Anda di halaman 1dari 49

PRESENTASI KASUS

Oleh :

AGNES YESSY PRATIASTUTI G99162134


HENRY ALDEZZIA PRATAMA G99162135

PEMBIMBING: dr. MUH. RIZA Sp.A(K).M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU KESEHATAN ANAK


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/ RSUD DR MOEWARDI
SURAKARTA
2017
Identitas
Nama : An HDY

Usia : 7 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Sukoharjo

No. RM : 01046270

Tanggal Masuk : 10 Juli 2017

BB, TB: 21 kg, 126cm


Anamnesis
Alloanamnesis dari ibu pasien
Keluhan Utama

Demam
Riwayat Penyakit Sekarang

±5 hari SMRS pasien mulai


mengeluh demam, demam HMRS pasien masih demam,
dirasakan tinggi terus pilek (-), batuk (-), keluar
menerus, dan turun cairan dari telinga (-),
setelah diberi obat perdarahan (-), nafsu makan
penurun panas, tetapi mulai menurun. Minum (+)
kemudian pasien demam banyak, muntah (+) 2x.
lagi. Batuk (-), pilek (-), Karena merasa khawatir,
perdarahan (-), makan dan pasien berobat ke RS
minum masih seperti biasa. swasta. Di RS Swasta
BAK dan BAB masih seperti dilakukan pemeriksaan lab
biasa. Pada saat itu, pasien dengan hasil Hb: 11,4; AL:
tidak berobat dan hanya 3,1: AT: 118;Hct: 32,8%.
minum obat penurun panas Kemudian pasien disarankan
saja mondok tetapi tidak mau.
Pasien menghendaki mondok
di RSUD Dr. Moewardi
Riwayat Penyakit Sekarang

•Saat di IGD RSDM pasien sudah tidak demam, pilek (-), batuk
(-), perdarahan (-), sesak nafas (-), keluar cairan dari telinga
(-), makan (+) sedikit-sedikit, minum (+) banyak, nyeri perut
(-). Buang air besar masih seperti biasa, BAK warna kuning
jernih. Nyeri pada sendi (-).

IGD
Riwayat Penyakit Dahulu
• Riwayat rawat inap : (+)
• Riwayat sakit DB sebelumnya : (+) 3 th yll
• Riwayat Hipertensi : (-)
• Riwayat asma : (-)
• Riwayat alergi : (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


• Riwayat sakit DBD : (+) sepupu
• Riwayat batuk pilek : (+)
• Riwayat asma : (-)
• Riwayat alergi : (-)
Riwayat Kehamilan dan kelahiran
• Status ibu P4A0, dengan usia ibu saat hamil 30 tahun tanpa adanya
penyulit kehamilan, rutin kontrol dan tanpa konsumsi obat-obatan.
• Pasien lahir spontan, usia kelahiran cukup bulan dan berat lahir 3100
gram, panjang badan 51 cm, langsung menangis, tidak biru, gerak kuat.
• Kesan kehamilan dan kelahiran dalam batas normal

Riwayat Sosial Ekonomi dan Lingkungan


• Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya, dan berobat dengan
menggunakan BPJS
• Kesan: riwayat sosial ekonomi cukup
• Riwayat lingkungan sekitar DB : (+) tetangga pasien
• Penampungan air : selalu tertutup dan dikuras teratur
seminggu 3x
• Pemeriksaan jentik : (+)
Riwayat Imunisasi
•0 bulan : Hepatitis B1
•1 bulan : BCG, polio 1
•2 bulan : DPT-1,HB-2, polio 2
•3 bulan : DPT-2,HB-3, polio 3
•4 bulan : DPT-3,HB-3, polio 4
•9 bulan : Campak

•Orang tua mengatakan pasien diimunisasi


mengikuti jadwal di KMS.
Riwayat nutrisi

 Saat ini pasien berusia 7 tahun, pasien rutin makan


3x sehari, sering makan buah buahan, sayur dagng
dan ikan
Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan: usia 7 tahun , BB 21 kg, TB 126 cm.


