Anda di halaman 1dari 32

Sistem Endokrin

Tania Nur Habibah


12161003

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Borobudur
Pengertian

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless)


yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran
darah untuk memengaruhi organ-organ lain.

Sistem endokrin pada manusia memiliki hubungan sangat erat


dengan sistem saraf pada manusia, kedua sistem ini berfungsi
untuk mengontrol dan memadukan satu sama lain.
Beberapa hormon bekerja pada organ atau jaringan yang terdapat di
sekitar hormon tersebut dihasilkan, dan ini disebut fungsi parakrin.
Sedangkan ,

Beberapa hormon lainnya bekerja pada organ atau jaringan


di mana ia dihasilkan, dan fungsi ini disebut fungsi autokrin.

Struktur umum dari kelenjar endokrin ialah tidak mempunyai saluran


keluar, sehingga ia mengeluarkan hasil sekresinya secara langsung
melalui sistem sirkulasi.

Kelenjar endokrin sangat kaya akan pembuluh darah sehingga dapat


mentransport hasil sekresinya secara efisien melalui sistem sirkulasi.
Kelenjar Endokrin
Adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya
langsung kedalam darah yang beredar dalam
jaringan kelenjar tanpa melewati duktus atau
saluran. hasil sekresinya disebut hormon.

Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon
tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau
ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Fungsi Kelenjar Endokrin

1. Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan kedalam darah yang diperlukan oleh jaringan-
jaringan dalam tubuh tertentu

2. Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh

3. Merangsang aktivitas kelenjar tubuh

4. Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus

5. Merangsang pertumbuhan jaringan

6. Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral dan air
Klasifikaasi Hormon
Secara kimia, hormon dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga)
kelompok, yaitu :
Golongan amine
Berasal dari derivat asam amino, contohnya norepinefrin, epinefrin,
tiroksin & triiodotironin.
Golongan protein & polipeptide
Yang termasuk golongan ini adalah FSH, HCG, LH, TSH, ACTH,
prolaktin, oksitosin, glukagon, PTH, ADH dsb.
Golongan steroid
Contohnya aldosteron, kortisol, progesteron, estrogen.
Fungsi Hormon
Secara garis besar hormon mempunyai 4 fungsi utama, yaitu :

Mempertahankan Pengadaan,
Pertumbuhan dan keseimbangan penggunaan, dan
Fungsi reproduksi
perkembangan lingk. internal penyimpanan
(homeostasis) energi
Prinsip Umum Endokrinologi

Endokrinologi adalah ilmu tentang


penyesuaian2 kimiawi homeostatik
dan berbagai aktivitas lain yang
dilaksanakan oleh hormon.
Sifat Hormon

Hidrofilik : hidro (air) filik (suka)→senyawa yang dapat berikatan dg air


Hormon peptida, yaitu kategori kimiawi hormon yang paling banyak
adalah rantai2 asam amino dengan panjang yang beragam.
Katekolamin, yang dihasilkan oleh medula adrenal, berasal dari asam
amino tirosin
Lipofilik : Lipo (lemak) filik (suka)→senyawa yg dpt berikatan dg lemak
Hormon Steroid, yang dihasilkan oleh korteks adrenal dan kelenjar
endokrin reproduksi, adalah lemak netral yang berasal dari
kolesterol.
Hormon Tiroid, yang hanya diproduksi oleh kelenjar tiroid
Lanjutan
Hormon hidrofilik (pembawa pesan kedua untuk
mengubah aktivitas protein yang sudah ada, misalnya
enzim, didalam sel sasaran). >> Beredar dalam darah
terutama dalam bentuk larut dalam plasma.

Hormon lipofilik (mengaktifkan gen2 setelah berikatan


dengan reseptor dinukleus) >> Umumnya terikat ke protein
plasma.
Fungsi Keseluruhan Sistem Endokrin
Mengatur metabolisme organik serta keseimbangan H2O dan elektrolit, yang secara kolektif
penting dalam mempertahankan lingkungan internal yang konstan

Menginduksi perubahan adaptif untuk membantu tubuh menghadapi situasi stress

Mendorong tumbuh kembang yang lancar dan berurutan

Mengontrol reproduksi

Mengatur produksi sel darah merah

Bersama saraf otonom , mengontrol dan mengintegrasikan sirkulasi danpencernaan


serta penyerapan makanan.
Lanjutan

Konsentrasi hormon bebas yang secara biologis aktif dalam plasma ,


yang dapat berinteraksi dengan sel sasaran untuk menimbulkan
respons fisiologik, bergantung pada :

Laju sekresi hormon oleh kelenjar endokrin (untuk semua


hormon; faktor utama)
• Laju pengaktifan metabolik

Tingkat pengikatannya ke protein plasma (untuk hormon


lipofilik)
• Laju inaktivitas metabolik dan ekskresi
Penyakit endokrin terjadi akibat kelebihan atau kekurangan hormon atau
penurunan responsivitas sel sasaran :

Hiposekresi
Hiposekresi primer, terjadi ketika sebuah kelenjar endokrin mengeluarkan
hormon terlalu sedikit akibat kelainan kelenjar.

