Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN

PENELAAHAN DAN TANGGAPAN LAPORAN AUDIT


LAPORAN UNTUK MANAJEMEN EKSEKUTIF DAN DEWAN
AUDIT REPORT REVIEWS AND REPLIES

NIA AZURA SARI


RIA EKA YULIANA
PURPOSE AND TYPES OF AUDIT REPORTS

 Laporan audit berfungsi manajemen untuk


mempertimbangkan hasil pengauditan dan
bagi auditor sebagai kelengkapan kerja audit.
 Laporan merupakan dokumen formal atau
informasi informal yang disampaikan diakhir
pengauditan.
TUJUAN DASAR LAPORAN AUDIT INTERNAL

 Disclosure of findings / Pengungkapan temuan


 Descriptions of findings / Deskrisi temuan

 Suggestions for corrections / Saran untuk


koreksi.
 Documentations of plans and Clarification of
views of Auditee / Dokumentasi rencana dan
klarifikasi pandangan Auditee.
FUNGSI LAPORAN AUDIT BAGI KLIEN

 Menginformasikan, yaitu menceritakan hal-hal


yang mereka temui.
 Mempengaruhi, yaitu meyakinkan manajemen
mengenai nilai dan validasi dari temuan audit.
 Memberikan hasil, yaitu mengerakkan
menajemen kearah perubahan dan perbaikan.
FORMAT LAPORAN AUDIT
 Oral Reports/Laporan lisan
 Interim or Informal Memo Reports/Laporan
memo sementara atau tidak resmi
 Questionaire Type Audit Reports/Laporan audit
jenis kuesioner
 Regular Descriptivw Audit Reports/Laporan
audit deskriptif reguler
 Summary Audit Reports/Ringkasan laporan
audit
PENDEKATAN UNTUK MEMBUAT LAPORAN
AUDIT
 Laporan Audit dengan cakupan "Encyclopedic".
 Deskripsi Prosedur Audit yang Dilakukan

 Detil Penjelasan Temuan Audit

 Laporan yang Sangat Diringkas

 Fokus pada Masalah Signifikan


LAPORAN TEMUAN AUDIT YANG BAIK
 Statement of condition/pernyataan kondisi
 What was found/Apa yang ditemukan
 Kriteria Audit Internal untuk mempresentasikan
temuanCriteria of extremes/kriteria ekstrim
 Criteria of comparables/kriteria sebanding
 Criteria of the elements/kriteria elemen
 Criteria of expertise/kriteria keahlian
 The effort of the reported finding/upaya temuan yang
dilaporkan
 Penyebab atau alasan untuk penyimpangan audit
 rekomendasi audit internal
SIKLUS PELAPORAN AUDIT INTERNAL