Kesan : pertumbuhan sesuai usia.
Riwayat perkembangan:
Pasien saat ini sekolah SD, Tidak merasa kesulitan untuk mengikuti
pelajaran, tidak pernah tinggal kelas dan memiliki banyak teman
Kesan: Riwayat perkembangan dalam batas normal
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum & Tanda Vital

• Keadaan Umum : Sakit sedang , CM


• Tanda Vital :
• Tekanan darah : 100 / 70 mmHg
• Laju Nadi : 99 x/menit
• Laju Napas : 20 x/menit, irama reguler
• Suhu : 36,5 C per aksiler
• Saturasi : 98 %
Pemeriksaan Fisik

 Kepala : Mesocephal,
 Mata : konjungtiva anemis (-/-), ikterik (-/-) edema palpebra (-/-)
 Hidung : Nafas Cuping Hidung (-), epistaksis (-)
 Telinga : Sekret (-/-)
 Mulut : Mukosa mulut basah (+) , sianosis (-), gusi berdarah (-),
faring hiperemis (-), Tonsil T1-T1 hiperemis (-)
Pemeriksaan Fisik
 Thorax : Retraksi (-)
 Cor :
 Inspeksi : ictus cordis tak tampak
 Palpasi : ictus cordis tidak kuat angkat teraba di SIC 4 LMCS, thrill (-)
 Perkusi : batas jantung kesan tidak melebar
 Auskultasi : Bunyi Jantung I-II intensitas normal, regular, bising (-)
 Pulmo :
 Inspeksi : pengembangan dinding dada kanan sama dengan kiri
 Palpasi : fremitus raba kanan sama dengan kiri
 Perkusi : sonor/sonor di seluruh lapang paru
 Auskultasi :suara dasar vesikuler (+/+), suara tambahan (-/-)
Pemeriksaan Fisik
 Abdomen :
Inspeksi : Dinding Perut sejajar dg Dinding Dada
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Perkusi : Tympani, pekak alih (-), undulasi (-),
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-) hepar tidak teraba membesar, lien
tidak teraba membesar
Extremitas :
 Akral dingin (-/-/-/-)
 Edema (-/-)
 Arteri Dorsalis Pedis teraba kuat
 Capillary Refill Time < 2 detik
 Petekiae Rumple Leed (+) 10 bintik merah
STATUS GIZI
Perhitungan Status Gizi
 BB/U : p10< p <p25
 TB/U : p90 < p <p97
 BB/TB : Gizi Baik

 Kesan Gizi : gizi baik


Hasil Lab Darah

Hb : 11.7 g/dl Netrofil : 38.50 %


Hct : 36 % Limfosit : 47.40 %
AL : 3.0 x103/ul ↓ Monosit : 11.00 % ↑
AT : 107 x 103 /ul ↓
AE : 4.55 juta
MCV : 79.3 / um ↓
MCH : 25.7 pg ↓
MCHC : 32.4 g/dl ↓
RDW : 10.9
MPV : 7.9
PDW : 19 ↓
Eosinofil : 2.10 %
Basofil : 1.00 %
Daftar Masalah

Anak laki-laki 7 tahun dengan:

Anamnesis:
1. Riwayat demam 5 hari SMRS
2. Muntah
3. Nyeri ulu hati

 Pemeriksaan Fisik:
1. Rumple leed (+)

 Pemeriksaan Penunjang:
1. AT : 107 x 103 /ul  trombositopenia
2. AL : 3.0 x 103 /ul  leukositopenia
Diagnosis Banding

 Dengue fever dd: DHF Grade 1


Gastroenteritis
ISK
 Gizi baik
Diagnosis Kerja
1. Dengue fever
2. Gizi baik
Terapi
1. Rawat inap
2. Diet nasi lauk 1400 kkal
3. Infus maintenance inf.D5 ¼ NS 56 cc/jam
4. Paracetamol 10 mg/kgBB ~ 200 mg prn
Planning
1. Urinalisis
2. Feses rutin
3. DL2, GDT
4. IgM dan IgG anti dengue

Monitoring
KU/VS/TD/4jam
Awasi perdarahan
DL2/8jam
Edukasi
1. Edukasi keluarga tentang penyakit pasien, upaya
pencegahan penularan penyakit, kondisi pasien
2. Edukasi mengenai tanda-tanda syok
3. Edukasi mengenai 3M

