Anda di halaman 1dari 26

ASKEP

KIFOSIS,
LORDOSIS,
SKOLIOSIS
ALVIN ABDILLAH
P
E •Tulang belakang sangat berperan penting untuk
N pembentukan postur tubuh. Tulang belakang yg
normal akan membentuk postur tubuh yang
D normal, begitu pula sebaliknya.
A
H
U
L
U
A
N
Definisi • Lordosis adalah penekanan kearah dalam
kurvatura servikal lumbal melebihi batas
fisiologis (Helmi, 2013)
• Penyakit Scheuermann (kifosis) adalah suatu
keadaan yang ditandai dengan nyeri
punggung dan adanya bonggol di punggung
(Aditya, 2000)
• Skoliosis adalah penyimpangan tulang
belakang ke lateral dari garis tengah atau
terjadi lengkungan yang abnormal pada
vertebra kearah lateral (Suratun, 2008)
Skoliosis • Skoliosis adalah lengkungan atau kurvatura
lateral pada tulang belakang akibat rotasi
dan deformitas vertebra.
• Adalah suatu kondisi perubahan kurvatura
spina ke arah lateral yang disebabkan oleh
anomaly dari perkembangan tulang
belakang (Helmi,2013)
Prevalensi  Prevalensi dilaporkan pada kurva lebih dari
300 yaitu 1,5-3 per 1000 penduduk. Insiden
yang terjadi pada skoliosis idiopatik infantil
bervariasi, namun dilaporkan paling banyak
dijumpai di Eropa daripada Amerika Utara,
dan lebih banyak laki-laki dari pada
perempuan.
Etiologi
Terdapat 3 penyebab umum dari skoliosis:
• Kongenital (bawaan), biasanya berhubungan
dengan suatu kelainan dalam pembentukan
tulang belakang atau tulang rusuk yang
menyatu
• Neuromuskuler, pengendalian otot yang
buruk atau kelemahan otot atau kelumpuhan
akibat penyakit berikut:
a) Cerebral palsy
b) Distrofi otot
c) Polio
d) Osteoporosis juvenile
• Idiopatik, penyebabnya tidak diketahui
klasisfikasi 1. Skoliosis structural
a.Skoliosis idiopatik :
1) Infantile : dari lahir – 3 tahun
2) Anak2 :3-10 tahun
3) Remaja : >10 tahun
b. Skoliosis kongenital
c. Skoliosis neuromuskular
1. Skoliosis nonstructural
a. Functional
b. Neuromuskular
c. Degeneratif
Manifestasi Gejalanya berupa:
• tulang belakang melengkung secara
Klinis abnormal ke arah samping
• bahu dan/atau pinggul kiri dan kanan tidak
sama tingginya
• nyeri punggung
• kelelahan pada tulang belakang setelah
duduk atau berdiri lama
• skoliosis yang berat (dengan kelengkungan
yang lebih besar dari 60%) bisa menyebabkan
gangguan pernafasan.
Patofisiologi Skoliosis adalah kondisi abnormal
lekukan tulang belakang, Skoliosis di
turunkan, serta umumnya sudah terjadi
sejak masa kanak-kanak. Penyebabnya
tidak diketahui dan sama sekali tidak ada
kaitannya dengan postur tubuh, diet,
olahraga, dan pemakaian backpack. Dan
ternyata, anak perempuan lebih sering
terkena ketimbang anak laki-laki.
Penatalaksa • Latihan postural dan latihan dengang traksi
• Pemasangan brace di kombinasikan dengan
naan latihan yg cukup
• Pembedahan
Lordosis • Adalah penekanan ke arah dalam
kurvatura serivkal lumbal melebihi
batas fisiologis (Helmi,2013)
Penyebabnya :
1. Kesalahan posisi duduk
2. Kongenital
Gejala • Penonjolan bokong
• Distrofi muscular
• Gangguan perkembangan paha
• Gangguan neurouskular
• Nyeri pinggang menjalar ke tungkai
• Perubahan pola BAB & BAK
penatalaksa • Intervensi bedah (kongenital)
• Latihan memperbaiki sikap tubuh (sesuai