Pengembangan
Menyiapkan Diskusi dengan Menyiapkan Merilis laporan
kerangka Rapat penutup
draf pertama manajemen draf akhir akhir
temuan
Penelaahan dan Tanggapan Laporan
Audit
PENELAAHAN LAPORAN
 Menelaah Draf Laporan
 Segmen-segmen laporan audit.
 Draf laporan audit.
 Laporan audit yang telah selesai dan diterbitkan.
 Rekomendasi-rekomendasi yang masih belum
dilaksanakan
 Menentukan Waktu Penelaahan
Semakin banyak jumlah penelaahan yang dilakukan,
maka akan semakin lama penundaan yang terjadi
dalam penerbitan laporan final. Oleh karena itu,
perlu diberikan tekanan dan penentuan tenggat
waktu baik bagi auditor maupun penelaahnya.
 Penelaahan Laporan Audit Secara Bersamaan
Unsur-unsur dari permintaan penelaahan audit secara bersamaan akan
meliputi :
 Operasi yang sedang diaudit.
 Pejabat-pejabat yang bertanggung jawab.
 Penghubung audit.
 Tanggal audit dimulai.
 Tanggal permintaan dilakukannya penelaahan ini.
 Rincian temuan
 Ketua auditor (kepada siapa jawaban sebaiknya ditujukan
 Rapat Penelaahan
 Dalam rapat penelaahan atas draf, auditor dapat menentukan arah dari rapat.
 Sasaran dari rapat penelaahan atas draf ini adalah untuk :
 Memberikan informasi.
 Mendapatkan persetujuan atas fakta-fakta yang disajikan.
 Menetapkan persiapan dilakukannya penerapan rekomendasi
Terdapat beberapa alasan mengapa terjadi
perselisihan dan konflik.
MENGHINDARI DAN MENYELESAIKAN
 Merasa khawatir akan dampak negatif yang mungkin
KONFLIK
timbul akibat rekomendasi yang diberikan.
 Merasa khawatir akan terjadinya dislokasi dan
kekacauan birokrasi yang akan disebabkan oleh
kepatuhan terhadap rekomendasi.
 Kecewa akan adanya rekomendasi yang menyatakan
secara tidak langsung bahwa metode yang digunakan
sekarang adalah tidak memadai.
SARAN UNTUK MENINGKATKAN RESPONS YANG
DIBERIKAN OLEH MANAJEMEN ATAS TEMUAN
AUDIT DAN REKOMENDASINYA
 Menurut Camfield (1983) dalam bukunya A Look at
Responses to Audit Findings sebagaimana yang dikutip
oleh Sawyer (2006) antara lain :
 Rekomendasi harus spesifik terhadap masalahnya dan
tindakan perbaikan harus dapat diukur.
 Tindakan yang direkomendasikan sebaiknya tergantung pada
implementasinya di garis depan tingkat operasional.
 Auditor dan manajemen klien harus memiliki rasa toleransi
satu sama lain.
 Pelaksanaan audit harus menjadi sebuah aktivitas yang
mampu memberikan bantuan kepada manajemen
operasional secara tepat waktu dan terus berlangsung.
 Auditor harus menulis laporan yang dapat dipahami dan
berorientasi pada tindakan.
Laporan Untuk Manajemen Eksekutif dan Dewan
TUJUAN LAPORAN UNTUK MANAJEMEN
EKSEKUTIF DAN DEWAN
1. Laporan untuk mengkomunikasikan hal-hal
yang telah dicapai oleh audit internal, laporan
ini disebut dengan laporan aktivitas.
2. Laporan untuk menjelaskan apa-apa yang
telah diamati oleh audit internal, laporan ini
disebut dengan laporan evaluasi.
LAPORAN UNTUK MANAJEMEN EKSEKUTIF DAN
DEWAN
laporan ringkasan dari seluruh pengendalian
Perusahaan secara keseluruhan dan kinerjanya, yang
meliputi :
 Ringkasan temuan-temuan audit dan kesimpulannya.
 Status dari pengendalian internal perusahaan.
 Opini auditor internal atas aktivitas yang ditelaah.
 Temuan-temuan material yang belum diperbaiki.
 Tren keseriusan dan kepelikan penyimpangan yang
dilaporkan.
 Koordinasi antara auditor internal dengan auditor eksternal.
 Risiko-risiko yang tetap tidak terjaga.
UNSUR-UNSUR FUNGSI AUDIT INTERNAL
 Struktur: Penempatan sehingga memiliki posisi yang
independen.
 Manajemen, penempatan staf dan kualitas audit:
Tanggung jawab seharusnya berada di bawah satu orang
manajer.
 Ruang lingkup: Penelaahan dan pengujian seharusnya
mencerminkan sifat, kerumitan dan risiko dari aktivitas-
aktivitas yang terdapat di dalam dan di luar neraca.
 Komunikasi: Manajemen senior seharusnya mendukung
perkembangan komunikasi secara tebuka dan
pemeriksaan permasalahan secara kritis, menciptakan
kesadaran akan temuan-temuan auditor internal dan
solusi dari manajemen operasional atas kekurangan
pengendalian internal yang teridentifikasi.
KOMUNIKASI DENGAN DEWAN
 Dalam SAS 61 AICPA, “Comuunication with Audit
Committees”, dibahas persyaratan komunikasi
dengan komite audit yang meliputi beberapa area,
yaitu :
 Penggelapan dan tindakan illegal.
 Penyimpangan pengendalian internal.
 Kebijakan-kebijakan akuntansi yang signifikan.
 Estimasi-estimasi akuntansi.
 Penyesuaian-penyesuaian audit yang signifikan.
 Ketidaksepakatan dengan manajemen.
 Kesulitan yang dihadpi dalam melaksanakan audit.
LAPORAN AKTIVITAS