Prognosis
 Ad vitam : dubia ad bonam
 Ad sanam : dubia ad bonam
 Ad fungsionam : dubia ad bonam
Follow up Pasien (12 Juli 2017)
S: Pusing, nyeri ulu hati, tidak ada perdarahan, batuk berdahak, demam, tidak
ada bintik-bintik merah
O: Tampak sakit sedang, composmentis
TD: 110/80mmHg HR: 115x/menit RR: 24x/menit t: 37.3°C
BC: 194,69ml/hari D: 1,17ml/kg/jam
Mata: CA (-/-), SI(-/-)
Hidung: napas cuping hidung (-/-)
Mulut: sianosis (-), mukosa basah (+)
Pulmo: suara dasar vesikuler (+/+), suara tambahan (-/-)
Cor: bunyi jantung I-II reguler, bising (-)
Abdomen: I: dinding dada sejajar dinding perut
A: Bising usus (+) normal
P: Timpani
P: Nyeri tekan (-), hepar lien tidak teraba
Ekstremitas: Akral dingin (-/-/-/-), oedem (-/-/-/-), petekie (-/-/-/-), ADP
kuat, CRT<2 detik
Follow up Pasien (12 Juli 2017)
A: Dengue fever
Gizi baik
P: Diet nasi lauk 1400kkal/hari
Infus maintenance inf.D5 ¼ NS 56 cc/jam
Parasetamol 10mg/kgBB = 200mg prn
Follow up Pasien (13 Juli 2017)
S: Tidak demam, tidak ada perdarahan, batuk berdahak, demam, tidak ada
bintik-bintik merah, tidak mual, tidak muntah
O: Tampak sakit sedang, composmentis
TD: 90/60mmHg HR: 76x/menit RR: 24x/menit t: 36.5°C
BC: 647ml/hariD: 4,7ml/kg/jam
Mata: CA (-/-), SI(-/-)
Hidung: napas cuping hidung (-/-)
Mulut: sianosis (-), mukosa basah (+)
Pulmo: suara dasar vesikuler (+/+), suara tambahan (-/-)
Cor: bunyi jantung I-II reguler, bising (-)
Abdomen: I: dinding dada sejajar dinding perut
A: Bising usus (+) normal
P: Timpani
P: Nyeri tekan (-), hepar lien tidak teraba
Ekstremitas: Akral dingin (-/-/-/-), oedem (-/-/-/-), petekie (-/-/-/-), ADP
kuat, CRT<2 detik
Follow up Pasien (13 Juli 2017)
A: Dengue fever
Gizi baik
P: Diet nasi lauk 1400kkal/hari
Infus maintenance inf.D5 ¼ NS 56 cc/jam
Parasetamol 10mg/kgBB = 200mg prn
Follow up Lab (12 Juli 2017; 01.43)
Follow up Lab (12 Juli 2017; 09.11)
Follow up Lab (13 Juli 2017; 06.25)
Analisis Kasus
Daftar Masalah Analisa
Demam 5 hari SMRS, tidak
menurun dengan pemberian obat
Nafsu makan berkurang Salah satu gejala DF
Nyeri kepala bagian depan
Rumple leed (+) Tanda terjadi pendarahan akibat
turunnya AT.
AT : 107 x 103 /ul Disebabkan oleh supresi sumsum
tulang dan destruksi dan
pemendekan masa hidup
trombosit.
AL : 3.0 x 103 /ul Disebabkan oleh aktivitas leukosit
sebagai respon terhadap virus
dengue.
Analisa Kasus

 Berdasarkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan hasil


laboratorium di atas dapat disimpulkan terdapat
beberapa gejala klinis dan hasil laboratoris yang
mendukung ke arah Dengue Fever (DF)
 Rawat Inap
 Terapi cairan pasien stabil pemberian infus
maintenance D5 1/4NS 56cc/jam
 Terapi simptomatis parasetamol 10-15mg/kgBB/hari
bila perlu
 Simptomatis tidak boleh diberikan NSAIDs
Definisi
Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri
otot, dan atau nyeri sendi disertai leukopenia, ruam, limfadenopati,
trombositopenia, dan diatesis hemoragik.
Gejala-gejala yang timbul merupakan akibat perembesan plasma yang
ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau
penumpukan cairan di rongga tubuh.
Sindrom renjatan dengue adalah DBD yang ditandai oleh renjatan/syok
Etiologi
 Etiologi penyakit demam berdarah dengue adalah virus
dengue termasuk family flaviviridae genus Flavivirus
yang terdiri dari 4 serotipe.
 Terdapat empat serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-
4
Patofisiologi
 Perbedaan klinis antara demam dengue dan demam berdarah dengue
disebabkan oleh mekanisme patofisiologi yang berbeda.
 Adanya renjatan pada Demam Berdarah Dengue disebabkan karena
kebocoran plasma (plasma leakage) yang diduga karena proses imunologi.
Hal ini tidak didapati pada Demam Dengue
 Virus Dengue yang masuk kedalam tubuh akan beredar dalam sirkulasi
darah dan akan ditangkap oleh makrofag (Antigen Presenting Cell).
 Antigen yang menempel pada makrofag akan mengaktifasi sel T- Helper
dan menarik makrofag lainnya untuk menangkap lebih banyak virus.
Sedangkan sel T-Helper akan mengaktifasi sel T- Sitotoksik yang akan
melisis makrofag.
 Proses ini akan diikuti dengan dilepaskannya mediator-mediator yang
merangsang terjadinya gejala sistemik seperti demam, nyeri sendi, nyeri
otot, dan gejala lainnya. Juga bisa terjadi aggregasi trombosit yang
menyebabkan trombositopenia ringan.
Klasifikasi DF (SEARO)
Fase DF

