Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 6

SAHAM DAN OBLIGASI


• DEWI TRESYA
• LULUK SEKAR
• LESTARI
• MEISSY
• RIAN NOPEBRIANA
• RIAN TEGUH PRATAMA
Saham adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah
perusahaan yang melakukan penawaran umum
(go public) dalam nominal dan persentase tertentu.
A. Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar
Kapitalisasi Pasar adalah harga saham dikalikan dengan
jumlah saham yang beredar di pasar. Berdasarkan kapitalisasinya,
Jenis saham ini dikategorikan menjadi 3 tingkatan, yaitu :

1. Saham Unggulan atau Papan Atas (Blue Chip - big cap).


Saham yang termasuk kategori ini adalah saham
berkapitalisasi pasar diatas Rp. 40 triliun.

2. Saham Lapis Kedua (Second Layer – medium cap)


Saham-saham perusahaan yang lebih kecil dari saham blue chip.
Kapitalisasi pasarnya antara Rp. 1 triliun sampai Rp. 40 triliun.

3. Saham Lapis Ketiga (Third Layer – small cap)


Saham-saham jenis ini memiliki likuiditas dan kapitalisasi
pasar yang amat kecil, yaitu dibawah Rp. 1 triliun.
B. Saham Berdasarkan Likuiditasnya
Likuiditas suatu saham akan mempengaruhi mudah tidaknya mendapatkan
saham atau menjual saham. Berdasarkan likuiditas, karakter saham bisa dibagi
menjadi:

1. Saham Berlikuiditas Tinggi


Jenis saham dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan
mempermudah investor untuk membeli dan menjual saham tersebut.

2. Saham Musiman (Cylical Stock)


Saham jenis ini akan bergerak aktif apabila ada peristiwa
tertentu yang mempengaruhi kondisi bisnis emiten tersebut.

3. Saham Tidur
Saham ini tingkat likuiditasnya sangat rendah.
Umumnya saham ini akan bergerak apabila ada aksi korporasi
atau berita yang terkait dengan eksistensi emitennya.
C. Jenis-jenis saham berdasarkan Kepemilikannya

1. Saham Biasa (Common Stock)


Saham Biasa adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau
sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan
kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)


Saham Preferen (preferred stock) adalah bagian saham yang
memiliki tambahan hak melebihi saham biasa.
Saham preferen disebut juga dengan saham istimewa sebab
mempunyai banyak keistimewaan. Biasanya keistimewaan ini
dihubungkan dalam hal pembagian deviden atau pembagian
aktiva pada saat likuiditas.
D. Saham Berdasarkan Cara Peralihan Hak

1. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)


Saham Atas Unjuk adalah saham yang tidak mempunyai nama
pemilik saham tersebut.Saham jenis ini sangat mudah dipindahkan
seperti halnya mata uang.

2. Saham Atas Nama (Registered Stocks)


Saham Atas Nama adalah saham yang ditulis dengan jelas siapa
pemiliknya.Saham jenis ini merupakan kebalikan dari saham atas unjuk.
Ada tiga jenis penilaian saham (Hartono, 2000: 79), yaitu:

1. Nilai Buku
2. Nilai Pasar
3. Nilai Intrinsik
PENGERTIAN OBLIGASI
Kata obligasi berasal dari bahasa Belanda, yaitu obligatie atau
obligaat, yang berarti kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan atau
surat hutang suatu pinjaman Negara atau daerah atau perseroan
dengan bunga tetap

PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI


Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai
instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah
perusahaan. SEDANGKAN Obligasi adalah suatu istilah yang
digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu
pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi
beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon
bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo.
SAHAM PERDANA (IPO – INITIAL
PUBLIC OFFERING)
 Pengertian IPO (Initial Public Offering)
Dalam bahasa Indonesia, IPO disebut sebagai Penawaran Saham
Perdana. Dengan demikian IPO adalah saham suatu perusahaan
yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada
masyarakat / publik. Karena itu perusahaan yang melakukan
IPO sering disebut sedang "GO PUBLIC".
 Tujuan IPO
Mendapatkan dana murah, Kinerja keuangan perusahaan lebih
baik, Potensi pertumbuhan lebih cepat, Meningkatkan citra
perusahaan, dan Meningkatkan nilai perusahaan secara
keseluruhan
CARA MEMBELI SAHAM (IPO – INITIAL
PUBLIC OFFERING)
 Dapatkan lembaran form Formulir Pemesanan Pembelian
Saham (FPPS) lalu isi formulir tersebut dan lampiri dengan
dengan fotokopi KTP.
 Lakukan pembayaran dan simpan bukti pembayaran
 Kembalikan formulir pemesanan untuk penawaran saham
perdana (IPO) tersebut yang dilengkapi dengan bukti
pembayaran ke agen penjualan tepat waktu. Hari terakhir
masa penawaran umum merupakan hari terakhir
pengembalian. Masa penawaran umum berlangsung selama
minimal tiga hari.
 Tunggu pengumuman hasil penjatahan. Pemesanan saham
tidak selalu dapat dipenuhi semuanya. Jika jumlah efek yang
dipesan melebihi jumlah efek yang tersedia, maka pemesan
akan mendapatkan setidaknya satu lot plus bagian yang
teralokasikan dari sisa yang ada. Atau jika setiap pemesan
tidak mendapat kesempatan minimal satu lot, maka
penjatahan dilakukan dengan cara undian.
 Dapatkan Surat Saham Kolektif (SSK), yaitu bukti investasi.
BERBAGAI DAMPAK POSITIF DAN
NEGATIF BURSA SAHAM
Sisi positif dari Bursa Saham
 Bursa saham ini membuka pasar tetap yang
mempermudah para pembeli dan penjual untuk saling
bertemu lalu melakukan transaksi instan maupun
transaksi berjangka terhadap kertas-kertas saham, giro
maupun barang-barang komoditi.
 Mempermudah pendanaan pabrik-pabrik dan perdagangan
dan proyek pemerintah melalui penjualan saham dan
kertas-kertas giro komersial.
Sisi negatif dari Bursa Saham
 Yang dilakukan oleh para pemodal besar dengan
memonopoli saham dan sejenisnya serta barang-barang
komoditi komersial lain di pasaran agar bisa menekan
pihak penjual yang menjual barang-barang yang tidak
mereka miliki dengan harapan akan membelinya pada
saat transaksi dengan harga lebih murah, atau langsung
melakukan serah-terima sehingga menyebabkan para
penjual lain merasa kesulitan.
PENUTUP

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai