Anda di halaman 1dari 23

ARUS LISTRIK BOLAK-BALIK

APA ITU ARUS LISTRIK BOLAK-BALIK?


Jadi arus bolak-balik adalah arus yang
arahnya berubah secara bergantian
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK

Pola gelombang arus dan tegangan bolak-balik mengikuti pola sinusoida.

Besar tegangan sesaat :

v = vm sin ωt ω = 2πf
Keterangan: vm = tegangan maksimum ω = 2π/T
ω = frekuensi sudut/angular
Besar arus sesaat : i = im sin ωt
TEGANGAN RATA-RATA

Jika arus tersebut melalui sebuah hambatan,


tegangan antara ujung hambatan memenuhi
hukum ohm

Tegangan rata-rata:
TEGANGAN ROOT MEAN SQUARE (RMS)

Untuk arus bolak-balik, nilai rata-rata tidak memberikan informasi yang


lengkap tentang besaran arus atau tegangan. Agar diperoleh data yang
lebih informatif maka didefinisikan besaran lain yang dipakai pada arus
bolak-balik. Besaran tersebut adalah besaran rms (root mean square).
Tegangan dan arus rms didefinisikan sebagai berikut:

Tampak dari definisi bahwa untuk mendapatkan nilai rms maka kita
melakukan tiga langkah, yaitu
i) besaran tersebut dikuadratkan
ii) menghitung nilai rata-rata besaran yang dikuadratkan tersebut
iii) mengambil akar besaran yang telah dihitung nilai rata-ratanya.
HUBUNGAN Vrms DAN Vm
∴ Tegangan rata-rata: 𝑽𝟐𝒎 𝑽𝒎
𝐕𝐫𝐦𝐬 = 𝐕𝟐 = = = 0,707 𝑽𝒎
𝟐 𝟐

Im
I rms   0,707 I m
2
Contoh Soal:

Sebuah volmeter AC dihubungkan ke sumber tegangan AC menunjukkan


nilai 110 Volt, hitung:
a. tegangan maksimum (vmax) ?
b. arus efektif yang mengalir melalui hambatan 50 W yang
dihubungkan ke sumber tegangan ?

50 W

110
V

Penyelesaian
Vef = 110 volt
R = 50 W
a. Vmax = ….?
b. Ief = …?

a.Vmax  Vef 2  (110 volt)( 2 )


 110 2 volt

Vef 110 volt


b.I ef    2.2 A
R 50 W
ARUS BOLAK-BALIK DALAM HAMBATAN
(RESISTOR)
Rangkaian resistif
Menurut hukum Ohm: V = I R
R

V Vm sin w t
I= =
V
R R

 Vm
I= sin w t
v = vm sin ωt R
I = Im sin w t
ARUS BOLAK-BALIK DALAM
INDUKTOR
Rangkaian kapasitif Kapasitor: q = C V
C
dq dv
I= =C
dt dt
d
V I=C Vm sin wt
dt
 d
I=C Vm sin wt
v = vm sin ωt dt
Vm
I = w C Vm cos wt = 1Τ sin (wt + 90)
𝑤𝐶

Vm 1
Im = X�c =
Xc wC
ARUS BOLAK-BALIK DALAM KAPASITOR
Rangkaian induktif
L maka pada ujung-ujung kumparan timbul GGL induksi
di
V  L
dt
V
 Vm sin ωt - L di/dt = 0
v = vm sin ωt 𝑉𝑚
di = sin 𝑤𝑡 𝑑𝑡
𝐿
𝑉𝑚
i(t) = - cos 𝑤𝑡
𝑤𝐿
𝑉𝑚
i(t) = - sin(90 − 𝑤𝑡)
𝑤𝐿

𝑉 𝑉𝑚
i(t) = 𝑚 sin(𝑤𝑡 − 90) i(t) = Im sin(𝑤𝑡 − 90) Im =
𝑋𝐿
𝑋𝐿 = w L
𝑤𝐿
RANGKAIAN RLC SERI
Komponen listrik yang dipasang seri memiliki arus yang sama
yaitu:

I = Imaks sin wt I = I0 𝑒 𝑖𝑤𝑡

impedansi(Z )  R 2  ( X L  X C ) 2
Contoh Soal:
DIAGRAM FASOR
diagram fasor memudahkan kita dalam melakukan operasi ajabar pada
fungsi-fungsi trigonometri. Karena arus maupun tegangan bolak-balik
merupakan fungsi trigonometri maka kita akan merasa tertolong dengan
menggunakan diagram fasor. Dalam diagram fasor, sebuah fungsi
trigonometri digambarkan sebagai sebuah vektor dalam koordinat dua
dimensi. Panjang vektor tersebut sama dengan amplitudo fungsi dan sudut
yang dibentuk iliki ngsi mempelajari fasor. Diagram fasor sangat m ad
vektor dengan arah sumbu datar sama dengan fase fungsi tersebut.
Fasor yaitu vektor yang berputar terhadap titik asal dengan kecepatan ω.

Hubungan antara amplitudo (nilai maksimum) tegangan atau kuat arus dengan sudut
fase dapat dinyatakan secara grafik dalam diagram fasor.

Nilai sesaat dari arus atau tegangan adalah proyeksi fasor tersebut pada sumbu vertikal
(y). ωt adalah sudut fase arus dan tegangan sesaat
Misal:
Yang perlu kita cari selanjutnya adalah mencari panjang vektor V yaitu A dan menentukan sudut yang
dibentuk vektor V dengan sumbu datar, yaitu φ. Dengan aturan penjumlahan vektor metode jajaran
genjang kita dapatkan:

vektor A memiliki komponen arah horizontal:

komponen arah vertikal: