Anda di halaman 1dari 4

Divertikulitis

SKDI 3A
Diverkulitis : peradangan pada divertikulum (kantong kecil) yang terbentuk disepanjang dinding usus, yang dapat
menyebabkan perforasi disertai pembentukkan abses.
Left-shided appendicitis

 Etiologi Makanan
Penurunan
massa feses
Perpanjang
waktu
Tekanan
kolon
rendah serat menjadi kecil
dan keras transit feses meningkat

Faktor lain:
usia lanjut Segmentasi
kolon
berlebihan
 Klasifikasi stadium klinik divertikulitis akut menurut Hinchey
Stadium Gambaran klinis

Stadium I Peridivertikular plegmon dengan


mikroabses

Stadium II Perikolik atau pelvik mikroabses

Stadium III Peritonitis generalisata purulenta

Stadium IV Peritonitis feculen generalisata dengan


feses
Diagnosis
 Gambaran klinik  X-ray abdomen Barium enema=
- Nyeri perut kuadran kiri bawah gambaran berupa dilatasi usus
- Demam
kecil/besar yang merupakan tanda
ileus, tanda” obstruksi
- Abdominal tenderness pada perut
kuadran kiri bawah  USG gambaran penebalan
dinding kolon dan massa kistik
- Leukositosis
 CT scan (sensitivitas 69-89% dan
Bila teraba massa proses inflamasi
spesifitas 75-100% )  didapatkan
menjadi plegmon atau abses
penebalan dinding kolon, streaky
mesenteric fat dan tanda plegon
 Komplikasi 25%
- Plegmon (peradangan yang meluas akibat infeksi)
- Abses
- Perdarahan
- Perforasi

 Tatalaksana
Konservatif :
- Penambahan serat 30-40 gr/hari atau pemberian laktulosa 2x15mg/haridapat meningkatkan berat feses
- Antibiotik rifaximin 3x550mg/hari
- Pada divertikulitis akut dilakukan upaya: mengurangi intake oral, pemberian cairan/elektrolit iv, antibiotik
spektrum luas dapat mengatasi infeksi akut
Operatif :
komplikasi divertikulitis berlanjut, pengobatan konservatif tidak berhasil
Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam ed.VII