Anda di halaman 1dari 1

UPAYA PENCEGAHAN DAN

PENANGGULANGAN RESIKO KEJADIAN


KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR
M. AFIF PRATAMA INDRA
S1 KESEHATAN MASYARAKAT STIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI

Abstrak Pembahasan

Kanker serviks merupakan kanker yang berasal dari sel epitel skuamosa. Penyebab yang Faktor Faktor Resiko Kanker Serviks
paling kanker serviks adalah infeksi virus HPV (Human Papiloma Virus). Hal ini timbul dari • Usia. Perempuan berusia 35 – 50 tahun lebih beresiko terkena kanker serviks.
faktor usia ,riwayat penyakit dan perilaku hidup yang kurang sehat seperti sering gonta ganti • Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini.
pasangan, merokok, serta kurang menjaga kebersihan alat genital. WHO merilis Indonesia • Merokok
menempati urutan pertama resiko kanker serviks didunia. Dengan demikian sangat penting • Sering berganti pasangan dalam hubungan seksual
melakukan pencegahan sejak dari dini resiko kejadian kanker serviks. Persoalan kanker • Penggunaan Pil KB
serviks tidak hanya menyangkut wanita usia subur tetapi mencakup setiap tahap • Terinveksi Virus HIV
perkembangan wanita mulai dari kanak-kanak, remaja, dewasa sampai dengan lanjut usia,
umumnya banyak wanita yang tidak memahami tentang resiko dan penyebab dari kanker Gejala
serviks sehingga hampir rata-rata wanita yang terkena datang ke pelayanan kesehatan • Terjadi keputihan, dengan ciri - ciri cairan kental, banyak , berbau tidak sedap,
dengan kondisi stadium lanjut. Sebenarnya kanker serviks dapat diketahui sejak dini dengan berwarna tidak normal, serta timbul rasa gatal, dan panas di vagina
beberapa pemeriksaan awal untuk mendeteksinya seperti Inspeculo visual asetat (IVA) dan • Ada rasa sakit pada area kewanitaan dan paha serta area persendian panggul saat
Pap smear sehingga yang hal tersebut dapat menugurangi terjadi kanker serviks stadium menstruasi, saat buang air besar, maupun saat berhubungan seks.
lanjut. Diharapkan dengan tulisan ini masyarakat khususnya wanita usia subur dapat • Sering keluar darah dari vagina
mengetahui sedini mungkin tentang kanker serviks dan cara penanggulangannya. • Nafsu makan turun
Kata Kunci : Kanker serviks, Wanita Usia Subur • Bengkak di kaki
• Cepat lelah

Cara untuk mendeteksi kanker serviks


• Pap Smear (diilakukan dengan cara mengambil contoh sel dari leher rahim kemudian
Pendahuluan dianalisa untuk mengetahui apakah ada sel kanker, sel prakanker, atau tidak.)
• Biopsi (Dilakukan untuk melengkapi hasil pap smear. Teknik yang biasa dilakukan
Menurut data Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012 adalah punc biopsy yang tidak memerlukan anestesi dan teknik conebiopsy yang
memperkirakan 528.000 kasus baru kanker serviks. Sebagian besar (sekitar 85%) dari beban menggunakan anestesi. Hasil biospi akan memperjelas apakah yang terjadi itu kanker
global terjadi di daerah yang kurang berkembang yang menyumbang hampir 12% dari semua invasive atau hanya tumor saja.)
kanker pada wanita. Daerah yang berisiko tinggi, berdasarkan Age Standardized Rate (ASRs) • IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), Asam asetat diusapkan pada leher rahim. Setelah
lebih dari 30 per 100.000 populasi, adalah Afrika Timur (42,7), Melanesia (33,3), Afrika sekitar 1 menit tidak ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, berarti
Selatan (31,5) dan Afrika Tengah (30,6). Jumlah terendah terdapat di Australia/Selandia Baru tidak ada prakanker. Jika terjadi plak putih dan warna menjadi merah maka
(5,5) dan di Asia Barat (4,4). Kanker serviks adalah kanker yang paling umum terjadi pada dinyatakan positif ada prakanker.
wanita di Afrika Timur dan Tengah (3,4). Kejadian kanker serviks dipengaruhi oleh berbagai
faktor, antara lain faktor sosio demografi yang meliputi usia, status sosial ekonomi, dan
faktor aktivitas seksual yang meliputi usia pertama kali melakukan hubungan seksual,
pasangan seksual yang berganti-ganti, pasangan seksual yang tidak disirkumsisi, paritas,
kurang menjaga kebersihan genital, merokok, riwayat penyakit kelamin, riwayat keluarga
penderita kanker serviks, trauma kronis pada serviks, penggunaan pembalut dan pantyliner,
dietilstilbestrol (DES) serta penggunaan kontrasepsi oral (1,6).