 Fase febris (Hari 1-2)


Demam tinggi, wajah kemerahan, eritema pada kulit,
myalgia, athralgia, nyeri retro orbital, fotofobia, ruam
makulopapular, petechiae (+)
 Fase kritis (Hari 3-5)
Suhu ↓ sampai normal, ↓ Hct, leukopenia
 Fase penyembuhan (Hari 6-7)
Pemeriksaan Lab

 AT < 100.000/µl
 Hemokonsentrasi  Hct ↑ 10%-15% baseline
 Anti dengue IgM (pada hari ke-3-6)
 Infeksi sekunder dapat menggunakan anti dengue IgG
Bagan Tatalaksana Tsk DF
Komplikasi
Penyebab Komplikasi Komplikasi
 Kesalahan diagnosis pada primary Care  Asidosis metabolik
sebagai pengobatan lini pertama
 Imbalance elektrolit
 Ketidaktepatan monitoring dan
 Efusi pleura dan asites
misinterpretasi tanda-tanda vital
 Edema pulmonal
 Kesalahan dalam monitoring terapi
carang dan urine yang keluar  ARDS
 Keterlambatan dalam pengenalan  Ko-infeksi dan infeksi
tanda-tanda syok sehingga jatuh dalam nasokomial
keadaan syok atau memperpanjang syok
 Sindrom hemofagositik
yang sudah terjadi
 Keterlambatan dalam mengenal adanya
perdarahan hebat
 Terlalu sedikit atau terlalu banyak
terapi cairan infus
 Ketidakpedulian dalam tehnik aseptic
dalam menangani pasien
Prognosis

 Ditentukan oleh derajat penyakitnya, cepat tidaknya


penanganan diberikan, umur, jenis kelamin, dan
keadaan nutrisi penderita.
 Prognosis DBD derajat I dan II umumnya baik.
 DBD derajat III dan IV bila dapat dideteksi secara cepat
maka pasien dapat ditolong. Tanda- tanda prognosis
yang baik pada DSS adalah pengeluaran urine yang
cukup serta kembalinya nafsu makan.
Kriteria Memulangkan Pasien
(IDAI, 2010)
 Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik
 Nafsu makan membaik
 Tampak perbaikan secara klinis
 Hematokrit stabil
 Tiga hari setelah syok teratasi
 Jumlah trombosit > 50.000/μl
 Tidak dijumpai distress pernafasan (disebabkan oleh
efusi pleura atau asidosis)
Daftar Pustaka
 Centers for Disease Control. 2000. CDC growth charts: United States. Advance data, 314.
 Gandasubrata, R. 1999. Penuntun laboratorium klinik. PT. Dian Rakyat: Jakarta.
 Groen, dkk.2000.Evaluation of Six Immunoassays for Detection of Dengue Virus-Specific
Immunoglobulin M and G Antibodies. Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology.Nov.p.867-871.
 Gubler, D. J., Ooi, E. E., Vasudevan, S., dan Farrar, J. 2014.Dengue and dengue hemorrhagic
fever.CABI.
 Departemen Kesehatan. 2015. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di
Indonesia, Dirjen P2 & PL, Depkes RI, Jakarta.
 Hadinegoro, SR, Moedjito, I dan Chairulfatah, A. 2014.Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana kasus
Infeksi Dengue pada Anak tahun 2014.Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. 1-69
 Halstead, SB. 2011.Dengue Fever and Dengue Hemorrhagic Fever.Dalam: Nelson Textbook of
Pediatrics.19th ed. Kliegman, et al Philadelphia: Elsevier; 1134-6.
 Ikatan Dokter Anak Indonesia.2010.Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia. IDAI:
Jakarta
 Soedarmo, dkk. 2008. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Edisi kedua. Jakarta: Ikatan Dokter Anak
Indonesia.
 World Health Organization. 2011. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue
and Dengue Haemorrhagic Fever Revised and expanded edition. WHO 1-45
 World Health Organization-South East Asia Regional Office. 2011b.
 Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever.
WHO: India
Terima Kasih