Anda di halaman 1dari 24

MIKROBIOLOGI

FARMASI

MARLINA

Semester Genap 2013/2014

Kuliah I 10 Februari 2014


TOPIK BAHASAN
1. Cemaran Mikrobiologi pada Obat,
Makanan dan Kosmetika
2. Analisis Mikrobiologi
3. Norma Kualitas Mikrobiologi
4. Isolasi dan Identifikasi Mikroba
5. Identifikasi Mikroba dengan
Metode PCR
ANALISIS MIKROBIOLOGI
 Metode pemeriksaan harus memperhitungkan
sifat-sifat dari bahan atau sediaan yang akan
diperiksa, terutama terhadap :
 Kelarutan
 Adanya zat antimikroba

 Derajat kontaminasi
 Tergantung dari sifat dan macamnya,
bahan tersebut harus :
 Di encerkan
 Di larutkan
 Di suspensikan
 Di emusikan

dalam cairan pendispersi yang sesuai.


Jika mengandung zat antimikroba,
maka harus dihilangkan dengan
jalan:di encerkan, di netralisasi atau di
saring.
Prinsip Kerja

 Sejumlah tertentu sediaan yang akan


diperiksa:- dilarutkan, atau di suspensikan,
atau di emulsikan dengan cairan pendispersi,
kalau perlu memakai alat mekanik.
 Setelah pengenceran, diuji batas mikroba yang
ada untuk menentukan bebas tidaknya dari
mikroba tertentu
METODE
 1. Metode Lempeng
 Medium padat
 Dalam cawan petri

 Hasil : penghitungan koloni, misal dengan colony counter

 2. Metode Tabung
 medium cair
 Dalam tabung reaksi

 Hasil : kekeruhan/ turbidimetry (Spectrometry)


 3. Metode Membran Filter

 untuk cairan yang bisa disaring


 Hasil : penghitungan koloni

 4. Metode Tabung Ganda ( FI ed IV)


 Prinsip kerja sama dengan no. 2
MEDIUM
 1. Metode Lempeng:
 Medium Isolasi
 NA (Nutrient Agar)
bakteri
 SCA (Soybean Casein Agar)

 SDA ( Sabouraud Dextrose Agar)


Jamur/ ragi
 PDA ( Potato Dextrose Agar

 Medium Identifikasi dan Konfirmasi


Jenis bakteri yang harus bebas dari sediaan:
Staphylococcus aureus → VJA. BPA, MSA
Pseudomonas aeruginosa → CETA, PAF, PAP
Salmonella spp → FLM, FSCM, FTM, Rainbow Agar, XLD
Escherichia coli → MCA, LEMBA

Hasil : Angka mikroba aerob total


 Prosedur Kerja

1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml

9 ml 9 ml 9 ml 9 ml 9 ml

Stok 10-1 10-2 10-3 10-4 10-5


10%

bakteri 15 ml – 20 ml
NA/SCDA

15 ml – 20 ml
jamur
SDA/PDA
 Cawan petri di inkubasi pada suhu 37 oC selama
48-72 j

 Jika tidak ditemukan koloni pada cawan yang


enceran 1: 10, di nyatakan : Kurang dari 10
mikroba per gram atau ml specimen
 2. Metode Tabung Ganda
 Medium Isolasi

 FSCD / FCDSLP

 Prosedur Kerja
Prosedur kerja
1 ml sampel 1 ml
sampel

9 ml
media

1 (100”) A
2 (“10”) 100 mg 1 ml

Kontrol
Media FSCD
steril
3 (“1”) B
10 mg sampel
 1. Sampel di masukkan ke dalam kelompok 1 (“100”) dan A

 2. Ambil 1 ml dari A → tabung B

 3. Ambil 1 ml dari A → kelompok 2 (“10”) → buang sisa tabung


A
 Ambil 1 ml dari B →kelompok 3 (“1”) → buang sisa tabung B

 Inkubasi semua tabung ( setelah ditutup)


 Hasil : lihat Tabel MPTC/ MPN
 → kontrol harus tetap jernih
Tabel Nilai Dugaan terdekat

Jumlah specimen (mg/ml) Nilai Duga Terdekat


Mikroba tiap g/ml
100 mg 10 mg 1 mg
(0,1 ml) (0,01 ml) (0,01 ml)