Tujuan Pencegahan Kanker Serviks


• Penggunaan kondom bila berhubungan seks dapat mencegah penularan penyakit
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan • Hindari merokok
dan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara • Hindari pencucian vagina dengan anti septic
mendeteksi serta menanggulangi masalah kanker serviks • Diet rendah lemak
yang dialami, adapum kegunaan penelitian ini adalah • Pemenuhan cukupan gizi terutama betakarote, vitamin C, dan asam folat
Menyadarkan masyarakat tentang gejala – gejala yang • Hindari berhubungan seks terlalu dini
timbul dari infeksi kanker serviks • Hindari berganti-ganti pasangan
Memberitahu pembaca tentang dampak penyakit kanker • Sosial Ekonomi
serviks
Memberitahu pembaca tentang cara cara Cara Pengobatan Kanker serviks
pencegahandan cara cara pengobatan dari kanker serviks Ada beberapa cara untuk mengobati kanker serviks, diantaranya :
Sebagai sarana pengetahuan dan penelitian pada masa • Operasi, Sebagian rahim, vagina, dan jaringan sekitarnya diangkat melalui operasi.
mendatang Setelah itu dilakukan pembersihan kelenjar getah bening pada panggul.
• Radioterapi, Terapi ini menggunakan radiasi untuk merusak dan menghambat
pembelahan sel – sel kanker
• Radiopartikel, Sinar gamma digunakan untuk menghancurkan sel- sel kanker.
• Kemoterapi, Obat kimia dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk membunuh sel –
sel kanker.
Kesimpulan

Kanker serviks dimulai dengan adanya suatu perubahan dari sel leher rahim normal menjadi Tinjauan Pustaka
sel abnormal yang kemudian membelah diri tanpa terkendali. Sel leher rahim yang abnormal
ini dapat berkumpul menjadi tumor. Beberapa faktor predisposisi yang dihubungkan dengan
Damayanti, Ika Putri. 2010. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kanker serviks di
kejadian kanker servik antara lain HPV (Human Papilloma Virus), merokok, hubungan seksual
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2008 – 2010. JurnalStikes Hang Tuah Pekanbaru.
pertama dilakukan pada usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, pemakaian pil KB, dan
suami yang tidak disirkumsisi. Tanda dan Gejala dari kanker serviks yaitu Fluor albus
Kusumawati, Yuli. 2010. Pengetahuan, Deteksi Dini Dan Vaksinasi HPV Sebagai Faktor
(keputihan) merupakan gejala yang sering ditemukan getah yang keluar dari vagina ini makin
Pencegah Kanker Serviks Di Kabupaten Sukoharjo. JurnalUniversitas Muhammadiyah
lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan, perdarahan yang dialami segera
Surakarta.
setelah bersenggama (perdarahan kontak). Upaya pencegahan yang paling utama adalah
menghindarkan diri dari faktor risiko seperti penggunaan kondom bila berhubungan seks,
Darmayanti. 2010. Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur. JurnalUniversitas Syiah Kuala.
menghindari merokok, menghindari mencuci vagina dengan anti septik tidak dilakukan
secara rutin, jangan pernah menaburi talk pada vagina yang terasa gatal atau kemerahan,
Ramli, dkk. (2000). Deteksi dini kanker. Jakarta: FKUI.
diet rendah lemak, meningkatkan konsumsi Vitamin terutama betakaroten, vitamin C, dan
asam folat, hubungan seks terlalu dini, bergantiganti pasangan, penggunaan estrogen dalam
Rasjidi, I. (2007). Vaksin human papilloma virus dan eradikasi Kanker mulut rahim.
jangka waktu yang lama, dan kondisi sosial ekonomi individu. Deteksi dini yang dapat
Surabaya: FKU Brawijaya.
dilakukan pada kanker serviks antara lain dilakukan dengan cara Pap smear, Biopsi dan
pemeriksaan dengan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang juga merupakan alternatif
Elizabeth. (2001). Cegah kanker pada wanita. Jakarta: EGC.
skrining untuk kanker serviks