Anda di halaman 1dari 14

“EARLY DETECTION OF EATING

DISORDERS IN GENERAL PRACTICE”


OLEH :

TETTY PRASETYA AYU LESTARI S.KED

PEMBIMBING:

DR. DEASYANTI SP.KJ


PENDAHULUAN

DOKTER UMUM

KONSULTAN FASILITAS KESEHATAN


TINGKAT I
• Penilaian dan diagnosis awal (termasuk rujukan mendesak ke gawat darurat, jika diindikasikan)
• Pengobatan komplikasi medis (mis defisiensi besi)
• Penilaian nutrisi / berat badan
• Rujukan ke kesehatan yang sesuai profesional
• Keterlibatan komunitas atau rumah sakit layanan kesehatan mental
• Pendidikan untuk pasien dan mereka keluarga
• Penyediaan pengobatan rutin yang sedang berlangsung pemantauan.
MENINGKATKAN KESADARAN UNTUK IDENTIFIKASI DINI DAN DIAGNOSIS PADA
GANGGUAN MAKAN 

ANOREKSIA NERVOSA DAN BULIMIA NERVOSA


• Prevalensi terjadinya gangguan makan di australia sebesar 9% pada dewasa dan terus
meningkat
• Pada penelitian tahun 2015  16,3% ditemukan pada lansia dan dewasa dimana terdiri
dari 6,3% BED, 7% subthreshold BED dan kurang dari 1% anorexia nervosa dan bulimia
nervosa
• Tahun 2012 Deloitte Access Economics memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk
perawatan $69,7 milliyar
ANOREKSIA NERVOSA

TERMASUK KE-3 PENYAKIT KRONIS SETELAH ASMA DAN


OBESITAS

TINGGI ANGKA MORTALITAS SEKITAR 20%


KONDISI YANG DAPAT MENYERTAI

PSIKOLOGI PHYSICAL

• STRESS • FATIGUE
• DEPRESI • DIZZINESS
• ANXIETY • CONSTIPATION
• MENSTRUAL
IRREGULARITIES
• OSTEOPOROSIS
(CHRONIC CONDITIN)
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGHAMBAT

• Pasien mempunyai dua persepsi berbeda mengenai recovery


• Stigma dan malu
• Denial
• Motivasi yang rendah
SCOFF QUESTIONNAIRE

• JAWABAN “YA”  1 POIN


SICK
• JIKA POIN ≥ 2  ANOREXIA
NERVOSA ATAU BULIMIA NERVOSA
CONT-
FOOD
ROL
SCOFF

FAT ONE
• Prinsip utama dalam terapi gangguan makan yaitu harus aman secara medis maupun psikiatriknya
• Terdapat beberapa indikasi rawat inap (tabel.4)

• Jika pasien menolak dirawat inap maka ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan
a. Usia
b. Keparahan gejala,
c. Perjalanan penyakit,
d. Stabilitas medis,
e. Motivasi pasien,
f. Dukungan psikososial atau keluarga,
g. Ketersediaan regional khusus program rawat inap / rawat jalan,
h. Komorbiditas psikiatri terkait
THANK YOU