3 3 3 > 1100

3 3 2 1100

3 3 1 500

3 3 0 200

3 2 3 290

3 2 2 210

3 2 1 150

3 2 0 90

3 1 3 160

3 1 2 120

3 1 1 70

3 1 0 40
TAHAP-TAHAP UJI BEBAS MIKROBA

 1. Pre enrichment → jika perlu


 2. Enrichment → media selektif/ tidak selektif
 3. Isolasi → media selektif : jika tumbuh → positif
Jika negatif → percobaan stop → bebas
mikroba
 4. Konfirmasi → test biokimia→ test gen DNA
 5. Identifikasi → jika perlu
Beberapa parameter yang berpengaruh
pada teknik analisis mikrobiologi

 1. Sampel
Jumlah sampel : - representatif, - mewakili batch
 MAKANAN
Tergantung tingkat bahaya :
Salmonella → 100 g
Bakteri lain → 25 g

 OBAT / KOSMETIKA
10 g
MAHAL → 1 atau 5 g
 Penyiapan sampel
 Homogenkan → gerus dalam lumpang steril
homogenizer lain

 Buat larutan/ suspensi/ emulsi → 10 % b/v cairan pendispersi

 Komposisi cairan pendispersi :


 Syarat: 1. memungkinkan terjadinya suspensi dari mikroba yang
ada → dispersi dalam fasa air
2. melindungi bentuk vegetatif mikroba
3. tidak memperlambat penyaringan dengan membran
filter
4. menginaktifkan bahan penghambat pertumbuhan
mikroba
 Contoh : - NaCl 0,9% isotonis
- cairan Ringer
- Dapar Fosfat berpepton

 Pengadukan
 Tujuan: membebaskan bakteri dari sampel tetapi tidak
merusak mikroba lainnya
 Umum: kecepatan sampai 20.000 rpm selama 2 – 3 menit

 Lama mikroba dalam cairan pendispersi


 Paling lama 2 jam sebelum inokulasi
 Beberapa pedoman untuk sediaan kosmetika
 1. Patokan
 Harus dilakukan segera begitu sampel tiba.
 Jika tidak mungkin, simpan dalam suhu kamar

 ≠ suhu dingin

 ≠ suhu inkubasi

 Periksa kemasan

 Lakukan desinfektan kemasan sebelum dibuka;

dengan cara: campuran alkohol 80v/v dengan HCl 1%v/v


keringkan dengan kasa steril
 Untuk analisis: ambil 10 g sampel jika > 10 g/ml
 Jika < ambil seluruhnya
 Jika hanya 1 sampel, padahal harus melakukan uji
mikrobiologi, uji biokimia, uji toksikologi dll → yang lebih
dulu dilakukan : uji mikrobiologi

 Jika sampel hanya 5 g (ml), maka:


 Untuk uji mikrobiologi: 1 – 2 g

 Uji yang lain: sisanya


Penyiapan sampel
 A. Cairan
 10 ml sampel + 90 ml cairan pendispersi → ad 100 ml
 B. Padat/ serbuk
 Timbang 10 g → gerus dengan 10 ml Tween 20 steril
 Buat suspensi → ad 100 ml

 C.Krim/ sediaan dasar minyak


 Timbang sesuai kebutuhan
 + 1 ml minyak mineral steril

 Gerus homogen
 + 1 ml Tween 80 steril → pasta
 + kan sedikit demi sedikit cairan pendispersi → encerkan →
ad sampai konsentrasi 0,1 g/ml

D. Aerosol dari serbuk sabun, cairan dll


 Dekontaminasi mulut aerosol, semprotkan isi aerosol
sejumlah tertentu kedalam botol berisi cairan pendispersi/
media yang telah di tara

E. Campuran sediaan A s/d D


 Buat pengenceran 10 – 1 – 10 -4
Uji Mikrobiologi yang ada di BPOM
 Uji sterilitas langsung, sterilitas alat kesehatan.
 Uji sterilitas cara penyaringan, sterilitas obat.
 Uji antibiotik.
 Uji angka lempeng, kapang/khamir total.
 Uji Most Probably Number coliform, faecal
coliform.
 Identifikasi Salmonela, E.Coli, C.albicans, B.
cereus, Aspergilus flavus, Shigella sp metode
pengkayaan.
 Identifikasi Enterococci, S.aureus, B.anthracis,
P.aeruginosa, V.cholerae, V.parahaemolyticus
metode pengkayaan.
 Identifikasi C.perfringens, C.tetani,
C.botulinum, Listeria monocytogenes metode
pengkayaan.
 Uji koefisien fenol.
 Uji efektifitas pengawet.
 Uji cepat bakteriologi menggunakan kit.

Anda mungkin juga menyukai