 beberapa subjek yang dapat dimasukkan kedalam laporan


aktivtas antara lain :
 Perbandingan antara pekerjaan yang diprogramkan dengan
pekerjaan yang dicapai.
 Jumlah dan keragaman dari aktivitas yang diaudit.
 Jumlah dan jenis laporan yang diterbitkan.
 Jumlah komunikasi lain yang dilakukan dengan manajemen.
 Biaya pengoperasian departemen audit.
 Jumlah pengembalian dan penghematan yang dilakukan.
 Status dari eksposur risiko.
 Jumlah dan jenis studi-studi manajemen khusus.
 Kuantifikasi, jika memungkinkan, atas peningkatan jasa yang
diberikan kepada unit-unit internal atau kepada orang-orang atau
organisasi-organisasi luar.
 Efektivitas dari pekerjaan audit.
 Kualitas dari aktivitas audit eksternal.
CATATAN-CATATAN ADMINISTRATIF SEBAGAI SUMBER
UNTUK MEMBUAT RINGKASAN ATAU LAPORAN
AKTIVITAS.
antara lain :
 Perbandingan antara pekerjaan yang diprogramkan dan pencapaiannya
Untuk setiap proyek audit internal, jumlah hari audit yang diprogramkan
dan digunakan dapat diperbandingkan.
 Aktivitas yang diaudit
Informasi tentang jumlah dan keragaman aktivitas yang diaudit dapat
digabungkan dalam sebuah formulir yang dibuat setelah setiap proyek
audit selesai dilaksanakan.
 Biaya operasional departemen audit
Biaya audit dapat dihitung dan dilaporkan untuk setiap laporan audit.
 Jumlah pengembalian dan penghematan
Jumlah pengembalian dan penghematan sebaiknya dikumpulkan dalam
sebuah catatan khusus yang menyebutkan nama proyek dan
menganalisis jumlah uang yang telah dikembalikan atau dihemat.
LAPORAN EVALUASI

 Laporan evaluasi yang melaporkan tentang


kesehatan operasional perusahaan, dapat
menarik perhatian manajemen. Manajemen akan
melihatnya sebagai sebuah indikator kelancaran
administrasi atau kekurangan organisasional. Oleh
karena itu, laporan evaluasi harus memiliki dasar
yang kuat dan logis.
 Dalam laporan evaluasi disajikan secara tidak
langsung akumulasi dari tiap-tiap temuan audit
dan kesimpulan serta gambaran dari trend dan
varians yang terjadi.
KOMUNIKASI KHUSUS

 Sebuah situasi yang tidak dapat ditoleransi


mungkin terjadi ketika seorang auditor internal
menghadapi sebuah situasi yang serius dan
tidak memperoleh dukungan dari seluruh
tingkatan manajemen. Jika auditor tetap yakin
bahwa diperlukan suatu tindakan, maka
auditor internal harus langsung menemui
komite audit
LAPORAN AUDIT SATU HALAMAN

 Laporan ini dirancang untuk menghemat waktu


para eksekutif dan anggota dewan komisaris
yang sibuk, dan dapat dirancang menjadi
PowerPoint atau dalam bentuk tercetak.
Laporan ini berbentuk presentasi berwarna
satu halaman yang didukung oleh referensi
terinci bagi area-area yang mendapat perhatian
dari eksekutif atau anggota dewan.
BEBERAPA PERINGATAN
 Beberapa peringatan harus dipertimbangkan ketika
menerbitkan jenis-jenis laporan berikut ini, antara lain :
 Jumlah dan keragaman penugasan audit
 Jumlah laporan yang dikeluarkan
 Jumlah bentuk komunikasi lain
 Saran yang dilaksanakan
 Konsultasi
 Investigasi
 Peringatan-peringatan di atas tidak berarti bahwa laporan-
laporan tersebut tidak valid, namun peringatan tersebut
dimaksudkan agar auditor internal berhati-hati dalam
membuat laporan aktivitasnya sehingga justru tidak
memberikan kesan yang kontraproduktif.