Hiposekresi sekunder, terjadi ketika kelenjar endokrin normal tetapi


mengeluarkan hormon terlau sedikit akibat defisiensi hormon tropik.
Faktor yang dapat menyebabkan hiposekresi primer :

Makanan Kimia atau toksin Imunologik (antibodi


Genetik (enzim yg
(kekurangan iodium, (residu insektisida yg otoimun dapat
mengatalisis sintesis
untuk sintesis dapat merusak merusak jaringan
hormon)
hormon tiroid) korteks adrenal) tiroid tubuh sendiri)

Iatrogenik
Penyakit lain (kanker, (pengangkatan
Idiopatik
TB) kanker kelenjar tiroid
secara bedah)
Sumber preparat hormon yang dapat digunakan secara klinis untuk
pengobatan hiposekresi hormon mencakup :

Pabrik
hormon, atau
bakteri yang
Jaringan sudah
Jaringan Hormon yang
plasenta dan dimasuki gen2
endokrin dari disintesis di
urin wanita penyandi
hewan ternak laboratorium
hamil produksi
hormon
manusia.
Hipersekresi

Disebabkan oleh :
Tumor yang mengabaikan sinyal regulatorik normal atau terus
menerus mengeluarkan hormon secara berlebihan
Faktor imunologik,
Cara mengobati hipersekresi:
• Tumor >>> pengangkatan tumor dengan cara pembedahan atau
dengan terapi radiasi.
• Beberapa kasus dapat dibatasi dengan obat yang menghambat
sintesis hormon atau menghambat sekresi hormon.
Gangguan Kepekaan Sel Sasaran

Disfungsi endokrin juga dapat terjadi karena sel sasaran tidak


berespon secara adekuat terhadap hormon, meskipun konsentrasi
efektif hormon dalam plasma normal. Kekurangpekaan ini dapat
disebabkan , misalnya oleh ketiadaan bawaan reseptor untuk
hormon, seperti pada sindrome feminisasi testis.
Hipofisis dan Hipotalamus
Kelenjar hipofisis dan hipotalamus bekerja sebagai suatu unit yang
mengatur aktivitas sebagian besar klenjar endokrin.

Hipotalamus dan kelenjar hipofisis diperdarahi oleh cabang dari arteri


karotis internal.
Hipofisis
Kelenjar hipofisis berada di fossa hipofiseal tulang sfenoid yang berada
dibawah hipotalamus yang dilekatkan oleh suatu tangkai.

kelenjar hipofisis berukuran sebesar kacang polong, berat sekitar


500 mg , terdiri atas 3 bagian terpisah berasal dari berbagai jenis sel.
Hipofisis Anterior

Sebagian hormon yang


disekresikan oleh
lobus anterior
(adenohipofisis)
menstimulasi atau
menghambat sekresi
kelenjar endokrin
(kelenjar target)
sementara hormon
lainnya memiliki efek
langsung pada
jar.target
• GHRH : Growth Hormone Releasing
Hormone
• GH : Growth Hormone (somatotrofin)
• GHRIH : Growth Hormone Release
Inhibiting Hormone (somatostatin)
• TRH : Thyroid Releasing Hormone
• TSH : Thyroid Stimulating Hormone
• CRH : Corticotrophin Releasing Hormone
• ACTH : Adrenocorticotrophic Hormone
• PRH : Prolactin Releasing Hormone
• PRL : Prolactin ( Hormon Laktogenik)
• PIH : Prolactin Inhibiting Hormone
(Dopamin)
• LHRH : Luteinising Hormone Releasing
Hormone
• GnRH : Gonadotrophin Releasing
Hormone
• FSH : Follicle Stimulating Hormone
• LH : Luteinising Hormone
 Hormon pertumbuhan (GH) (GH)→disintesis oleh hipofisis anterior

GH menstimulasi pertumbuhan dan Jumlah hormon ↑ remaja dan kemudian


pembelahan sel,khususnya sel tulang & ↓seiring pertumbuhan usia.
otot rangka.
Penghambat sekresi GH : mekanisme umpan
GH mengatur metabolisme dibanyak balik negatif saat kadar hormon dalam darah
organ seperti meningkat dan juga saat GHRIH dilepaskan oleh
hati,usus,pankreas;menstimulasi hipotalamus
sintesis protein;meningkatkan
pemecahan lemak;meningkatkan kadar GHRIH menekan sekresi TSH dan
glukosa. gastrointestinal missal ; getah lambung,
gastrin,dan kolesistokim.
Pelepasan GH distimulasi oleh GHRH
dan disupresi oleh hormon
penghambat (GHRIH) yang keduanya  Pada wanita, hormon ini merangsang
disekresi oleh hipotalamus. pertumbuhan dan perkembangan folikel
ovarium, tempat berkembangnya ovum atau
FSH sel telur. Hormon ini juga mendorong sekresi
Sekresi GH lebih banyak pada malam
hormon estrogen oleh ovarium.
hari saat tidur dan juga distimulasi oleh  Pada pria FSH diperlukan untuk produksi
hipoglikemia,latihan fisik,dan ansietas. sperma .
Hormon Perangsang Tiroid (TSH)  Hormon Adrenokortikotropin (ACTH)

