehamilan, dan laktasi.

Crotamiton 10% krim Dioleskan selama 2 hari berturut-turut, diulangi dalam 5 Memiliki efek anti pruritus tetapi efektifitas tidak sebaik topikal
hari. lainnya.
Sulfur precipitatum Dioleskan selama 3 hari lalu dibersihkan. Aman untuk anak <2 bulan dan wanita hamil dan laktasi, tetapi
5-10% tampak kotor dalam pemakaiannya dan data efisiensi obat in
masih kurang.

Benzyl benzoat 10% lotion Dioleskan selama 24 jam lalu dibersihkan. Efektif namun dapat menyebabkan dermatitis pada wajah.

Ivermectin 200 ug/kgBB Dosis tunggal oral, bisa diulangi selama 10-14 hari. Memiliki efektifitas yang tinggi dan aman. Dapat digunakan
bersama bahan topikal lainnya. Digunakan pada kasus-kasus
skabies berkrusta dan skabies resisten.
2
51
PENCEGAHAN

Individu yang sering kontak dengan penderita harus di terapi


dengan obat skabies topikal

PROGNOSIS

Baik

2
52
Komplikasi

Infeksi sekunder pada pasien skabies merupakan akibat dari infeksi bakteri
atau karena garukan.

Infeksi sekunder dapat ditandai dengan munculnya pustul, supurasi, dan


ulkus. Selain itu dapat muncul eritema, skuama, dan semua tanda inflamasi
lain pada ekzem sebagai respon imun tubuh yang kuat terhadap iritasi.

2
53
2