naa penyebabnya)
• Penggunaan brace
Kifosis • Kifosis Kongenital Merupakan suatu
kondisi kelaianan kongenital dengan
angulasi konveks yang bertambah
secara tidak normal pada kurvatur
tulang torakal (Zairin, 2016)
• Penyebab :
1. Trauma
2. Penyakit degenerative
3. Idiopatik
klasisfikasi 1.
2.
Tipe defek pada segmen tulang belakang
Tipe defek deformasi
Gejala • Nyeri punggung yg menetap (ringan)
• Kelelahan
• Nyeri tekan & kekakuan tulang belakang
• Punggung tampak melengkung
• Lengkung tulang belakang bagian atas lebih besar dari
normal
penatalaksa • Pembedahan

naan
Pemeriksaan • Rontgen tulang belakang.
• Pengukuran dengan skoliometer (alat untuk
diagnostik mengukur kelengkungan tulang belakang)
Skoliometer
• MRI (jika ditemukan kelainan saraf atau
kelainan pada rontgen).
• CT scan
• Mielografi
Pencegahan • Duduk dengan posisi yang benar
• Hilangkan kebiasaan bertobang dagu
• Berolahraga teratur (berenang)
• periksa didepan cermin tinggi pundak dan
panggul
• Segera berkonsul dengan dokter orthophedi
atau rehabilitasi medik
• Jaga asupan nutrisi selama hamil
• Penanganan secara dini agar tidak terjadi
komplikasi
• Jangan membawa beban terlalu berat dengan
posisi yang salah
Posisi 1. Duduk tegak dengan punggung lurus dan
bahu kebelakang. Paha menempel di
duduk yang dudukan kursi dan bokong harus menyentuh

benar
bagian belakang kursi. Tulang punggung
memiliki bentuk yang sedikit melengkung ke
depan pada bagian pinggang, sehingga
dapat diletakkan batal untuk menyangga
kelengkungan tulang punggung tersebut.
2. Pusat beban tubuh pada satu titik agar
seimbang. Usahakan jangan sampai
membungkuk. Jika diperlukan, kursi dapat
ditarik mendekati meja kerja agar posisi
duduk tidak membungkuk.
lanjutan 3. Untuk mengetahui posisi duduk terbaik saat
duduk, pertama duduklah diujung belakang
kursi, kemudian membungkuklah dalam-dalam.
Lalu angkatlah tubuh sambil mebuat
lengkungan dengan pusat di pinggang sejauh
mungkin ke depan. Kemudian kendurkan posisi
tersebut ke belakang sekitar 10-20 derajat.
Itulah posisi duduk terbaik.
4. Posisi lutut mempunyai peranan penting juga.
Untuk itu tekuklah lutut hingga sejajar dengan
pinggul. Usahakan untuk tidak menyilangkan
kaki
lanjutan 5. Bagi yang bertubuh mungil atau
menggunakan sepatu hak tinggi yang merasa
dudukan kursinya terlalu tinggi, penggunaan
pengganjal kaki juga membantu menyalurkan
beban dari tungkai.
6. Jika ingin menulis tanpa meja, gunakan
pijakan di bawah kaki namun posisi kakai tetap
sejajar dengan lantai. Akan tetapi hal ini
sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama karena
akan membuat tulang ekor menahan sebagian
beban yang berasal dari paha
lanjutan 7. Usahakan istirahat setiap 30-45 menit dengan
cara berdiri, peregangan sesaat, atau berjalan-
jalan disekitar tempat duduk, untuk
mengembalikan kebugaran tubuh agar dapat
lebih berkonsentrasi dalam belajar.
8. Tangan dibuat senyaman mungkin, namun
jangan lupa mengistirahatkan lengan dan siku.
Jika diperlukan, gunakan sandaran tangan untuk
membantu mengurangi beban pada bahu dan
leher agar tidak mudah lelah.
Lanjutan 9. Jangan memuntir punggung anda. Jika ingin
mengambil sesuatu di samping atau di
belakang, putar seluruh tubuh sebagai satu
kesatuan.
10. Duduk terlalu lama merupakan salah satu
faktor resiko pembentukan batu ginjal, untuk itu
selain melakukan peregangan otot juga
dianjurkan untuk minum air yang cukup. (Salma
Oktaria, 2006
DIAGNOSA 1. Ketidakefektifan pola napas berhubungan
dengan penekanan paru
KEPERAW 2. Nyeri punggung berhubungan dengan

ATAN posisi tubuh miring ke lateral


3. Gangguan mobilitas fisik berhubungan
dengan postur tubuh yang tidak seimbang
4. Gangguan citra tubuh atau konsep diri yang
berhubungan dengan postur tubuh yang
miring kelateral
5. Kurang pengetahuan yang berhubungan
dengan kurang informasi tentang
penyakitnya
terimakasih