CRH dari hipotalamus ↑sintesis dan pelepasan ACTH


Disintesis oleh hipofisis anterior : hipofisis anterior↑ konsentrasi kolestrol dan steroid
dan pelepasannya distimulasi oleh didalam korteks adrenal dan keluar hormon steroid
TRH dari hipotalamus. khususnya kortisol.

TSH menstimulasi pertumbuhan Kadar ACTH tertinggi terjadi sekitar pukul 08.00 dan
dan aktivitas kelenjar tiroid yg terendah terjadi saat sekitar tengah malam,walaupun
mensekresikan hormon tiroksin kadar ACTH kadang tinggi pada siang hari dan pukul
(T4) dan tri-iodotironim (T3) 18.00.

Irama sikardian dipertahankan seumur hidup b.d pola


Pelepasannya paling rendah saat tidur dan penyesuaian terhadap perubahan
menjelang sore hari dan paling memerlukan waktu beberapa hari
banyak malam hari.
Sekresi juga diatur oleh mekanisme umpan balik saat
Sekresi diatur : mekanisme umpan sekresi disupresi saat kadar ACTH dalam darah ↑.
balik negatif,saat kadar hormon
tiroid dalam darah tinggi,sekresi Faktor yang menstimulasi sekresi
TSH dikurangi dan sebaliknya. hipoglikemia,latihan fisik,stressor lainnya missal
status emosional dan demam
Prolaktin LH

Meningkatkan perkembangan  Pada wanita LH berperan dalam


payudara dan produksi susu pada ovulasi dan luteinisasi (yaitu
wanita. pembentukan korpus luteum
penghasil hormon di ovarium
Kadar prolaktin dalam darah setelah ovulasi). LH juga
distimulasi oleh hormon PRH yang mengatur sekresi hormon2 seks
dilepaskan oleh hipotalamus dan wanita, estrogen dan
kadarnya diturunkan oleh hormon progesteron oleh ovarium.
PIH dan peningkatan kadar
prolaktin dalam darah.  Pada pria, hormon ini
merangsang sel interstisium
Sekresi prolactin terkait dengan leydig ditestis utk mengeluarkan
tidur yakni meningkat saat tidur hormon seks pria, testosteron,
dimalam atau siang hari. Stres sehingga hormon ini memiliki
emosional juga dapat nama alternatif interstitial cell-
meningkatkan produksi prolactin. stimulating hormone (ICSH).
Hipofisis Posterior
Vasopresin

Antidiuretik Hormone (ADH) atau


Vasopressin memiliki 2 efek
utama :
 Meningkatkan retensi H2O
oleh ginjal (efek anti Oksitosin
diuretik).
 Menyebabkan kontraksi
otot polos arteriol (efek Merangsang pengeluaran ASI, kontraksi
presor pembuluh) uterus, terlibat dalam transport sperma dalam
Pada kondisi normal traktus reproduksi wanita.
vasopresin adalah faktor
endokrin utama yang mengatur
pengeluaran H2O dalam urin
dan keseimbangan H2O secara
keseluruhan.
Kelenjar Tiroid

Berada dileher , didepan laring dan


trakea pada vertebrata servikalis ke
5,6 dan 7 serta toraksis ke-1.

Kaya akan pembuluh darah,berat


sekitar 25 gr dan dikelilingi oleh
kapsul fibrosa. Bentuknya
menyerupai kupu2 dan terdiri atas 2
lobus .1 lobus terletak disisi kartilago
tiroid dan lobus lainnya dibagian atas
cincin kartilago trakea. Lobus
berbentuk kerucut dengan panjang
sekitar 5 cm dan lebar 3 cm.
Tiroksin(T4) dan triiodotironin(T3)

Hormon tiroid disintesis


sbg precursor molekul
besar (tiroglobulin)
unsur utama koloid.

T3 dan T4 memengaruhi
sebgian besar sel tubuh
dgn ↑laju metabolic
basal dan produksi
panas serta mengatur
metabolism karbohidrat
protein dan lemak.
Kalsitonin

Diseksresi oleh sel c


/parafolikular dikelenjar
tiroid

Bekerja pd tulang dan ginjal


u/ ↓kadar kalsium darah
saat kadar ↑
Kelenjar Paratiroid